Take a fresh look at your lifestyle.

Ternyata Perayaan Hari Natal Tidak Dilahirkan Oleh Umat Kristen

0 85

Jika ditelusuri menggunakan sejarah, perayaan natal tidak dilahirkan oleh umat Kristen itu sendiri. Melainkan oleh kaum Romawi yang pada saat itu selalu merayakan hari lahir Dewa Matahari pada abad 1-4 M.

Seluruh kaum Romawi yang banyak pula beragama Kristenpun turut merayakan hari lahir Dewa Matahari yang jatuh pada tanggal 25 Desember. Hal tersebut membuat pihak dari gereja khawatir terhadap umatnya yang pasti akan mendapatkan dosa, mengingat yesus tidak pernah memberikan perintah untuk merayakan hari lahirnya. Apalagi pada saat itu umat Kristen tidak sedikit yang berbondong-bondong merayakan hari lahir Dewa Matahari.

Pihak Gereja geram terhadap hal tersebut, maka mereka mengambil sikap untuk mengsinkretisme kedua paham. Artinya, menyatukan kedua agama-budaya paganisme dengan Kristen. Dimana budaya perayaan penyembah berhala dewa matahari yang dilakukan para paganisme diambil umat Kristen, yang kemudian umat Kristen mempersembahkan perayaan tersebut untuk Tuhan mereka yakni Yesus.

Ketika konstantin pada tahun 325 M memeluk ajaran Kristen, Konstantin menetapkan perayaan hari lahir yesus pada tanggal 25 Desember. Selain itu, Konstantin juga menetapkan beberapa hal yang sampai saat ini kita kenal sebagai identitas budaya Kristen. Seperti :

  1. Penetapan hari Sabat yang sebelumnya jatuh pada hari Sabtu menjadi hari minggu.
  2. Konstantin menggantikan seluruh berhala yang ada pada saat itu, dengan patung Yesus.
  3. Konstantin menjadikan lambang Dewa Matahari yang sekarang dikenal lambang salib sebagai lambang Agama Kristen.

Ketika penyebaran Agama Kristen semakin menyerbak ke seluruh penjuru dunia dan menjadi Agama yang paling dominan di dunia ini. Maka perayaan hari natal pun semakin meriah.

Tradisi Natal

Tradisi makan-makan, Santa clause, Festival, kado, dan pohon natal yang sampai saat ini masih dilestarikan ternyata bukan tradisi yang sebenarnya diwajibkan gereja untuk merayakan hari natal. Dimana pihak Gereja hanya mewajibkan perayaan ekaristi di Gereja saja.

Di beberapa negara, biasanya ketika perayaan natal, mereka mengikuti misa malam di gereja. Lalu mereka kembali ke rumah masing-masing dan berkumpul bersama keluarga dengan membagikan kado kepada setiap anggota keluarganya yang dicintai.

Beda halnya dengan umat Kristen di Indonesia, mereka tak hanya mengikuti misa malam di gereja dan bertukar kado bersama keluarga mereka masing-masing, namun juga mereka mengadakan kenduri warga. Artinya, tiap keluarga membuat makanan buatan mereka masing-masing, kemudian mereka menyantap bersama-sama dengan keluarga lainnya yang berkunjung ke rumah mereka.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar