Take a fresh look at your lifestyle.

Menjadikan Sekolah Sebagai Pusat Kebudayaan

0 277

Pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan menjadi sulit untuk di pisahkan. Kedua istilah dimaksud akan saling melengkapi sebagai unsur penting dalam kehidupan. Dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya, pengembangan sekolah menjadi sangat urgent untuk terus diupayakan. Salah satunya adalah dengan berupaya meningkatkan mutu pendidikan; Menciptakan masyarakat belajar; Membentuk manusia Indonesia seutuhnya dan Menjadi sekolah sebagai teladan serta bermanfaat bagi lingkungan masyarakat.

Sekolah dan Pendidikan

Sekolah sebagai pusat kebudayaan, lahir dari pemikiran bahwa pendidikan yang di berikan kepada masyarakat harus di lakukan dengan prinsip efesiensi dan efektifitas. Meskipun begitu, tugas mendidik tidak bisa di serahkan sepenuhnya kepada sekolah. Sekolah dapat menempatkan dirinya sebagai partner dalam memberikan pendidikan kepada masyarakat. Dengan demikian, sekolah, keluarga dan masyarakat adalah pusat pendidikan yang potensial untuk di kelola secara optimal. Ketiga pusat dimaksud, akan saling mempengaruhi satu sama lain, termasuk optimalisasi sumber- sumber belajar.

Secara lebih sederhana, sekolah dapat di definisikan sebagai bangunan atau lembaga untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Dalam pelaksanaannya, sekolah akan dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah yang dibantu oleh pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di lembaga tersebut.

Adapun Pendidikan dimaknai sebagai usaha sadar dan terencana yang dilakukan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran. Tujuannya adalah agar setiap peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya, baik secara spiritual, kepribadian, kecerdasan, pengendalian diri, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pendidikan sejatinya bukan hanya proses pengajaran, tetapi lebih jauh dari itu adalah proses pemberian pengetahuan dan kebijaksanaan. Termasuk di dalamnya mengajarkan kebudayaan lintas generasi.

Sekolah Sebagai Pusat Kebudayaan 

Kebudayaan merupakan keseluruhan sistem yang terdiri dari gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat. Gagasan- gagasan dimaksud di dapat dengan proses yang kemudian dijadikan milik manusia. (Koentjaraningrat, 2009). Pengertian kebudayaan sebagaimana dimaksud pada prinsipnya mengakui adanya ciptaan manusia yang meliputi hasil perilaku manusia yang diperoleh dengan belajar dan kesemuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Di masyarakat, kebudayaan sering dimaknai sebagai hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. (Djoko Widagdo dalam Sujarwo, 1998)

Pendidikan menjadi bagian integral dari suatu kebudayaan dan menjadi proses pembudayaan manusia. Oleh karena itu, pendidikan harus digunakan untuk melakukan transformasi nilai- nilai budaya bangsa dalam rangka mengembangkan budaya Indonesia. Sekolah dapat dis sebut sebagai pusat kebudayaan jika sekolah dimaksud dapat meningkatkan mutu pendidikan, menciptakan masyarakat belajar dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

Jika ditinjau dari hubungan sekolah dengan masyarakat, maka sekolah merupakan partner masyarakat. Sekolah juga menjadi produsen yang melayani customer pendidikan di sekitarnya. Hal ini harus mampu dilakukan secara efektif mengingat keduanya memiliki hubungan rasional, yaitu:

  1. Adanya kesesuaian fungsi pendidikan yang diperankan oleh sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
  2. Kejelasan kesepakatan antara sekolah (pelayan) dengan masyarakat (pemesan) akan sangat mementukan sasaran atau target pendidikan yang akan di capai.
  3. Hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat akan mendorong sekolah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

Demikianlah informasi mengenai sekolah sebagai pusat kebudayaan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar