Selalu Misteri | Misteri Sang Ksatria Cinta Part – 9

Selalu Misteri dalam Misteri Sang Kstaria Cinta-Part 9
0 129

Selalu Misteri: Melissa Claudhya adalah nama yang diberikan Santi kepada anak semata wayangnya. Nama ini, sekalipun tidak dilahirkan atas hubungan Santi dan Alberta, karena memang belum pernah menikah, tetapi, tetap meminta persetujuan kepada Alberta saat Santi melahirkannya. Alberta memberi nama Melissa Claudhya. Nama ini diambil dari Bahasa Yunani yang berarti Madu yang langka.Ia biasa dipanggil dengan nama Mell sebagai panggilan kesayangan. Sedangkan anak Alberta diberi nama Allenta Akriphos diambil dari bahasa Yunani juga yang berarti mutiara yang mahal. Dalam bahasa gaul, ia biasa dipanggil Alent yang mengandung makna Sang Taypan.

Alberta, Santi, Mell dan Allent

Mell kecil diketahui sangat cerdas dengan IQ yang relatif genius. Dengan dorongan dari Santi, Mell terus menerus didorong mengikuti study. Kadang-kadang Alberta memberi fasilitas untuk berbagai kemudahan pendidikan Mell. Ia menjadi mudah mengikuti pendidikan lanjutan dan mengikuti perkuliahan pavorite di Indonesia. Ia menempuh Sarjana S1 dalam bidang kedokteran umum di Universitas Indonesia, lalu meneruskan S2 dan S3 dalam bidang rekayasa genetik dengan spesialis dalam bidang reproduksi kulit manusia di kampus yang sama.

Ia memperdalam ilmu tentang kesehatan kulit di Hongaria, melalui short course  di Hongaria dan Tokyo University selama dua belas bulan berturut-turut. Sehabis mengikuti berbagai kegiatan itu, Mell sempat ditawari menjadi tenaga kerja profesional di Amerika Serikat dengan gajih yang cukup pantastik. Tetapi karena ia menikah sebelum mengikuti pendidikan di Hongaria itu, maka, tawaran itu berlalu begitu saja. Ia mengikuti nasihat suaminya agar tetap tinggal di Indonesia.

Sementara itu, Allent yang menjadi anak kebanggaan Alberta mengikuti pendidikan S1 di Indonesia, S2 di Jerman dan S3 di Jepang. Saat mengikuti pendidikan S3 di Jepang itulah, Allent bertemu dengan Mell dalam suatu seminar Internasional yang merelavansikan kesehatan kulit dengan pola dan budaya serta perilaku masyarakat. Allent mengambil study di negara-negara dimaksud, khusus membincangkan soal peran industri dalam memperburuk citra dunia sebagai tempat sehat untuk dihuni manusia.

Allent dan Mell dalam Sasana Ilmiah Dunia

Sama seperti Mell, Allent juga ditawari bekerja di USA, hanya dengan tegas Alberta mengatakan, jika Allent tetap harus pulang. Allent diminta untuk menjadi salah satu Dewan Komisaris di sebuah perusahaan raksasa yang telah merambah ke berbagai negara. Allent hanya diidzinkan Alberta pergi ke luar negeri, khusus untuk kegiatan seminar atau short course. Wajah Allent menjadi demikian gagah terlebih setelah Jas Calon Sang Taypan Indonesia itu digunakan, disertai dengan aksesoris dasi di kalungnya, membuat banyak wanita tergoda untuk melihatnya, tentu tak terkecuali Mell didalamnya yang saat itu menjadi peserta seminar yang salah satu pematerinya adalah Allent. Dalam hati, Mell berkata, mengapa aku menikah dulu ya … sebelum berangkat ke Jepang. Ternyata ada sosok muda Indonesia yang ketampanannya mengalahkan ketampanan siapapun yang hadir di benaknya. Beberapa kali, Mell melirik Allent dengan tatapan penuh arti

Allent yang menguasai 9 bahasa asing itu, sama seperti Alberta muda, sering berperilaku konyol, meski tetap serius. Ia Tampan bertipikal intelektual yang bukan hanya sekedar mengagumkan bapaknya, tetapi juga mengagumkan dunia. Tetapi tampaknya, ia juga mulai merasa ada sesuatu yang aneh dan janggal dengan pandangan matanya. Tiba-tiba muncul dewi baru yang berasal dari Indonesia. Ia mempertanyakan pada dirinya sendiri, mengapa tidak pernah aku temukan sebelumnya. Ternyata masih ada wanita yang lebih menarik selain istri yang telah dinikahinya dua tahun sebelum bertemu dengan Mell

Tanpa diduga, Allent yang penasaran akan gadis itu, tiba-tiba dalam perjalanan pulang menuju Indonesia, di Bandara Osaka, suatu Bandara multy suspensi dunia, Mell datang dengan tampilan yang sangat mempesona. Ia tidak mendekati Allent. Ia asyik membaca majalah di Bandara Osaka. Jurnal Ilmiah berkelas dunia dengan nama Lyceum Indonesia yang memberitakan salah satunya, akan kehebatan perusahaan multinasional Indonesia, yang akan melakukan refosisi Dewan Komisaris dan Direksi.  Nama seorang yang akan menjadi Dewan Komisaris baru itu adalah Allenta Akriphos. Dia kaget. Ternyata pemateri yang menyampaikan sessi ligkungan itu, adalah sosok yang juga genius.

Allent dan Mell berjumpa di Bandara

Allent tak tahan. Ia mengalah dan mendekati Mell. Tetapi, ia hanya tersenyum karena ia dapat mengintip apa yang dibaca Mell adalah dirinya. Ia segera berlalu dan meninggalkan kursi yang diduduki Mell. Wouw … I’m unlucky. She Know who I am. Saat itu sebenarnya Mell ingin menyapanya. Tetapi, sekali lagi kesempatan itu dibiarkannya berlalu. Mell takut mengganggu rasa cinta pada kekasihnya.

Akhirnya, terdengarlah seruan panggilan untuk penumpang yang akan ke Indonesia. Jōkyaku wa garūda Indoneshia kōkū, kōkūkaisha kōdo 051 JKT o hyōshō sa remashita, roguin shite kudasai. Kōkūki wa sugu ni saru koto ni narimasu. Negeri tanpa bahasa asing itu, memanggil seluruh penumpang Indonesia. Mell segera bangkit dan bergerak menuju pesawat dengan langkah yang sangat mempesona. Allent juga sama. Ia beringsut dari tempat duduknya dengan mendorong tas kesayangannya yang dibeli saat dia masih remaja di Italia.

Satu persatu kursi terisi, kecuali kursi di kelas executive yang masih tersisa satu kursi.  Mell heran mengapa kursi dipinggirnya kosong. Sesaat setelah Mell berpikir seperti itu, tiba-tiba seorang laki-laki gagah bertanya: Is this seat empty? Allent Said. Suddenly, from Indonesia’s beautiful face, then shocked and she said, yes … this is still empty. Please sit down here. We are six hours in the air.

Kamu orang Indonesia kan? Kita ngobrol pakai bahasa Indonesia aja ya … kata Allent. Mell mengangguk. Mari kita tiru gaya masyarakat Jepang yang tidak suka menggunakan bahasa asing, termasuk bahasa Inggris. –By. Charly Siera

Komentar
Memuat...