Home » Sastra Budaya » Novel » Selendang Pemikat Rasa, Tarian Pertamaku! Novel Part 1

Share This Post

Novel

Selendang Pemikat Rasa, Tarian Pertamaku! Novel Part 1

Sebut saja Hans, ia adalah seorang pemuda berumur 25 tahun yang hidup bersama orang tua angkatnya. Sejak masa sekolah menengah pertama, ia diangkat anak oleh perwira TNI yang sangat menyayanginya layaknya anak sendiri. Hari-hari dilaluinya di sebuah komplek militer yang kehidupannya penuh disiplin dan tegas. Tetapi hal itu tidak menjadikan masalah bagi hans. Seperti biasa pagi itu hans bangun pagi guna mengerjakan apa yang menjadi rutinitasnya sebelum berangkat kerja. Kegiatan seperti menyapu lantai, menyapu halaman, mengepel lantai, mencuci baju, mencuci piring, sampai mencabut rumput, kadang mengantarkan mama belanja ke pasar dilakukan dengan hati sukacita dan penuh tanggung jawab. Hidup pada sebuah keluarga militer, membuatnya menjadi pemuda yang disiplin, tegas dan penuh tanggung jawab.

Setelah selesai mengerjakan semua rutinitas pagi, ia membersihkan diri dan mengambil kunci motor bersiap mengantarkan dua adik angkatnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. “Deeee, udah siap belum ? “, tanya hans pada kedua adiknya. “Iya maaaaass sebentar lagi ambil tas.”teriak selly dari dalam kamar. Selly dan Mirna nama gadis kecil itu yang selau minta diantarkan hans pergi ke sekolahnya. Sebenarnya kedua anak itu mempunyai kakak laki-laki bernama andi yang usianya sama dengan hans. Tetapi dia terbilang malas bangun pagi, dan jarang mengerjakan apa yang hans kerjakan rutinitas pagi. Terbukti saat hans hendak mengantar adiknya ke sekolah, andi masih terjada dalam tidur nyenyaknya. Tak lama berselang, hans dan kedua gadis kecil itu pergi ke sekolah mengendarai motor.

Sepulang dari mengantar adiknya ke sekolah, tampak bapak dan mama sedang sarapan pagi di meja makan. “Sini mas sarapan dulu, mama masak enak nih.” Ujar mama menyuruhku sarapan pagi. Hans melempar senyum manis pada kedua orang tua angkatnya yang tengah sarapan pagi. Iya mah sebentar cuci tangan dulu.” Jawab Hans. Pagi itu mama ada pesanan catering dari instansi selama satu minggu. Dirumah, mama membuka warung makan kecil-kecilan dan menerima pesanana catering siapa saja tanpa terkecuali. Mereka  bertiga sarapan pagi bersama tanpa andi yang masih asyik mengukir mimpi. Saat sarapan pagi, mama melempar pertanyaan yang paling hans benci yaitu, “Kamu mana pacarnya ? kenalin ke mama dong bawa kesisni.”, tanya mama. Kemudian bapak angkat bicara, “Payah udah seusiamu masa belum dapat gandengan.” Ledek bapak. Hans terlihat gugup dan menggaruk-garukkan kepala sambil tersenyum dan menjawabnya santai, “Ada kok mah pak ntar juga aku ajak main kesini deh.” Jawab hans meyakinkan orang tua angkatnya. Aduuuhhh lagi dan lagi ditanya mana pacarnya, udah tau kalau aku tuh minder sama cewe tuh”, gumam hans dalam hati.

Waktu menunjukkan pukul 07.30 WIB, hans bersiap pergi kerja. Sementara itu andi baru terbangun dari tidur panjangnya. “Waaahh bangunnya pagi banget nih kang mas?”, goda hans pada andi. “Eeeehh boy, iya nih baru bangun, semalem habis begadang”, jawab andi. Boy adalah panggilan akrab andi ke hans.

Pulang kantor hans tidak langsung pulang kerumah komplek militer, tetapi main kerumah orang tua angkatnya yang seorang pedagang makanan di kantin sekolah bernama pak dodi dan ibu ida. Beliau adalah orang tua angkat sejak hans duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Sesampainya dirumah, hans mengetuk pintu yang terkunci dari dalam“Assalamualaikum, ayaaahh….”, teriak hans dari luar rumah. Sang ayah angkat membukakan pintu dan menyuruhnya masuk. Eeeehhh ada aa, kok gak sms dulu sih a ? biasanya sms ayah dulu kalau mau main”, ujar pak dodi. “Iya nih yah feeling aja pasti ayah ada, jadi gak sms dulu hehehe”…, jawab hans. Hans pun masuk kerumah dan di dalam rumah tampak ibu ida sedang menyetrika baju. Mengetahui kedatangan hans, ibu ida menawarkan makanan untuk hans. “Udah makan belum a ? makan dulu sana sama ayah, ujar ibu ida. Lalu hans pun makan bersama pak dodi.

 Hans dan pak dodi terlibat percakapan kecil di meja makan. Dengan tatapan mata yang sedih hans mengiba pada pak dodi, “Ayaaahh… anu aa tuh malu ditanyain pacar terus sama mama dan bapak, ayah kan tau lagi SMA aa di kecewain cewe mulu ? jadi sekarang aa masih trauma untuk menjalin hubungan dengan cewe lagi, takut ditolak lagi kalau deketin cewe, jadi minder aja bawaannya”, ujar hans. Sambil menghela nafas, pak dodi menjawab pernyataan hans sambil memegang pundak hans, “iya sih a ayah juga tau gimana aa sama cewe, kan ayah tau betul gimana aa sejak zaman SMA dulu. Ayah juga kasian ngeliat aa dikecewain sama cewe terus”. Hans tertunduk lemas sambil memejamkan mata, tangannya menutup muka sedihnya. Belum sempat hans berucap, pak dodi memotong perkataan, “jadi aa maunya gimana? Barangkali ayah bisa bantu ?”, bujuk pak dodi. Hans menatap ayah angkatnya dengan wajah yang penuh harap.” Yaaahh…, ada gak sih ilmu yang bikin cewe-cewe pada tergila-gila sama hans ? tanya hans. Pak dodi tersenyum kecil mendengar pertanyaan anak angkatnya yang sebelum sudah diprediksi olehnya. ”Ada sih a, tapi apa aa sanggup menjalankan syarat dan resikonya ? ayah gak mau kalau disatu masa aa menyalahkan ayah yaaa? Ucap pak dodi meyakinkan hans. Hans pun meyakinkan pak dodi, “Baik yah, aa janji aa akan menjalankan syarat dan resiko apapun yang akan terjadi, dan aa gak akan nyalahin ayah, janji yah”. Selain seorang pedagang, pak dodi juga seorang guru spiritual.

Mendengar pernyataan hans, lega lah hati pak dodi. Ketakutannya berubah menjadi kepercayaan. Wajah sedih hans berubah menjadi wajah gembira. Pak dodi masuk ke kamar mengambil secarik kertas dan pena. Ditulisnya kertas kososngitu dengan amalan-amalan yang harus hans amalkan. Hans menyimak dengan seksama apa yang ayah angkatnya tulis. Setelah selesai menulis amalan, pak dodi berkata, “Nih a, ayah kasih amalan yang harus aa amalkan (baca), dan apa-apa saja yang harus aa kerjakan sebagai syaratnya.” Rupanya pak dodi memberikan ajian selendang biru yang berguna untuk menaklukkan hati para wanita dan membuatnya tergila-gila dimabuk kepayang memikirkan yang mengamalkan ajian tersebut. Pak dodi menunjukkan bacaan ajian tersebut untuk hans. “Ajian ini aa terima dari leluhur ayah, sebenarnya ayah gak mau nurunin ajian ini ke aa, cuma karena ayah kasian sama aa yang selalu dikecewain cewe dan selalu ditanya mana pacar mana pacar. Ayah mohon dengan sangat ke aa agar dapat mengamalkan dan menggunakan ajian ini untuk hal yang positif aja ya a. Ayah ga mau aa gunakan ajian ini untuk hal-hal yang negatif.”, pinta pak dodi. Hans menjawabnya dengan yakin, baik ayah, aa akan pergunakan ajian ini untuk hal yang positif aja, aa akan menuruti semua yang diperintahkan ayah.”

Rekomendasi untuk anda !!   Mencium Hajar Aswad di Kampung Sendiri| Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part-3

Di bacanya dengan cermat apa yang ditulis oleh pak dodi, kemudian dipahaminya. Kertas pun dilipat dan dimasukkan dalam saku celananya. Hans sangat berterimakasih atas pertolongan yang pak dodi berikan kepada hans. Baginya hal ini adalah sesuatu yang luar biasa dan baru pernah dirasakan oleh hans. Hans berhasil meyakinkan ayah angkatnya untuk memberikan ajian tersebut kepadanya. Tak lama berselang, hans pun pamit pulang. “Ayaaaah bundaaa, aa pulang dulu yaaa, makasiiiiiiiiiiiihhh banyaaaaaakk buat semuanya”, ujar hans sambil tersenyum. “Iyaa sama-sama aa hati-hati dijalan yaaa”, ujar kedua orang tuanya bersamaan. “Inget pesan ayah yang tadi ya a, nanti kabarin ayah kalau ada apa-apa ya…” pinta pak dodi. “Siaaaapp komandan, perintah akan hamba laksanakan, jawab hans menggoda ayah angkatnya. Kemudian hans pulang kerumah komplek militer. Di dalam perjalanan pulang, hati hans tampak berbunga-bunga memikirkan siapa saja yang akan dia jadikan pacarnya. “Siapa yaaa yang mau aku jadikan pacar duluuu,mmmm”,gumamnya dalam hati.

Sesampainya dirumah, kertas itu tidak langsung hans buka. Dia menunggu saat yang sepi untuk membuka kertas tersebut dan mengamalkannya. Setelah memiliki bacaan ajian pemikat rasa, hans menjadi lebih percaya diri dan selalu gembira. Tetapi hari itu dia belum mulai mengamalkannya, dia menuruti perintah ayah angkatnya untuk memulai mengamalkan ajian tersebut hari selasa dengan puasa dan diakhiri pada malam jumat kliwon dengan puasa pati geni sebagai penghabisan puasa. Hans tampak tidak sabar untuk segera mengalamkan ajian selendang biru itu.

Akhirnya tibalah hari yang dinanti oleh hans, segera ia membersihakn diri dengan mandi kembang tujuh rupa dan membaca doa sebelum memulai ritual. Pertama diguyurnya air bercampur kemang tujuh rupa ke kepala hans sambil membaca doa. Hans sangat menikamati ritual mandi kembang tujuh rupa yang baru pertama kali dilakukannya. Gayung demi gayung dia guyur kepala dan tubuhnya dengan air kembang tujuh rupa dan diakhiri dengan doa penutup. Setelah semuanya selesai, hans tidak mengelap tubuhnya dengan handuk, tetapi dibiarkannya mengering dengan sendirinya.“Semoga berhasil apa yang aku inginkan ini, amiiiinn”, bisik hans dalam hati.

Hari itu hans benar-benar sedang merencanakan sebuah rencana besar, yaitu memikat hati wanita yang diinginkannya melalui sebuah ritual. Permulaan dari rangkaian ritual ini adalah mandi kembang tujuh rupa telah hans lakukan, kemudian mulai mengamalkan (membaca) amalan yang diberikan oleh ayah angkatnya. Dibacanya ajian tersbut, dan disebutnya wanita yang dituju agar jatuh cinta dan tergila-gila kepada hans. Dan wanita tersbut adalah wanita yang hans cintai tetapi sangat menyakitkan hatinya. Ketika sedang merapalkan bacaan ajian tersebut, dalam keadaan setengah sadar hans berdiri dan tangannya mulai bergerak-gerak seperti orang yang sedang menari tradisional. Gemulai tubuh dipadu gerakan tangan yang seolah-olah mengayun-ayunkan selendang sambil kepala berlenggak-lenggok. Kejadian ini berlangsung selama beberapa menit setelah hans membaca ajian selendang biru tersebut.

Hans memberitahukan kejadian yang telah dialaminya kepada ayah angkatnya. menurut ayah angkatnya bahwa kejadian tersebut merupakan efek dari ajian yang diamalkan oleh hans perlahan telah masuk ke dalam tubuhnya. Ajian yang diamalkan adalah milik dari nyai yang pada masanya adalah seorang penari cantik yang digilai oleh pemuda. Mendengar penjelasan pak dodi, hans menjadi semakin bersemangat untuk terus mengamalkan ajian itu.

Selama hari yang ditetapkan, hans membaca ajian tersebut pada waktu-waktu yang diperintahkan pak dodi. Dan saat berbuka puasa, hans hanya makan nasi putih dan minum air putih, atau biasa disebut puasa mutih. . Ritual itu dilakukan tanpa sepengetahuan orang tua angkat dan andi. Setiap mengamalkan amalan ajian itu, hans melakukannya pada malam hari saat semua penghuni rumah terlelap. Ibu angkatnya hanya mengetahui bahwa hans sedang berpuasa sunnah.

Hari kedua seperti hari pertama, hans pun mengamalkan ajian tersebut, dan kembali menari-nari bak penari tradisional yang lihai memainkan setiap gerak tubuhnya. Kali ini tarian yang dilakukan hans terlihat lebih kompleks dan lepas. Hans tidak lagi ragu dan bertanya-tanya perihal tarian efek dari membaca ajian pemikat rasa. Hans mulai mengikuti alur yang dialaminya setelah ia mulai menga,alkan ajian tersebut. Selalu dan selalu dibayangkan wanita pujaan hatinya yang diharapkan menjadi kekasih hatinya.

Setelah dua hari mengamalkan ajian itu, hans mulai berani menghubungi pujaan hatinya. Hans mencoba mengirim sms kepada wanita tersebut, dan tidak lama berselang dibalasnya dengan nada lembut. Sebelumnya, wanita itu tidak pernah membalas sms yang dikirim hans. Sekalinya membalas sms, jawaban kasar yang diterimanya. Tetapi kali ini beda dari biasanya. Sms langsung dibalasnya dan bahasa yang digunakan adalah bahasa romantis. Benar-benar diluar dugaan hans, ia sangat bahagia akan hal tersebut dan membuatnya semakin percaya diri lebih lagi.

Rekomendasi untuk anda !!   Malam Pertama tanpa Fanny dalam Novel Bergulat dengan Nafas Terakhir_Part 4

Pada hari ketiga hans kembali berpuasa, tetapi hans tidak berbuka puasa pada waktu maghrib kamis. Hans diharuskan terus berpuasa sampai berbuka pada hari jumatnya. Selain tidak berbuka puasa, hans pun diwajibkan untuk tetap terjaga dari rasa kantuknya, tidak boleh tertidur dan harus tetap membaca amalan dari ajian tersebut. Pada malam jumat itu hans dilanda kantuk yang luar biasa hebatnya,dan rasa malas pun menghampirinya. Tetapi dengan keyakinan dan keinginan yang kuat dari dalam hati, hans tetap berusaha untuk tidak gagal dalam menjalankan ritualnya. “Aku harus bisa, aku pasti bisa melewati ujian ini”, gumam hans dalam hati. Dalam keadaan mengantuk hebat dan rasa lemas ditambah rasa malas, hans mulai membaca ajian tersebut, dan kembali disebut nama wanita pujaan hatinya itu agar menjadi kekasihnya yang sangat mencintai hans. Kali ini gerakan tarian yang dilakukan hans mendekati sempurna, hans semakin larut dalam tarian itu dan dapat mengendalikan tariannya sambil terus menyebut nama wanita yang menjadi pujaan hatinya.

Kebetulan pada malam jumat andi tidak pulang kerumah, dia sedang berada diluar kota bersama temannya. Sehingga hans dapat dengan leluasa melaksanakan ritualnya. Malam itu menjadi malam yang panjang bagi hans. Jam seakan berjalan sangat lambat, dan waktu terasa begitu lama. Tetapi bacaan-bacaan ajian itu terus dirapalkannya tanpa henti dalam keadaan berpuasa dan tidak tertidur. Rasa lapar, kantuk, lemas, dan malas dilawannya dengan terus membacakan ajian itu dengan rasa percaya diri dan yakin akan keberhasilan niatnya. Menari dan kembali terus menari dan atmosfer tarian pada malam jumat terasa begitu magis. Hans seolah menjadi nyai selendang biru yang sedang menari-nari dengan lemah gemulai ditambah kidung-kidung yang mulai terlontar dari mulutnya.  Yaaaa malam terakhir dari ritual tersebut hans mengalami kejadian yang luar biasa. Semula hanya tarian yang keluar begitu saja, kini ditambah dengan kidung-kidung jawa yang belum pernah dilantunkan semasa hidupnya tetapi terlontar begitu saja seperti sudah mahir melantunkannya.

Akhirnya datanglah waktu adzan subuh berkumandang. Seperti yang dikatakan ayah angkatnya, hans diwajibkan berhenti melakukan ritual dan diperbolehkan untuk berbuka puasa. “Alhamdulillah…. selesai juga”, bisik hans dalam hati. Ia tampak gembira menyambutwaktu subuh. Segera diminumnya air putih dan mulai ia berbuka puasa tanda ritual telah selesai dilakukan.

Seperti biasa pagi itu hans melakukan rutinitas harian dirumah itu. Kebetulan hari itu ibu angkatnya mendapat pesanan catering dari komandannya. Dan pada saat itu juga hans telah siap untuk mengantarkan ibu angkatnya.” Mas anterin mamah ke pasar ya, ada pesanan catering dari ibu komandan”, pinta mama. “Yuukk mah, mas udah siap”, jawab hans penuh semangat. Setelah mengantarkan ibu angkatnya berbelanja di pasar, hans pun mengerjakan pekerjaan yang lainnya.

Saat sedang menyapu halaman, handphonenya berbunyi dan segera ia lihat siapa gerangan yang menelponnya pagi-pagi. Betapa terkejut ia mengetahui bahwa yang menelopnnya adalah sophia pujaan hatinya yang selalu disebut namanya dalam ritual yang telah dilakukannya. “Hallo mas, apa kabar ? aku boleh minta tolong gak?”, tanya sophia dari balik suara. “Ya hallo sophia kabarku baik-baik aja, kamu apa kabar? Apa yang bisa aku bisa bantu untukmu ? aku siap menolongmu kapanpun !”, jawab hans penuh riang. “hans keberatan gak kalau pagi ini nyamper kerumahku ? aku mau berangkat kerja dianterin sama kamu hans, jawab sophia penuh manja. Hans seakan tak percaya mendengar jawaban yang dilontarkan sophia. Hati hans berbunga-bunga dan diliputi kebahagiaan yang luar biasa. Seperti mimpi disiang bolong, hans mendapatkan apa yang selama ini didambakannya. Sempat terbengong beberapa saat, hans pun menjawabnya dengan sigap. “Ok sophia setangah jam lagi aku menyamper kamu !!”

Segera saja hans menyelesaikan tugas rumahnya kemudian bergegas mandi dan tidak lupa memakai minyak wangi. “Akhirnya kesempatan ini datang juga”, gumam hans dalam hati. Pagi itu menjadi pagi yang luar biasa bagi hans, ia benar-benar mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menyambut pujaan hatinya yang selama ini menjadi dambaannya. Setelah dirasa cukup, hans pun pamit ke orang tua angkatnya.” Mah, pak, aku berangkat dulu ya”,ucap hans. “Lhooooo tumben kamu berangkat jam segini mas ? wangi banget gak kayak biasanya.”, jawab mama sambil geleng-geleng kepala. “Mau ketemu siapa hayoooo ?” timpal bapak. Hans hanya tersenyum simpul mendengar pertanyaan kedua orang tua angkatnya. “Anu mah mau jemput sophia dirumahnya, dia minta aku jemput dia dan anter ke kantornya.” Jawab hans. “owalaaaahhh jadi kamu bener-bener udah punya pacar tooh maaas ? nanti kenalin ke mamah ya…”, goda mama. “Beressss mahhh, ntar aku kenalin ke mamah dan bapak dehh”, jawab hans.

Sesampainya dirumah sophia, ia tampak telah siap menunggu kedatangan hans yang menjemputnya. “Udah lama nunggu ya ? maaf kalau aku telat yaaa..”, ujar hans gugup. Sophia melemparkan senyum manisnya.”Belum lama kok, kamu tepat waktu datangnya juga.”, jawab sophia lembut. Lalu mereka melajukan motornya. Dipertengahan jalan, sophia memeluk hans dari belakang dan menyandarkan kepalanya di punggung hans. Kaget bercampur senang luar biasa mendapat perkakuak istimewa dari sophia. Hans pun tanpa ragu memegang tangan sophia yang memeluk tubuhnya. Pagi itu hans seperti seorang ksatria yang berhasil menaklukkan musuhnya.

Akhirnya hans berhasil mendapatkan cinta sophia yang selama ini hanya mimpi. Dan hari-hari dilaluinya sebagai pasangan kekasih yang romantis. Kerja kerasnya menghasilkan buah yang manis meskipun dengan cara yang tidak wajar.  By: Subhan

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>