Take a fresh look at your lifestyle.

Semua Ada Balasannya

0 83

Jangan sedih dan jangan takut, sekalipun kita sedang berada dalam posisi terpojok. Mengapa? Sebab saat segalanya terpojok, sepanjang kita ikhlash menerimanya, Tuhan akan memberi jalan terbaik bagi kehidupan kita. Jalan yang mungkin lebih luas dan lebih landai untuk dijalani atas idzin Tuhan. Yakinlah bahwa setiap tindakan akan ada balasannya.

Jangan juga merasa rendah diri, saat sedang diposisikan sebagai manusia yang kurang bernilai atau merasa sedang tidak dihormati orang lain. Mengapa? Sebab dalam setiap peristiwa, akan selalu ada yang mendorong diri untuk awas menjalani hidup. Kemampuan kita menerima semua posisi yang jelek sekalipun, akan mendorong justru banyak pihak menganggap bahwa kita sesungguhnya adalah makhluk berharga. Mengapa? Karena kita selalu terlatih menjadi manusia yang awas akan situasi.

Yang dibutuhkan kita saat saat situasi itu terjadi, justru meyakinkan diri. Suatu keyakinan yang menyetujui bahwa apapun yang dilakukan, bukan hanya sekedar dibenarkan nurani kita, tetapi, juga dibenarkan ajaran agama yang kita anut. Tentu menurut persepsi kita.

Dalam jangka pendek, situasi itu memang dirasa cukup menyakitkan, terlebih jika apa yang dipersepsi sebagian orang itu, kita ditempatkan sebagai pembuat petaka dari apa yang terjadi pada orang lain. Inilah yang disebut dengan fitnah. Mereka yang gemar memfitnah, dia akan persis seperti orang yang sedang memukul air. Pasti akan terkena cipratannya.

Menjadi Tabah adalah Pilihan Penting

Tetap tabahlah menjalani hidup. Mengapa? Sebab jika kita tetap tabah dan membiarkan semua berjalan, yakinlah pada akhirnya semua akan menjadi baik. Kita mesti yakin bahwa, bukan saja Allah telah menyediakan dua Malaikat di kiri dan di kanan yang mencatat seluruh tindakan dan perbuatan kita. Mereka tidak pernah absen sedikitpun. Selain itu, kita juga dituntut yakin bahwa,  Allah memiliki pusat penyimpanan seluruh aktivitas [data] manusia dalam memory Tuhan yang paling lengkap.

Mengapa ini penting disampaikan? Sebab belakangan banyak orang yang putus asa karena persepsi orang lain. Ia menjadi jatuh dan tidak memiliki harga, justru karena mereka bukan tidak hebat, tetapi, lebih karena mereka tidak sanggup menghadapi cobaan.

Jika posisi seperti itu lama membuntuti dan membayangi sejumlah langkah kita, maka kita akan jatuh juga! Karena itu, abaikan saja. Kita hanya dituntut tetap berbuat baik kepada seluruh makhluk Tuhan termasuk kepada mereka yang mempersepsi kita dalam sejumlah keburukan. Berdo’alah sebelum tidur agar Allah menguatkan hati. Sebab hanya Dialah yang mampu membolak-balikkan hati. Selain itu, memintalah maaf sekalipun dalam hati, barangkali ada sejumlah asa dan cita, langkah dan perilaku yang tidak disengaja, yang menyebabkan orang lain luka karena kita.

Setelah itu, maafkanlah semua orang yang menurut kita telah berbuat nista. Biarlah kedlaliman yang dibuat orang kepada kita, hanya dipersepsi oleh Tuhan. Bukankah kita yakin bahwa yang boleh memiliki sifat dhalim itu hanya Allah? Jika sipat itu diambil kita, betapa marah-Nya Tuhan kepada mereka yang mengambil sipat-Nya itu.

Dalam persepsi theologis, khususnya berkaitan dengan persoalan eskatologis,  manusia, pada akhirnya akan dituntut untuk yakin bahwa semua tindakan dan perbuatan kita dipantau Tuhan. Bukankah kita yakin bahwa kelak di kemudian hari, kaki dan tangan kita dijadikan sebagai kunci kesaksian dan akan menutup sejumlah rongga mulut kita untuk memberi alasan atas apa yang dilakukan?

Itulah makna lain, mengapa Allah mengatakan bahwa diri-Nya adalah wujud yang hebat dan paling menguasai hari pembalasan. Tetaplah berbuat baik …. agar Allah berkenan memberi kebaikan selamanya. Yakinlah bahwa kebahagiaan dan syurga Tuhan tidak mungkin diberikan kepada mereka yang merasa dirinya benar … By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar