Take a fresh look at your lifestyle.

Sumber Pengetahuan Dalam Pendidikan Islam

0 78

Dalam Islam, Allah swt adalah sumber pengetahuan dan ilmu. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya: “Sesungguhnya pengetahuan (tentang itu) hanya pada sisi Allah” (Qs. Al Mulk [67]: 26) dan (Qs. Al Ahqaaf [46]: 23).

Ilmu Allah adalah ilmu yang meliputi semua yang ghaib, tidak tersentuh dan yang bisa disaksikan, dirasakan. Allah swt berfirman:

“Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. At-Taghaabun [64]: 18).

Ilmu Allah sempurna mencakup semua yang berhubungan dengan objek-objek ilmu dengan cakupan yang tidak terbatas. Hal ini dijelaskan dalam Qs. Ath Thalaq ayat 12:

“Dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu” (Qs. Ath-Thalaaq [65]: 12).

Ilmu Allah adalah ilmu yang terperinci dan detail yang meliputi detail segala sesuatu, peristiwa dan perkembangan.

“Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun.” (2) “Dan orang-orang yang kafir berkata: “Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah: “Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang ghaib, sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu. Tidak ada tersembunyi daripada-Nya seberat zarrahpun yang ada di langit dan yang ada di bumi dan tidak ada (pula) yang lebih kecil dari itu dan yang lebih besar, melainkan tersebut dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh),” (3) (Qs. Saba` [34]: 2-3).

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Qs. Al An’aam [6]: 59).

“Dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan” (Qs. Al Maa`idah [5]: 99).

“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah” (Qs. Ar-Ra’d [13]: 8).

Pengetahuan Allah Adalah Pengetahuan yang Luas yang Tidak Terbatas dan Tidak Berakhir

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. Luqmaan [31]: 27).

Pengetahuan manusia dengan semua bentuknya adalah berasal dari pengetahuan Allah ini.

“Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya” (Qs. Al Alaq [96]: 5).

Model-Model Pengetahuan Yang Berasal dari Allah

Qur’an memberikan model-model pengetahuan manusia yang berasal dari Allah.

Pengetahuan bahasa.

“Dia menciptakan manusia,” (3) “Mengajarnya pandai berbicara” (4) (Qs. Ar-Rahmaan [55]: 3-4).

Pengetahuan agama.

“Dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil” (Qs. Al Maa`idah [5]: 110).

Pengetahuan industry.

“Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu” (Qs. Al Anbiyaa` [21]: 80).

Pengetahuan ilmiah dan manajemen.

“Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak” (Qs. Al Baqarah [2]: 269).

Pengetahuan menulis.

“Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam” (Qs. Al Alaq [96]: 4).

Pengetahuan melatih binatang.

“Binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatihnya untuk berburu, kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu” (Qs. Al Maa`idah [5]: 4).

Pengetahuan menganalisis peristiwa dan kenyataan.

“Dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta`bir mimpi” (Qs. Yusuf [12]: 101).

Buah dari pengetahuan manusia ini adalah bahwa manusia merealisasikan pengetahuan Allah, mensucikan dan taat kepada-Nya.

“Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami” (Qs. Al Baqarah [2]: 32).

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar