Selamat Jalan dan Kumulai Berdiri | Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 10

Selamat Jalan dan Kumulai Berdiri | Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 10
0 167

Selamat Jalan dan Kumulai Berdiri. Puisi terbaru, telah ditulis Prof. Cecep Sumarna. Menurut kami, isi yang di kandung dalam tulisan di puisinya kali ini, menyentuh jiwa terdalam kita sebagai manusia. Sosok ini, kalau membuat puisi, memang selalu menyadarkan bahwa betapa hidup tidak mungkin tanpa masalah. Hidup adalah rangkaian penyelesaian suatu masalah ke masalah lain. Nikmati saja semua perjalanan, agar hidup tetap tenang.

Puisi ini ditulis dalam medio yang relatif sama, yakni di kisaran awal Maret 2017. Tampaknya, penulis puisi sedang ditimpa suatu beban, yakni meninggalnya seorang teman yang sangat dekat dengan dirinya. Ia sulit melupakan segenap peristiwa bersamanya. Di waktu yang sama, penulis puisi juga tampaknya sedang diuji dalam beban lain, yang kami sendiri tidak tahu. Karena itu, melewatkan puisinya, cukup disayangkan. Inilah puisi-puisi dimaksud.

Selamat Jalan

Kulihat kau berbaring dalam duka

duka yang hanya dirasakan dirimu

Kau teteskan air mata yang mulai mengering

Hampir segala kuasa tak lagi kau kuasai

Kutahu banyak hal ingin kau titipkan

Kutahu banyak keinginan yang hendak kau sarankan

Kutahu betapa masih banyak harap yang hendak kau gapai

Tapi kuasa tak lagi menghampirimu

Akhirnya …

Kau benar-benar tak kuasa

Meski banyak yang melarangmu pulang

Pulang ke suatu kampung yang sesungguhnya kau rindukan

Selamat jalan

Bukalah pintu Syurga dengan pelan

Kau akan menemukan kebahagiaan di sana

Selamat jalan dan selamat menempuh hidup baru di alam abadi

Ku Mulai Berdiri

Kakiku hampir tak kuasa tuk berdiri

Ketika syaraf dan ototku melemah

Ketika harapanku melepuh

Ketika pandangan mataku mengabur ke angkasa

Saat ku tak lagi kuasa

Saat ku tak lagi memiliki assa

Saat semua jalan terasa buntu

Aku merasa telah menjadi hantu

Akhirnya …

Kau hadirkan sepercik harapan

Harapan akan indahnya penggalan masa depan

Yang belum tuntas aku laksanakandan kukerjakan

Aku berdiri, lalu

Suara prek-prek berbunyi dari rongga ototku

Mataku berbinar dan telingaku membuka

Lalu mulutku berkata …. Bangkitlah dari tidurmu

Ya Tuhan … hanya karena anugerah-Mu aku akan berdiri

Anugerah untuk tidak luka akan segenap ujianMu kepada ku

Anugerah untuk bangkit di atas rahmat-Mu

Ku tak kan membalas karena semua telah kupasrahkan pada-Mu

Komentar
Memuat...