Inspirasi Tanpa Batas

Seperti Apa Tren Arsitektur 2016

Tren Arsitektur 2016
0 15

Tren Arsitektur 2016: Iklim di bumi yang kini semakin tidak menentu. Menyebabkan para arsitek di seluruh dunia saling berlomba-lomba untuk membangun konsep bangunan yang mengusung rancangan ramah lingkungan (green design) atau eco-green. Para arsitek di Indonesia pun termasuk salah satunya.

Green Design juga mengacu pada Sustainable Development (pengembangan berkelanjutan) yang dimaksudkan dengan pengembangan atau pembangunan yang dilakukan masa sekarang untuk kebutuhan sekarang yang tidak menyebabkan kekurangan sumber daya bagi generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Atau bahasa kerennya bisa kita sebut dengan eco design.

Saat ini gaya arsitektur kontemporer di Indonesia tidak lagi memfokuskan persoalan desain yang mengutamakan fasad dan gaya, melainkan lebih kepada konsep desain yang ramah lingkungan (green design).

Bangunan berkonsep green design ini, selain mengutamakan gaya, namun juga bisa menciptakan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable) di masa depan.

Jadi, Tidak hanya indah. Tapi juga dapat menjadi suatu gerakan untuk menghasilkan lingkungan yang lebih baik

Kini arsitektur dalam membuat desain bangunan sebaiknya sudah harus mengakomodir keseluruhan kebutuhan lingkungan. Sehingga, tidak lagi membebani lingkungan sekitar, melainkan dapat meningkatkan kualitas mutu hidup, baik penghuni maupun lingkungan daerahnya.

Apalagi dengan ditambahnya global warming, perubahan iklim sudah sangat terasa. Lakukan dari sekarang atau tidak sama sekali.

Bagaimana Dengan Karakteristik Konsep Lokal Indonesia?

Karakteristik Konsep Lokal Indonesia
Karakteristik Konsep Lokal Indonesia

Konsep lokalitas juga sepertinya akan menjadi trending topic yang berkembang luas di dunia perarsitekturan 2016 ini. Penggunaan material alam, warna-warna kental dan kekhasan daerah teritori masing masing daerah akan menonjol, baik itu desain arsitektur, eksterior, maupun interior.

Indonesia akan cenderung mengenang masa lalu dengan cara kekinian tentunya pada 2016 ini. Dengan kata lain, hal-hal lokal atau kedaerahan yang dulu dianggap kuno akan mengalami transformasi. Tampilan dan fungsinya akan lebih luas dan sesuai untuk gaya hidup modern saat ini.

Bangunan tradisional akan berkesan lebih kontemporer dan canggih. Dan semakin khalayak umum akan mencampurkan nuansa asri pedesaan, seperti kayu dengan logam. Misalnya desain dapur. Kombinasi tersebut akan menciptakan kesan netral, nyaman dan casual. Inilah alasan kenapa konsep lokalitas digadang gadang akan populer juga pada tahun ini karena kecenderungan masyarakat untuk membuat lingkungan dan hunian lebih hidup, melalui kenangan masa lalu dan masa depan.

Lokalitas ini dapat menjadi kunci para arsitek untuk bersaing dengan arsitek asing Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Kondisi alam yang makin rusaklah yang mendorong masyarakat untuk mau menjaga lingkungan.

Komentar
Memuat...