Connect with us

Pendidikan

Tak Ada yang Pernah Berdiri Sendiri | Pendidikan Multi Budaya Part-1

Cecep Sumarna

Published

on

Ilmu tidak pernah berdiri sendiri. Tidak pernah lepas dari aspek lain. Selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang melatarbelakangi mengapa sesuatu yang disebut ilmu itu lahir dan hadir. Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks. Ilmu, karena itu selalu merupakan lanjutan dari satu fase ke fase lain, dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Ilmu selalu merupakan tumpukan teori-teori yang sebelumnya kecil, kemudian membuncah menjadi tumpukan teori yang demikian besar.

Setiap fase atau setiap zaman, karena itu pasti memberi sumbangan atas fase dan zaman lain. Apa yang diperoleh dan didapatkan hari ini, ternyata tidak lebih kecuali merupakan lanjutan dari apa yang terjadi dan didapatkan ilmuan sebelumnya. Adaftasi dan dinamika keilmuan, karena itu tidak pernah  statis dan tak pernah mati dalam skeptisismenya sebagai sebuah teori. Selalu muncul tesa, yang melahirkan antitesa dan berakhir di tepian sintesa. Bahasa sederhanya, No New Knowledge under the Sun  (tidak pernah ada sesuatu yang benar-benar baru di kolong langit ini).

Karena itu, saya suka heran jika ada seorang guru, bertanya kepada murid, misalnya dengan kalimat tanya: Siapa yang menciptakan mobil?. Keheranan itu terletak karena jawaban atas pertanyaan dimaksud, bukan hanya sekedar sulit mencari siapa sesungguhnya pencipta mobil, tetapi, juga karena jawaban yang muncul atasnya, pasti panjang dan menyulitkan siapapun. Ribuan lembar kertas akan habis untuk menjawab pertanyaan konyol semacam itu.

Diketahui bahwa mobil hadir karena terdiri dari mesin, kabel, body, lampu, gas, rem dan bahkan ban. Semua memiliki hak paten sendiri karena masing-masing dicipta sendiri-sendiri oleh ilmuan dari dunia dan peradaban yang berbeda satu sama lain. Dari satu waktu ke waktu lain. Hal itu tidak mungkin dijawab secara langsung oleh siapapun, termasuk bahkan oleh orang yang diasumsikan sebagai pencipta mobil itu sendiri.

Thomas Samuel Kuhn – Photo Dari Josh’s Philosophy Blog

Ilmu, karena itu, mengutif Thomas S. Kuhn (1997) selalu berkembang dari satu tumpukan ke tumpukan (informasi) lain. Ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada dalam ruang hampa yang meninggalkan orang lain sekalipun sumbangan atasnya,  sangat kecil. Sejarah perkembangan epistemologi atau ilmu pengetahuan, dalam analisa Thomas Samuel Kuhn (1997), harus dikritik habis karena menyuguhkan sebuah doktrin filsafat yang memandang bahwa ilmu seolah hanya diperoleh melalui verifikasi, falsifikasi, probalistik dan penerimaan yang kaku. Ilmu, dalam analisanya, semestinya juga dilihat bagaimana urutan atau kronologis atas prestasi-prestasi ilmiah baik secara individual maupun komunal. Karenanya perlu analisa yang semakin ketat dan teliti. Fakta, atas apa yang diyakini Kuhn  tadi memang nyata. Sebab, secara historis menunjukkan bahwa ilmu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal

Hal yang sama, terjadi dalam ruang lingkup akademik. Misalnya, suatu hari penulis diminta melakukan review terhadap sejarah pendirian suatu Pendidikan Tinggi Agama. Dalam sejarah yang tertulis berdasarkan nomenklatur yang ada dalam tulisan dimaksud, tampak bahwa ada satu kelompok yang menurut orang dimaksud, bertentangan secara ideologi dengan apa yang dia anut. Penulis diminta untuk menata ulang dengan mengurangi peran-peran orang tadi dengan memasukan unsur-unsur baru, yang menurutnya memiliki peran-peran strategis dalam konteks pendirian PTA tadi.

Sampai pada tingkat memasukan unsur atau orang baru yang dihasilkan atas kajian sejarah cukup mendalam, penulis setuju. Dengan asumsi bahwa tidak ada sesuatu yang benar-benar tunggal. Tetapi, mengurangi peran orang lain, APALAGI MENGHAPUSNYA, yang pernah hadir dan memberi konstribusi atasnya, menurut penulis, itu pasti keliru. Tanpa kehadiran mereka, mungkin bahkan PTA itu tidak ada. Bagaimana mungkin menghapus sejarah hidup, karena ada perubahan orientasi dan kondisi kekinian.

Mengapa? Sebab PTA pada umumnya, hadir dari gumulan para intelektual Muslim masa lalu, yang background historisnya, satu sama lain berbeda. Saya bilang, andaikan orang ini dianggap Syi’ah atau Mu’tazilah, bukan ahlu sunnah, maka, kehadirannya harus tetap dipandang berjasa dalam melahirkan PTA ini. Terlebih mereka bukan Syi’ah atau bukan Mu’tazilah. Mereka hanya dipandang berbeda dalam cara pengelolaan keberagamaan di sebuah perahu Ideologi besar bernama Ahlu sunnah wa al jama’ah.

Untuk kepentingan dimaksud, bagian ini menjelaskan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan mulai dari dunia mistik sampai dengan perkembangan ilmu temporer. Dunia baru yang dulu dianggap luas, kini disempitkan kekuatan teknologi tranportasi dan informasi dengan berbagai pencabangannya yang cukup luas dan kompleks.

Continue Reading
178 Comments

178 Comments

  1. Avatar

    Bayu Hermawan

    30-03-2019 at 20:30

    Dari apa yang saya pahami saya sepakat bahwa di dunia ini tidak ada yang bisa berdiri sendiri, termasuk dalam hal ilmu pengetahuan, manusia merupakan makhluk yang dinamis, budayanya pasti megalami perubahan seiring perkembangan peradaban, begitu juga ilmu pengetahuannya yang akan terus berkembang mengiringi kemajuan peradaban itu, akan selalu muncul tesa, yang melahirkan antitesa dan berakhir di tepian sintesa.
    Ilmu pengetahuan yang satu akan menghasilkan pengetahuan lainnya, contohnya dalam penciptaan mobil, karena mobil membutuhkan mesin, dan banyak komponen lainnya, yang masing – masing ada penemunya dan ada ilmunya.
    Manusia, ilmu pengetahuan, begitu juga budaya adalah komponen yang tidak dapat terpisahkan, akan selalu berkembang seiring majunya peradaban..

  2. Avatar

    Siti A'isyah

    30-03-2019 at 17:41

    Fase demi fase , zaman demi zaman ilmu selalu berkembang dengan sendirinya karena sifatnya yang dinamis. Namun ilmu tidak berdiri sendiri karena ilmu dihasilkan oleh banyak faktor dan aktor yang sebagai melatar belakangi sebuah ilmu.

  3. Avatar

    Rudi Permana

    28-03-2019 at 13:29

    Sejatinya ilmu tidak egois, sebab ilmu adalah alat yg memerlukan alat lain agar tercipta, serta ilmu sejatinya itu baik lahir dari keresahan atau kesusahan kemudian mendatangkan kemudahan….

  4. Avatar

    Yusril soheban

    27-03-2019 at 10:54

    Ilmu itu bersifat berkembang, meluas tanpa ada yang bisa berhentikan. Maka saya setuju dengan artikel ini

  5. Avatar

    Naufal Faruq

    27-03-2019 at 10:04

    Disini saya mengerti bahwa ilmu itu saling berkaitan dan menyatukan dan tidak bisa berdiri sendiri.

  6. Avatar

    Ega Sopana

    27-03-2019 at 10:02

    Mengenai artikel di atas yang saya baca, benar sekali bahwasan semua yang ada didunia ini tidak ada yang berdiri sendiri pasti ada yang melatar belakanginya suatu ilmu tersebut. Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu.

  7. Avatar

    Yusril soheban

    27-03-2019 at 08:18

    Berbicara tentang ilmu yang tidak dapat berdiri sendiri saya sangat setuju, karena memang sejatinya ilmu adalah gabungan dari beberapa pemikiran dan perbuatan yg bergabung menjadi satu untuk dapat menjelaskan lebih detail tentang sesuatu yang ingin dijadikan ilmu. Banyak yg bilang ilmu adalah hasil pemikiran dan hasil perbuatan yang menjadikan suatu teori, tapi bukan pemikiran dan perbuatan seseorang saja yg lalu bisa dijadikan suatu ilmu, tetapi menggabungkan beberapa pemikiran dan perbuatan dari beberapa orang agar ilmu yg di keluarkan bisa menjadi lebih kuat karena banyaknya pendapat yg mengatakan sama.

  8. Avatar

    Yusril soheban

    27-03-2019 at 08:16

    Berbicara tentang ilmu yang tidak dapat berdiri sendiri saya sangat setuju, karena memang sejatinya ilmu adalah gabungan dari beberapa aspek dan aktor yg bergabung menjadi satu untuk dapat menjelaskan lebih detail tentang sesuatu yang ingin dijadikan ilmu. Banyak yg bilang ilmu adalah hasil pemikiran dan hasil perbuatan yang menjadikan suatu teori, tapi bukan pemikiran dan perbuatan seseorang saja yg lalu bisa dijadikan suatu ilmu, tetapi menggabungkan beberapa pemikiran dan perbuatan dari beberapa orang agar ilmu yg di keluarkan bisa menjadi lebih kuat karena banyaknya pendapat yg mengatakan sama.

  9. Avatar

    Luinah

    27-03-2019 at 08:12

    Ilmu tidak pernah berdiri sendiri,melainkan selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang melatarbelakangi mengapa sesuatu yang disebut ilmu itu lahir dan hadir. Karena itu Ilmu selalu merupakan lanjutan dari satu fase ke fase lain, dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Intinya manusia tanpa ilmu itu bukan apa-apa, semakin berkembang nya zaman Ilmu semakin modern dan semakin luas.

  10. Avatar

    M. Didi Wahyudi

    27-03-2019 at 08:10

    Ilmu itu adalah pengetahuan yang datangnya dari atas, atau dari sang ilahi, atau yang disebut kecerdasan transendental, kita sebagai manusia hanya bisa menerima keilmuan itu dengan cara berfikir untuk mendapatkan itu semua

  11. Avatar

    M. Didi Wahyudi

    27-03-2019 at 08:08

    Mantap sekali, jadi ilmu itu adalah sekumpulan teori teori kecil yang di kumpulkan jadi satu dan menjadi teori yang besar

  12. Avatar

    Ayuning Sutiman

    27-03-2019 at 03:57

    Assalamua’laikum wr.wb
    Saya Ayuning Sutiman dari T.IPS A/4
    Menurut saya apa yang dipaparkan diatas itu benar adanya, bahwasannya segala sesuatu yang ada di dunia ini tidak pernah berdiri sendiri keculai hanya Sang Pencipta Kita ya itu Allah SWT..
    Kita harus yakini dan percayai segala sesuatu hal yang ada saat ini atau segala sesuatu hal yang wujud hadir baik material atau non material pada saat ini pasti semuanya memiliki kesinambungan atau memiliki sambungan atau lanjutan dari apa apa yang sudah terjadi sebelumnya atau dimasa lalu.
    Seperti contoh hal nya ilmu ilmu teknik yang ada pada saat ini untuk pembuatan berbagai macam elektronik dan lain lain itu jelas pasti dari satu proses pembutan ke pembuatan yang lainnya pasti selalu ada kesamaan walaupun hanya sedikit dan itu bukti bahwa ilmu itu selalu berkembang dan terus berkembang hingga terus menerus melahirkan pemahaman pemahaman dan penciptaan penciptaan ilmu yang baru.
    Dan inti dari penganalisaan ini adalah semua ilmu yang ada di muka bumi ini dan segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini itu semuanya bersifat dinamis tidak statis. Karna semuanya mampu berkembang dan terus berkembang dengan beriringnya perkembangan zaman yang terus menerus berganti ganti.
    Sekian, Wassalamua’laikum wr.wb

  13. Avatar

    Melli Nurvelina

    26-03-2019 at 22:12

    Ilmu adalah anugerah dari Allah SWT yang sangat besar.
    Ilmu tidak pernah berdiri sendiri, melainkan tidak pernah terlepas dari aspek lain. Ilmu merupakan lanjutan dari satu fase ke fase lain, dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Ilmu di ibaratkan sebagai penglihatan 3 dimensi, yaitu penglihatan ke masa silam, masa sekarang dan masa depan. Dengan ilmu yang diperoleh dan didapatkan hari ini, ternyata tidak lebih kecuali merupakan lanjutan dari apa yang terjadi dan didapatkan ilmuan sebelumnya. Dari ilmulah derajat manusia akan diangkat oleh Allah SWT.

