Sikap Gentlement Antonius Tonny Budiono Saat KPK Menangkapnya

0 20

Sikap Gentlement Antonius Tonny Budino Saat KPK Menangkapnaya. Beberapa jam terakhir, muncul berita baru yang menarik perhatian publik. Berita yang jika dilihat dari sisi objeknya, sesungguhnya bukan termasuk berita yang asing. Berita apa lagi yang sejenis itu, jika bukan berita Korupsi. Suatu suguhan informasi yang seperti sudah diurut. Urutannya persis seperti jejeran kacang panjang. Berita korupsi yang tidak pernah berakhir sekalipun upaya pemerintah untuk membersihkan sistem pemerintahannya, terus dilakukan.

Miris memang menyaksikan, mendengarkan dan membaca berbagai berita Indonesia sejak negara ini menyatakan diri sebagai orde paling baru dalam sebuah rumusan yang kita kenal dengan reformasi. Salah satu yang membuat kita miris itu adalah, suguhan berita yang jam berapapun kita menontonnya di berbagai statsiun TV, Radio dan Medsos, selalu berisi tentang korupsi. Korupsi bahkan malah terkesan telah menjadi virus akut yang sulit disembuhkan.

Salah satunya, apa yang ditulis Kompas.com edisi 24/8/2017 yang memberitakan tentang Operasi Tangkap Tangan [OTT] KPK atas ulah salah seorang pejabat eselon satu di Kementerian Perhubungan RI.Di laman Kompas com itu disebutkan bahwa, Antonius Tonny Budiono, Direktur Jenderal Hubungan Laut Kementerian Perhubungan RI era Jokowi,  menyampaikan permintaan maaf secara tegas kepada masyarakat Indonesia. Kasus suap yang menjerat atau patut disangkakan kepadanya, telah membuat dirinya tak berdaya, kecuali berada dalam cengkraman Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sikap Gentlment Budiono

Dalam laman dimaksud, Tonny Budiono mengaku telah melakukan tindakan yang tidak terpuji. Menurutnya, perbuatan itu dilakukan karena dia khilaf. Dia berharap, kejadian ini tidak terulang kepada penerusnya. Atas nama pribadi, saya mohon maaf kepada masyarakat. Ungkapan maafnya itu disampaikan saat dia telah memakai rompi oranye khas tahanan KPK.

Pemakaian baju oranye  kepada Direktur Jenderal Hubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono, oleh KPK, karena lembaga rusuwah ini berhasil melakukan OTT. Dari kegiatan OTT dimaksud, ditemukan setidaknya uang senilai 20 miliar rupiah yang ditemukan KPK. Uang sebanyak itu, 18,9 miliar rupiah, disita dari 33 tas miliknya yang berposisi di kediaman milik Tonny.

Khusus terkait dengan Budiono ini, adalah sikapnya yang mengakui kesalahannya. Kita tahu, kebanyakan tokoh publik yang diduga atau disangkakan melakukan tindakan tidak terpuji, selalu berupaya semaksimal mungkin untuk mencari alibi. Sosok ini, secara verbal justru tidak melakukan hal yang sama. Inilah yang menariknya. Dengan pengakuan atas khilafnya itu, sesungguhnya dapat memudahkan pihak berwajib untuk menyelesaikan kasus ini. Team lyceum.Indonesia

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.