Shofi Menjadi Kenangan| Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 30

36 92

SHOFI Menjadi Kenangan – Shofi tetap terus melarang istrinya, Siti, untuk menceritakan situasi di Mekkah. Ia selalu bilang bahwa hajji adalah ibadah biasa. Tidak perlu didramatisir. Tuhan Yang Tunggal ada di mana-mana. Ia menyatu dengan jiwa dan ruh manusia yang suci. Sucikanlah terus jiwa kita sebagai manusia, agar hakikat Ketuhanan dapat ditemukan. Tuhan tidak mungkin ditemukan kecuali bagi mereka dengan hati yang suci dan bening.

Kepada siapapun yang datang menjenguknya, Shofi selalu mengatakan bahwa sekalipun anda tidak pernah beribadah haji karena tidak mampu, maka, sepanjang kesucian itu dapat dilakukan, maka, Tuhan tetap dapat ditemukan di sini. Ia hanya berdo’a semoga haji-nya mabrur, ditempatkan sebagai bentuk rasa syukur dirinya kepada Tuhan, dan semoga menjadi investasi kebaikan bagi kehidupan keluarga di akhirat kelak. Tentu ia berharap seluruh dosa-dosanya dapat diampuni Tuhan.

Tamu terus berdatangan sampai setelah seminggu Shofi berada di rumahnya. Menjelang hari ketujuh, sakitnya kembali anfal. Kali ini,  tingkat resistensi-nya sangat tinggi. Ia dimasukan ke ICU rumah sakit dan hampir seminggu terdampar didalamnya. Ia kembali normal dan dapat melakukan langkah kaki serta komunikasi verbal yang cukup baik.

Dalam posisi perbaikan, Shofi banyak memberi nasihat-nasihat spiritual yang sangat Islami. Ia meminta seluruh anaknya untuk berkumpul. Ia menyampaikan beberapa pesan yang tampaknya perlu didengar keluarga kecilnya. Nasihat itu adalah sebagai berikut:

“Anak-anakku … pandanganku sudah mengarah “ke depan”. Dan aku tidak mungkin menoleh ke belakang. Meski aku selalu berdo’a agar Tuhan memberiku umur minimal 15 tahun lagi, tetapi, tampaknya, tidak lama lagi aku harus pulang. Aku berharap, kelak suatu hari, kita dapat berkumpul di hawd Muhammad saat berada di Alam Mahsyar dan di Syurga bersama.

Jika suatu hari aku benar-benar pulang, titip istriku. Jagalah dia dengan baik sebagaimana baiknya dia menjaga kalian. Penjagaanya cukup telaten persis seperti apa yang dia lakukan baik saat kalian masih kecil, maupun saat kalian sudah dewasa. Untuk kehidupan pribadinya, dia cukup dengan pensiunku dan beberapa petak sawah dan ladang yang tidak sempat kami jual. Tetapi, peliharalah hatinya dengan baik. Jika kalian mampu menjaganya, maka, tidak ada apapun bagi kalian kecuali syurga.”

Crhonos Sadar Shofi akan Segera Meninggal

Crhonos, anak yang mendampinginya saat keberangkatan haji, tak kuasa menahan air mata. Ia berbeda dengan empat anak lainnya, yang relatif tegar. Entahlah, yang pasti, kelihatannya dia begitu lemah untuk menerima kenyataan betapa sesungguhnya, kesembuhan Shofi ini seperti tidak akan lama. Dalam derai air mata, Shofi kembali berkata:

Anakku … jangan sedih. Kelak suatu hari, kamu juga akan merasakan hal yang sama seperti aku. Aku titip anak Yatim piatu, namanya Ahmad. Cucuku dan ponakan kalian. Didiklah dia dengan baik dan ajari dia dengan segenap kebaikan.

Jagalah tali persaudaraan di antara kalian. Aku dan ibumu tidak pernah mengajari kalian segenap keburukan dan kebencian dalam hidup. Sucikan harta kalian. Bukan hanya melalui zakat, tetapi yang jauh lebih penting dari cara perolehannya. Harta harus selalu halal agar tidak ada darah kotor yang mengalir pada tubuh keturunan kalian. Pulang dan tengoklah kampung kalian. Sebetapapun kalian sibuk. Di sanalah kalian akan mendapatkan energi baru, setiap berhadapan dengan masalah yang dihadapi.

Tentu aku berpesan agar kalian tetap menunggalkan Tuhan. Ikutilah segenap perintah agama sesuai dengan apa yang kalian yakini. Yakinilah bahwa agama adalah jalan menuju Tuhan. Tuhan hanya akan diperoleh melalui cara kita dalam bertindak dan berbuat kebaikan kepada sesama. Baik-baiklah sama istri kalian, sebagaimana aku telah memberi contoh atasnya. Jika kalian membenci atau menyakitinya, sama dengan menyakiti ibumu.

Kalian harus tahu bahwa bekal hidup adalah ilmu. Karena itu, belajarlah terus sekalipun jenjang pendidikanmu sudah berakhir. Namun yang juga tidak boleh kalian lupakan adalah berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Karena ilmu jika tidak dibarengi dengan kebaikan, hanya akan membawa dan mendorong dirimu ke lembah kehancuran.

Selesai berwasiat, Shofi memejamkan matanya, lalu dia membaca kalimat-kalimat thayibah. Anak-anaknya sibuk mempersiapkan kepulangan Shofi dari rumah sakit. Ia tampak relatif lebih segar dibandingkan dengan keadaannya di minggu sebelumnya. Beberapa mobil yang terparkir untuk membawanya pulang sudah tersedia. Pulanglah mereka dengan kebahagiaan. Hanya Crhonos yang menangis. Ia memiliki keyakinan bahwa bapaknya akan segera kembali kepada Tuhannya.

Meninggal dengan Kesegenap Kesiapan

Seminggu sudah Shofi kembali berada di rumah. Hari itu, di pagi hari yang masih buta, ia meminta dibelikan minyak rambut. Ia juga meminta anaknya untuk membelikan sillet cukur. Dengan tergegas, Ruslani membeli apapun yang diminta Shofi. Ia tidak menangkap adanya kecurigaan bahwa Shofi sesungguhnya sedang memasuki jam-jam terakhir kehidupannya di dunia. Alam primordial manusia yang prophan akan segera ia tinggalkan.

Suasana itu benar-benar masih pagi. Shofi membereskan kumis dan janggutnya sendiri. Kegiatan itu tidak mau dilakukan siapapun, termasuk anak tertuanya. Ia mengolesi rambutnya dengan minyak wangi ke rambut dan ke tubuhnya. Siti, istrinya seperti biasa memberi makan ikan-ikan di kolam. Yang menemani Shofi berbicara adalah Kyai Adam dan ponakannya kyai Rahmat. Mereka seperti asyik saat itu berbicara.

Dalam suasana yang sedang asyik berbicara, tiba-tiba dia meminta bantuan agar memanggil seluruh keluarganya. Ia meminta istrinya Siti, agar segera menemaninya di kasur. Saat itu juga, berbagai telepon dan Surel melalui Short Message Service mengalir ke anak-anak Shofi yang berada di luar Kota. Mereka langsung pulang. Tentu termasuk Crhonos didalamnya. Ia tanpa lelah membawa seluruh keluarganya untuk kembali ke kampung TURTLE.

Siti dengan tangkas naik dari kolam ke rumahnya yang berada di bukit. Ia segera menemui Shofi yang kelihatannya sangat lemah. Ia meminta istrinya untuk membawanya ke kasur. Ia dibopong Ruslani, Siti, Kyai Adam dan Kyai Rahmat. Ia ditidurkan di kasur abadinya sebagai pasangan suami istri yang dia beli saat mereka menikah.  Ia terus berdzikir dan membaca sesuatu yang tidak dimengerti orang lain.

Berlinanglah air mata Ruslani. Ia sadar kelihatannya, Shofi sedang sakarat al maut. Shofi melihat anak dan istrinya dengan lemah. Ia meminta Ruslani untuk menyambungkan telephon dengan Crhonos. Lalu terjadilah komunikasi di antara keduanya. Shofi berkata:

Anakku .. jagalah ibumu. Aku mohon maaf telah menyusahkanmu. Halalkan dan ikhlashkan semua apa yang kau berikan kepada kami. Sampaikan juga pesan ini kepada istrimu, Vetra. Jika aku meninggal, tolong balutkan pakaian ihram di tubuhku. Balutkan persis seperti aku lagi melaksanakan thawaf atau Sa’i. Kudo’akan semoga kamu selalu bahagia. Crhonos tak menjawab sepatah katapun di telephon itu. … Shofi kembali berkata: “Pulanglah ke sini. Bangunlah rumahmu di dunia untuk anak-anakmu. Besertanya kudo’akan semoga Allah memudahkannya.  Aku yakin kamu bisa.

Allah dalam Hembusan Nafas Terakhir

Crhonos meminta Kholik, supir yang membawa diri dan keluarganya untuk menancap gas. Ia yakin bapaknya, Shofi akan meninggal dunia. Ia mau menyaksikan Shofi, bapak sekaligus gurunya di dunia, pergi. Mobil itupun melaju dengan cepat. Seperjalanan, Crhonos terus menerus menangis tanpa henti.

Di sisi lain, Ruslani, Kyai Adam, Kyai Rahmat dan Siti, tidak tahu harus berbuat apa. Shofi hanya bilang Allah … dan Allah. Kadang-kadang Shofi, meminta istrinya untuk menyampaikan salam dan permohonan maaf kepada seluruh anaknya yang belum sampai ke rumah. Ia juga minta disampaikan permohonan maafnya untuk masyarakat, saudaranya dan handai tolan yang menjadi sahabatnya. Tentu terlebih kepada istrinya sendiri, Siti.

Dengan tersedu, Siti menjawab: “Tentu saja Shofi. Kau sangat baik menjagaku selama hidup di dunia. Justru aku yang minta maaf barangkali dalam 45 tahun perkawinan kita, ada hal-hal yang membuat kamu tidak suka atas apapun yang aku lakukan. Sejujurnya aku sangat bahagia hidup bersamamu. Tak terasa waktu telah mengitari kita dalam durasi yang panjang. Tetapi, aku merasa baru beberapa tahun saja, hidup bersamamu.

Shofi berkata: “Jika aku meninggal, tidak apa-apa kau menikah lagi. Tetapi, jika ada takdir yang membuat diriku dan dirimu masuk ke dalam Syurga kita, dan kita berharap nersatu didalamnya, maka, janganlah kau menikah lagi. Shofi kemudian terus berdzikir. Siti memahami kalimat-kalimat itu biasa. Ia sedikitpun tidak melihat ada kecurigaan berarti. Shofi kemudian menutup mata dan berlinanglah air matanya. Ia berkata Allahu Akbar ….

Mereka berempat tidak tahu kalau ternyata Shofi telah meninggal dunia. Sampai dua menit kemudian tidak ada satu katapun dari mulut Shofi …. Rahmat dan Ruslani menggoyahkan tubuhnya dan ternyata semuanya menjadi ghayah. Mereka berempat serempak mengatakan: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un … Rahmat pingsan … Ruslani dan Siti menangis keras. Sementara Adam mengumumkan kematian Shofi di Speaker Masjid Jami kampung.

Selamat Jalan Shofi …. Semoga bidadari Syurga menantimu. Kuyakin hajjimu Mabrur karena usiamu pasca hajji tak mencapai 40 hari. Tak lama kemudian ratusan penduduk datang ke rumah Shofi. Dengan lemah dan derai air mata mereka mengurusi kematian Shofi …

Di jalan Crhonos hanya mengatakan … terima kasih Tuhan. Kau jemput bapakku ke kampungMu dalam kesadarannya sebagai manusia. Terima kasih Kau telah menghadirkannya di muka bumi untuk menjadi orang tua sekaligus guru utamaku. Selamat jalan dan aku akan selalu mengenangmu dengan segenap kebaikan. By. Charli Siera —The End

  1. Lenny Erdiani Choerun Nissa berkata

    innalillahi wainnailaihi roji’un, setelah sepuluh hari kepulangannya dari tanah suci Allah SWT, memanggil shofi. Shofi adalah sosok ayah yang sangat bertanggung jawab, dan baik dalam mendidik anak-anaknya. ia menjadi contoh teladan untuk seluruh keluarganya. Siapa manusia yang paling bahagia? yaitu, manusia yang berhenti nafasnya tapi mengalir pahala nya.
    Maka nikmat mana lagi yang kau dustakan.
    Alhamdulillah…

  2. Elok Firdausiana berkata

    Shofi menjadi kenangan. Shofi telah memberikan pesan-pesan kepada keluarganya agar tetap menjadi keluarga yang slalu berbuat baik dan slalu menjaga tali persaudaraannya. Pesan-pesan itulah yang kemudian menjadi pelajaran hidup bagi chronos dan keluarganya untuk tetap mengaplikasikan pesan dari shofi sang ayah sebelum tutup usia

  3. Rif'atul Ula berkata

    Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Akhir Part dari novel seri ini memberitahukan kepada Kita bahwasanya semua makhluk akan kembali kepada-Nya. Sebaik dan sesoleh apapun dia. Sebejatdan sepreman apapun dia.
    Allah SWT Yang Maha Segalanya tidak mesti dikenal atau mendekat kepada Nya hanya ketika Kita merasakan kesulitan dalam hidup. Atau hanya ditemukan dalam bulan-bulan tertentu dan tempat-tempat tertentu.
    Kita harus selalu siap mendekat kepada Allah SWT dimanapun, kapanpun, dengan siapapun, dan adalam keadaan apapun. Karena Allah SWT adalah pemilik Kita.
    Laa ilaha illallah…

  4. siti hayyun berkata

    shofi menjadi kenangan. part ini menyadarkan kita bahwa warisan yang sejati ialah berupa ilmu. shofi adalah seorang ayah yang mempu mendidik anak anak dan lingkunganya menjadi keluarga yang baik. hingga sampai detik terakhir kehidupanya pun shofi selalu memberikan pesan pesan kepada sanak keluarganya .

  5. fajar maulana berkata

    Semua akan kembali kepada tuhan sang pemilik alam jagat raya ini, itulah kesimpulan di part 30 ini. Ibadah haji merupakan ibadah di mana kita mendatangi rumah Allah. Tetapi bukan berarti yang sudah pulang dari ibadah haji ini kemudian sikap dan pribadinya malah memburuk. Berarti ibadah haji nya tidak berjalan dengan baik. Tetapi manusia meskipun dia tdak pernah menunaikan ibadah haji tpi seolah olah dia mencerminkan bhwa dia sudah ibadah haji. Keluarga shofi penuh dengan derai air mata karena shofi telah pulang kepangkuan Allah SWT. Apa boleh daya setiap yang bernyawa psti menemui kematian. Maka jadikanlah setiap kematian manusia di jadikan pembelajaran hidup yang lebih baik lagi.

  6. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Bismillah,,
    Dalam part terakhir ini, peranan dari seorang ayah yang sangat tegar dan penyabar setelah 10 hari kepulangannya dari tanah suci, kini shofi telah pulang ke raahmatullah. dan jika kita perhatikan dari sebelum pemberangkatan ibadah haji sampai selesai, shofi merupakan seseorang yang bisa kita dijadikan sebagai sang motivator. Dan saya yakin bahwa kepergian shofi berada dalam khusnul khatimah, karena shofi mempunyai keimanan yang sangat kuat terhadap sang pencipta yaitu Allah SWT. Banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari novel yang berjudul “Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah” ini.

  7. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Semua part telah saya baca,subhanallah novel ini sangat menginspirasi,meskipun endingnya berita duka,namun novel ini sangat menarik untuk terus dibaca,dan membuat penasaran bagi si pembaca,gembira,sedih,penasaran,iri,itu yang saya rasakan setelah membaca novel ini,semoga kita semua bisa melaksanakan ibadah haji,amiinn ya rabb.
    Terima kasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  8. Dhini apriliani berkata

    Assalamualaikum
    Dalam part 30 ini sebelum menutup mata shofi menyampaikan wasiat kepada anak-anak dan istrinya sebuah pesan spritual keagamaan yang selalu disampaikan oleh shofi dikala masih kuat dan sehat hingga ia hendak meninggalpun pesan tersebut selalu tersampaikan dan berharap diamalkan oleh anak-anaknya dalam menjalani kehidupan.

  9. Farrin nurul aina berkata

    Setelah kepulangannya dari melaksanakan ibadah haji shofi di dera sakit lagi 1 minggu ia dirawat di rumah, masuk ke ruang ICU setelah keadaan membaik dia bisa brkomunikasi di saat itulah dia memberikan pesan kepada anak-anaknya untuk menjaga istrinya yang tidak lain ibu dari anak-anaknya, menjaga anak yatimnya yang bernama Ahmad, menjaga taki persaudaraan antar kakak adik atau sanak saudara,carilah harta yang halal, pulang kek kampung halaman sesibuk apapun pekerjaan, melaksanakan perintah agama, tetap menuntut ilmu, dan berbuat baijk kepada sesama muslim. Dalam keadaan ini shofi merasakan kematiannya semakin dekat, sepertinya shofi sudah mendapatkan firasat dia meminta dibelikan minyak wangi dan silet cukur dia juga menyuruh seluruh sanak saudara kumpul, shofi meminta maaf kepada semuanya. Dan shofi dengan mudahnya memejamkan mata sembari mengucapkan asma Allah,. Benar-benar dia sudah menyiapkan kematiannya sendiri dia tidak mau meninggal dalam keadaan penuh dosa dan kesalahan,, dia juga sebelumnya memberikan pesan terhadap anak-anknya.

  10. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Pada part 30 sofi melarang siti dan verta untuk menceritakan hal tententu . Biarlah semua yang telah terjadi menjadi kenangan .
    Setelah 10 hari pulang ibadah haji sofi berpulang ke rahmatullah shofi bukan hanya sosok ayah bagi anak-anaknya tetapi juga sebagai guru yang utama. pesan dan do’a selalu iya latunkan untuk anak-anak dan istrinya, salah satu pesannya kepada anaknya adalah agar menjaga hati istrinya sebagaimana ia lakukan semasa hidupnya. kalimat yang dapat menginspirasi bagi kita bahwasanya bekal hidup adalah ilmu, maka dari itu kita harus terus belajar walaupun jenjang pendidikan kita telah berakhir, belajar bukan hanya melalui lembaga pendidikan yang formal saja melainkan pengalaman dan kisah-kisah hidup kita dapat kita jadikan pembelajaran agar kita menjadi lebih baik kedepannya.
    tidak ada yang mengetahui kapan dan dimana ajal akan menjemput, untuk itu sudah semestinya kita sebagai manusia yang hanya sesaat hidup di dunia sudah mempersiapakan bekal untuk dikehidupan selanjutnya.

  11. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim
    ta terasa saya membaca novel Mencari Tuhan di Kaki Kabah dari part pertama sampai part terakir, dan pelajaran dalam part terakhir ini yaitu bahwasan nya kita harus tahu bahwa bekal hidup adalah ilmu. Karena itu, belajarlah terus sekalipun jenjang pendidikanmu sudah berakhir. Namun yang juga tidak boleh kalian lupakan adalah berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Karena ilmu jika tidak dibarengi dengan kebaikan, hanya akan membawa dan mendorong dirimu ke lembah kehancuran.
    Wasalamualikum wr.wb

  12. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Tuhan tidak mungkin ditemukan kecuali bagi mereka dengan hati yang suci dan bening. kata-kata yang sangat aku ingat dalam satu novel ini. tidak di sangka jika akhir cerita ini sangat mengharukan domana Shofi kembali pada sang pencipta dengan segenap pesa-pesan yang ia sampaikan. utmanya untuk crhonos, sunggu terpukulnya ia yang mengetahui apa saja keinginan dan semua yg terjadi selama mereka beribadah haji. maka jagalah bahagiakanlah kedua orang tua kalian selgi mereka masih berada di sisi kita. subhanallah sungguh indah novel ini.

  13. M. DIDI WAHYUDI berkata

    Shofi banyak memberi nasihat-nasihat spiritual yang sangat Islami. Ia meminta seluruh anaknya untuk berkumpul. Ia menyampaikan beberapa pesan yang tampaknya perlu didengar keluarga kecilnya

  14. Riana Sri Anisah -MPI/4 berkata

    innalillahi kepergian chronos pasti akan di kenang selama salam nya. semoga khusnul khotimah.. subhanallah novel ini sangat menginspirasi….

  15. Fera Agustina -MPI/4 berkata

    Dalam part 30 ini sebelum menutup mata shofi menyampaikan wasiat kepada anak-anak dan istrinya sebuah pesan spritual keagamaan yang selalu disampaikan oleh shofi kala masih kuat dan sehat hingga ia hendak meninggalpun pesan tersebut selalu tersampaikan dan berharap diamalkan oleh anak-anaknya dalam menjalani kehidupan. inna lillahi wainna lillahi rojiun shofi telah pulang keribaan sang khalik, dan pecahlah keheningan menjadi keharuan yang sejadi-jadinya. keluarga dan tetangga larut dalam kesedihan

  16. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Dalam part terakhir ini, peranan dari seorang ayah yang sangat tegar, tangguh, pantang menyerah, dan penyabar yang bisa menghadapi semua ujian dan cobaan yang diberikan Allah kepadanya, setelah 10 hari kepulangannya dari tanah suci, kini shofi telah pulang ke raahmatullah. dan jika kita perhatikan dari sebelum pemberangkatan ibadah haji sampai selesai, shofi merupakan seseorang yang bisa kita dijadikan sebagai sang motivator. Dan saya yakin bahwa kepergian shofi berada dalam khusnul khatimah, karena shofi menpunyai keimanan yang sangat kuat terhadap sang pencipta yaitu Allah SWT. Banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil dari novel yang berjudul “Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah” ini.
    Para pembaca yang budiman semoga kita bisa menunaikan ibadah haji dengan jalan yang terbaik.

  17. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismillah………
    Pada part 30 ini pelajaran yang dapat saya ambil adalah perjuangan yang telah dilakukan Shofi, dan Crhonos yang sangat luar biasa, kemudian cita-cita mulia yang didambakannya semua bisa terwujud dengan nyata, dan Shofi berpulang ke rahmatullah dengan tenang dan didampingi oleh anak-anak yang sholih dan sholihah, segenap do’a saya lantunkan semoga Shofi mendapatkan tempat yang mulia disisi Allah SWT, begitu juga dengan Chronos harus tetap berjiwa besar sebagaimana Shofi sang ayah…. Novel ini sangat menginspirasi saya karena saya pun ingi sebagaimana Chronos yang menjadi kebanggaan Shofi yang bisa mewujudkan cita-cita mulia Shofi. Selamat tinggal Shofi perjuangan selanjutnya akan diteruskan Chronos….
    Barokallah……

  18. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 30
    Dalam part ini shofi telah pulang ke rahmatullah. Part demi part saya baca sampai part terakhir ini, saya begitu banyak mendapatkan hikmah maupun pengetahuan baru. Sungguh novel yg sangat bermanfaat bagi saya. Semoga keluarga chronos selalu berada dalam lindungan Allah dan selalu diberkahi.

  19. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    subhanallah, dari semua part di novel ini, banyak sekali hikmah yang dapat kita ambil sebagai pelajaran hidup kita. semoga kelak shofi dan keluarganya akan berkumpul di dalam syurgaNYA. amiiin

  20. siti halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmanirahim, ,
    sepulangnya shopi dari rumah sakit, , sering dan banyak sekali wasiat yang di sampaikan baik untuk anak-anaknya maupun untuk istrinya, dan permintaan-permintaan yang tak pernah disadari bahwa shopi akan di panggil oleh allah, dan shopi pun berwasiat kepada chronos melalui telepom saatitupun chronos sadar bahwa shopi akan pergi meninggalkannya, namun dia tetep diam tak menjawab, , akhirnya shopi pun menjadi kenangan shopi dijemput allah pada pagi itu semua keluarga bersedih dan menangis disamping itu chronos berdoa mengenai kebaikan kebaikan shopi. . .selesaii

