Inspirasi Tanpa Batas

Sejarah Singkat Persib Maung Bandung

0 74

Konten Sponsor

Persib Bandung

Persib Bandung memiliki sejarah sangat menarik. Nama klub asal Bandung ini beberapa kali mengalami perubahan. Awalnya, pada tahun 1923 lahir cikal bakal persib Bandung yaitu Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB). Kala itu Syamsudin di tunjuk sebagai ketua umum sebelum akhirnya lengser kepada pejuang wanita Dewa Santika R.Alot.

Klub BIVB ini biasanya berlatih di depan tribun pacuan kuda yang bertempat di tegallega. Meski masih tim baru klub BIVB ini sering mengadakan pertanadingna ujicoba ke luar kota.

Pada tahun 1930 di bentuklah PSSI yang di hadiri oleh beberapa klub amatir indonesia. Diantaranya VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta). Yang di selenggarakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.

1933-1948

Tanggal 14 maret 1933 merupakan tanggal bersejarah bagi persib Bandung. Waktu itu dua tim Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB) bersatu. Kemudian lahirlah klub bernama Persib Bandung.

Kala itu Anwar St. Pamoenjtak di pilih sebagai ketua umum persib Bandung. Selain itu banyak klub-klub yang berada di bawah naungan persib Bandung. Diantaranya SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Pada tahun 1937 klub yang berada di bawah naungan orang Belanda Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO) diantarnya UNI dan SIDOLIG ikut bergabung bersama persib Bandung. VBBO menyerahkan lapangan yang biasa mereka gunakan yakni lapangan UNI, lapangan SIDOLIG. dan SPARTA (Sekarang Stadion Siliwangi). Pada tahun 1937 persib berhasil menjuarai kompetisi perserikatan melawan persis Solo dan keluar sebagai juara.

Pada tahun 1948 warga Belanda (NICA) ingin kembali menghidupkan VBBO. tetapi dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi berusaha untuk mempertahankan persib. Usaha mereka berhasil bahwa di Bandung hanya ada satu perkumpulan yaitu persib Bandung.

1950-1985

Pada tahun 1950-1962 Wali Kota Bandung saat itu R. Enoch membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum pada akhir nya persib memiliki sekretariat permanen yang berada di Jalan Gurame berkat usaha R. Soendoro.

Pada tahun 1961 persib berhasil menjuarai kompetisi perserikatan setelah berhasil mengalahkan PSM Ujung Pandang di partai final. Persib behak mewakili indonesia untuk mengikuti kejuaraan sepakbola “Piala Aga Khan” di Pakistan pada 1962.

Pada tahun 1978-1979 persib terdegradasi ke Divisi 1. Setelah itu pembinaan usia muda mulai dibenahi. Pelatih asal Polandia Marek Janota menangani tim muda sedangkan Risnandar Soendoro menangni tim senior. Kemudian persib junior dengan persib senior di gabungkan. Hasilnya, persib kembali berhasil promosi ke divisi utama.

Hasil pembinaan Marek lahirlah pemain-pemain legendaris persib Bandung. Diantaranya Robby Darwis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Suryamin, Dede Iskandar, Boyke Adam, Sobur, Sukowiyono, Iwan Sunarya. Dan berhasil lolos ke partai final bertemu PSMS PSMS pada Kompetisi Perserikatan 1982-1983 dan 1984-1985.

1986-2009

Pada tahun 1986 Persib Bandung ditangani oleh pelatih Nandar Iskandar dan berhasil menjadi juara. Setelah di partai final berhasil mengalahkan Perseman Manokwari 1-0. Kala itu gol tunggal dicetak oleh Djadjang Nurdjaman, di Stadion Senayan. Kemudian tahun1990 persib kembali menjadi juara setelah di partai final pasukan maung Bandung berhasil mengalahkan Persebaya dengan skor 2-0.
Pada kompetisi penutup Perserikatan 1993-1994 Persib Bandung berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan PSM 2-0 di partai final.  Berkat gol Yudi Guntara dan Sutiono Lamso persib behasil membawa pulang Piala Presiden untuk selamanya. Sebab,  kompetisi berikutnya berubah menjadi Liga Indonesia.

Tahun 1994-1995 Persib Bandung kembali berhasil melaju ke partai final dan mejadi juara setelah mengalahkan Petrokimia dengan skor 1-0. Waktu itu gol di ciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76. Kala itu persib ditangani oleh pelatih Indra Thohir dengan asisten Djadjang Nurdjaman dan Emen “Guru” Suwarman.

Berstatus sebagai juara liga, Persib berhak mewakili indonesia di Liga Champions Asia. Ketika itu persib Bandung mampu menembus ke perempat final.

pada akhir desember tahun 2008 Persib Bandung memiliki badan hukum yang bernama  PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB). Setelah terbentuknya PBB, Persib tidak lagi mendapatkan kucuran dana dari pemerintah. Melainkan dari pengelolaan usaha di bawah naungan PT PBB tersebut.

Tahun 2008-2009 persib berhasil meraih peringkat 3 dalam kompetisi yang menggunkan format satu wilayah. Ketika itu Jaya Hartono mampu memperbaiki prestasi persib yang kala itu terus menurun.

2014-2017

Persib Bandung mampu menjadi juara liga Indonesia pada tahun 2014 setelah puasa gelar kurang lebih 19 tahun. Anak asuhan Djajang Nurjaman tersebut mampu mengalahkan persipura Jayapura di partai final dengan drama adu pinalti. Pertandingan itu di gelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Pelatih persib Djajang Nurjaman memecahkan rekor sebagai legenda. Sebab, berhasil membawa persib juara ketika menjadi pemain, asisten pelatih dan sebagai pelatih kepala.

Di tahun 2015 ketika sepakbola Indonesia terjadi konflik antara pemerintah dengan PSSI. Persib Bandung tetap menjaga nama baik tim julukan maung Bandung dan mampu menjaga harga diri sebagai tim papan atas Indonesia.

Persib Bandung  berhasil menjadi juara Piala Presiden 2015. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman mampu mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 pada partai final. Namun,trend positif persib terhenti setelah Persib terhenti di babak fase grup Piala Jenderal Sudirman 2015. Persib menelan 3 kali kekalahan dan satu kali kemenangan.

Selanjutnya tahun 2016 anak asuhan Djajang Nurjaman hanya mamapu finish di posisi 5 klasmen akhir Indonesia Soccer Championsip (ISC) 2016. Meski begitu Djajang Nurjaman bersyukur sebab pada laga-laga awal persib selalu menampilkan permainan yang kuran baik.

Terakhir tahun 2017 dengan materi pemain yang baik dan berpengalaman persib bandung harus puas berada di posisi 11. Dengan 34 kali bertanding tim julukan maung Bndung mampu mengoleksi 9 kali kemenangan 14 kali imbang dan 11 kali kalah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar