Inspirasi Tanpa Batas

Sosok Wiranto di Perhelatan Demo 4 Nopember 2016

0 130

WIRANTO kembali diuji nyali jiwa demokratisnya. Karena jiwa demokratis dan patriotiknya pula, ia tetap belum pernah menjadi Presiden Indonesia, meski, ia sempat hampir memperolehnya, ketika Presiden Soeharto lengser keprabon di tahun 1998. Andaikan sosok ini, masuk dalam jajaran kelompok manusia yang “rakus” akan kekuasaan, maka, dapat dipastikan, jika jabatan kepresidenan itu sangat mudah ia dapatkan.

Wiranto yang lahir di Jogjakarta pada tanggal 4 April 1947, saat ini bukan saja ia menjadi Ketua Umum Partai Politik Hanura, namun ia juga didapuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI sejak Jokowi melakukan reshuffle Kabinet Kerja jilid dua. Ia menggantikan seniornya di militer, yakni Luhut Binsar Panjaitan.

Saat ini, Wiranto bukan hanya dikenal sebagai politikus Indonesia, tetapi, ia juga dikenal sebagai tokoh militer Indonesia. Kecermelangan karier dan kepiawean politiknya, telah  menyebabkan ia selalu didapuk menjadi manusia penting di negeri ini.

Wiranto Sosok Militer Reformis

Wiranto, termasuk di antara jajaran militer yang pro reformasi. Melalui salah satu tangan dia pula, proses reformasi tidak terlalu banyak memakan korban. Ia cenderung selalu mengambil sikap pengalah ketika dihadapkan pada kompleksitas masalah yang terlalu rumit.

Karena itu, tidak heran jika ada yang menyebut bahwa dia adalah sosok penting Indonesia, yang selalu ditakdirkan hadir dalam kabinet, di situasi negara atau pemerintahan dalam posisi memanas atau kurang stabil. Dialah sosok anggota cabinet kabinet Indonesia, sejak zaman Orde Baru, reformasi dan bahkan sampai pemerintahan Jokowi ini. Dia, selalu hadir dalam kultur negara dan bangsa kompleks.

Adakah bapak dari Zainal Nur Rizki. Lia Wiranto dan Maya Wiranto ini, kembali mampu mendinamisasi kultur bangsa yang bukan hanya kosmopilit, tetapi, mengandung sejumlah kompleksitas yang rumit?. Salah satu soal yang patut diduga rumit itu adalah, bagaimana ia mengambil sikap dan peran dalam dua pilihan – yang diakui ataupun tidak — tampaknya berhadap – hadapan antara satu kelompok dengan kelompok lain.

Meditasi Politik Wiranto

Jika di era Orde Baru, ia dihadapkan pada pilihan dan kepentingan pemerintahan Kabinet  ke VII. Yang baru dibentuk Soeharto tiga bulan sebelumnya dan kepentingan sebagian rakyat yang menyuarakan pentingnya melakukan reformasi. Pada saat ini, tampaknya ia sedang melakukan meditasi kenegaraan untuk melakukan sikap apa yang sesungguhnya harus diambil, –tentu khusus menyangkut Ahok– jika, suasana 04 Nopember 2016, betul-betul sulit dikendalikan.

Hanya satu yang pasti bahwa di dua saat yang berbeda itu. (baca reformasi dan era Jokowi ini). Jenderal yang satu ini, sama-sama sedang berada dalam posisinya di bagian pertahanan dan keamanan negara. Meski dalam jabatan yang berbeda dan dalam masalah yang berbeda juga. (ALY)

Komentar
Memuat...