Sodomi dan Lesbian Pertarungan Kemanusiaan dan Keagamaan | Catatan LGBT Part ai??i?? 2

0 143

Sodomi dan Lesbian. Sodom, Amorah dan Gomorrah, belakangan kembali menjadi perbincangan ilmiah di Indonesia. Perbincangan dimaksud, semakin terasa khususnya setelah berbagai media, memberitakan dan menganalisa tuntutan sebagian masyarakat Indonesia yang mengalami deviasi seksual. Salah satunya, adalah kajian tentang isu homoseksual.

Perbincangan menjadi demikian hangat, lebih khusus setelah Mahkamah Konstitusi Indonesia, dianggap melegalkan perzinahan dan hubungan sesama jenis. Meski berulang kali, oleh analis ai???pro MKai???, dianggap bahwa asumsi MK seperti itu, lebih karena pemberitaan tidak proporsional.

Mereka dianggap tidak membaca apa sesungguhnya yang diputus MK soal isu dimaksud. Tak luput, ILC yang diawaki TV-One, dengan ai???Presidenai??? ILC, Ai??Karni Ilyas, membawa dan menganalisa soal ini, dalam slot khusus dengan durasi waktu yang sangat panjang.

Sodom dan Fenomena Luth

Amorah atau Gomorrah, itulah nama dengan gelar Sodom. Penyebutan Sodom terjadi karena masyarakatnya lebih senang melakukan hubungan seksual sesama jenis. Laki-laki dengan laki. Hubungan seks ini dilakukan melalui dubur mereka. Inilah yang kemudian populer dengan sebutan sodomi. Hubungan sejenis juga dilakukan perempuan dengan perempuan. Mereka yang sejenis ini, umumnya melakukan hubungan seks dalam apa yang disebut dengan oral sex atau lesbian.

Itulah kebiasaan masyarakat Amorah saat Luth menyampaikan wahyu dan firman Tuhan. Mereka dianggap sebagai kelompok yang bangga melakukan pelanggaran Ai??dan cenderung melakukan perlawanan terhadap Allah dan Nabinya.

Masyarakat Luth, secara geografis, posisinya hari ini, menurut beberapa peneliti dunia, dianggap berada di tepi Laut Mati (Danau Luth). Letaknya memanjang di antara perbatasan Israel danYordania hari ini. Anggapan yang menyebut bahwa daerah ini sebagai Sodom, didasarkan atas keterangan Allah dalam Surat Hud [11]: 82 Ai??yang artinya:

ai???Maka tatkala datang azab Kami [Allah], Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan). Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubiai???

Adalah Graham Harris, yang telah menemukan bukti meyakinkan bahwa Ai??Sodom dibangun di pesisir Laut Mati. Pendudukanya dikenal, kalau hari ini sebagai pedagang aspal. Ai??Zat hitam lengket, periode masa lalu sering digunakan untuk menjadi alat pelapis Ai??perahu. Ia juga menjadi alat perekat bebatuan baik pada bangunan maupun pada jalan.

Jika benar yang dimaksud dengan Sodom itu, di sini tempatnya, maka, daerah tersebut, hari ini telah menjadi pemukiman dengan posisi di atas Laut Mati. Letak ini, menjadi dataran yang mudah guncang. Di daerah ini, dua lempengan tektonik bertemu dan sering melakukan gerakan yang berlawanan arah.

Belakangan, para ilmuan Inggris juga menemukan hasil riset mereka dengan temuan yang cukup pantastik. Menurut mereka, Ai??sebagaimana penulis kutif dari web. Nahimunkar.com, Posted on 11 Februari 2016, 09.50 disebutkan bahwa di bawah pesisir Laut Mati, terdapat sejumlah besar timbunan kantung-kantung gas metana yang mudah terbakar. Gempa bumi pastilah telah mengguncangnya dan menjadikannya terbakar. Permukaan tanah lalu berubah menjadi pasir hanyut, dan longsor besar menenggelamkan kota tersebut ke dalam air.

Indonesia Amorah Baru?

Pertanyaannya, adakah Indonesia menjadi Amorah baru modern. Inilah tantangan teologis baru, yang saya kira perlu kehati-hatian dalam menelisik soal ini. Soal dimaksud, tampak seperti sedang bertaruh antara apa yang disebut dengan kemanusiaan dan ketuhanan. Mana yang menang. Kita tunggu saja

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.