Take a fresh look at your lifestyle.

Makna Ujian dalam Catatan Harian | Hidup Wajar-2

2 16

MAKNA Ujian. Istri dan anak, kata bapak adalah amanat atau ujian Tuhan. Itulah ujian atau cobaan yang akan menguji kita berhasil atau gagal melaksanakan titipan Tuhan. Kalau menurut bapak, jika kelak kamu menikah, cintailah istrimu secara wajar. Jangan berlebihan. Jangan suka ingin mempertontonkan kecintaanmu pada istrimu dengan cara yang berlebihan. Apalagi ditunjukkan kepada publik luas seolah anda demikian mencintai dan menyayanginya. Anda harus ingat, bahwa Tuhan akan memberikan ujian terhadap apapun yang menjadi kebanggaan hambanya.

Jika cinta anda demikian luas kepada istri dan anak-anak anda, anda akan diuji dengan apa yang anda cintai.  Ibrahim saja sebagai Nabi, diuji dengan perintah Tuhan untuk menyembelih anak kesayangannya, Ismail. Anak yang kelahirannya ditunggu dalam puluhan tahun. Tiba-tiba ketika Ismail berumur anak-anak, yang dalam usia dimaksud sangat senang ditatap siapapun yang melihatnya, terlebih tentu orang tuanya, tiba-tiba harus diakhiri hidupnya. Perintah itu, diberikan pada saat Ismail berada dalam masa pesona anak. Ibrahim tidak diuji untuk menyembelih Ishak, anaknya juga, tetapi tidak demikian ditunggu kehadirannya seperti kahadiran Ismail.

Tuhan tidak ingin kecintaan Ibrahim pada Tuhannya, terkalahkan oleh cintanya kepada anaknya, Ismail. Tuhan tidak ingin dimadu. Siapapun yang memadu Tuhan, maka, ia akan diuji oleh Tuhan dengan kecintaannya. Rasa cinta yang demikian dan dengan pola yang seperti itu, akan diuji dengan tingkat ujian yang sangat dahsyat.

Selain itu, cinta yang berlebihan kepada istri dan anak, akan membutakan anda untuk berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Wanita itu pikirannya selalu lebih pendek dibandingkan pikiran kaum laki-laki. Perempuan selalu hanya memikirkan apa yang ada di depannya, sementara laki-laki selalu memikirkan apa yang jauh dari apa yang dihadapannya.

Jika cinta anda berlebihan dan menuruti apa yang karenanya selalu mengikuti apa yang dimaui anak dan istri, maka anda tidak akan bebas menentukan sikap. Padahal kebebasan adalah ciri manusia bertauhid. Perjalanan dan pergaulan anda akan menjadi demikian terbatas, dan lama kelamaan anda akan terjebak oleh rasa cinta semu yang anda tanamkan sendiri. Anda akan hidup dalam kesendirian yang senyap kalau bukan gelap.

Bukan karena aku bapakmu, dan istriku adalah ibumu, tetapi, tolong hargai kami berdua. Jika ibu bapakmu banyak dosa, maafkanlah dan do’akanlah. Jika kelak bapak ibumu mati, jangan lupakan orang-orang yang menjadi teman-teman bapak dan ibu. Kunjungilah kampung kami dan bersedekahlah dengan banyak kepada warga di mana kamu pernah dibesarkan di lingkungan ini. Itu semua, tidak mungkin kamu lakukan. Jika kamu merasa terikat dengan cinta kamu yang berlebihan terhadap istri dan anak kamu.

Setetes Kebaikan selalu untuk Pembuat Kebaikan

Katakan, jika suatu waktu istrimu protes kenapa kamu baik sama bapak ibumu. Kebaikan ini ditanamkan untuk semata-mata demi rasa cinta kamu pada istri kamu. Setetes kebaikan yang kamu berikan kepada sesama manusia, apalagi terhadap ibu bapak kamu, maka limpahan dan karunia Tuhan akan diberikan kepada anda sekeluarga. Karena itu, kenapa di peci bapak kamu ini, selalu terselip uang. Uang ini diharapkan tidak diketahui ibu untuk bapak berikan kepada nenek-kakek kamu, serta adik-adik dan kakak-kakak bapak yang kebetulan nasibnya tidak seuntung bapak kamu. Ini adalah bagian dari upaya mendidik kamu sekaligus menanamkan kebaikan untuk istri bapak, yang tidak lain adalah ibu kamu sendiri.

Jika suatu hari kamu mencintai wanita lain, ikutilah cinta itu sampai tuntas, tapi jangan sampai kehilangan rasionalitas. Seperti bapak tadi. Bapak memang senang sama wanita dimaksud. Meski belum ada niat untuk memilikinya. Sebab jika perasaan itu dibendung, hasilnya nanti akan lebih fatal.

Hindari persentuhan kulit dengan mereka yang anda cintai pada saat anda beristri, tetapi ikut nalarnya dan itu dapat membangkitkan semangat baru dalam hubungan suami istri antara kamu dan istri kamu. Jangan lupa, semua yang terjadi adalah ujian yang diberikan Tuhan. Anda hanya memiliki dua peluang, lulus atau gagal. Saya berharap anda lulus, seperti bapak dan ibu kamu yang pada akhirnya lulus menjalani bahtera rumah tangga sampai tua, tanpa pernah menduakan istri, meski dari sisi hati dan pikiran, mungkin pernah menghampiri.

Hidup Mencari Hikmah

Semua ilustrasi bapak kami, far excelence benar. Jika aku, kakak-kakaku dan adik-adikku menghadapi berbagai situasi seperti diceritakan tadi, saya merasa hanya tinggal memijit keyboard-keyboard yang ada dalam laptop kehidupan kami. Alhamdulillah semua persoalan merasa sangat mudah untuk diselesaikan. Yang paling menarik adalah, ketika bapak kami telah pulang ke kampung abadinya, semua anaknya sangat mencintai ibunya. Ibunya menjadi rebutan bagi anak-anaknya dan menjadi tempat segala kerinduan. Ia seolah telah menjadi kekayaan di atas segala kekayaan. Al hamdulillah ibu kami dicintai anak-anaknya, sekaligus dicintai oleh menantu-menantunya. Semoga Pula Tuhan selalu memberkati kami selamanya. ** Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

  1. lyceum
    lyceum berkata

    Mudah-mudahan ada manfaatnya …. Amiiin

  2. agus riyanto berkata

    Mantap prof….
    benar2 jadi inspirasi kehidupan ku.