Inspirasi Tanpa Batas

Sejarah Peradaban Islam di Arab Pada Masa Rasulullah

0 116

Konten Sponsor

Kehidupan Masyarakat Arab sebelum masa Rasulullah dicerminkan sebagai suatu peradaban yang berderajat sangat rendah. Perzinahan, eksploitasi ekonomi, perang antar suku, mabuk, dan perbudakan sudah menjadi khas perilaku mereka yang mewarnai kehidupan pada saat itu.

Setelah menempuh beberapa renungan yang cukup lama, akhirnya Muhammad lahir sebagai nabi yang diberikan petunjuk oleh Allah melalui malaikat Jibril untuk mengubah masyarakat Arab Mekah. Disini sejarah penyebaran dan perjuangan Nabi Muhammad dimulai dengan menegakkan ajaran Islam.

Peradaban Islam di Arab pada Masa Rasulullah mengalami perubahan yang sangat baik, terutama dalam tatanan sosial. Perubahan dari masa kerusakan moral menuju masa keberadaban moral. Ahmad al-Husyairi mengatakan bahwa peradaban Islam di Arab pada masa Rasul, dilandasi asas-asas yang diciptakan sendiri Nabi Muhammad dibawah bimbingan wahyu. Seperti hal-hal yang akan penulis kemukakan di bawah ini :

Peletakan asas-asas politik, ekonomi dan sosial

Proses peradaban yang dilakukan Nabi Muhammad pada masyarakat Islam di Yastrib adalah sebagai berikut :

Rasul merubah nama Yastrib menjadi Madinah. Perubahan nama tersebut dilakukan berdasarkan cita-cita Nabi Muhammad yang mengingkan membentuk sebuah masyarakat yang tertib, maju dan berperadaban.

Rasul membangun beberapa masjid. Masjid-masjid tersebut dibangun bukan hanya untuk ritual peribadatan saja, tetapi juga dijadikan sebagai suatu tempat atau sarana penting dalam mempersatukan kaum muslimin dan dijadikan sebagai pusat pemerintahan. Selain itu juga untuk mempermusyawarahkan beberapa masalah yang sedang dihadapi.

Rasul membentuk kegiatan Mu’akhat atau persaudaraan. Dimaksudkan untuk mempersatukan kaum muslimin dalam satu persaudaraan dan kekeluargaan yang dilatar belakangi keagamaan. Disamping persaudaraan yang dilatar belakangi ikatan darah.

Rasul menjalin persaudaraan atau persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak hanya dari golongan Muslim melalui sikap toleransi dan saling membantu.

Rasul membentuk pasukan tentara untuk mengatisipasi perlawanan atau pemberontakan yang dilakukan musuh.

Kesimpulan

Kesimpulannya adalah Nabi Muhammad termasuk golongan nabi yang bergelar Ulul Azmi yang membawa doktrin teologis politisi. Sebagaimana dalam buku Sejarah Peradaban Islam karya Dedy Supriyadi yang dijelaskan bahwa Doktrin Politisi adalah doktrin yang menekankan substansi moral dalam mempersatukan ideal moral manusia dengan ideal moral Tuhan. Tanpa melakukan perubahan sosial politik sebagai bagian dari proses ideal moral tersebut. Sedangkan doktrin teologis politisi adalah doktrin yang mengedepankan ajakan moral, sekaligus berusaha melakukan perubahan sistem untuk menata institusi-intitusi sosial dan politik.

Bisa dilihat ketika Nabi Muhammad memimpin umatnya di Madinah dan Mekah yang selain mengajarkan nilai-nilai Islam dengan hal-hal yang bersifat keakhiratan, juga berusaha untuk menata kekuatan dalam mengambil alih peran kepemimpinan dan pemerintahan orang-orang Quraisy.

Sumber : Dedy Supriyadi. 2008. “Sejarah Peradaban Islam.” Bandung : Pustaka.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar