Silabus Filsafat Pendidikan IPS

23 157

SILABUS FILSAFAT PENDIDIKAN IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

  IDENTITAS MATA KULIAH

 

1Nama Mata Kuliah: Filsafat Pendidikan Islam
2Nomor Kode:
3Bobot SKS: 2 [dua] sks
4Semester/Kelas: I [Satu] A dan B
5Kelompok Mata Kuliah: MKU
6Jurusan: Tadris Pend. IPS dan MPI
7Dosen: Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

 

CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH

  1. Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang konsep dasar Filsafat Pendidikan Islam
  2. Memahami tentang fungsi dan makna Filsafat Pendidikan Islam
  3. Memiliki kesadaran dan pemahaman akan pentingnya Filsafat Pendidikan Islam
  4. Mampu mengembangkan kreatifitas berfikir, menumbuhkan sikap terbuka dan toleran dalam memahami kebenaran dan mampu bertindak ilmiah dalam konteks pendidikan Islam.

DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah Filsafat Pendidikan merupakan salah satu mata kuliah yang mengkaji dinamika sosial masyarakat ditinjau dari sudut pandang filsafat dengan ciri radikal, universal, sistemik dan spekulatif dalam sudut pandang ontology, epistemology dan aksiologi.

PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Strategi perkuliahan dilakukan dengan menggunakan strategi ekspositori dan Inquiry, dengan menggunakan multi metode, sumber dan media pembelajaran, dalam kegiatan:

  1. Menyimak perkuliahan melalui ceramah
  2. Mengkaji berbagai sumber pembelajaran yang dianjurkan
  3. Diskusi

PENGELOLAAN PERKULIAHAN DAN BAHAN KAJIAN

Minggu Ke-

Kemampuan Akhir yang DiharapkanBahan Kajian (Materi Perkuliahan)Bentuk PerkuliahanWaktu Belajar (Menit)Kriteria Penilaian (Indikator)

Bobot Nilai

(1)

(2)(3)(4)(5)(6)

(7)

1

  1. Mahasiswa membiasakan diri untuk datang tepat waktu
  2. Memahami aturan yang telah ditetapkan bersama
  3. Memiliki gambaran umum materi  perkuliahan Filsafat Pendidikan

Kontrak belajar, RPS, dan Handout

Ceramah dan Responsi

100’

Kehadiran dan Partisifasi

2

  1. Mahasiswa memahami kajian pada makna filsafat
  2. Memahami makna ilmu
  3. Memahami makna sosiologi
  4. Memahami perbedaan antara filsafat ilmu dan ilmu Memahami urgensi kajian filsafat di Program Studi IPS

Makna filsafat, makna ilmu, makna sosiologi, perbedaan antara filsafat ilmu dan ilmu filsafat dan urgensi kajian filsafat

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

3

  1. Memahami diskursus tentang sosiologi ditinjau dari sudut pandang ontology
  2. Memahami diskursus tentang sosiologi ditinjau dari sudut pandang epistemology
  3. Memahami diskursus tentang sosiologi ditinjau dari sudut pandang aksiologi

Sosiologi ditinjau dari sudut pandang ontology, epistemologi, dan aksiologi

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

4

  1. Memahami kajian sumber ilmu sosial dalam “Paradigma filsafat Barat”

Sumber ilmu sosial dalam “Paradigma filsafat Barat”

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

5

  1. Memahami kajian sumber ilmu sosial dalam “Paradigma filsafat Timur

Sumber ilmu sosial dalam “Paradigma filsafat Timur”

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

6

  1. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan induktif) ditinjau dari sudut pandang ontology
  2. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan induktif) ditinjau dari sudut pandang epistemology
  3. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan induktif) ditinjau dari sudut pandang aksiologi
  4. Memahami relasi kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan induktif) dengan penelitian kuantitatif dalam kajian sosiologi

Metode berfikir ilmiah (pendekatan induktif) ditinjau dari sudut pandang ontology, epistemology dan aksiologi relasinya dengan penelitian kuantitatif dalam kajian sosiologi

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

7

  1. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan deduktif) ditinjau dari sudut pandang ontology
  2. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan deduktif) ditinjau dari sudut pandang epistemology
  3. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan deduktif) ditinjau dari sudut pandang aksiologi
  4. Memahami relasi kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan deduktif) dengan penelitian kualitatif dalam kajian sosiologi

Metode berfikir ilmiah (pendekatan deduktif) ditinjau dari sudut pandang ontology, epistemology dan aksiologi relasinya dengan penelitian kualitatif dalam kajian sosiologi

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

8

  1. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan alternative) ditinjau dari sudut pandang ontology dalam kajian sosiologi
  2. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan alternative) ditinjau dari sudut pandang epistemology dalam kajian sosiologi
  3. Memahami kajian metode berfikir ilmiah (pendekatan alternative) ditinjau dari sudut pandang aksiologi dalam kajian sosiologi

Metode berfikir ilmiah (pendekatan alternative) ditinjau dari sudut pandang ontology, epistemology dan aksiologi dalam kajian sosiologi

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

9

Evaluasi hasil perkuliahan meliputi semua pertemuan dari minggu ke- 1 s/d minggu ke- 8

Ujian Tengah Semester (UTS)

Open Book

90’

Kerapihan dan Ketepatan Jawaban

10

  1. Memahami kajian tentang sarana berfikir dalam kajian sosiologi
  2. Memahami kajian tentang alat berfikir dalam kajian sosiologi

Sarana dan alat berfikir dalam kajian sosiologi

Ceramah, Ekspositori, dan Inkuiri

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

11

  1. Memahami kajian tentang etika ditinjau dari sudut pandang ontology dalam kajian sosiologi
  2. Memahami kajian tentang etika ditinjau dari sudut pandang epistemology dalam kajian sosiologi
  3. Memahami kajian tentang etika ditinjau dari sudut pandang aksiologi dalam kajian sosiologi

Etika ditinjau dari sudut pandang ontology, epistemology dan aksiologi dalam kajian sosiologi

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

12

  1. Memahami kajian tentang estetika ditinjau dari sudut pandang ontology dalam kajian sosiologi
  2. Memahami kajian tentang estetika ditinjau dari sudut pandang epistemology dalam kajian sosiologi
  3. Memahami kajian tentang estetika ditinjau dari sudut pandang aksiologi dalam kajian sosiologi

Estetika ditinjau dari sudut pandang ontology, epistemology dan aksiologi dalam kajian sosiologi

Ceramah, Ekspositori, dan Inkuiri

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

13

  1. Memahami kajian tentang bahasa ditinjau dari sudut pandang hermeneutika dalam kajian sosiologi

Bahasa ditinjau dari sudut pandang hermeneutika dalam kajian sosiologi

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

14

  1. Memahami penggunaan bahasa ilmiah
  2. Memahami penggunaan bahasa non ilmiah
  3. Memahami penggunaan notasi ilmiah

Bahasa (ilmiah dan non ilmiah), serta penggunaan notasi ilmiah

Ceramah, Ekspositori, dan Inkuiri

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

15

  1. Mampu menyusun proposal penelitian kuantitatif
  2. Mampu menyusun proposal penelitian kualitatif

Proposal penelitian kuantitatif dan kualitatif

Ceramah, Ekspositori, Inkuiri, dan Diskusi

100’

Kehadiran, Keaktifan

Ketepatan Argumentasi

Kerapihan  Presentasi

16

Evaluasi perkuliahan yang meliputi pertemuan pada minggu ke- 10 s/d minggu ke- 15

Ujian Akhir Semester (UAS)

Close Book

90’

Kerapihan dan Ketepatan Jawaban

BAHAN BACAAN

Abidin, Zainal, Filsafat Manusia: Memahami Manusia melalui Filsafat, Bandung: Rosdakarya, 2004

Adiwikarta, Sudardja, Sosiologi Pendidikan: Isyu dan Hipotesis tentang Hubungan Pendidikan dengan Masyarakat, Jakarta: Dirjend Dikti Depdikbud, 1988

Ahmed, Akbar S, Post Modernism and Islam: Predicament and Promise, London: Routledge, 1992

Al Attas, Syed M. Naquib dalam Wan Daud, Wan Mohd Nor, The Educational Philosophy and Practice of Syed Muhammad Naquib al Attas, Malaysia: Istac, 1998

Al Faruqi, Ismail Razi, Tauhid, Terj. Rahman Astuti, Bandung: Penerbit Pustaka, 1995

Al Syaibany, Omar Mohammad al Toumy, Falsafah Pendidikan Islam, Terj. Hasan Langgulung, Jakarta: Bulan Bintang, 1975

Bahm, Archi J, What is Science?, New Mexico: World Book, 1980

Bakker, Anton, Kosmologi dan Ekologi, Terj, Yogyakarta: Kanisius, 1995

Berten, K, Etika, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001

______, Ringkasan Sejarah Filsafat, Jogjakarta: Kanisius 2000

Calne, Donald B, Batas Nalar: Rasionalitas dan Perilaku Manusia, Terj. Para T. Simbolon, Jakarta: Gramedia, 2004

Capra, Fritjof, Titik Balik Peradaban: Sains, Masyarakat dan Kebangkitan Kebudayaan, Terj. M. Thoyibi, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1997

Chang, William, Moral Lingkungan Hidup, Jogjakarta: Kanisius, 2000

Comte, August, Cours de Pholosophic Positive, [1855] diterjemahkan oleh H. Martineau, The Positive Thinking, New York: AMN Press Inc. 1974

Copleston, Sj. Frederick A, Story of Philosophy, London: Search Press, 1974

Covey, Stephen R, The Seven Habits of Highly Effective People, USA: Simon & Schuster Inc., 1993

Crick.Bernard. Concept in Social Thought Sosiali: University of Minnosota Press, 1987

Fatah, Damanhuri (ed), 10 Filosof Pemberontak Argumen- Argumen Ateisme Moderen, Jogjakarta: Pantha Rei Book, 2004

Fazlurrahman, Al Islam, New York: Chicago University Press, 1968

Fraenkel, Jack R, How to Teach About Values: An Analytic Approach, USA: Prentice Hall, tt

Hoover. Kenneth R. Unsur-unsur Pemikiran Ilmiah dalam Ilmu-ilmu Sosial. Terj. Hartono, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1989

Iqbal. Muhammad. The Reconstruction of Religious in Islam. New Delhi: Kitab Bhavan, 1981

Juergensmeyer. Mark. Terror in the Mind of God: The Global Rise of Religious Violence. USA: University of California Press, 2000

Kuhn. Thomas S. The Structure of Scientific Revolution. USA: The University of Chicago Press, 1970

Machiavelli. Nicolo. II Principe, Terj. Politik Kekuasaan. Jakarta: KPPG, 2003

Maslow. A. Theory of Human and Personality. New York: Harper & Row Publishing, 1954

Miceli. S. J. Vincen P. Auguste Connie: Humanitas Sosial sebagai Tuhan dalam Damanhuri Fatah (ed.). Sepuluh Filsuf Pemberontak Tuhan: Argumen-argumen Ateisme Modern. Jogjakarta: Fanta Rhei, 2004

Mifflen. Frank J. dan Mifflen. Sydney C. Sociology of Education, Canada: Detselig Enterprises. 1982

Millan. James H. Me. & Schumacher. Sally. Research in Education: A Conceptual Introduction. London: Addison Wesley Longman, 2001

Sumarna, Cecep, Filsafat Ilmu, Edisi III, Bandung: Mulia Press, 2008

______, Melacak Jejak Filsafat, Bandung: Sanggabuana, 2005

______, Rekonstruksi Ilmu: dari Empirik Rasional Ateistik ke Empirik Rasional Teistik, Bandung: Benang Merah Press, 2006

______, Revolusi Peradaban: Usaha Menemukan Tuhan dalam Batang Tubuh Ilmu, Edisi II, Bandung: Mulia Press, 2008

Cirebon, September 2016

Dosen Pengampu,

Prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag

NIP. 197110281998031002

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. Mohamad Ayip Anwar berkata

