Inspirasi Tanpa Batas

Keunikan dan Sejarah Datangnya Islam ke Indonesia

0 110

Konten Sponsor

Islam di Indonesia dikenal sebagai sebuah keunikan. Keunikan itu bisa kita lihat contohnya dari kegiatan tahlilan yang sering umat Islam Indonesia lakukan sampai sekarang.

Tahlilan merupakan sebuah ritual mendoakan orang meninggal yang biasanya dilakukan dari hari pertama sampai ketujuh, hari ke 40, hari ke 100, dan hari ke 1000. Semua doa yang dipanjatkan dalam ritual tahlilan tidak lain untuk kebaikan-kebaikan orang yang meninggal tersebut diakhirat. Umumnya yang sering orang-orang panjatkan dalam doa itu ialah agar semua dosa yang pernah dilakukan orang yang meninggal dihapuskan, masuk syurga dan sebagainya.

Keunikan-keunikan dari Islam di Indonesia

  • Islam datang ke Indonesia diperkenalkan oleh saudagar dari Arab, India dan Cina melalui jalur perdagangan. Bukan oleh para ekspansi Islam melalui jalur perang. Sebagaimana kita ketahui Sejarah Islam di Negara-negara Eropa dan Negara-negara Afrika. Tentang Islam datang ke Indonesia ( Sejarah kedatangan Islam di Indonesia) tersebut yang akan penulis jadikan fokus penulisan kali ini.
  • Islam di sebar luaskan oleh pribumi melalui akulturasi dua kebudayaan. Yakni kebudayaan Hindu dan Budha dengan Islam. Sebagaimana penulis uraikan dalam kasus tahlilan diatas dan masih banyak lagi. Pengakulturasian kedua budaya tersebut yang menjadi sebab Islam bisa menyebar luas keseluruh pelosok di Indonesia dan bertahan kuat sampai sekarang.
  • Islam di Indonesia menjadi contoh baik bagi Negara muslim ataupun Negara mayoritas muslim yang masih masih di rundung konflik. Tidak lain karena kebhinekaan Indonesia yang tidak hanya dijadikan landasan bernegara tapi juga dijalankan oleh rakyatnya dan masih dipertahankan sampai sekarang.

Sejarah Kedatangan Islam di Indonesia

Untuk menguraikan  tentang kedatangan Islam di Indonesia tidak serta merta bisa penulis jelaskan begitu saja. Mengingat begitu banyak teori yang menyatakan tentang kedatangan Islam di Indonesia dari mulai asal dan tahunnya. Oleh karena itu, penulis hanya akan menjelaskan tiga teori yang telah sebagian banyak sejarawan sepakati dan yang paling kuat. Ketiga teori tersebut ialah, teori Arab, Teori Gujarat-India, dan Teori Cina.

1. Teori Arab

Sekitar abad ke 15 dan ke 16 terdapat pelayaran langsung orang-orang Arab dan Persia ke Indonesia. Tetapi pernyataaan di atas di sanggah oleh Snouck Hurgonjge yang menyatakan bahwa bukti-bukti adanya hubungan langsung antara Indonesia dengan Arab terjadi sekitar abad ke 17 setelah adanya utusan dari kerajaan-kerajaan Islam Mataram, Banten ke Mekah (Daliman :36)

2. Teori India

Menurut hasil penelitian J.P Moquette mengenai batu nisan makam Sultan Malik al-Saleh dari Raja Samudra pasai yang berangka tahun 1297 M. Dari bentuk dan macamnya dapat diketahui bahwa batu nisan tersebut serupa benar dengan batu nisan di Gujarat India. Rupanya untuk makam-makam di Samudera Pasai itu yang pada waktu itu memang merupakan barang perdagangan yang du bawa oleh pedagang-pedagang Islam dari India. (Daliman : 37 )

3. Teori Cina

Teori Cina menyatakan bahwa Islam datang ke Indonesia dari Arab pada  abad ke-7 yang didasarkan kepada berita Cina. Yakni berasal dari Zaman Dinasti T’ang. Dalam berita tersebut di ceritakan bahwa ada beberapa orang Ta-shi yang membatalkan niatnya untuk menyerang kerajaan Ho-ling pada tahun 674 M. ( Daliman : 33)

Orang Tah-shi diidentifikasikan sebagai orang Arab. Rita Rose di Meglio mengidentifikasikan Ta-Shih sebagai orang Islam dari Arab atau Persia. ( Daliman : 33 )

Chau Ju-kua menyatakan bahwa tempat orang Ta-shih yakni di Sumatera Selaran, jauhnya sekitar lima hari pelayaran dari Cho-po (Jawa). (Daliman : 33)

P.Wheatley melokasikan Fo-lo-an di dekat Kota Kuala Brang yang terletak lebih dari kurang 25 mil dari Sungai Trengganu. (Daliman : 33 ).

Sumber : Prof A Daliman. 2012. “ Islamisasi dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia”. Jogjakarta : Ombak.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar