Inspirasi Tanpa Batas

Sodomi dari Luth sampai Indonesia Temporer | Catatan LGBT Part – 1

1 61

Konten Sponsor

Nabi “Luth [Islam] atau Lot [Kristen], adalah Nabi dan Rasul ke-7 setelah Nabi Ibrahim AS.  Di kalangan masyarakat Muslim, ia termasuk di antara 25 Nabi dan Rasul yang wajib diimani. Mengimani kehadirannya dalam menata tata lakon kehidupan manusia di bumi, termasuk dalam rukun Iman. Secara eskatologis, mereka yang percaya atasmya, pasti mendapat pahala.

Dalam beberapa catatan sejarah, Luth adalah adik misan Nabi Ibrahim. Nabi yang keenam, jika menggunakan urutan Adam, Idris, Nuh, Hud, Shalih dan Ibrahim. Ia juga dikenal sebagai peletak agama tawhid [monotheisme] yang mengajarkan bahwa Tuhan itu Esa dengan karakter Metafisik. Tuhan tidak simbolik dan tidak mungkin disimbolisasi.

Dalam periwayatan dimaksud, Luth adalah anak Ajar. Seorang ahli seni pahat yang dikenal ahli dalam memahat patung [Dewa]. Ibrahim sendiri dibesarkan dalam kultur keluarga besar Ajar, bapak Luth sekaligus Paman Ibrahim. Kakak beradik [misan] inilah, keduanya kemudian menjadi Nabi dan Rasul . Keduanya, memiliki tugas menyampaikan pesan moral keagamaan kepada masyarakat yang berbeda. Ibrahim dikenal berdakwah di Mekkah dan Palestina. Warisannya adalah Ka’bah [Mekkah] dan Masjid al Aqsa [Palestina].

Luth dan Sodom

Berbeda dengan Ibrahim, Luth, dikisahkan menyebarkan agama Tuhan di daerah Sodom. Masyarakat yang dikenal rendah moral dan cenderung rusak akhlaknya. Di sinilah agama tidak kenal dan belum ada yang memperkenalkannya. Mereka tidak memiliki pegangan hidup [tentu sebelum Luth], sehingga kehidupannya menjadi kacau. Sebelum kedatangan Luth, masyarakat ini dianggap tidak memiliki pegangan agama, sehingga tidak mampu membentuk sistem kemanusiaan yang baik.

Dampaknya, pencurian, perampokan dan perampasan harta benda, menjadi kegiatan rutin. Hukum menjadi rimba. Yang kuat dialah yang berkuasa. Akibatnya, yang lemah selalu menjadi korban penindasan dan perlakuan sewenang-wenang yang dilakukan mereka yang kuat. Lebih parah dari itu, mereka  memiliki dalam penyimpangan seksual.

Penyimpangan dimaksud, terlihat misalnya dari kebanyakan kaum laki-laki yang justru tertarik pada sesama jenis, yakni laki-laki juga. Tidak berbeda dengan kaum laki-laki, kaum perempuan juga sama.  Mereka lebih memilih kaum perempuan, dibandingkan dengan kaum laki-laki. Periwayatan soal ini, setidaknya dapat dibaca dalam firman Allah, misalnya surat Asy Syura [17]: 165-166 yang artinya sebagai berikut:

Mengapa kamu mendatangi [berzina] dengan jenis lelaki di antara manusia. Sementara itu, isteri-isteri yang berikan Tuhan untukmu, kau tinggalkan. Kamu bahkan termasuk orang-orang yang melampaui batas.

Persoalan deviasi seksual dimaksud, hari ini seolah menjadi trend baru dunia, bahkan termasuk Indonesia yang mayoritas Muslim. Di suatu negara yang menyatakan seluruh warga masyarakatnya beragama. Prof. Cecep Sumarna –bersambung ke Part – 2

  1. Cahya Hadi Kusuma berkata

    Dalam hakikatnya pada saat ini sudah ada dalam pengujung zaman, yang dimana larangan Allah malah dilakukan seperti termasuk yang dikatakan pak cecep di atas, jika kita kembali melihat masa lalu pada kaum Nabi luth itu dimana didaerah kaum sodom langsung diberikannya azab. Nah, mengapa pada masa sekarang tidak langsung diberikannya azab? Yah mungkin ada waktunya untuk yang terakhir.

    Wallahu’alam

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar