Sunda Wiwitan dalam Sistem Kepercayaan Purba

6 200

Sunda Wiwitan. Mengenal kata Sunda Wiwitan, selalu menjadi tema menarik untuk didiskusikan. Mereka dapat ditarik dalam wilayah agama dan kepercayaan. Dalam terminologi lain, mereka juga sering diterjemahkan sebuah budaya yang mengakar di masyarakat, khususnya di masyarakat Sunda. Dalam terminologi terakhir, Sunda Wiwitan, sering pula diterjemahkan sebagai budaya. Bukan agama!

Lyceum.id dalam beberapa edisi belakangan ini, membincangkan soal Sunda Wiwitan sebagai sebuah system moral. Sebuah tatanan nilai yang melekat dalam bathin masyarakat, dan karenanya telah menjadi kajian ilmiah dalam lingkup dunia.

Kajian yang akan ditayangkan dalam Lyceum.id ini, disajikan dalam berbagai perspektif dengan menghadirkan sejumlah pemikiran yang dalam kasus tertentu, pemikiran dimaksud diharap memiliki nilai keunikan tertentu dan menjadi bahan kajian ilmiah berikutnya. Dalam artikel sebelumnya juga kami sudah membahas tentang budaya sunda (Baca: Mengenal Lebih Dekat Budaya Sunda) sebagai pintu awal memahami tradisi masyarakat Sunda.

Sunda Wiwitan dan Sistem Kepercayaan Alami 

Banyak pihak menyebut bahwa, Sunda Wiwitan adalah system kepercayaan –meski tidak sedikit yang menyebutnya sebagai warisan budaya yang tidak memiliki relevansi dengan system kepercayaan–. Tulisan ini, akan membahas Sunda Wiwitan dalam term ajaran. Pemikiran lain soal ini sebagai warisan budaya, akan ditulis dalam bagian lain.

Sunda Wiwitan sebagai sebuah ajaran, secara umum selalu menempatkan alam dan berbagai aspek yang terkait dengannya, selalu dalam kekuatatan mistik. Termasuk didalamnya, ajarannya tentang pentingnya “pemujaan” terhadap kekuatan arwah para leluhur. Arwah Para leluhur bukan hanya sekedar dianggap sacral (suci), tetapi, juga dianggap memiliki kekuatan magis tertentu. Keyakinan semacam ini, cukup lama mengakar di Tatar Sunda Wiwitan.

Sistem kepercayaan ini, dalam buku-buku lama, sering disebut sebagai faham animism dan dynamism. Jika Sunda wiwitan ditempatkan dalam term ini, maka, ia tidak termasuk ke dalam ajaran agama, baik Hindu maupun Budha. Mengapa? Sebab dinamis dan anismisme, sudah ada jauh sebelum Hindu-Budha masuk ke Nusantara.

Kepercayaan semacam ini, menjadi system ajaran sendiri, yang lahir jauh sebelum Hindu-Budha datang, apalagi Islam dan Kristen. Sistem kepercayaan ini, dalam kode dan konteks tertentu, bahkan patut dianggap sebagai sistem ajaran tertua Nusantara.

Sunda Wiwitan dalam terminology ini, dapat dipandang sebagai ajaran agama masyarakat Sunda Tradisional yang dalam pendapat banyak pihak, sering diasosiasi menganut prinsip dasar monoteisme dalam pantheonny-nya yang khas. Prinsip dasar monoteisme purba dimaksud, terletak pada pengakuan adanya Sang Hyang Kersa yang dalam tataran Indonesia, disejajarkan dengan kata Tuhan Yang Maha Esa. Sang Hyang Kersa ini, dianggap berdiri di atas para dewata dalam jumlah yang relative kompleks, tentu bersama peran dan fungsinya masing-masing.

Sunda Wiwitan sebagai sebuah ajaran, dapat dibaca misalnya dalam Kitab Sang hyang Siksakanda ng Karesian. Kitab ini mengajarkan kepada para penganutnya tentang bagaimana mereka harus bersikap dan bertindak dalam tuntunan moral, aturan dan pelajaran budi pekerti. By. Prof. Cecep Sumarna–Tulisan Berikut akan mengulas tentang Ajaran Sunda Wiwitan yang terdapat dalam Kitab Sang Hyang Siksakanda Ng Karesian.

  1. Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami berkata

    Assalamu’alaikum …

    Selamat siang menjelang sore Pak. Saya Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami, Mahasiswi Semester I Pasca Sarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
    Alhamdulillah, Pak Prof. Cecep akhirnya merilis artikel mengenai Sunda Wiwitan. Yang saya tahu juga Sunda Wiwitan sendiri yang ada di Cigugur Kabupaten Kuningan dikenal juga dengan Agama Djawa Sunda serta dikenal juga dengan ajaran MADRAISME.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      oke iya mba kiki. apa kabar …. saya akan masuk kelas jam 4 sore ini.

      1. Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami berkata

        Alhamdulillah saya selalu baik Pak 🙂
        Semoga bapak senantiasa dalam lindungan-NYA. Aamiin.

        Siap Pak. Mohon maaf Pak saya baru buka Lyceum lagi.

    2. lyceum
      lyceum berkata

      Selamat sore. Ya kami ingin menghadirkan sejumlah informasi yang jarang dimuat orang. Terima kasih atas komentarnya ya

      1. Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami berkata

        Siap.
        Sama-sama.
        Pak/Ibu Admin Lyceum, saya ingin berkontribusi menulis di Lyceum 🙂

  2. Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami berkata

    Assalamu’alaikum …

    Selamat siang menjelang sore. Saya Kiki Rizky Nuzurul Wahyu Utami Mahasiswi Semester I Pasca IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Alhamdulillah, akhirnya Pak Prof. Cecep merilis mengenai Sunda Wiwitan. Sejauh yang saya tahu, Sunda Wiwitan dikenal juga sebagai Agama Jawa Sunda, Cara Karuhun Urang (tradisi nenek moyang), dan ajaran Madrais atau agama Cigugur.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.