Inspirasi Tanpa Batas

Seni Sebagai Awal Kelahiran Bangsa

Seni Sebagai Awal Kelahiran Bangsa
0 121

Seni Sebagai Awal Kelahiran Bangsa -, “Bangsa-bangsa lahir di hati penyair. Tetapi pada tahap berikutnnya, bangsa-bangsa itu biasanya akan tumbuh dan mati di tangan politikus.” (iqbal).

Muhammad Iqbal, adalah salah satu tokoh pembaharu muslim di pakistan. Ia terkenal sebagai tokoh rohani, yang vitalitas kerohaniaanya tak pernah padam. Ia ikut andil dalam proses kelahiran negara Pakistan. Buah dari fikirannya menjadi salah satu faktor lahirnya bangsa tersebut.

Iqbal, membekali masyarakatnya dengan cita-cita. Ia mampu memberi arti tentang sebuah cita-cita, kepada masyarakat yang yakin tentang kehidupan merdeka. Ia tidak melakukan pembaharuan dengan meriam, namun dengan tulisan. Ia tidak membentuk sebuah tentara, melainkan sebuah cita-cita.

Negara dijadikan sebagai tempat aktualisasi manusia. Peng-aplikasian atas perintah Tuhan untuk mampu merawat sekaligus mencerminkan kekuasaan Tuhan. Negara menjadi sarana bagi peribadi muslim dapat di tumbuh kembangkan. Kegagalan sebuah negara adalah tidak terkontrolnya kekuatan-kekuatan masyarakat.

Kontrol disini bukan berarti pengekangan, pengekangan atas apa yang ada pada kekuatan masyarakat, melainkan penyaluran kekuatan-kekuatan sedemikian rupa sehingga individu-individu menjadi benar-benar kuat dan bermanfaat. Negara merupakan bagian dari pembentukan pribadi-pribadi yang penuh daya.

Atas kesadaran itu, dipandang perlu untuk mendirikan sebuah negara yang benar-benar mampu menjadikan masyarakatnya beradab dan merdeka.

Upaya dalam memberikan arti cita-cita kepada masyarakat, adalah jalan yang ditempuh oleh Iqbal. Pada dasarnya, reaksi-reaksi Iqbal terhadap masyarakatnya, adalah reaksi pemberontakan melawan kemerosotan dan mentalitas budak yang merasuk ke dalam masyarakat. Karena mental bermoral budak, hanya akan menjadikan masyarakat yang jauh dengan kata berkembang dan maju.

Keberhasilan Iqbal, menjadikan mental masyarakatnya untuk mampu keluar dari keterpurukan. Keluar dari mental budak. Maka, jika ia berbicara bahwa bangsa-bangsa lahir dari hati seorang penyair, maka Iqbal adalah penyair pada masa itu.

Penyair, adalah satu dari sekian banyak seni. Seniman, menurut Iqbal merupakan hati nurani masyarakat. Membungkam seniman, berarti membuat suatu bangsa hanya hidup dengan tangan tanpa hati. Hidup tanpa hati, tidak dapat lagi disebut kehidupan, itu adalah kerangka kering.

Seni yang dimaksud oleh Iqbal adalah seni yang;

  • Membangkitkan kerinduan orang akan keabadian (ini berarti bahwa seni harus membuat hidup menusia semakin intens)
  • Membangkitkan orang untuk mencita-citakan ideal dan tujuan baru dalam hidupnnya (ini berarti bahwa seni harus kreatif)
  • Memajukan kehidupan sosial dengan mata kenabiannya (ini berarti bahwa seni harus terlibat).

Sumber: Nietzsche karya St. Sunardi, pada BAB 6 dengan sedikit penambahan.  penerbit LKiS Yogyakarta.

Komentar
Memuat...