Simpanlah Aku dalam Hati Cinta-Mu| Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 4

0 121

Lyceum Indonesia, kembali menayangkan puisi Prof. Cecep Sumarna. Puisi melankolis yang penuh nuansa kemanusiaan dan ketuhanan. Puisi ini, dibacakan Prof. Cecep Sumarna saat hari ulang tahunnya yang ke 45. Ia membaca puisi di sekolah bebas bernama lyceum Indonesia. Puisi ini, menurut kami, team lyceum, sangat pantas dan layak untuk ditayangkan.

Inilah puisi yang menggugah pembaca untuk memasuki labirin hidup penuh romantisme, idealisme dan cita-cita luhur. Cita dan semangat penyusun puisi yang masih tersimpan dihatinya. Puisi-puisinya, dalam catatan lyceum, memang selalu mengandung nalar tertentu yang perlu pengkhidmatan. Puisi yang memberi nilai dalam menjalani hidup dan kehidupan.

Simpanlah Aku dalam Hati Cinta-Mu

Malam ini kududuk sendiri tanpa cahaya yang datang
Kubayangkan ibu mengerang memaksaku ke luar dari alam Rahim-ku
Setiap sengau nafasnya terbayang jelas dengan cempor di sudut ruang rumah
Dan bapakku duduk dikursinya sambil bernafas sedih menyaksikan

Kini aku telah tumbuh dengan cita menjadi raksasa di dunia yang terbatas
Jalan setap dan lebar dipenuhi artepak abstrak-pun sering kujalani
Bagiku hidup bukanlah medan perang tetapi medan pilihan
Kubiarkan semuanya berjalan meski mungkin penuh cobaan

Aku tetap bisa berjalan meski badai tak pernah hilang
Aku tetap bisa berteduh meski hujan tak mampu aku tahan
Aku tetap mampu berpeluh dalam sepoaian angin di siang hari
Meski terik matahari tak pernah sirna dan kadang membuat aku seolah terbakar

Aku tetap ingin berjalan landai meski langkah kakiku dipaksa berlari
Aku tetap ingin diam meski banyak godaan memaksaku untuk terlibat
Aku tetap ingin setia pada apapun meski berbagai godaan mendorongku dengan kuat
Aku ingin tetap menjadi pecinta meski segalanya harus tetap tersimpan dalam hati

Tak kusangka dan tak kuduga
Kini aku tak lagi perjaka bahkan tak lagi remaja
Keperjakaan dan keremajaanku kini telah berpindah
Kepada nuthfah-nutfhan diriku sendiri yang kini berdiri secara gagah

Hari ini usiaku kembali berkurang sebagaimana Tuhan menulisnya di lawh mahfudz-Nya
Aku sadar keburukanku jauh lebih besar dibandingkan dengan kebaikanku
Kini, aku hanya berlindung di balik estimasiku bahwa ampunan-Nya
Jauh lebih besar dibandingkan dengan besarnya dosaku

Wahai Sang Misteri
Kutitipkan diriku dalam sukma-Mu
Aku rela atas apapun yang menjadi keputusan-Mu
Hanya kuminta, simpanlah aku dalam hati cinta-Mu

Terima kasih Tuhan …
Kau hadiahkah kebahagiaan
Sampai aku kini tak lagi remaja
Semoga cinta menyelimutiku bersamanya sampai di usiaku yang renta. Amiin

[28 Oktober 2016]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.