“Ini Suara Hatiku” Jika Kau Percaya, Tinggalkan Dalih

0 24

Siang itu aku baru saja merebahkan tubuh ke sofa, merasakan setiap peluh yang mengucur ditubuhku. Sudah tiga hari ini serasa berlari, mengejar sesuatu yang paling sering dicari, menunggu yang paling resah ditunggu, yang menjadi raja meski tanpa mahkota, uang. Untuk menutupi beberapa keperluan sehari-hariku, permintaan orang tua, kewajiban-kewajiban lain demi memenuhi segala hajat. Bukan karena tidak ada, selalu ada tapi untuk beberapa hal perlu perjuangan yang tidak mudah. Kadang gali lubang tutup lubang, bersyukur selalu teratasi. Tapi untuk yang sekarang ini lebih dari biasanya.

Sejenak berpikir dan menyebut nama Tuhan berulang, kuevaluasi diri banyak sekali lalai dalam perintah-Nya tapi Dia tidak pernah absen untuk mengulurkan tangan bahkan di saat-saat tersempit. Saat itu pula aku teringat, aku tidak memiliki apa-apa tidak hebat mampu melakukan apa-apa jikalah bukan Dia yang memberikan jalan aku tidak akan menjadi apa-apa.

Aku ingat saat terakhir menuliskan keinginan-keinginanku, me-list setiap harapan, dan yang baru-baru ini kutulis adalah aku ingin mengajar disela-sela rutinitasku di tempat kerja. Aku cuma yakin, aku bisa. Tuhan-pun tanpa memintaku untuk menunggu lebih lama memberikan jalan itu. Selain pekerjaanku sekarang aku juga bisa tetap mengajar baik formal maupun nonformal. Tidak ada dalih untuk tidak melakukan, tidak ada kata “tapi” semua pasti bisa.

Aku percaya Tuhan memberi karena aku berusaha, Tuhan memberi karena aku yakin. Ada hukum kausalitas yang Tuhan isyaratkan dalam takdir-Nya. Aku berulang kali menghancurkan rasa takut untuk melangkah dan membabad habis keputusasaan, menurutku itu akan lebih baik dengan keadaanku sekarang. Tidak selalu berlaku memang pada setiap individu tapi setidaknya aku mengalami.

Membangun Pribadi Menjadi Lebih Baik

Sering kali aku ditegur karena mengerdilkan diri sendiri, padahal pikiran-pikiran positif lebih membangun pribadi. Baru-baru ini aku mulai membiasakan diri bahwa segala sesuatu yang baik itu benar-benar penting. Meninggalkan beberapa tradisi yang kuanggap membatasi pikiranku, sulit dan sering kali kembali tapi terus kucoba berulang. Aku belum berhasil, aku masih terus mencoba. Ini sekedar berbagi jika pembaca mau mempraktekan silahkan lakukan hal-hal ini untuk membangun pribadi menjadi lebih baik:

  • Percaya kamu pasti berhasil, maka semua hal akan mendukung kamu untuk berhasil.
  • Tinggalkan kata “tetapi”, “tapi”, segala bentuk dalih yang akan menghambat langkah baik kamu, maka anda kamu melakukan hal-hal kreatif yang positif.
  • Perlakukan diri kamu seperti anda ingin diperlakukan, terimalah hukum sebab akibat.
  • Tanamkan pemikiran-pemikiran baik, perasaan-perasaan baik, dan perioritaskan hal-hal baik, maka kamu lebih baik dari pada yang kamu sangka.

Sekali lagi jika ada harapan, yakinilah kita bisa meraihnya. Tidak ada sesuatu halpun yang tidak dapat dilakukan karena dalih hanya akan membatasi apa yang kita harapkan.


intan-nurazizah-islami Tentanag Penulis :

Intan Nurazizah Islami atau yang lebih dikenal dengan nama Mozza. Lahir di Kabupaten Ciamis,  21 Oktober 1993. Anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan  Imas Nuraeni dan Endin Nurdin. Sosok periang ini sangat mudah bergaul, mudah kenal dengan orang baru, Setelah lulus kuliah 2015, kini ia bekerja di bagian Biro Perbankan PT. Nusa Indah Pratama yang bergerak pada bisnis properti. Karena Menulis sudah menjadi Hoby, ditengah kesibukannya pun tetap Aktif menulis di Lyceum Indonesia

Komentar
Memuat...