Sukma Jiwa Dalam Lagu dan Hasratku Berlalu | Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 14

Sukma Jiwa Dalam Lagu dan Hasratku Berlalu | Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 14
0 154

Inilah serial puisi-puisi Prof. Dr. H. Cecep Sumarna yang berhasil dikumpulkan team lyceum.id. Puisi ini, tetap kami beri judul dengan puisi agama kemanusiaan karena selalu berisi ajakan untuk membangun hidup bersama. Serinya seri ke-dua. Masih banyak puisi lain yang sempat kami upload. Karena itu, secara berseri kami akan menerbitkan puisi-puisi ini di tengah segenap kepenatan kita dalam bekerja. Selamat menikmati ….  (Hasratku, Berlalu Sukma, Jiwa Dalam Lugu )

Hasratku Berlalu

Hasyratku tlah berlalu ….
Dalam hitungan usia yang terus melaju
Kekuatan fisikku perlahan terus berkurang
Mengiringi perjalanan karierku yang terus membelenggu

Hatiku menjadi demikian lentur
Tak lagi sekeras batu karas di tengah terjangan gelombang
Nuraniku menjadi demikian sensitif yang seolah terus menggigit
Di tengah jerit tangis para soko guru ilmu yang sulit memperoleh prestasi

Ingin datang pada bapaku yang tegar
Sayang saat ini ia hanya meninggalkan alas jejak
Ingin datang pada shofis yang bijak
Sayang mereka kini seperti burung jalak yang galak

Dalam derai air mataku yang sayu dan kuyu
Dalam rintihan do’a yang tidak mungkin kuucapkan
Dalam impian yang tidak mungkin kuwartakan
Angkatlah aku dalam bahuMu tuk menggapai sesuatu

Yang uraiannya tertuang di setiap tetes darah tubuhku

Sukma Jiwa

Sukmaku meradang menyaksikanmu
Sukmaku merinding melihat tubuhmu
Sukmaku terpana mendengarmu
Sukmaku terpenjara mengkhayalkanmu

Jiwaku menangis mendengar lubuk hatimu
Jiwaku tersedu sedan mengingat perjalananmu
Jiwaku terperanjat melihat keelokan logikamu
Jiwaku terharu mengingat segalanya

Mengapa dengan sukmaku
Mengapa dengan jiwaku
Ada apa dengan keduanya
Aku sendiri bingung …..

Jangan lupa memuji Tuhan
Iringilah setiap perjalanan dengan asmaNya
Agar perjalananmu diridla’inya
Biarlah Tuhan mengatur segalanya.

Dalam Lugu

Dalam lugu aku menunggu ….
Dalam tungku kamar yang megah aku merasa gerah
Dalam sembelit perut yang penuh kenikmatan dan keajaiban
Aku menyamar dalam diri yang terus mencari arti dan jati diri

Aku menjadi pendiam di saat sejumlah riak terus bergelombang
Aku menjadi kecut di saat ratusan tawa datang di samping kiri kananku
Aku menjadi merasa kurang bersahabat terhadap mereka yang memujiku
Aku menjadi sepi dalam hingar bingarnya musik meski dengan lirik penuh rindu

Ingin datang ke suasana baru yang dapat meneduhkan suasana bathinku
Ingin datang ke suasana sepi yang dapat memberiku keramaian hati
Ingin menjelma menjadi wujud yang memiliki arti dan ketajaman intuisi
Meski dengan gontaian kaki dan lemahnya jiwa

Tuhan …. dalam tidur dan terjaganya aku
atau dalam berdiri dan duduknya lindungi dan jagalah aku
Jabatlah tanganku dan Dekaplah tubuhku
Agar aku memiliki kekuatan nuraniMu dalam keagunganMu

Penulis : aL

Komentar
Memuat...