Sejarah Eksplorasi Bulan

0 84

Manusia mempunyai sifat selalu ingin tahun tentang bulan. Sejak semula mereka berspekulasi tentang asal-usul bulan. Berabad-abad lamanya bulan telah dijadikan bahan untuk dongeng-dongen dan takhyul – takhyul. Tidak ada usaha yang benar-benar serius untuk mengetahuinya dan mencapai Moon selama persoalan masih tetap begitu. Pertama, bulan hendaknya harus dimengerti sebagai satu dunia tersendiri yang ada di jagat raya ini yang tentunya berbeda dengan bumi dalam beberapa hal. Kedua, hendaknya manusia mengetahui kesulitan – kesulitan yang mungkin ada bagi perjalanan yang mungkin dapat dilakukan ke dunia yang paling dekat dengan bumi itu.

Bangsa Yunani purba adalah yang pertama-tama secara bebas berspekulasi tentang jagat raya dan bahwa bumi adalah sebuah bola bulat dan bahwa matahari, Moon dan planet-planet mungkin adalah dunia-dunia seperti bumi juga. Orang-orang dari dunia Timur Purba bahkan telah lebih dahulu mengumpulkan banyak informasi tentang gerak benda – benda bercahaya di langit. Terjadi suatu spekulasi, perhitungan, dan penyelidikan yang lama sekali sebelum pengetahuan tentang bulan yang sekarang tercapat.

Penyelidikan sejarah dan eksplorasi bulan terbagi atas 3 bagian besar : (1) zaman prateleskop, yaitu sampai tahun 1609; (2) zaman teleskop, yaitu dari tahun 1609 sampai 1959; dan (3) zaman ekslorasi ruang angkasa, sejak tahun 1959, tahun alat penyelidik bulan pertama mencapai moon. Pada tahun 1969 manusia menjejakkan kaki pertamanya di moon, suatu peristiwa yang menandai suatu kejadian penting lainnya pada eksplorasi bulan.

Pengertian Bulan dan Hubungan Dengan Bumi

Bulan adalah satelit alami satu-satunya Bumi dan merupakan Moon terbesar kelima dalam Tata Surya kita. Moon juga merupakan satelit alami terbesar dalam Tata Surya menurut ukuran planet yang diorbitnya, dengan diameter 27%, kepadatan 60%, serta massa 1⁄81 (1.23%) dari Bumi. Di antara satelit alami lainnya, Moon adalah satelit terpadat kedua setelah Io, yaitu satelit Yupiter.

Planet Bumi dan Matahari Pada Jalur Orbitalnya
Planet Bumi dan Matahari Pada Jalur Orbitalnya

Moon berada pada rotasi sinkron dengan Planet Bumi, yang selalu memperlihatkan sisi yang sama pada Planet Bumi. Dengan sisi dekat ditandai oleh mare vulkanik gelap yang terdapat di antara dataran tinggi berkerak yang terang dan kawah tubrukan menonjol. Moon adalah benda langit yang paling terang setelah Matahari. Meskipun Moon terlihat tampak sangat putih dan terang, permukaan Moon sebenarnya gelap. Dengan tingkat kecerahan yang sedikit lebih tinggi dari aspal cair. Sejak dari zaman kuno, posisinya yang menonjol di langit dan fasenya yang teratur telah memengaruhi banyak budaya, termasuk bahasa, penanggalan, seni, serta mitologi.

Pengaruh gravitasi Bulan menyebabkan terjadinya pasang surut lautan dan pemanjangan waktu pada hari di Planet Bumi. Jarak orbit Moon dari Bumi saat ini adalah sekitar tiga puluh kali dari diameter Planet Bumi, yang menyebabkan ukuran Moon yang muncul di langit hampir sama besar dengan ukuran Matahari. Sehingga memungkinkan Moon untuk menutupi Matahari dan mengakibatkan terjadinya gerhana matahari total. Jarak linear Moon dari Bumi saat ini meningkat dengan laju 3.82±0.07 cm per tahun, meskipun laju ini tidak konstan. (wikipedia)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.