Sejarah Pembentukan dan Penetapan Tugas Kementrian Agama

0 89

Masih ingat tentang penghapusan 7 kata dari sila pertama pancasila? Ternyata efeknya masih terasa sampai beberapa saat setelah peristiwa itu berlangsung. Diantaranya adalah kekecewaan yang tidak bisa diredakan oleh pemerintah dari golongan Muslim yang ingin memperjuangkan pemberlakuan sistem Islam di Indonesia.

Sampai akhirnya Muhammad Yamin mengusulkan Kementrian Agama sebagai pereda dari kekecewaan umat Islam tersebut sekaligus pengawas umat seluruh agama dalam melakukan suatu hal. Usulan tersebut, disampaikan Muhammad Yamin dalam sidang BPUPKI pada tanggal 11 Juli 1945. Setelah satu tahun kemudian, akhirnya kementrian agama tersebut dilegalisasikan pemerintah pada masa kabinet Syahrir 2, tanggal 3 Januari 1946.

Sebelum pelegalisasian kementrian agama, orang-orang yang mendukung pengusulan kementrian agama tersebut mengalami kebingungan dalam penamaannya. Penamaan antara Kementrian Agama Islam atau Kementrian Agama saja. Untuk meminimalisir kecemburuan sosial dari agama lainnya, maka dihasilkan sebuah keputusan untuk memilih nama Kementrian Agama.

Menteri pertama yang diangkat pemerintah pada saat itu adalah Muhammad Rasjidi. Muhammad Rasjidi merupakan seorang ulama yang mempunyai latar belakang pendidikan Islam Modern.

Sehari setelah pembentukan kementrian Agama. Menteri Agama yang pertama memberikan pidatonya yang disiarkan RRI Yogyakarta, intinya kementrian agama hadir untuk memelihara dan menjamin kepentingan Agama serta pemeluk-pemeluknya.

Selain di Jogjakarta, menteri agama yang pertama juga memberikan pidato mengenai sebab diadakannya kementrian agama yang sama di Surakarta dan Madura pada tanggal 17-18 Maret 1946. Dalam pidato tersebut dijelaskan bahwa kementrian Agama hadir untuk memenuhi kewajiban pemerintah terhadap undang-undang dasar 1945 bab IX pasal 29, ai???Negara berdasarkan atas ketuhanan yang Maha Esaai??? dan ai???Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama mereka masing-masing dan beribadat sesuai kepercayaannya.ai???

Tugas-tugas kementrian agama

Kementrian Agama mengambil alih tugas-tugas keagamaan yang berada di kementrian dalam negeri dalam permasalahan perkawinan, peralihan agama, kemasjidan dan urusan Haji. Kemudian dari kementrian kehakiman, Kementrian Agama mengambil tugas dalam sebuah bidang pengajaran dan kebudayaan yang berkenaan dengan masalah pengajaran agama di sekolah-sekolah.

Kemudian pada masa selanjutnya, sesuai peraturan pemerintah nomor 33 tahun 1949 dan peraturan pemerintah nomor 8 tahun 1950 serta peraturan menteri agama nomor 5 tahun 1951 menetapkan beberapa tugas kementrian agama, sesuai lamanAi??kemenagAi??sebagai berikut :

  1. Melaksanakan asas tentang Ketuhanan yang Maha Esa dengan sebaik mungkin.
  2. Memberikan hak kemerdekaan beragama dan beribadah sesuai kepercayaannya, kepada seluruh masyarakat Indonesia.
  3. Menunjang, membimbing, memelihara dan mengembangkan aliran-aliran agama yang sehat dan tidak berbelok dari asas-asas pancasila.
  4. Menyelanggarakan, memimpin sekaligus mengawasi pendidikan agama di sekolah-sekolah negeri.
  5. Mengamati, menunjang dan mengamati sistem pendidikan dan pengajaran di sekolah dan perguruan tinggi agama-agama yang ada di Indonesia.
  6. Mengadakan pendidikan bagi guru-guru dan hakim keagamaan.
  7. Menyelenggarakan pengajaran rohani kepada anggota tentara, asrama-asrama, rumah-rumah penjara dan tempat penting lainnya.
  8. Mengatur segala hal yang bersangkutan tentang pencatatan pernikahan, rujuk dan talak bagi orang Islam.
  9. Memberikan tunjangan materil untuk pemeliharaan tempat-tempat peribadatan di Indonesia (Masjid, Gereja dll).
  10. Menyelenggarakan, mengurus, dan mengawasi pengadilan Agama dan Mahkamah Islam Tinggi.
  11. Menyelidiki, menentukan, mendaftarkan dan mengawasi pemeliharaaan wakaf-wakaf.
  12. Meningkatkan kecerdasan dalam hidup bermasyarakat dan beragama.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.