Sejarah Onde-onde dari Zaman Majapahit Hingga Jadi Kuliner Khas Mojokerto

0 959

Salah satu hidangan menjelelang buka puasa ini, memang meiliki keunikan tersendiri. Bukan hanya rasanya yang lezat namun penuh sejarah dalam pembuatanya. Onde-onde merupakan sejenis kue jajanan pasar yang populer di negara kita. Nah untuk itu yuk cari tahu, Sejarah pembuatan Onde-onde dari Zaman Majapahit Hingga Jadi Kuliner Khas Mojokerto.

Di Tanah air kita, Kue Onde-onde merupakan Panganan Khas daerah Mojokerto.  Onde-onde dapat ditemukan di pasar tradisional maupun dijual di pedagang kaki lima. Onde-onde juga populer khususnya di daerah Pecinan baik di Indonesia maupun luar negeri.

Makanan yang mempunyai ciri khas taburan wijen di kulit luarnya ini. Biasanya terbuat dari tepung terigu atau tepung ketan yang umumnya berbentuk bulat dan di dalamnya biasa diisi pasta kacang hijau atau gula merah.

Sejarah Pembuatan Onde-onde

Sejarah Pembuatan Onde-onde

Dalam sejarahnya onde-onde berasal dari negri Tirai Bambu dan pertama kali dibuat di masa Dinasti Zhou (1045-256 SM). Tepatnya pada zaman Dinasti Tang, kue ini jadi kue resmi daerah Chang an (sekarang disebut daerah Xian). Di daerah Chang an, kue onde-onde dikenal dengan nama ludeui.

Seiring penyebaran pedagang China, Makanan ini kemudian dibawa oleh pendatang menuju ke daerah selatan Cina, lalu berkembang luas hingga daerah-daerah Asia timur dan tenggara. Di Indonesia sendiri, menurut beberapa sumber, Onde-Onde ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha, tepatnya pada masa  Kerajaan Majapahit. Karena daerah kekuasaan majapahit yang Luas, onde-onde ini mulai dikenal luas di Nusantara ini.

Namun pendapat Lainya juga menyatakan, makanan ini di kenalkan oleh Laksamana Cheng Ho dari Dinasti Ming, beliau lah yang membawa onde-onde ini ke Nusantara sekitar tahun 1300-1500 M.

Varian Onde-Onde Indonesia

Varian Onde-Onde Indonesia

Pada awalnya, onde-onde ini isinya hanya gula merah dan rasanya dan bahannya juga dari tepung. Tapi sering perkembangannya, sekarang di Indonesia yang terkenal justru yang terbuat dari tepung ketan dan diisi dengan pasta kacang hijau, coklat dan lain-ain.

Makanan yang enak disantap sewaktu masih hangat ini memiiki varianLain jika di Daerah Padang. Masyarakat setempat menyaajikannya dalam bentuk bulat, berwarna hijau, kenyal, ditaburi kelapa, dan di dalamnya ada gula merah cair. [al]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.