Home » Sastra Budaya » Novel » Novel Remaja » Sejujurnya Aku Tak Mungkin Mampu Melupakanmu| Candu Asmara Remaja Part – 16

Share This Post

Novel Remaja

Sejujurnya Aku Tak Mungkin Mampu Melupakanmu| Candu Asmara Remaja Part – 16

ejujurnya aku tak mungkin Mampu Melupakanmu

Candu Asmara Remaja. Waktu berjalan dengan cepat. Hari dan jam yang ditunggu akan keberangkatan Kelvin ke Medan, tiba juga. Di pagi yang masih sangat senyap dan sepi, mereka sudah beraktivitas. Kurang lebih saat itu waktu menujukkan pukul 3.30 dini hari, Kelvin dan Nisa sudah bangun. Anak yang baru dilahirkannya tertidur dengan lelap. Kelvin mandi dengan sejumlah bayangan keindahan mandi bersama dengan Kayla. Sementara Nisa, meski masih agak sedikit lemah, terus membantu mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan Kelvin di Medan.

Sehabis mandi, Kelvin tak henti meneteskan air mata. Dalam tangkapan Nisa, Kelvin menunjukkan gejala seolah tidak siap dan tidak sanggup meninggalkan anak bersama istrinya. Anak yang baru dilahirkan, akan dia tinggalkan. Ia memeluk erat Nisa sambil meneteskan air mata.

Nisa merasa sangat bangga kepada Kelvin yang menunjukkan sikap tulusnya. Suatu ekspresi kebathinan yang menghempaskan seluruh rasa. Nisa merasa bahwa Kelvin menyayangi dengan tulus buah hati mereka yang dihasilkan dari cinta tulus yang tak berhingga.

Sementara itu, Kayla justru tak bisa tidur. Kayla yang berharap, Kelvin memiliki ruang khusus untuk bertemu dengannya, ternyata tidak juga. Sampai waktu tidur habis, kelvin ternyata tetap berada di kamar bersama dengan istri dan anaknya. Ia menyesal mengapa mengatakan, cinta mereka harus berakhir. Tetapi kalau tidak diakhiri bagaimana perjalanan cinta semacam itu harus dipertahankan. Matanya lembab dan menunjukkan gejala yang sedikit misterius.

Akhirnya, saat akan melaksanakan shalat, Kayla menghampiri mushala kecil di rumahnya. Ia ingin ikut shalat bersama Kelvin. Nisa diyakininya tidak akan melaksanakan shalat subuh karena masih nifas. Akhirnya, Kayla melaksanakan shalat bersama tanpa sepengetahuan Kelvin. Baru sadar bahwa Kayla ikut shalat, ketika Kelvin mengucapkan salam.

Kelvin segera bringsut dan hanya mampu mengatakan, teh maafkan aku ya ….! Kayla mengangguk dan kemudian berlalu ke kamarnya.

Berangkat Ke Medan dengan Harapan Cinta

Selepas melaksanakan shalat subuh, Kelvin berangkat. Dengan sangat sigap, Kelvin membawa segala keperluannya dari kamar tidur mereka. Sementara supir yang akan mengantarkannya ke Bandara Soekarno Hatta sudah siap. Perjalanan membutuhkan waktu setidaknya 6 jam. Melaju Volvo itu dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pesawat yang akan ditumpangi Kelvin berangkat sekitar pukul 12.30 dan sampai di Medan kurang lebih pukul 14.30.

Rekomendasi untuk anda !!   Memadu Kasih di Ranjang Kayla | Candu Asmara Remaja Part - 12

10 jam perjalanan Kelvin dari rumah istrinya menuju Medan, sampai juga tepat pukul 14.30. Pesawat disyukurinya tidak delay. Ia dijemput adiknya yang baru lulus dari Perguruan Tinggi beken yang ada di Medan. Mereka bercakap-cakap sebentar, lalu melaju menuju rumahnya.

Detak-detak jam terus bergerak. Kelvin sedikit banyak memuntahkan rasa rindu pada kampung halamannya. Setelah itu, ia tidak memiliki hari kecuali membayangkan anak, istri dan Kayla. Sosok wanita yang sangat luar biasa dan ia merasa baru pertama kali memperoleh layanan asmara seindah seperti yang diperagakan Kayla.

Sewaktu-waktu ia ingin memuntahkan rasa rindu kepada Kayla. Entah melalui telephon, istagram, WA atau Line. Tetapi selalu urung. Ia takut dapat melahirkan prahara budaya dan parahara sosial yang tak terbayang dampaknya. Sampai kemudian pada suatu hari, setelah tiga bulan berlalu, ia ngebel Nisa, tetapi selalu mati. Akhirnya, ia ngontak nomor rumahnya.

Memadu Asmara di Dunia Maya

Dan ternyata tanpa diduga yang mengangkat telephon itu adalah Kayla. Betapa Kelvin sangat bahagia. Kayla juga sama. Kebetulan, Nisa lagi memeriksakan anaknya dan melakukan imunisasi atas anaknya itu. Akhirnya, Kelvin berkata:

Kayla, sejujurnya aku tak sanggup melupakanmu. Sejujurnya juga, meski mungkin aku mencintai adikmu, Nisa, tetapi rasa cintaku kepadamu, tidak mungkin mampu mengalahkan rasa yang sama selain kepadamu.  Ternyata, ini bukan soal asmara, ini soal cita rasa. Soal sesuatu yang agung yang keagungan itu, baru aku temukan bersama dirimu. Kayla hanya mampu melinangkan air mata.

Kayla tidak mampu berkata sepatah kata apapun. Dalam bathinnya, ia hanya berbisik, sejujurnya aku juga sama. Aku tak mungkin melupakanmu. Tetapi ketika Kelvin mengatakan: Sejujurnya Kayla, aku berharap suatu waktu aku dapat memiliki anak darimu. Entah bagaimanapun caranya. Aku membayangkan bagaimana seorang anak yang lahir dari rahiem seorang perempuan yang begitu tulus mencintaiku, atau aku mencintainya dengan segenap rasa.

Saat kalimat itu meluncur, Kayla tak sanggup menahan kata. Ia akhirnya berkata: “Kelvin, sejujurnya, aku hamil. Hamilku sudah tiga bulan. Tetapi, nggak tahu, ini anak  dalam rahiemku, apakah anakmu atau anak suamiku. Biarlah hanya aku yang tahu. Jika itu hasil dari hubunganku bersamamu, semoga Tuhan menjadikan anak shaleh seperti dirimu. Tetapi, jika juga bukan, semoga unsur-unsur dalam dirimu ada di anak ini. Aku akan menjaga anak ini, setulus aku mencinta kamu.

Rekomendasi untuk anda !!   Tidur Bersama Dalam Mimpi yang Berbeda | Candu Asmara Remaja Part - 8

Entah mengapa tiba-tiba kepala Kelvin begitu terasa berat. Bercampur antara rasa bangga dan khawatir yang berlebih. Percayalah Kelv, aku mencintai kamu. Baik-baik kamu di sana ya … entahlah Kelv. Pada akhirnya, aku akan mengambil jalan sendiri bersama suamiku. Aku akan pergi ke suatu tempat di mana, jangankan kamu, malah mungkin Bapak sama Ibu tak kan kuberitahu.

Cinta Membawa Bahagia

Kelvin hanya mampu menjawab. Kayla … sehabis aku memadu asmara bersamamu, aku tak lagi memiliki hasyrat apapun, kecuali bagaimana aku merawat rasa cinta ini. Namun sebagai laki-laki, aku hanya ingin menitipkan pesan, jagalah rasa cinta suamimu. Betapapun aku merasa cemburu yang hebat jika itu benar-benar kau wujudkan kepada suamimu Tetapu aku sadar, dan harus sadar, bahwa dialah pemilik tubuhmu. Aku akan mencukupkan hakku atasmu untuk tidak mencintai apapun atau siapapun, tentu selain suami kamu. Sebab sejujurnya, balutan rasa ini telah menyentuh seluruh sel-sel dalam tubuhku.

Kelv … kamu tidak tahu betapa sulitnya menjaga semua rasa semacam ini. Aku hanya diuntungkan lahir sebagai wanita, yang dapat melayani suami meski tanpa rasa sedikitpun. Karena itu, Kelv jagalah dirimu. Aku tahu posisimu jauh lebih sulit daripada diriku. Namun demikian, percayalah, kedalaman rasa cinta seorang perempuan, hanya perempuanlah yang tahu. Yang pasti jagalah dirimu seperti aku akan selalu menjaga dan memelihara cintaku bersamamu. Kelvin meneteskan air mata … Kayla tabahlah … percayalah akan kujaga semua ini.

Tiba-tiba HP Kelvin mati. Bresambung By. Charly Siera

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>