Inspirasi Tanpa Batas

Semar Berpihak kepada Rakyat Jelata| Mencari Nalar Kemanusiaan Dalam Pewayangan Part – 4

Semar Berpihak kepada Rakyat Jelata| Mencari Nalar Kemanusiaan Dalam Pewayangan Part – 4
0 28

Semar Berpihak kepada Rakyat. JelataSemar adalah sosok kompromistik untuk setiap persoalan yang antagonistik. Hal ini diperlihatkan dengan bentuk-bentuk tubuhnya yang selalu diametral dan unik.  Mata kita meyaksikan dengan jelas, bahwa ia memiliki tubuh yang bulat. Banyak ahli sastra menyebut dan menafsikan bahwa tubuhnya mencerminkan bumi yang bulat. Dalam perspektif lain, bulatnya tubuh Semar, dapat pula diterjemahkan dengan keharusan untuk memiliki kebulatan sikap, jika kita yakin bahwa apa yang kita pilih, benar.

Kalau diperhatikan lebih seksama, Semar juga memiliki mata yang aneh. Kelopak matanya sembab. Padahal dalam berbagai lakon yang dia tampilkan, ia suka humor dan hari-harinnya lebih banyak digunakan untuk tersenyum ketimbang untuk menangis. Kondisi ini, menunjukkan bahwa, suka dan duka itu bukan pilihan, tetapi lebih pada soal relitas. Manusia tidak mungkin selamanya tersenyum, atau selamanya menangis. Manusia selalu bergantung pada dua kondisi ini, yang mengharuskan sewaktu-waktu untuk tersenyum dan sewaktu-waktu untuk menangis.

Semar juga memiliki wajah yang tua, tetapi, aneh jika rambunya kuncung seperti anak kecil. Melalui penampilan semacam ini, Semar ingin mensimbolisasi bahwa perjalanan hidup, selalu bergeser di antara keharusan untuk berjiwa tua [kearipan dan kebijaksanaan] meskipun mungkin kita masih muda [yang berkarakter tergesa-gesa]. Kondisi ini, tentu menjadi refleksi terbalik bahwa, yang sudah tua tetapi berperilaku muda, adalah lambang ketidak bijakan dalam hidup.

Semar juga berjenis kelamin laki-laki, tetapi ia memiliki payudara. Ini menggambarkan bahwa Semar sesungguhnya berasal dari dewa, tetapi, dalam realitas hidup, manusia tidak mungkin menjauhkan diri dari rakyat jelata. Dewa sendiri, pada hakikatnya dilahirkan atau terlahir untuk kepentingan membela kaum awam dan kaum cilik yang selalu menjadi mayoritas penduduk di manapun mereka tinggal.

Makna Hidup dan Kekuasaan

Posisi Semar seperti gambaran di atas, dalam lakon tertentu disejajarkan dengan Kresna dalam kisah Mahabrata. Pekerjaan Semar adalah penasihat kerajaan. Ia handal karena mampu membuat raja-raja bukan saja tetap aman dalam posisinya sebagai raja, tetapi, membuat rakyat menjadi tentram. Karena itu, tidak salah juga jika disebutkan bahwa dia selalu menjadi penasehat penting bagi keluarga Resi Manumanasa, terutama para Pandawa. Dalam cerita pemwayangan lain, ia juga sering ditahbiskan sebagai pengasuh keturunan Sri Rama atau Sigriwa

Dengan nalar-nalar tadi, dapat disimplikasi bahwa Semar adalah paduan rakyat kecil, meskipun ia berasal dari keturunan dewa kahyangan. Ia pandai mendengarkan suara rakyat kecil yang diasumsikan sebagai suara Tuhan. Inilah bentuk negara yang unggul dan memenuhi persyaratan untuk disebut baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. 

Kapan kita kedatangan Semar …. Tidak tahu … Semar mungkin belum bangun, atau tidak akan pernah bangun karena ia diracun. By. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...