Inspirasi Tanpa Batas

Sejarah dan Arkeologi Masjid Biru (Masjid Sultan Mahmud I)

Sejarah dan Arkeologi Masjid Biru (Masjid Sultan Mahmud I)
0 112

Masjid Biru atau Masjid Sultan Ahmad (Ahmed) adalah masjid yang menjadi salah satu landmark Istanbul. Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Biru karena dulu hampir seluruh interiornya berwarna biru. Masjid Biru ini merupakan masjid pemerintah yang pertama dibangun selama 40 tahun.

Sejarah Masjid Sultan Mahmud I

Sultan Ahmad I membangun masjid ini tujuannya untuk meredakan kemarahan para ulama atas ketidak mampuannya memenangkan satu pun peperangan. Oleh sebab itu, bila para pendahulunya mendanai pembangunan masjid dengan hasil rampasan perang, maka Sultan Ahmad I harus mengucurkan dana dari kas pemerintah. Selain itu Masjid Biru ini dibangun untuk menandingi Bangunan Hagya Sophia.

Masjid Biru dibangun antara 1609-1616 atas perintah Sultan Ahmad I yang kemudian menjadi nama masjid ini. Satu tahun setelah masjid ini dibangun, Sultan Ahmad meninggal dunia dan dimakamkan dihalaman masjid ini. Masjid Biru terletak dikawasan paling tua di kota Istanbul yang sebelumnya menjadi pusat kota Konstantinopel, ibu kota kekaisaran Bizantium. Lokasinya berada di sebrang Museum Hagia Sophia.

Arkeologi Masjid Sultan Ahmad I

Pada lantai atas masjid ini, interiornya didominasi oleh cat biru. Pada tiap semi dome (kubah setengah lingkaran) dilengkapi dengan 14 jendela dan 28 jendela pada kubah tengahnya. Kaca berwarna yg dipakai pada jendela-jendela ini adalah hadiah persembahan dari Ratu Venice kepada Sang Sultan. Hanya saja sebagian besar dari kaca-kaca ini sudah direstorasi agar tampak bagus.

Lokasinya yang tidak jauh dari Pantai Bosphorus menyebabkan kubah dan menara Masjid terlihat jelas seakan-akan memancarkan cahaya warna biru ketika ditimpa cahaya matahari yang masuk lewat 260 jendela kaca patri. Lebih dari 200 jendela kaca patrinya dihiasi dengan berbagai desain yang memancarkan cahaya dari luar dengan dibantu kandil-kandil. Dalam kandil-kandil itu diletakan telur burung unta untuk mencegah laba-laba membuat sarang ditempat tersebut.

Selain itu di masjid Biru juga terdapat pilar-pilar marmer. Dekorasi lainnya yang dihiasi masjid Biru adalah kaligrafi ayat-ayat al-Qur’an, yang sebagian besar dibuat oleh Seyyid Kasim Gubari, salah satu kaligrafi terbaik pada masa itu.

Ruangan ibadah Masjid Biru ini berukuran 64 x 72 meter dengan bentuk persegi, yg terdapat kubah ditengahnya, yg dilengkapi dengan 4 setengah-lingkaran kubah dari 4 arah yg berbeda. Di sekitar masjid ini, juga dibangun sekolah, istana peristirahatan bagi Sultan, tempat pemandian, air mancur, rumah sakit, serta kamar-kamar yg disewakan saat itu.[1]

Pada bagian dalam Blue Mosque dihiasi oleh 20.000 keramik handmade yang dibuat di Iznik dengan 50 desain bunga tulip yang berbeda. Keramik pada lantai bawah dibuat dengan desain tradisional Turki, sementara keramik di lantai galeri dibuat dengan desain bunga dan buah-buahan. Semua keramik ini di desain oleh seorang ahli keramik dari Iznik, Ksap Haci dan Baris Efendi dari Avanos, Cappadocia. Keramik di sekitar Blue Mosque sempat direstorasi setelah terjadi kebakaran di tahun 1574.

Perbedaan Masjid Biru dengan Masjid lainnya

Bagian terpenting dalam masjid Biru yang membedakannya dengan masjid-masjid lainnya adalah mihrab yang terbuat dari marmer yang dipahat dengan hiasan stalaktit dan panel double-incritive di atasnya. Tembok mihrab ini dipenuhi dengan kramik. Mihrab Masjid Biru sengaja didesain seperti ini agar semua yang ada di masjid tetap dapat melihat dan mendengar imam walaupun masjid sedang dalam keadaan penuh. Masjid ini juga dilengkapi dengan ruangan bawah tanah yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang berharga.

Selain pada Mihrabnya yang terdapat perbedaan dengan masjid lainnya diantaranya adalah enam menara yang dimiliki Masjid Biru ini. Pada awalnya Sultan Mahmud I memerintahkan Mehmed Age untuk mendirikan empat menara emas yang dalam bahasa Turkinya “Altin” tetapi yang didengar oleh Mehmed Age itu “Alti”  yang berarti enam menara. Setelah dibangunkannya enam menara oleh Mehmed Age, Sultan Mahmud I terpesona dengan hasilnya. Walaupun tidak sesuai dengan keinginannya.

Perubahan Masjid Biru yang dijumpai sekarang

Perubahan sekarang bisa dilihat dari segi warna Masjid Biru itu sendiri. Tadinya berwarna biru, tetapi karena inti dari pembangunan itu bukan menunjukan keindahan warna birunya lalu kemudian dihapus dan sekarang nampak berwarna putih abu-abu. Selain dari itu, perubahan yang bisa kita lihat sekarang yakni adanya taman di sekeliling masjid yang dilengkapi dengan air mancur.

Sumber

Komentar
Memuat...