Sikap dan Aktivitas Ilmuan

1 88

Sikap ilmiah adalah bagian penting dari prosedur berfikir ilmiah. Sikap ilmiah meliputi enam karakteristil. Keenam karakteristik dimaksud adalah:

Rasa Ingin Tahu

Rasa ingin tahu (scientific curiosity) ditujukan untuk memahami keberadaan, hakikat, fungsi hal tertentu dan hubungannya dengan hal-hal lain, ada rasa ingin tahu yang menjadi pemicu munculnya pertanyaan serta dilakukannya penyelidikan, pemeriksaan, penjelajahan, petualangan dan percobaan dalam rangka mencapai pemahaman.

Kespekluatifan

Kespekluatifan adalah sikap ilmiah yang diperlukan untuk mengajukan hipotesis-hipotesis (tentu bersifat deduktif) untuk mencari solusi terhadap sesuatu yang dianggap sebagai permasalahan ilmiah.

Objektif

Objektif di sini dimaknai dengan sikap yang selalu sedia untuk mengakui subjektivitas (tentu bersifat relatif) terhadap apa yang dianggapnya benar. Sikap ini meliputi: Kesediaan untuk mengikuti bimbingan rasa ingin tahu secara ilmiah; 2) Kesediaan untuk dipandu oleh pengalaman dan penalaran, tidak fanatik terdapat sikap rasional dan empirik; 3) Kesediaan menjadi reseftif terhadap data sebagaimana adanya, tidak ditafsirkan sesuai dengan preferensi, imajinasi atau konsepsi pengamat yang membuatnya bias; 4) Kesediaan diubah oleh obiek apabila penyelidikan tentang objek diketahui hal-hal yang menyebabkan perlunya revisi dan rancang ulang terhadap konsep-konsep peneliti; 5) Kesediaan untuk keliru dalam melaksanakan metode coba ralat (trial and error) tanpa meninggalkan tujuan untuk mencapai kebenaran objektif; dan 6) Kesediaan untuk tabah melanjutkan penyelidikan meski permasalahan yang dihadapi sangat sulit untuk dipecahkan.

Sikap Terbuka

Sikap Terbuka adalah kesediaan untuk mem- pertimbangkan semua masukan yang relevan menyangkut permasalahan yang dikerjakan, kesediaan mendengar dan mengkaji gagasan dari pihak lain sekalipun kelihatannya berbeda atau bertentangan dengan kesimpulan yang diambil ilmuan sendiri, tidak menyalahkan pandangan apapun kecuali penalaran yang memadai.

Kesediaan untuk menunda penilaian

la tidak memaksakan diri untuk memperoleh jawaban jika penyelidikan belum memperoleh bukti yang diperlukan. Bukti dimaksud dapat dihasilkan melalui pendekatan deduksi dapat pula digunakan dengan menggunakan pendekatan induksi melalui pengamatan atau observasi, wawancara dan angket ke objek teliti.

Bersikap tentative

artinya tidak bersikap dogmatis terhadap hipotesis maupun simpulan, tetap menyadari bahwa tingkat kepastian pembuktian selalu kurang dari seratus persen dan selalu memungkinkan timbulnya keraguan yang karenanya memungkinkan untuk meninjau kembali terhadap apa yang diyakininya benar.

Aktivitas Ilmiah Seorang Ilmuan

Para ilmuan pasti melakukan research (penelitian) ilmiah untuk mencapai apa yang disebutnya benar. Pekerjaan ilmuan yang terus menerus melakukan riset itu, disebut aktivitas ilmiah. Walter R. Borg and Meredith D. Gall, menyebutkan tujuh langkah yang ditempuh seorang peneliti dalam melakukan penelitiannya. Ketujuh langkah dimaksud adalah

  1. Recognition of the Problem (menyusun sesuatu yang disebut sebagai masalah);
  2. Development of the Problem in Clear, Specific Terms melakukan perumusan masalah, atau mendefiniskan masalah ke dalam bentuk yang operasional);
  3. Development of Hyphoteses (menyusun hypotesis / dugaan sementara);
  4. Development of Tecniques and Mesuring Instrument that will Provide objective date pertinent to the Hyphoteses (menetapkan teknik dan menyusun inslrumen penelitian);
  5. Collection of Date (mengumpulkan data yang diperlukan);
  6. Analysis of Date (melakukan analisis terhadap data yang terkumpul); dan
  7. Drawing Conclusions Relative to the hyphoteses Based Upon the Date (mengambarkan kesimpulan yang berhasil dipecahkan dari masalah yang diangkat dengan metode yang digunakan).

Penelitian adalah suatu aktivitas penyelesaian sesuatu yang dianggap sebagai masalah. Penelitian bertujuan untuk menemukan jawaban dari persoalan yang signifikan melalui penerapan prosedur-prosedur ilmiah. Pendekatan ilmiah diterapkan untuk menyelidiki masalah-masalah yang dianggap salah dalam penelitian. Penelitian dengan demikian adalah suatu cara yang digunakan dalam menyelesaikan masalah tertentu dengan metode dan langkah tertentu pula.

Cara ini, secara metodis harus dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian merupakan suatu kegiatan yang diarahkan kepada pengembangan pengetahuan ilmiah tentang kejadian-kejadian yang menarik perhatian. Tujuannya adalah untuk menemukan prinsip-prinsip umum atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerapkan, meramalkan dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam suatu lingkungan tertentu di mana subjek teliti melakukan penelitian terhadap objeknya.

Margono menyatakan bahwa penelitian adalah aktivitas ilmiah yang menggunakan metode berfikir tertentu yang digunakan untuk memecahkan atau menjawab suatu masalah ilmiah. Kegiatan ini dilakukan karena dorongan atau rasa ingin tahu manusia, sehingga yang semula belum diketahui dan dipahami, melalui aktivitas ini, pada akhirnya dapat diketahui dan dipa-hami. Jadi, penelitian adalah aktivitas dan metode berfikir yang dilakukan secara sengaja dan bertujuan.

Karakteristik Kerja Ilmiah

Saefudin Azwar menjelaskan bahwa penelitian memiliki karakteristik kerja ilmiah. Karakteristik dimaksud adalah: 1) Memiliki tujuan, (basil penelitian harus memberikan penjelasan akan fenomena yang menjadi pernyataan penelitian dan harus melandasi keputusan dan tindakan pemecahan permasalahan);

  1. Sistematik, (langkah-langkah yang ditempuh sejak dari persiapan, pelaksanaan, sampai pada pelaporan penelitian harus terencana baik dan mengikuti metodologi yang benar);
  2. Terkendali, (penelitian harus dapat menentukan fenomena- fenomena yang akan diamatinya dan memisahkan dari fenomena yang lain dalam batas-batas tertentu); 4) Objektif, hasil penelitian tidak boleh tercemar oleh pandangar subjektif peneliti ataupun oleh tekanan dari luar); 5) Tahan Uji, (penyimpulan penelitian harus merupakan hasil dari telaah yang didasari oleh teori yang solid, sehingga perefleksian penelitian di yang masa akan da tang, akan sampai kesimpulan yang serupa.

 Aspek Research  Ilmuan

Dalam melaksanakan research, para ilmuan mempunyai dua aspek, kedua aspek itu adalah aspek individual dan aspek sosial.

  1. Aspek individual mengacu kepada ilmu sebagai aktivitas ilmuan. Seseorang dianggap telah menjadi ilmuan karena ia telah melewati pengalaman, pelatihan dan kesempatan dalam mengembangkan kemampuan dan keterampilan diri yang mengkondisikan caranya melakukan riset ilmiah dan menjadi spesialis ilmiah.
  2. Aspek sosial mengacu kepada ilmu sebagai aktivitas suatu komunitas ilmiah dan kumpulan para ilmuan. Komunitas ini berinteraksi dengan intuisi-intuisi lain dalam masyarakat. Selera dan minat masyarakat pada gilirannya mempengaruhi kuantitas, kualitas dan jenis-jenis kegiatan ilmiah yang dilakukan komunitas ilmuan. Komunitas ini kemudian berperan dalam menentukan teori-teori lama yang mungkin masih dapat dipertahankan, dan teori-teori baru mana yang dapat diterima dan dapat ditolak.

Oleh : Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

  1. Aldi Nurcahya / PPI 1 berkata

    Seorang ilmuan sesalu berorientasi pada hasil apa yang ia temukan. Ilmuan memiliki daya imajinasi yang melangit, tetapi hasil penemuannya membumi. Dari imajinasi inilah para ilmuan memiliki sifat diatas, sehingga ada suggesti untuk membuktikan secara ilmiah apa yang ia fikirkan.

    Aktifitas ilmuan adalah aktifitas filsuf.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.