    Sumber Ilmu Pengetahuan :
    1.Idealisme
    2.Empirisme

  2. Mohamad Ayip Anwar berkata

    Sumber Ilmu Pengetahuan :
    1.Idealisme
    2.Empirisme

  3. ABDURROZAK berkata

    Filsafat ilmu beserta cabang-cabangnya secara sederhana terbagimenjadi tiga macam yang menjadi lahan kerja filsafat, yaitu ontologi, epistemologidan aksiologi. Ketiga dari lahan garapan filsafat tersebut termuat dalam tigapertanyaan di mana dalam ontologi bertanya tentang apa. Pertanyaan apatersebut merupakan pertanyaan dasar dari sesuatu. Sedangkan dalamepistemologi mengenalinya dengan menggunakan pertanyaan mengapa.Pertanyaan mengapa ini merupakan kelanjutan dari mengetahui dasar danpertanyaan mengapa merupakan kajian bagaimana cara mengetahuinya tersebut.Sedangkan untuk aksiologi merupakan kelanjutan dari dari epistemologi denganmenggunakan pertanyaan bagaimana. Pertanyaan bagaimana tersebutmerupakan kelanjutan dari setelah mengetahui dan cara mengetahuinyaditeruskan dengan bagaimanakah sikap kita selanjutnya. Kalau menurut ImanuelKant bahwa sistematika dalam filsafat mencangkup dengan tiga pertanyaan apayang dapat saya ketahui, apa yang dapat saya harapkan, apa yang dapat sayalakukan. Pertanyaan tersebut mewakili dari wilayah pengetahuan ada, dan nilai.
    Abdurrozak-1415104003
    T.IPS-A/III

  4. saef hidayat tullah berkata

    filsafat dan pendidikan merupakan dua istilah yang berdiri pada makna dan hakikat masing – masing, namun ketika keduanya digabung menjadi filsafat pendidikan maka akan memiliki makna sendiri yang menuju pada suatu kesatuan pengertian yang tidak terpisahkan. Filsafat pendidikan juga bisa diartikan sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari filsafat secara keseluruhan,baik dalam sisitem maupun metode.
    adapun pengertian tentang pembelajaran adalah mentransformasikan atau menyampaikan pokok tertentu terhadap peserta didiknya.

  5. Shofiyulloh berkata

    Mempelajari filsafat pendidikan itu sangatlah penting menurut saya karna dengan mempelajari filsafat pendidikan atau ttg filsafat lainnya seseorang tersebut bisa menjadikan diri nya sendiri lebih mendidik dan berpengetahuan tentang dasar dari ilmu pengetahuan lainnya dan menjadikan orang yg bisa berfikir sendiri. #1608104002

  6. Sandra Ismaya berkata

    Dengan adanya mata kuliah filsafat pendidikan ips mahasiswa/mahasiswi mampu mengembangkan dan mempelajari tentang potensi-potensi pendidikan terhadap cipta rasa dan karsa manusia serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan secara lebih luas dan mendalam.

  7. Rima Nur Anisa berkata

    Filsafat pendidikan dalam dunia perkuliahan sangatlah penting karena filsafat dapat diartikan sebagai pola berfikir yakni kritis,logis dan sistematis, oleh karena itu dalam setiap penggambaran filsafat akan ditemukan berbagai pandangan yang sangat luas untuk menemukan suatu kebenaran dengan tujuan untuk membantu memanusiakan manusia dalam desain pendidikan dan menghasilkan nilai kemanusiaan yang tinggi.

  8. Nur azizah berkata

    Assalamu’alaikum
    Ijin brpendapat. Menurut saya, mempelajari filsafat ilmu sangat penting bagi kita. Karena setelah mahasiswa lulus dan bekerja kita pasti berhadapan dengan
    berbagai masalah dalam pekerjaannya. Untuk memecahkan
    masalah diperlukan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis
    berbagai hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
    Dalam konteks inilah pengalaman mempelajari filsafat ilmu
    diterapkan. #1608104011
    Terima kasih

  9. Nur azizah berkata

    Assalamu’alaikum
    Ijin brpendapat. Menurut saya, mempelajari filsafat ilmu sangat penting bagi kita. Karena setelah mahasiswa lulus dan bekerja kita pasti berhadapan dengan
    berbagai masalah dalam pekerjaannya. Untuk memecahkan
    masalah diperlukan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis
    berbagai hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
    Dalam konteks inilah pengalaman mempelajari filsafat ilmu
    diterapkan.
    Terima kasih

  10. Arif Rahman berkata

    Arif Rahman
    1415104015
    smester 3 T.IPS A
    filsafat pendidikan adalah mata kuliah yang penting untuk kita para mahasiswa karena dengan mempelajari filsafat pendidikan kita jadi tau makna sebenarnya tentang pendidikan untuk mengajarkan anak didik kita kelak ke arah yang lebih baik

  11. Daiman berkata

    Daiman
    1415104022
    Tadris IPS A/3
    Filsafat ilmu itu bagaikan exprince is the best teacher, karena selain pengarang pengalaman, beliau juga sebagai teman hidup dalam masalah pengetahuan, banyak dari berbagai sudut pandang yang memperkirakan bahwa buku adalah teman terbaik semasa hidup, oleh karena itu menurut saya filsafat ilmuan juga sebagai guru besar dari pengalaman dan pengetahuan, yang membuat kita semua mampu bersinar dalam dunia pendidikan.

  12. Sri Mulyati berkata

    sri mulyati
    1608104062
    tadris ilmu pengetahuan sosial /B/I
    Assalamualaikum wr.wb pak menurut saya matakuliah filsafat ilmu itu suatu ilmu yang menghubungkan sebuah teori2 untuk mengkaji atau mengungkap atau memahami suatu objek untuk menemukan suatu kebenaran.terimakasih wasslamualaikum wr.wb

  13. AFINAH NGIZATIN berkata

    AFINAH NGIZATIN
    1415104007
    SEMESTER 3 T.IPS A
    dengan adanya mata kulia filsafat pendidikan alkhdullilah sangat membantu mahasiswa untuk mengembangkan potensi-pontensi cipta, rasa maupun krasa dengan demikian mahasiswa atau peserta didik harus mempelajari filsafat pendidikan karena untuk mengembangkan potensi-potensi yang di miliki oleh mahasiswa atau peserta didik tersebut.

  14. Liris wian berkata

    Liris Wian
    1415104059
    Tadris IPS-B/III

    Filsafat pendidikan adalah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam mengenai pendidikan. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan bukan hanya berhubungan dengan pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi permsalahan yang lebih luas, lebih dalam dan lEbih kompleks.

    1. lyceum berkata

      Yess good

      1. Liris Wian berkata

        Thank you lyceum 🙂

        1. lyceum berkata

          Sama2.. jangan segan-segan untuk membagikan artikel2 kami melalui media sosial anda.. !!
          seomga bermanfaat. amin..

  15. ABDURROZAK berkata

    Abdurrozak-1415104003
    T.IPS-A
    Dengan mempelajari karya-karya para pemikir besar, para filsuf dalam sejarah dan tradisi filsafat, kita akan melihat betapa besar sesungguhnya pengaruh filsafat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, agama, pemerintahan, pendidikan dan karya seni.

    1. lyceum berkata

      Jika kita bergaul dengan orang besar, maka, paling tidak kita akan terimaginasi menjadi orang besar juga

  16. Diaz Ayu Sudwiarrum berkata

    Diaz Ayu sudwiarrum
    1415104029
    Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial A/3
    IAIN Syekh Nurjati Cirebon

    Semoga dengan adanya mata kuliah Filsafat Pendidikan pada jurusan Tadris IPS ini, mahasiswa mampu mengetahui dan memahami konsep dasar, fungsi serta makna Filsafat Pendidikan. Diharapkan mahasiswa Tadris IPS khususnya sadar akan pentingnya Filsafat Pendidian, sehingga dapat mengembangkan kreatifitas berfikir, menumbuhkan sikap terbuka, toleransi dan mampu mengkaji dinamika sosial masyarakat dari sudut pandang filsafat sesuai dengan tujuan dan deskripsi mata kuliah Filsafat Pendidikan.

    1. Dea Misqiyatul berkata

      Dea Misqiyatul Masluhah
      1415104023
      Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial A/III
      Mata kuliah filsafat pendidikan . Sebagaimana kita selaku mahasiswa harus mengetahui apa itu filsafat dan pendidikan . Agar kita mengerti bahwasanya filsafat mengandung arti yang sangat luas. Dengan ini kita selaku mahasiswa wajib memahaminya dan tujuan dari filsafat pendidikan itu sendiri.

      1. lyceum berkata

        Yess, Good.

    2. lyceum berkata

      Yess, Good.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.