Inspirasi Tanpa Batas

Sejarah Peradaban Bangsa Arab Pra-Islam

0 174

Konten Sponsor

Peradaban bangsa Arab masa Pra Islam dipengaruhi budaya dari beberapa Bangsa disekitarnya yang lebih maju. Pengaruh tersebut masuk melalui beberapa jalur. Mulai dari jalur perdagangan, kerajaan-kerajaan protektorat seperti Ghassan dan Hirah, terakhir melalui jalur Gospel atau penyebaran Agama Kristen dan Yahudi.

Dari jalur perdagangan Arab berinteraksi dengan beberapa daerah yang mendapat pengaruh dari kebudayaan Hellenisme, seperti Mesir, Siria, Persia, Habsyi dan Romawi.  Kemudian dari jalur kerajaan, di Ghassan dan Hirah banyak berdiri koloni-koloni tawanan perang Romawi dan Persia. Dari jalur gospel beberapa koloni datang ke Arab, khususnya di Yastrib.

Mata pencaharian Arab Pra Islam

Sebagian besar mereka bermata pencaharian dari bercocok tanam, terutama di daerah Najran yang merupakan daerah Kristen terpenting. Selain itu juga mereka membuat alat-alat dari besi, seperti perhiasan dan senjata.

Agama Arab Pra Islam

Bangsa Arab masa pra Islam sebagian besar menganut kepercayaan terhadap banyak dewa yang diwujudkan melalui bentuk-bentuk berhala dan patung. Berhala-berhala tersebut dipusatkan di Kabah. Berhala-berhala yang terpenting di Arab Pra Islam, meliputi sebagai berikut :

  1. Berhala Hubal yang merupakan dewa terbesar di Kabah.
  2. Berhala Latta yang merupakan dewa tertua di Thaif.
  3. Berhala Uzza yang merupakan dewa yang kedudukannya berada di bawah Hubal. Berhala Uzza berada di Yastrib.

Sifat-sifat Bangsa Arab Pra Islam

Bangsa Arab Pra Islam merupakan orang-orang yang bangga terhadap diri mereka sendiri tetapi sensitif. Beberapa sifat lain dari Bangsa Arab pra Islam, sebagai berikut :

  1. Fisik mereka lebih sempurna dibanding orang-orang Eropa.
  2. Lemah dalam beraksi dan kurang bagus dalam mengatur kekuatan mereka.
  3. Lebih kuat dan berpengaruh karena faktor keturunan, kearifan dan keberanian.
  4. Kehidupan mereka diatur oleh kepala suku.
  5. Tidak mempunyai hukum yang regular, kekuatan pribadi dan pendapat suku yang lebih kuat dan diperhatikan.
  6. Posisi wanita sangat rendah, diperlakukan tidak lebih dari seekor binatang. Wanita tidak diberikan sedikitpun hak-hak yang sewajarnya mereka terima.

Perkawinan bangsa Arab pra Islam

Dalam perkawinan, ada beberapa macam yang dilakukan oleh Bangsa Arab Pra Islam, sebagai berikut :

  1. Istibda, yaitu sebuah perkawinan dimana sebelum mereka mendapatkan keturunan sesuai dengan apa yang mereka kehendaki. Suami memperbolehkan istrinya bersetubuh dengan lelaki yang dipandang mulia atau mempunyai kelebihan tertentu seperti keberanian dan kecerdasan. Sebelum istri mereka hamil, suami menahan diri untuk tidak bersetubuh dengannya.
  2. Poliandri, yaitu sebuah perkawinan yang memperbolehkan seorang perempuan bersetubuh dengan beberapa laki-laki. Setelah perempuan itu hamil, dia memanggil semua laki-laki yang pernah bersetubuh dengannya. Setelah semua hadir, perempuan tersebut memberitahu bahwa ia telah dikaruniai anak hasil hubungannya dengan mereka. Lalu perempuan tersebut menunjuk salah satu dari semua laki-laki tersebut untuk menjadi bapak dari anak yang dilahirkan. Laki-laki yang dtunjuk tidak boleh menolak.
  3. Maqthu, yaitu seorang laki-laki yang menikahi ibu tiri mereka setelah bapaknya meninggal. Laki-laki tersebut ketika ingin menikahi ibu tirinya, ia akan melemparkan kain kepada ibu tirinya. Sementara ibu tirinya tidak mempunyai kewenangan untuk menolak.
  4. Badal, yakni sebuah perkawinan yang memperbilehkan para suami menukar istri-istri mereka tanpa bercerai. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari rasa bosan.
  5. Shigar, yakni sebuah pernikahan yang memperbolehkan calon laki-laki menikahi calon istri tanpa mahar.

sumber : Berbagai Sumber

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar