Sepenting Apakah PAUD Pada Perkembangan Kehidupan Anak?

0 15

PAUD merupakan sekolah khusus untuk anak dibawah 5 tahun yang dapat membantu membentuk karakter dan mengembangkan berbagai kecerdasan yang dimiliki anak. Karena anak-anak biasanya mudah bosan dan hanya dapat berkonsentrasi 5-10 menit saja, guru pun dengan kreatif menyiapkan  berbagai macam media yang menarik dan menyenangkan, anak dapat belajar suatu hal yang baru dan belum pernah dia tau sebelumnya dari media tersebut. Di dalam kelas pun guru harus menjadi aktif, banyak bicara dan yang terpenting dapat mengambil hati anak-anak agar anak-anak dapat belajar dengan rasa tidak tertekan dan santai. Kegiatan anak di PAUD tidak hanya bermain, melainkan bermain sambil belajar seperti memainkan dan membentuk malam, atau bermain maze.

Pemikiran Orang Tua

Orang tua yang paham tentang perkembangan anaknya akan mengerti tentang sistem pembelajaran di PAUD yang bertema “Bermain Sambil Belajar”. Artinya, anak tetap memiliki seni bermainnya dan dari bermain itulah anak dapat mengambil pelajaran. Misalnya, berkenalan dengan teman sebayanya. Itu berarti anak telah mempelajari bagaimana teori untuk bersosialisasi dan tugas guru adalah memperbaiki pemahaman anak tentang teori tersebut dari mulai bagaimana cara berkenalan dan bagaimana tatakrama berkenalan dengan sesama teman. Itu termasuk hal yang terdengar mudah, tetapi sebenarnya sulit untuk dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Kita sebagai guru harus mengetahui apa sebenarnya yang harus dikembangkan dari si anak tersebut.

Tapi dewasa kini, anak-anak PAUD sering disuapi oleh materi yang tidak sewajarnya. Misalnya dengan menghafal semua huruf abjad, huruf hijaiyah dan angka dalam usia yang sangat dini. Orang tua berfikir bahwa PAUD ialah sarana untuk mengembangkan potensi belajar membaca, menulis dan berhitung anak saja. Sehingga untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi yaitu SD, anak sudah matang dan pandai dalam menulis, membaca dan berhitung. Jika pemikiran orang tua seperti itu semua, anak-anak akan kesulitan menemukan potensi dalam dirinya dan imajinasi yang hebatnya akan menjadi terbatas.

Tidakkah kasihan pada anak yang memiliki cita-cita tinggi tapi dibatasi oleh orang tuanya? Justru seharusnya kita yang memotivasi anak agar khayalan itu bukan cuma khayalan. Akan tetapi impian yang akan dicapai dimasa depan anak. So, be a best parents. Junjung tinggi keinginan anak-anak, selagi itu keinginan yang  baik dan tidak memberikan pengaruh buruk pada masa yang akan datang, karena anak-anak kita adalah pemimpin dimasa mendatang.


untitled-1 Tentang Penulis

Inez Nezra dara Kelahiran Sumedang,  Penulis adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (TK) di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Komentar
Memuat...