Sunda Wiwitan dalam Sistem Kepercayaan Purba

0 286

Sunda Wiwitan. Mengenal kata Sunda Wiwitan, selalu menjadi tema menarik untuk didiskusikan. Mereka dapat ditarik dalam wilayah agama dan kepercayaan. Dalam terminologi lain, mereka juga sering diterjemahkan sebuah budaya yang mengakar di masyarakat, khususnya di masyarakat Sunda. Dalam terminologi terakhir, Sunda Wiwitan, sering pula diterjemahkan sebagai budaya. Bukan agama!

Lyceum.id dalam beberapa edisi belakangan ini, membincangkan soal Sunda Wiwitan sebagai sebuah system moral. Sebuah tatanan nilai yang melekat dalam bathin masyarakat, dan karenanya telah menjadi kajian ilmiah dalam lingkup dunia.

Kajian yang akan ditayangkan dalam Lyceum.id ini, disajikan dalam berbagai perspektif dengan menghadirkan sejumlah pemikiran yang dalam kasus tertentu, pemikiran dimaksud diharap memiliki nilai keunikan tertentu dan menjadi bahan kajian ilmiah berikutnya. Dalam artikel sebelumnya juga kami sudah membahas tentang budaya sunda (Baca: Mengenal Lebih Dekat Budaya Sunda) sebagai pintu awal memahami tradisi masyarakat Sunda.

Sunda Wiwitan dan Sistem Kepercayaan Alami 

Banyak pihak menyebut bahwa, Sunda Wiwitan adalah system kepercayaan –meski tidak sedikit yang menyebutnya sebagai warisan budaya yang tidak memiliki relevansi dengan system kepercayaan–. Tulisan ini, akan membahas Sunda Wiwitan dalam term ajaran. Pemikiran lain soal ini sebagai warisan budaya, akan ditulis dalam bagian lain.

Sunda Wiwitan sebagai sebuah ajaran, secara umum selalu menempatkan alam dan berbagai aspek yang terkait dengannya, selalu dalam kekuatatan mistik. Termasuk didalamnya, ajarannya tentang pentingnya “pemujaan” terhadap kekuatan arwah para leluhur. Arwah Para leluhur bukan hanya sekedar dianggap sacral (suci), tetapi, juga dianggap memiliki kekuatan magis tertentu. Keyakinan semacam ini, cukup lama mengakar di Tatar Sunda Wiwitan.

Sistem kepercayaan ini, dalam buku-buku lama, sering disebut sebagai faham animism dan dynamism. Jika Sunda wiwitan ditempatkan dalam term ini, maka, ia tidak termasuk ke dalam ajaran agama, baik Hindu maupun Budha. Mengapa? Sebab dinamis dan anismisme, sudah ada jauh sebelum Hindu-Budha masuk ke Nusantara.

Kepercayaan semacam ini, menjadi system ajaran sendiri, yang lahir jauh sebelum Hindu-Budha datang, apalagi Islam dan Kristen. Sistem kepercayaan ini, dalam kode dan konteks tertentu, bahkan patut dianggap sebagai sistem ajaran tertua Nusantara.

Sunda Wiwitan dalam terminology ini, dapat dipandang sebagai ajaran agama masyarakat Sunda Tradisional yang dalam pendapat banyak pihak, sering diasosiasi menganut prinsip dasar monoteisme dalam pantheonny-nya yang khas. Prinsip dasar monoteisme purba dimaksud, terletak pada pengakuan adanya Sang Hyang Kersa yang dalam tataran Indonesia, disejajarkan dengan kata Tuhan Yang Maha Esa. Sang Hyang Kersa ini, dianggap berdiri di atas para dewata dalam jumlah yang relative kompleks, tentu bersama peran dan fungsinya masing-masing.

Sunda Wiwitan sebagai sebuah ajaran, dapat dibaca misalnya dalam Kitab Sang hyang Siksakanda ng Karesian. Kitab ini mengajarkan kepada para penganutnya tentang bagaimana mereka harus bersikap dan bertindak dalam tuntunan moral, aturan dan pelajaran budi pekerti. By. Prof. Cecep Sumarna–Tulisan Berikut akan mengulas tentang Ajaran Sunda Wiwitan yang terdapat dalam Kitab Sang Hyang Siksakanda Ng Karesian.

Komentar
Memuat...