Take a fresh look at your lifestyle.

Sel Memperkuat Metafisika Materialisme| Part – 5

Sel Memperkuat Metafisika Materialisme
2 29

Sel (cell, Bahasa Inggris), adalah kotak kecil yang terdapat dalam tubuh setiap makhluk hidup. Dan karena manusia termasuk makhluk hidup, maka, manusia tentu memiliki apa yang disebut dengan sel. Apakah sel menjadi unsur terkecil dalam diri makhluk hidup? Sebelumnya mungkin dianggap, iya, ketika manusia belum menemukan microscop yang lebih rigit. Setelah ditemukan adanya alat yang lebih canggih lagi, ternyata, ilmuan menyimpulkan lain lagi. Kesimpulan itu, menyebutkan bahwa di dalam sel, masih terdapat unsur lain yang lebih kecil. Unsur lain dimaksud disebut dengan nucleus.

Robert Brown dan Teori Sel

Nucleus bahkan disebut sebagai pembentuk sel. Pernyataan ini, setidaknya dapat dilacak dari pikiran Robert Brown (1773-1858 M), seorang ahli Botanical ternama berkebangsaan Skotlandia. Dalam rumusan Robert Brown, disebutkan bahwa suatu makhluk hidup, dikatakan bertumbuh dan berkembang, jika didalamnya terdapat pertambahan volume tubuh. Setiap pertambahan volume dalam tubuh, secara langsung dapat dipastikan karena sel dalam tubuh dimaksud, masih mengalami pertambahan atau pertumbuhan yang digerakkan oleh apa yang disebut dengan Nucleus.

Dengan Bahasa lain, sel memiliki titik inti yang dalam amatan Brown disebut dengan Nukleus. Ia menjadi organisme pertama yang membingkai setiap makhluk hidup bertumbuh dan berkembang. Teori ini, memang tidak murni dihasilkan Brown. Setidaknya, teori ini telah dideskripsi Franz Bauer pada 1802 Masehi. Dalam posisi ini, Robert Brown dapat disebut sebagai penjabar kalau bukan sebagai pelanjut pemikiran Franz Bauer tadi.

Brown telah menggugurkan suatu hypotesa lama yang menyebutkan bahwa pada satu sel, ditemukan hanya memiliki satu nukleus. Namun, demikian, Brown justru menemukan hal baru dengan menyatakan bahwa dalam jaringan tertentu, atau beberapa spesies tertentu, tidak setiap satu sel memiliki satu Nukleus. Fakta menunjukkan bahwa dalam satu sel, terdapat lebih dari satu nukleus. Inti-inti dalam sel multinuklei ini dapat memiliki peran yang saling mengganti atau saling mengkhususkan diri. Revolusi secara langsung mengasumsikan bahwa bahwa di balik nucleus sendiri, masih memiliki unsur lain. Inilah yang ingin dipesankan Brown kepada para ahli biologi.

Hal ini, misalnya terlihat dari bagaimana Brown menunjukkan kepada public ilmiah botanical khususnya bahwa pada setiap Paramecium, terdapat setidaknya dua inti sel, yakni: makronukleus (inti besar) dan mikronukleus (inti kecil). Makronukleus menjamin keberlangsungan hidup, sedangkan mikronukleus bertanggung jawab terhadap reproduksi.

Di sisi lain, Beown juga menyatakan bahwa Nukleus berfungsi menjaga integritas gen-gen tersebut dengan cara mengontrol aktivitas sel melalui pengelolaan ekspresi pada gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.

Sel dan Materialisme

Kajian tentang sel ini menjadi penting dilakukan dalam konteks kajian metafisika, suatu kajian khusus dalam fisafat Ilmu, karena melalui teori sel ini, sebagian ilmuan atau filosof materialism, selalu merasa yakin bahwa di balik yang fisik selalu ada unsur penting yang menjadi “jiwa” bagi unsur fisik lainnya. Unsur lain yang metafisis ini, kemudian disebut material, bukan ideal. Inilah makna pentingnya. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. makrubin nim 14166310040 PAI /A semester satu. berkata

    dari makrubin kelas PAI /A semester satu S2 iain syekh nurjati cirebon. bahwa materi pada tanggal 18 maret 2017 membahas tentang filsafat pemikiran materialisme, idealisme dan dualisme atau dualistik. ,bahwa dengan adanya teori materialisme dan idealisme maka muncul pemikiran dari teori plato tentang dualisme, karena adanya kekosongan sehingga menggabungkan prinsip materialisme dan idealisme yang disebut dualistik atau dualisme, sehingga sejajar antara idealisme dan materialisme . contoh materi dualisme plato yaitu tentang bayang bayang,bahwa bayang bayang yang kita lihat ada dampak dari benda lain, apakah bayang bayang yang kita lihat dari sinar matahari disebut dualisme atau bukan realita?

  2. syamsul ma'arif berkata

    Syamsul Ma,arif
    NIM. 2016.8.1.1.0081
    MPI. IAI BBC

    Assalamualaikum. Wr.Wb.
    Allah memang maha sempurna ia menciptakan mahluk hidup yang terkecil sampai yang terbesar dengan berawal dari nucleus/inti sel yang didalamnya memuat berbagai informasi mahlukhidup tersebut sehingga tidak tertukar satu sama lain. dalam bentuk DNA. Deoksiribosa Nucleic Acid.
    akan tetapi sangat luar biasa para ilmuan dan filsuf ilmu pengetahuan yang bisa mencari dan menggali ilmu pengetahuan ini sampai dapat di publikasikan dan dapat diterima semua masyarakat dunia. dan orang seperti kami para pendidik bisa mempelajari dan membagi ilmu dengan siswa kami sekaligus mensyukuri nikmat allah yang telah menciptakan kami sebagai mahluk hidup paling sempurna.