Sekolah Sebagai Sistem Terbuka

0 371

Sekolah sebagai sistem terbuka, menjadikannya berubah menjadi alternatif utama pendidikan. Sekolah di anggap demikian karena sistem administrasi modernnya sebagai sarana pembelajaran. Kini, efektivitas keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama, sebagian fungsinya di serahkan kepada sekolah. Keluarga tidak lagi memadai untuk menjadi satu- satunya lembaga yang menjalankan fungsi pendidikan. Hal ini dapat di pahami, mengingat manusia sejatinya telah mengalami banyak perubahan dan kemajuan yang mendasar. Perubahan dan kemajuan dimaksud ada di hampir seluruh aspek kehidupan manusia.

Sekolah dipandang sebagai sebuah sistem yang secara khusus terkait dengan proses belajar mengajar atau proses pendidikan. Sistem dimaksud adalah strategi menyeluruh atau rencana yang terdiri dari seperangkat unsur yang harmonis. Sebuah sistem yang merepresentasikan satu kesatuan unit yang berproses dan dilaksanakan secara integratif. Sekalipun unsur- unsur yang ada dalam sistem dimaksud memiliki tujuan masing- masing, namun kesemuanya memiliki keterkaitan yang logis.

Alasan Sekolah Sebagai Sistem Terbuka

Sekolah dianggap sebagai sistem terbuka karena memiliki hubungan dengan suprasistemnya, yakni sistem- sistem yang ada di sekitarnya seperti: perumahan, pertokoan, pasar, sungai, jalan dan lain sebagainya. Hal ini di dukung oleh adanya anggapan bahwa:

Pertama, sekolah dianggap mampu mendatangkan komponen- komponen yang dibutuhkan dalam proses pendidikan, seperti pengajar, alat- alat belajar, dan lain sebagainya yang di datangkan dari luar lembaga pendidikan.

Kedua, sekolah dianggap memiliki tenaga ahli professional untuk mengolah dan memproses peserta didik dalam proses pembelajaran.

Ketiga, sekolah memberi sumbangan positif bagi pemberdayaan masyarakat pada umumnya sebagai langkah konkret dalam menyebarkan dan mengaplikasikan pengetahuan yang telah di dapat di lembaga pendidikan.

Keempat, sekolah mampu menjalankan sistem secara sistematis, dari mulai penerimaan peserta didik (input), memprosesnya melalui kegiatan belajar mengajar dan kemudian menghasilkan lulusan (output).

Kelima, sekolah mampu menampilkan dirinya menjadi lembaga pilihan dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Hal ini terus di upayakan dengan terus melakukan peningkatan mutu dan berbagai kegiatan yang di butuhkan masyarakat.

Keenam, sekolah dianggap mempunyai alur informasi sistematis sebagai umpan balik bagi perbaikan lembaga dimaksud. Hal ini misalnya, dapat dilakukan melalui berbagai pertemuan rutin, baik dengan peserta didik, sekolah atau lembaga lain dan juga masyarakat.

Ketujuh, sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas peserta didik dengan melakukan introspeksi dan memperbanyak inovasi dalam meningkatkan kepuasan masyarakat.

Kedelapan, sekolah memiliki manajemen internal yang solid, sehingga setiap bagian- bagian yang ada di dalamnya mampu bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing- masing.

Kesembilan, sekolah selalu berupaya untuk menerapkan strategi- strategi baru dengan tetap berpedoman pada prinsip fleksibilitas dan akuntabilitas dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. [LM]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.