  21. uyunurrohmah MPI semester4 berkata

    Assalamualaikum wr. Wb.
    Alhamdulillah pada part ini shofi tetap berpesan kepa istrinya untuk tidak menceritakan pengalaman haji mereka. Selama dirumahnya shofi terus menerus dikunjungi tamu. Pada hari ketujuh penyakit shofi mulai kambuh dan akhirnya dia harus berada di ruang ICU hampir seminggu dan akhirnya shofi mulai membaik dan boleh pulang ke rumahnya. Selama keluar dari rumah sakit shofi selalu berwasiat kpd keluarganya dengan kebaikan, karna inilah chronos merasa bahwa umur dhofi tdk lama lagi. Pada akhirnya shofi meninggal dunia di tempat tidurnya disamping istri dan anak ankanya kecuali chronos.

  22. Asiro (1415109002) MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 30 ini yang berjudul “Shofi Menjadi Kenangan”, innalillahi wainna ilaihi rojiun.. Shofi telah berpulang ke tempat terakhirnya tanpa Chronos melihat kepergiannya. Di mata Crhonos, Shofi adalah sosok ayah dan guru utama di dunia. Istri Shofi (Siti) meyakini bahwa suaminya mabrur melaksanakan ibadah haji karena kepergiannya belum sampai hitungan 40 hari. Dalam detik kematiannya Shofi melantunkan asma-asma Allah dan kalimat thayibah.

  23. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah…
    dalam part terakhir ini shofi sudah mempunyai perasaan bahwa dirinya akan menemui ajal, kesiapan shofi terlihat karena ia sudah siap untuk bertemu dengan robb-Nya.. chronos sebagai anak yang paling dekat pun merasakan bahwa sofi sebentar lagi akan berpulang..
    shofi berwasiat untuk menjaga anak-anak yatim piatu dan mendidik dengan sungguh-sungguh.
    innalillahi wa inna ilaiihi rojiuun.. tepat 10 hari kepulangannya dari tanah suci shofi meninggal dunia dengan keadaan damai…………
    membaca novel ini mengajarkan saya banyak hal, . mantapppps

  24. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Dari semua part yang telah saya baca sampailah pada part 30 ini. Dalam part demi part menceritakan jelas bagaimana kehidupan dalam berkeluarga yang sangat kental dengan keagamaan yang selalu menjadi nomor satu urusan didunia dibandingkan dengan urusan dalam kehidupan lainnya. Sungguh memberikan banyak pelajaran kehidupan, banyak pelajaran mengenai sikap dalam berkeluarga dan sikap dalam sesama atau berinteraksi dengan sesama manusia serta menjelaskan berbagai sikap dalam berbakti kepada orangtua. Semoga dari semua part novel ini mampu memberikan pelajaran atau yang terus menerus mengalir bagi pembacanya.
    Dalam part 30 ini, dapat diambil pelajaran bahwa setiap manusia yang hidup didunia akan kembali kepadanya yaitu Allah SWT. Serta ketauhidan dan keimanan kepada Allah itu ada dalam diri manusia sendiri. Dan menjelaskan bahwa peranan seorang ayah sangat mengaggumkan sebagai kepala keluarga, sebagai imam dan sebagai guru terbaik dalam kehidupan.

  25. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Shofi selalu bilang bahwa hajji adalah ibadah biasa. Tidak perlu didramatisir. Tuhan Yang Tunggal ada di mana-mana. Ia menyatu dengan jiwa dan ruh manusia yang suci. Sucikanlah terus jiwa kita sebagai manusia, agar hakikat Ketuhanan dapat ditemukan. Tuhan tidak mungkin ditemukan kecuali bagi mereka dengan hati yang suci dan bening.setelah seminggu dikampung halaman shofi kembali drop dan dibawa kerumah sakit. dirawatlah shofi dan setelah dirawat dirumah sakit shofi mulai membaik sehingga ia seperti biasa melakukan aktivitas kecil. namun disini sudah telihat tanda-tanda bahwa shofi akan meninggalkan dunia, shofi berbaring dikamarnya dan menyruh semua keluarganya berkumpul, sebelum menutup mata shofi menyampaikan wasiat kepada anak-anak dan istrinya sebuah pesan spritual keagamaan yang selalu disampaikan oleh shofi kala masih kuat dan sehat hingga ia hendak meninggalpun pesan tersebut selalu tersampaikan dan berharap diamalkan oleh anak-anaknya dalam menjalani kehidupan. inna lillahi wainna lillahi rojiun shofi telah pulang keribaan sang khalik, dan pecahlah keheningan menjadi keharuan yang sejadi-jadinya. keluarga dan tetangga larut dalam kesedihan. dapat digaris bawahi bahwasanya bahwa kisah yang terakhir ini banyak mengandung arti kehidupan yang sangat positif bagi pembacanya seperti pesan shofi bagi kita bahwasanya .bekal hidup adalah ilmu, maka dari itu kita harus terus belajar walaupun jenjang pendidikan kita telah berakhir, belajar bukan hanya melalui lembaga pendidikan yang formal saja melainkan pengalaman dan kisah-kisah hidup kita dapat kita jadikan pembelajaran agar kita menjadi lebih baik kedepannya. selain kita harus terus belajar kita juga harus berbuat baik kepada sesama manusia, Karena ilmu jika tidak dibarengi dengan kebaikan, hanya akan membawa dan mendorong kita ke lembah kehancura. Subhanallah.. the end

  26. Nur Aliffah MpI/4 berkata

    Dalam part ini keluarga chronos mengalami rasa senang karena mereka dapat berkumpul kembali dalam rum,ahnya. namun setelah 10 hari mereka di rumah, mereka mengalami rasa sedih yang mendalam, karena mereka meninggalnya shofi (ayah chronos). ayah chronos merupakan sosok ayah yang di kagumi oleh anak-anaknya.

  27. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, part ending dan paling menyedihkan. Dimana shofi meninggal dunia, innalilahi wa innalilahi rajiun. Shofi adalah ayah yang sangat baik, pengertian, mendidik dan bertanggung jawab. Banyak yang bisa kita ambil dari sosok ini. Kenangan yang sudah dilewati dalam hidup, dan pada saat memperjuangkan untuk melaksanakan Ibadah haji itu sangat menjadi kenangan buat chronos. Begitu dekat chronos dengan sang ayah, dan pengabdian yang begitu taat yang dilakukan chronos. Semua bersedih tetapi tidak larut dengan kesedihannya.

  28. Wiwin Darwini MPI/4 berkata

    Dalam novel ini saya mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang dapat di petik dari kisah Shofi dan Chronos. Banyak cerita yang membuat saya tersadar dan berpikir ulang tentang kekuasaan yang Allah diberikan kepada kita selaku umat nya untuk menjalani kehidupan ini. Dalam novel ini saya juga belajar bahwa dalam hidup ini terdapat lika liku yang harus kita tempuh dimana ada masa kita untuk bahagia, senang, bimbang dan sedih. Semua nya campur aduk menjadi satu.
    Terima kasih Shofi telah menginspirasi dan memberikan saya banyak ilmu yang bermanfaat dengan melihat kehidupanmu di novel Mencari Tuhan Di Kaki Ka’bah ini, banyak motivasi yang membuat saya tetap semangat menjalani hidup ini. Bahwa dalam hidup ini saya harus selalu menjalankan Shalat lima waktu dan shalat sunnah lainnya, dan tak lupa untuk selalu berzikir, bershalawat dan berdo’a kepada Allah dan Nabi Muhammad saw untuk bekal kehidupan saya kelak di akhirat. Tak lupa selalu menghormati dan menjaga perasaan orang tua serta berbuat baik dan menjalin hubungan dengan sesama. Dan satu lagi pesan Shofi yaitu bahwa Allah selalu ada dalam diri dan jiwa kita semua. semoga saya dan kawan- kawan semua yang membaca novel ini dapat terus mengamalkan apa yang dilakukan Shofi dan Keluarganya. Aamiin

  29. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Dari sini dengan membaca novel ini saya pribadi mendapatkan pengalaman-pengalaman yang luar biasa. Berawal dari keguncangan hati antara menunaikan aspek spiritual (kewajiban sebagai hamba Allah menunaikan ibadah haji) dengan aspek sosial (manafkahi anak, istri, dan kerabatnya), ditambah dengan terpaan-terpaan musibah seperti ekonomi yang diberikan, hingga suatu saat memantapkan hati untuk menunaikan rukun Islam yang ke-5. Tidak hanya disitu saja namun saya mendapatkan pembelajaran akan seperti apa haji itu, seperti apa mabrur itu, dan lain halnya yang tidak dapat saya sebutkan secara lengkap. Hingga pada akhirnya saya mendapatkan pembelajaran untuk menyiapkan kehidupan kita kelak di akhirat, selalu menjaga iman dan islam, berbuat baik kepada sesama makhluk, selalu menghormati perasaan orang tua, serta menjalin hubungan dengan orang-orang alim. Mati itu sangat dekat dengan kita jika kita memahaminya

  30. umar faruq mpi4 berkata

    Part 30 dimana pada part ini masa kebahagian, kesedihan menjadi satu mewarnai rumah chronos kebahagiaan setalah datang dari keberangkat hajinya, namun kesedihan 10 hari setelah kepulangan dari haji, yaitu dimana salah satu peran utama dari novel ini mengakhiri dari segalanya, kematian datang menjemputnya. namun yang berharga dari novel ini adalah esiensi dari ayah dan anak ketika sebelum haji hingga proses sampai akhir dari haji.
    dengan meninggalkan kalimat-kalimat indah didalamnya, ibarat pepatah GAJAH MATI MENINGGALKAN GADINGNYA itulah kalimat yang cocok diterapkan pada crita ini.
    mengingat kematian teringat pada saat detik dimana orang yang kita sayangi akan kembali ditangan tuhanNYA, dengan rasa gundah menylimuti dari setiap terakhir penyebutan nama terakhir “otong”
    yang dilontarkannya, banyak wasiat dan amalan pada masa hidupnya. namun kita menyadari setiap manusia akan kembali padanya dari tanah hingga kembali ketanah.
    sedikit mengkutip makna yang pembelajaran yang diambil dari novel ini.
    Kalian harus tahu bahwa bekal hidup adalah ilmu. Karena itu, belajarlah terus sekalipun jenjang pendidikanmu sudah berakhir. Namun yang juga tidak boleh kalian lupakan adalah berbuat kebaikan kepada sesama manusia. Karena ilmu jika tidak dibarengi dengan kebaikan, hanya akan membawa dan mendorong dirimu ke lembah kehancuran.
    kata terakhir.
    innalilahi wainnailaihirajiun.
    semoga orang yang kita sayangi berada di lindungan allah dengan orang sholeh lainnya.amiin.

  31. Yunita Nur RahmawatiMPI/4 (1415109034) berkata

    Di part 30 ini.. innalillahi wainna ilaihi raji’un.. shofi meninggal dunia 10 hari setelah kepulanggannya dari ibadah haji. Shofi adalah sosok ayah yang sangat di kagumi oleh anak-anaknya bahkan peran beliau tidak hanya menjadi sosok ayah bagi anak2 dan istrinya melainkan juga beliau sosok guru yang selalu menasehati anak dan istrinya dengan kalimat-kalimat yang menginspirasi, dan bahwasanya kita tidak tahu kapan waktunya ajal akan menjemput, kita sebagai manusia ciptaan allah sebaiknya menpersiapkan diri mulai bekal amalan dan sebagainya

  32. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    innalillahi wa inna ilahi roji’un…
    suara tangisan terdengar dirumah shofi. selama hidupnya ia selalu memberikan apa yg harus diberikan kepada anak-anknya demi kebaikan untuk semua orang. detik terakhirnya chronos tidak bisa bertemu sebelum ayahnya pulang ke kampung halamannya yang abadi karena ia berada dirumahnya sendiri. dengan begitu cepat mobil yang ditumpanginya melaju menuju kerumah orang tuanya yang berada di TURTLE.
    Kehidupan didunia ini hanyalah fana. dalam menjalani hidup ini terus tanamkanlah kebaikan walaupun orang lain tidak membalasnya.

  33. pujiati/MPI/4 berkata

    bissmillah,
    pada part 30 ini banyak hal yang benaar-benar begitu mengilhami apa itu hidup dan mati sebenarnya, disini shofi benar-benar menjadi contoh bagi saya pribadi untuk terus berbuat baik dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT, setiap manusia yang hidup didunia ini pasti akan mengalami mati, dengan begitu hidup hanyalah tempat persinggahan sementara maka lakukan hal yang baik karena Allah ta’ala.

  34. Dinny alfiana s. MPI4 berkata

    innalillahi wainnailaihi raai’un. kepergian shofi untuk selama-lamanya akan menjadi kenangan tersendiri bagi Chronos, Siti, Vetra dan seluruh keluarganya. terlebih bagi Chronos, Shofi bukan hanya sekedar sosok ayah yang baik, melainkan juga sosok guru yang utamabagi dirinya. tidak ada yang mengetahui kapan dan dimana ajal akan menjemput, untuk itu sudah semestinya kita sebagai manusia yang hanya sesaat hidup di dunia sudah mempersiapakan bekal untuk dikehidupan selanjutnya. wallahua’lam.

  35. Ririn Nur'aeni (MPI/4) berkata

    bismillah di part 30 ini..
    innalillahi wainna ilaihi raji’un.. shofi meninggal dunia 10 hari setelah kepulanggannya dari ibadah haji. shofi bukan hanya sosok ayah bagi anak-anaknya tetapi juga sebagai guru yang utama. pesan dan do’a selalu iya latunkan untuk anak-anak dan istrinya, salah satu pesannya kepada anaknya adalah agar menjaga hati istrinya sebagaimana ia lakukan semasa hidupnya. kalimat yang dapat menginspirasi bagi kita bahwasanya bekal hidup adalah ilmu, maka dari itu kita harus terus belajar walaupun jenjang pendidikan kita telah berakhir, belajar bukan hanya melalui lembaga pendidikan yang formal saja melainkan pengalaman dan kisah-kisah hidup kita dapat kita jadikan pembelajaran agar kita menjadi lebih baik kedepannya. selain kita harus terus belajar kita juga harus berbuat baik kepada sesama manusia, Karena ilmu jika tidak dibarengi dengan kebaikan, hanya akan membawa dan mendorong kita ke lembah kehancuran. subhanallah cerita yang sangat bagus dan menginspirasi bagi pembacanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.