Home » Sastra Budaya » Padjajaran » Sunda Wiwitan dalam Sistem Kepercayaan Purba

Share This Post

Padjajaran

Sunda Wiwitan dalam Sistem Kepercayaan Purba

Sunda Wiwitan

Sunda Wiwitan, kini telah menjadi arena diskusi menarik. Ia ditarik dalam wilayah agama atau kepercayaan, dan dalam makna lain, ia juga sering diterjemahkan sebagai sebuah budaya bangsa yang mengakar di masyarakat, khususnya di masyarakat Sunda.

Lyceum.id dalam beberapa edisi ke depan, akan membincangkan soal Sunda Wiwitan ini, karena kajian soal system moral ini, bukan hanya sekedar melekat dalam bathin masyarakat, tetapi, juga sejatinya telah menjadi kajian dalam lingkup dunia.

Kajian yang akan ditayangkan dalam Lyceum.id ini, disajikan dalam berbagai perspektif dengan menghadirkan sejumlah pemikiran yang dalam kasus tertentu, pemikiran dimaksud diharap memiliki nilai keunikan tertentu dan menjadi bahan kajian ilmiah berikutnya. Dalam artikel sebelumnya juga kami sudah membahas tentang budaya sunda (Baca: Mengenal Lebih Dekat Budaya Sunda)

Sunda Wiwitan dan Sistem Kepercayaan Alami Sunda

Banyak pihak menyebut bahwa, Sunda Wiwitan adalah system kepercayaan –meski tidak sedikit yang menyebutnya sebagai warisan budaya yang tidak memiliki relevansi dengan system kepercayaan–. Tulisan ini, akan membahas Sunda Wiwitan dalam term ajaran. Pemikiran lain soal ini sebagai warisan budaya, akan ditulis dalam bagian lain.

Rekomendasi untuk anda !!   Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh; | Sebuah Pendekatan Pendidikan Orang Sunda Yang Bernilai Tinggi

Sunda Wiwitan sebagai sebuah ajaran, secara umum selalu menempatkan alam dan berbagai aspek yang terkait dengannya selalu dalam kekuatatan mistik tertentu. Termasuk didalamnya, ia mengajarkan tentang pentingnya melakukan pemujaan terhadap kekuatan arwah para leluhur . Arwah Para leluhur bukan hanya sekedar dianggap sacral (suci), tetapi, juga dianggap memiliki kekuatan magis tertentu. Keyakinan semacam ini, cukup lama mengakar di Tatar Sunda.

Sistem kepercayaan ini, dalam buku-buku lama, sering disebut sebagai faham animism dan dynamism. Jika Sunda wiwitan ditempatkan dalam term ini, maka, ia tidak termasuk ke dalam ajaran agama Hindu atau agama Budha. Mengapa? Sebab dinamis dan anismisme, sudah ada jauh sebelum Hindu-Budha masuk ke Nusantara. Kepercayaan semacam ini, menjadi system ajaran sendiri, yang lahir jauh sebelum Hindu-Budha dating, apalagi kehadiran Islam dan Kristen.

Sunda Wiwitan dalam terminology ini, dapat dipandang sebagai ajaran agama masyarakat Sunda Tradisional yang dalam pendapat banyak pihak, sering diasosiasi menganut prinsip dasar monoteisme dalam pantheonny-nya. Prinsip dasar monoteisme purba dimaksud, terletak pada pengakuan adanya Sang Hyang Kersa yang dalam tataran Indonesia, disejajarkan dengan kata Tuhan Yang Maha Esa. Sang Hyang Kersa ini, dianggap berdiri di atas para dewata dalam jumlah yang relative kompleks, tentu bersama peran dan fungsinya masing-masing.

Rekomendasi untuk anda !!   Dyah Pitaloka Citraresmi sang Halilintar dari Barat

Sunda Wiwitan sebagai sebuah ajaran, dapat dibaca misalnya dalam Kitab Sang hyang Siksakanda ng Karesian. Kitab ini mengajarkan kepada para penganutnya tentang bagaimana mereka harus bersikap dan bertindak dalam tuntunan moral, aturan dan pelajaran budi pekerti. By. Prof. Cecep Sumarna–Tulisan Berikut akan mengulas tentang Ajaran Sunda Wiwitan yang terdapat dalam Kitab Sang hyang Siksakanda ng Karesian.

Share This Post

6 Comments

  1. Assalamu’alaikum …

    Selamat siang menjelang sore Pak. Saya Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami, Mahasiswi Semester I Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
    Alhamdulillah, Pak Prof. Cecep akhirnya merilis artikel mengenai Sunda Wiwitan. Yang saya tahu juga Sunda Wiwitan sendiri yang ada di Cigugur Kabupaten Kuningan dikenal juga dengan Agama Djawa Sunda serta dikenal juga dengan ajaran MADRAISME.

    Reply
    • lyceum

      oke iya mba kiki. apa kabar …. saya akan masuk kelas jam 4 sore ini.

      Reply
      • Alhamdulillah saya selalu baik Pak 🙂
        Semoga bapak senantiasa dalam lindungan-NYA. Aamiin.

        Siap Pak. Mohon maaf Pak saya baru buka Lyceum lagi.

        Reply
    • lyceum

      Selamat sore. Ya kami ingin menghadirkan sejumlah informasi yang jarang dimuat orang. Terima kasih atas komentarnya ya

      Reply
      • Siap.
        Sama-sama.
        Pak/Ibu Admin Lyceum, saya ingin berkontribusi menulis di Lyceum 🙂

        Reply
  2. Assalamu’alaikum …

    Selamat siang menjelang sore. Saya Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami Mahasiswi Semester I Pasca IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Alhamdulillah, akhirnya Pak Prof. Cecep merilis mengenai Sunda Wiwitan. Sejauh yang saya tahu, Sunda Wiwitan dikenal juga sebagai Agama Jawa Sunda, Cara Karuhun Urang (tradisi nenek moyang), dan ajaran Madrais atau agama Cigugur.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>