Inspirasi Tanpa Batas

Spanyol Sebagai Tonggak Awal Kejayaan Islam

Ekspansi dilakukan oleh umat Islam, selain untuk memperluas wilayah. Juga dilakukan karena banyaknya pengaduan rakyat kepada Khalifah Abdullah Bin Walid atas kekejaman Raja Roderick di Spanyol.

0 33

Konten Sponsor

Bani Umayyah dikenal dalam bahasa Arab adalah Banu Umayyah ( بنو أمية) yang artinya adalah Dinasti Umayyah atau Kekhalifahan Umayyah. Bani Umayyah adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari tahun 661 – 750 M di Jazirah Arab yang saat itu beribukota Damaskus. Nama Kekhalifahan ini dirujuk kepada nama Umayyah bin ‘Abd asy-Syams, yang merupakan kakek buyut dari khalifah Bani Umayyah yang pertama, yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan atau yang sering disebut dengan Muawiyah I.

Dalam sejarah Islam Masa Kekhalifahan Umayyah berlangsung selama kurang lebih 90 tahun. Beberapa orang Khalifah besar Bani Umayyah ini adalah Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685- 705 M), Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M), Khalifah Umar bin Abdul Aziz (717- 720 M) dan Khalifah Hasyim bin Abdul Malik (724- 743 M).

Awal berlangsungya periode Kekhalifahan Umayyah lebih memprioritaskan pada Ekspansi wilayah kekuasaan. Ekspansi wilayah yang sempat terhenti pada masa Khalifah Utsman bin Affan dan Khalifah Ali bin Abi Thalib dilanjutkan kembali oleh Kekhalifahan Umayyah. Bani Umayyah pada zaman khalifah Muawiyah (661-680 M) berhasil menaklukan Tunisia.

Di sebelah Timur, Muawiyah dapat menguasai daerah Khurasan sampai ke sungai Oxus dan Afganistan sampai ke Kabul. Angkatan lautnya melakukan serangan ke Konstantinopel, ibu kota kekaisaran Romawi yang merupakan kota terbesar di Eropa saat itu. Ekspansi ke timur yang dilakukan Muawiyah kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Abdul Malik. Dia mengirim tentara untuk menyeberangi sungai Oxus dan mereka berhasil menundukkan Balkh, Bukhara, Khwarizm, Ferghana dan Samarkand. Tidak beehenti disitu saja, Tentara Kahlifah Abdul Malik bahkan sampai ke India dan menguasai Balukhistan, Sind dan daerah Punjab sampai ke Maltan.

Atas perintah penguasa Dinasti Umayyah, Pasukan yang dipimpin Abdullah Bin Walid (705-715) merebut seluruh wilayah Kekuasaan Raja Roderick di Spanyol.

Pasukan Tharif Ibnu Malik

Salah satu dari pasukan tersebut ialah Tharif Ibnu Malik. Ia bertugas sebagai penyelidik yang berhasil menyebrangi selat di Maroko dan Benua Eropa dengan satu pasukan perang.

Dalam penyerbuan, Tharif tidak mendapatkan perlawanan yang mampu memukul mundur pasukannya. Sehingga ia mengalami kemenangan dengan membawa harta rampasan ke Afrika Utara. (A.Syalabi : 158)

Pasukan Thariq bin Ziyad

Kemudian ekspansi selanjutnya dilakukan dengan 7000 pasukan yang dipimpin Thariq bin Ziyad pada tahun 710 M atas perintah Musa Ibn Nushair. Selain karena untuk memperluas wilayah kekuasaan Islam. Ekspansi dilakukan untuk menghapus penindasan Raja Roderick di Spanyol. Sehingga dukungan dan bantuan selalu diberikan rakyat Spanyol kepada Islam, ketika Islam datang untuk merebut kekuasaan Raja Roderick.

Pasukan Thariq memulai ekspansinya dengan kemenangan yang diperoleh di  Selat Gibeltar. Dilanjutkan dengan memasuki daerah Bakkah yang langsung berhadapan dengan perlawanan dari pasukan Raja Roderick yang pada akhirnya bisa dikalahkan.

Setelah itu, pasukan Thariq menaklukan kota penting lainnya di Spanyol, seperti Kordova, Grenada dan Toledo yang merupakan ibu kota kerajaan Ghotik.

Sebelum menaklukan kota Toledo, pasukan Thariq diberi bantuan pasukan Musa Ibn Nushair sebanyak 12000 tentara yang langsung dibawa oleh Musa Ibn Nushair. (Dedi Upriyadi : 118)

Pasukan Musa bin Nushair

Secara tidak langsung Musa Ibn Nushair merasa perlu untuk melibatkan dirinya dalam pertempuran-pertempuran yang dilakukan pasukan Thariq bin Ziyad di kota-kota Spanyol.

Oleh sebab itu, ketika Thariq berhasil menaklukan kota Kordova dan Grenada. Musa bin Nushair melakukan penaklukan juga di kota lainnya seperti Sidonia, Karmona, Serville dan Merida serta mengalahkan penguasa Kerajaan Gotik yakni Theodomir di Oriheula. Dan setelah itu lalu Musa bergabung dengan pasukan Thariq untuk menaklukan kota Toledo, Saragosa dan Navarre. (A.Syalabi : 14)

Setelah Spanyol ditaklukan Islam

Setelah Spanyol berhasil ditaklukan pasukan Thariq bin Ziyad dan Musa Bin Nushair. Khalifah Ummayah yang berpusat di Damaskus menunjuk para wali untuk memerintah kota-kota yang ada di Spanyol. Supaya memfokuskan pengembangan dalam beberapa bidang, seperti keagamaan, ekonomi, ilmu bangunan (arsitektur), sosial dan bidang militer.

Bidang ekonomi diantaranya adalah dengan dicetakan alat tukar uang berupa dinar dan dirham. Kemudian dalam bidang arsitektur Khalifah Umayyah dibawah Pimpinan Abd al-Malik membangun beberapa masjid di Damaskus seperti masjid kordova yang begitu megah dan indahnya.

Spanyol dalam kekuasaan Khalifah Abbasiyah

Setelah kekuasaan khalifah Umayyah digantikan oleh khalifah Abbasiyah. Islam mengembangkan dirinya menjadi lebih pesat di Spanyol. Karena tidak hanya memfokuskan dalam bidang keagamaan, arsitektur, ekonomi, sosial, dan militer. Tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan dan filsafat.

Pada saat itu muncul para tokoh-tokoh Islam yang sangat terkenal hampir diseluruh dunia.  Tradisi keilmuan yang begitu difokuskan membuat peradaban Islam di Spanyol melesat jauh dibanding dengan Negara-negara lainnya. Ditandai dengan mulai dibangunnya gedung-gedung sekolah, universitas, perpustakaan yang bagus dengan penerjemahan buku-buku filosof Yunani klasik yang aktif, masjid dan taman yang indah untuk cendekiawan berdiskusi, institusi keilmuwan bagi warga kurang mampu.

Ilmuwan-ilmuwan Muslim yang Lahir atas keberhasilan Islam di Spanyol

Disamping keberhasilan yang diperoleh Islam dalam penaklukan Spanyol. Ilmuwan-ilmuwan juga mulai bermunculan, diantaranya adalah :

  1. Dalam ahli matematika yakni al-Khwarizmi yakni orang pertama yang menulis buku berhitung dan aljabar. Dalam Ahli kedokteran diantaranya adalah al-Kindi yang menulis buku ilmu mata, ar-Razi penulis buku kedokteran. (Sumihara : 268)
  2. Abu al-Qasim al-Zahrawi dalam bidang kesehatan yakni ahli bedah.
  3. Ibnu Nafis sebagai penemu sirkulasi darah
  4. Ibnu Sina yang menulis lebih dari 200 buku dan diantara karyanya yang terkenal berjudul al-Qanun Fi at-Tibb yaitu ensiklopedia tentang ilmu kedokteran dan al-Syifa, ensiklopedia tentang filsafat dan ilmu pengetahuan.
  5. Dalam ahli sastra diantaranya ibn Abd Rabbih, Ibn Bassam, Ibn khaqan.
  6. Dalam ahli astronomi diantaranya Ibrahim Ibn Yahya al Naqqash yang merupakan penentu gerhana dan pembuat teropong bintang modern dan lain sebagainya.

Sumber : beberapa sumber

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar