Selamat Jalan Indra | Candu Asmara Remaja Part – 19

Selamat Jalan Indra
0 268

Selamat Jalan Indra. Lain Kayla lain Kelvin. Dua puluh tahun terasa begitu melelahkan. Melelahkan mengatur suatu rasa misterius yang tak mungkin difahami orang lain. Bagaimana aku kata kelvin, harus tetap menyembunyikan suatu rasa yang tak terungkap. Kadang aku memang harus mencurhatinya kepada anak-anak buahku di perusahaan. Tetapi itupun tidak lengkap. Akhirnya, mereka juga tidak mampu memberi solusi yang solutif. Jadilah semua masalah cinta ini kembali hanya menjadi milikku. Akulah si pemilik syah kisah misteri ini.

Banyak orang menganggap aku hebat, tulis Kelvin suatu waktu. Tetapi sesungguhnya aku pecundang. Banyak juga yang menyatakan bahwa aku kuat, padahal sesungguhnya aku sangat lemah dan rapuh. Tetapi sebutan pecundang, lemah dan rapuh ternyata hanya ada dalam penilaianku untuk diriku sendiri. Orang tetap pada kedirian dan keyakinannya bahwa aku hebat.

Kisah cintaku kata Kelvin bersama Kayla, itu salah satu buktinya. Cinta ini ternyata hanya dapat dirajut dalam catatan kecil yang maknanya hanya dapat difahami diriku sendiri. Puisi, prosa dan bahkan coretan-coretan kecil, hanya menjadi pelengkap dan pendata ceritanya di dunia yang fana’. Dalam sebuah buku harian, Kelvin menulis: “Kayla kamu harus tahu, bahwa dalam soal rasa, sesungguhnya laki-laki jauh lebih sensitive dibandingkan perempuan. Dan karena aku laki-laki, maka, sensitivitasku pasti jauh lebih dalam dibandingkan dirimu”.

Hanya karena aku sadar bahwa cinta dan rasa ini demikian beresiko, aku mengalah demi kamu. Bukan resiko agama, tetapi resiko sosial dan antropolgis keluarga kita, jerit Kelvin suatu hari. Meski kamu Kayla juga menulis atau mengatakannya demi aku. Kayla, jika pada akhirnya memang cinta harus berjalan seperti ini, maka, biarlah. Aku akan tetap merawat dan menjaga cinta ini.

Kesetian seorang laki-laki, pada apa yang dicintainya, sesungguhnya jauh akan lebih tinggi dibandingkan dengan kesetiaan seorang perempuan terhadap laki-laki yang dicintainya. Dan aku telah membuktikan itu terhadap kamu, Kayla. Pungkas Kelvin dalam buku itu.

Perjalanan Anak Nisa dan Kelvin

Anak yang dimiliki Kelvin bersama Nisa, usianya kini sudah 21 tahun. Ia satu tahun lebih tua dibandingkan anak Kayla yang kedua. Kelvin tetap berada di Medan dan dua minggu sekali Nisa ke Medan. Dua minggu sekali juga kelvin pulang ke Tasikmalaya. Keduanya, meneruskan perusahaan yang diwariskan orang tua mereka masing-masing. Jadilah kelvin menjadi raja minyak sawit dalam ukuran tempatnya dan Nisa menjadi pengusaha sukses di kampung halamannya juga.

Nisa juga sama seperti Kayla. Ia merawat anak satu-satunya yang dihasilkan dari perkawinannya dengan kelvin itu, dengan segenap rasa cinta kasih yang tulus. Nisa merasa bahwa Kelvin hanya menyuguhkan cinta untuk dirinya. Ia sedikitpun tidak memiliki suatu rasa, di mana Kelvin sesungguhnya sangat mencintai kakaknya sendiri, Kayla. Karena itu wajar, jika anak simatawayangnya itu, tumbuh bukan saja dalam kebaikan budi, tetapi juga prestasinya yang sangat prestisius.

Dalam kasus tertentu, prestasi yang disuguhkan anak Nisa itu, bahkan telah membuatnya menjadi demikian populer. Nisa menjadi populer oleh ulah anaknya yang demikian membanggakan. Bukan saja kepala sekolah yang suka datang ke Nisa dan kelvin, tetapi juga dinas pendidikan dan bahkan pejabat daerah setempat. Inilah yang sesungguhnya membuat Nisa harus bangga pada anaknya.

Anak Nisa bersama kelvin,meneruskan pendidikan S2 di Jerman. Anak itu meneruskan pendidikan S2 dalam bidang kedokteran. Jangan heran mengapa anak yang baru berumur 21 tahun sudah S2. Anak itu kebetulan mengikuti pendidikan Akselerasi saat berada di bangku SD, SLTP dan SLTA. Anak mereka hanya menamatkan pendidikan SD, SLTP dan SLTA tidak lebih dari 9 tahun. Setiap jenjang sekolah selalu mengurangkan waktu studynya selama satu tahun.

Saat mereka kuliah di Perguruan Tinggi untuk S1 juga sama. Prestasi anak Nisa sewaktu mengikuti pendidikan di UI juga sama. Ia lulus dengan predikat summa cumlaude dalam usia yang sangat muda, yakni akhir usia 20 tahun. Karena itu, saat umurnya 21 tahun ini, wajar jika dia sudah menjadi mahasiswa S2 di Jerman pada semester 2. Pendidikan S2 yang karena mereka sangat kaya raya, selain dibiayayi negara juga dibiayai penuh keluarganya.

Di Singapura Kelvin dan Kayla Mematrikan Cinta

Di pertengahan tahun 2017, Kelvin diundang ke acara pertemuan para pengelola Kelapa Sawit. Ia datang mewakili perusahaan yang dimilikinya. Ia datang dengan sedikitpun tidak mengetahui kalau Kayla bersama Rayhan juga berada di sana meski dengan tujuan yang berbeda. Kayla dan Rayhan datang ke negeri Singa tersebut justru untuk membuka salah satu gerai pakaian dengan model terbarunya.

Nisa tidak ikut ke Singapura karena kebetulan, bapaknya sedikit terganggu pernafasan. Ia malah meminta anaknya yang ada di Jerman untuk pulang meski hanya sebentar. Ibu Nisa yang sudah tua, tidak mungkin mampu menjaga bapaknya yang juga sudah tua. Akhirnya, Kelvin berangkat sendiri ke Singapura. Oleh sekretarisnya, Kelvin disediakan hotel termewah milik Singapura. Nama Hotel itu adalah Singapore Marriot Tang Plaza Hotel.

Di salah satu Ball Room Hotel itu, memang agak sedikit ramai saat Kelvin datang. Rupanya itu acara keluarga Nisa dan Kelvin sama sekali tidak tahu. Namun saat dia masuk ruang resepsionist, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang anak laki-laki berumur 20 tahun. Wajahnya sangat mirip dengan dirinya saat seumuran dengannya itu. Kelvin bingung dan kaget. Siapa dia sesungguhnya. Saat mata mereka beradu, Kelvin hanya dikasih sesungging senyuman. Tetapi, Kelvin akhirnya tidak peduli. Toch menurut para Psikolog, semua manusia akan memiliki kemiripan sebanyak tujuh orang. Salah satunya mungkin dia. Kelvin membathin

Sore menjelang maghrib, Rayhan justru menerima satu screenshort di akun fb milik Nisa. Akun itu, menggambarkan bahwa bapaknya di rawat di rumah sakit. Dia yakin kalau itu bapak mertuanya. Akhirnya, Rayhan menelepon ruhmah mertuanya yang sudah hampir 20 tahun, tidak pernah ia kunjungi. Ia dan Kayla juga tidak pernah bertanya dan atau apalagi berusaha untuk bertemu dengan mereka.

Rayhan bersama Anaknya Pulang

Dan ternyata benar, bahwa mertua dia sakit keras. Ketika hal itu disampaikan kepada Kayla, ia disarankan pulang terlebih dahulu. Dan bawalah anak kita. Karena dia belum pernah bertemu dengan kakeknya, pinta Kayla. Besok setelah acara ini selesai, aku akan menyusul. Sampaikan salamku dan sampaikan juga bahwa kami dalam segenap kebaikan. Tanpa menunggu jeda waktu, Rayhan pulang bersama anaknya ke Tasikmalaya.

Saat mereka turun dari kamar Hotel, tanpa disengaja, Kelvin bertemu keduanya di tangga terakhir. Akhirnya, dua orang insan ini satu sama lain saling memeluk dan meneteskan air mata. Mereka hampir 20 tahun tidak bertemu. Lalu kelvin bertanya, apakah ini anakmu yang kedua Rayhan. Rayhan dengan sopan mengatakan, Iya. Tak terasa air mata Kelvin menetes. Dianggap Rayhan dan anaknya itu Kelvin haru atas pertemuannya.

Padahal sesungguhnya, Kelvin sangat bangga dan hampir tak mampu menahan diri untuk memeluk anak itu. Indra ingin mengatakan, kau adalah anakku. Pantas, jika tadi aku merasa bahwa kamu sangat mirip denganku. Jika kamu tahu wajahku di masa lalu, maka, kamu sendiri akan sadar bahwa betapa kamu mirip dengan diriku.

Setelah basa-basi dan menceritakan berbagai agenda mereka masing-masing di Singapura, Rayhan pamit. Ia menyampaikan berita histeria bahwa mertua mereka sedang sakit keras. Aku akan segera pergi ke airport untuk terbang jam ini juga. Kelvin melongo tanpa sempat bertanya, di mana Kayla berada.

Malam datang dengan pelan. Mengiringi keindahan hidup mereka berdua. Rayhan baru sampai di Tasikmalaya dan kondisi mertuanya kritis. Ia bersama anaknya, Nisa dan anak Nisa berkumpul bersama di rumah sakit. Detik demi detik, mereka setiap menunggu bapak mereka sambil membaca ayat-ayat al Qur’an. Indra akhirnya koma dan entah bagaimana nasib selanjutnya.

Berbeda dengan Nisa dan Rayhan, Kayla justru bertemu dalam suasana yang sangat istimewa dan penuh bahagia. Malam Kelvin dan Kayla menjalani malam penuh keindahan. Suatu peristiwa yang mirip seperti 20 tahun lalu. Kayla dan Kelvin awalnya bertemu tanpa sengaja di ruang makan hotel untuk makan malam. Saat keduanya beradu muka di tempat makan itu, Kelvin langsung memeluk Kayla. Kayla juga sama memeluknya degan erat. Entah mengapa selera makan mereka hilang. Mereka malah hanya mampu tersenyum penuh simpul dan penuh bahagia.

Asmara Terulang untuk yang Terakhir

Mereka tidak jadi makan. Malah mereka masuk tanpa diperintah atau diminta siapapun. Keduanya masuk ke kamar Kelvin dengan penuh antusias. Masuk dengan aroma sejumlah keindahan yang tak berperi. Dua puluh tahun bukan waktu singkat. Waktu yang teramat panjang. Dalam suasana seperti itu, Kelvin berkata: bagaimana aku harus menunggu muncul suatu hasyrat asmara saat membayangkanmu. Jika tidak, maka asmara itu tidak ada. Dalam bathin Kayla berkata yang mirip sama.

Kelv … puji syukur pada Tuhan kau dipertemukan di sini. Puluhan tahun kulewati dan aku tidak mendapatkan asmara bersama seorang laki-laki yang aku puja. Aku hanya mendapatkan suguhan asmara Rayhan dalam suasana terpaksa. Asmara tanpa cinta, malah sering membuat aku terasa sakit, khususnya di alat vitalku. Kata Kayla manja. Karena Kelv, anugerahku malam ini, aku hanya ingin menghabiskan malam ini bersama kamu. Semalaman penuh ingin kuhabiskan tanpa jeda sedikitpun gangguan dan perasaan yang dapat mengganggu kita.

Dengan aroma yang tingkat romantisme sangat tinggi, keduanya memadu kasih dengan penuh rona indah. Meski asmaranya tidak segairah seperti mereka masih muda, namun suasana itu telah membungkus segenap nuansa bathin keindahan yang cukup mendalam. Walau Kayla sudah memasuki masa monopause, tetapi, ia masih mampu menunjukkan suasana kebathinan yang demikian indah.

Setelah mereka selesai memadu kasih, Kelvin berkata: “Teh terima kasih ya. Kau hadirkan kembali cita rasaku sebagai laki-laki. Kepala Kayla tetap bersandar di bahu Kelvin. Kayla juga sama berkata, Kelv terima kasih atas cinta tulusmu kepadaku. Semalaman mereka memadu kasih. Cinta tulus yang benih-benihnya tertanam dalam jiwa mereka. Mereka terus menyatukan jiwa dan asmara yang tak berhingga. Mereka baru bangun ketika hari sudah siang dan matahari sudah menerangi kamar mereka di Singapura.

Mereka Pulang ke Tasikmalaya

Pagi itu mereka berpisah. Kelvin ke acaranya sama dengan Kayla berangkat ke acaranya juga. Setelah sore hari, dan setelah semua acara Kayla dan Kelvin masing-masing berakhir, mereka akhirnya pulang. Semula kelvin ingin ke Medan dulu. Tetapi rupanya, bapak mertuanya sakitnya semakin keras. Akhirnya Kelvin dan Kayla pulang dengan pesawat pada jam penerbangan yang berbeda dengan pesawat yang juga berbeda.

Kayla sampai ke rumah sakit di Tasikmalaya, pada pukul 21.00 malam hari. Di ruang ICU tempat di mana Indra dirawat, semua keluarga sudah berkumpul. Kayla datang dengan tangisan yang sangat membahana. Saat Kayla datang, entah mengapa … tiba-tiba indra bangun. Ia meminta Nisa mendekatinya. Rupanya Indra ingin mengatakan maaf kan aku Kayla. Sesungguhnya aku sangat bangga padamu. Maafkan aku ya …

Shofia, istri Indra menangis dan memeluk Kayla dengan erat dan penuh suka cita. Setelah Kayla saling meminta maaf dengan Indra, entah mengapa tiba-tiba layar monitor yang mendeteksi nafas pasien, tiba-tiba mengambil jalur lurus. Tuuuuuuuuuuuuuut layar itu berbunyi. Dokter sigap menekan jantung Indra. Lepaslah nafas Indra dari tubuhnya dengan untaian kata terakhir: “Laa ilaha Illa Allah”. [Tidak ada tuhan kecuali Tuhan itu sendiri]. Semua tertunduk lesu. Mereka semua bilang: “Inna lillahi wa inna ilahi raji’un.

Saat hurup demi hurup yang disampaikan Indra terlantun, Kelvin masuk kamar ICU. Dengan sangat lelah Kelvin hanya mampu berkata: Selamat Jalan Indra. Ayah dan mertuaku.  By. Charly Siera — The End.

Komentar
Memuat...