  14. Avatar

    Bayu Hermawan

    26-03-2019 at 15:51

    Dari apa yang saya pahami saya sepakat bahwa di dunia ini tidak ada yang bisa berdiri sendiri, termasuk dalam hal ilmu pengetahuan, manusia merupakan makhluk yang dinamis, budayanya pasti megalami perubahan seiring perkembangan peradaban, begitu juga ilmu pengetahuannya yang akan terus berkembang mengiringi kemajuan peradaban itu, akan selalu muncul tesa, yang melahirkan antitesa dan berakhir di tepian sintesa.
    Ilmu pengetahuan yang satu akan menghasilkan pengetahuan lainnya, contohnya dalam penciptaan mobil, karena mobil membutuhkan mesin, dan banyak komponen lainnya, yang masing – masing ada penemunya dan ada ilmunya.
    Manusia, ilmu pengetahuan, begitu juga budaya adalah komponen yang tidak dapat terpisahkan, akan selalu berkembang seiring majunya peradaban.

  15. Avatar

    Ummie Habibah A/4

    25-03-2019 at 08:22

    Saya setuju dengan artikel diatas, bahwasanya memang ilmu tak bisa berdiri sendiri melainkan harus dibarengi dengan perkembangan zaman dan ilmu lainnya. Dikehidupan ini memang tak pernah lepas dari yang namanya ilmu. Ilmu tak pernah menjurus pada satu aspek melainkan bisa dari aspek lain.

  16. Avatar

    Putri Alfaniyah

    23-03-2019 at 15:58

    Manusia tidak dapat hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain. Sama halnya dengan ilmu tidak bisa berdiri sendiri tanpa bertumpu pada ilmu-ilmu lainnya. Ilmu ialah pengetahuan yang sudah dikelompokkan, disistematisasi, dan diinterprestasikan sehingga menghasilkan suatu kebenaran objek serta sudah di uji kebenarannya secara ilmiah.

  17. Avatar

    Yandhika Chika Pratama

    23-03-2019 at 13:29

    Setiap orang pasti memiliki ilmu. namun, secara historis ilmu tersebut tidak pernah benar-benar Iahir dalam kehadirannya secara tunggal. Setiap zaman tentunya memiliki fase perkembangannya masing-masing. Termasuk fase dalam perkembangan ilmu. Semakin bertambahnya zaman ilmu pun semakin berkembang, ditambah Iagi dengan semakin berkembangnya teknologi. seorang ilmuan bernama Thomas Samuel Khun mengartikan bahwa ilmu itu berkembang dari satu tumpukan ke tumpukan Iainnya.

    ||mu pada saat ini sudah sempit. Tidak seperti zaman dahulu harus mencari ke berbagai tempat. maksudnya, ilmu pada saat ini dapat ditemukan dimanamana. Semakin berkembangnya ilmu maka semakin mudah dizaman ini untuk mendapatkan ilmu tersebut. Dari ilmu, sudah banyak melahirkan ilmuanilmuan. Baik dari blok Timur maupun blok barat. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya ilmu. Keistimewaan ilmu yaitu tidak akan berkurang malah bertambah. Begitupun dengan sejarah Nya.

  18. Avatar

    Elin Yulianingsih

    22-03-2019 at 09:12

    Ilmu tidak oernah berdiri sendiri, lahirnya ilmu selalu berdampingan dengan ilmu-ilmu yang lainnya. Ilmu senantiasa berkembang seiring dengan perubahan-perubahan perilaku manusia dan permasalahan yang terjadi dalam kehidupan manusia. Contohnya seperti penciptaan sebuah mobil yang disebut diatas. Mobil tercipta dari beberapa komponen yang telah diciptakan oleh ilmuwan-ilmuwan terdahulu dan dirakit sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah mobil yang bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk memudahkan aktivitas manusia. Bahkan saat ini mobil sudah semakin berkembang dengan dipasangkannya kamera di dasbor mobil, AC, Alat pemutar musik dan lainnya dimana komponen tersebut tidak murni hasil dari pembuatan mobil namun merupakan hasil penemuan tersendiri yang di gabungkan. Jadi, ilmu itu lahir berdasarkan dari kebutuhan manusia saat itu dengan pengembangan-pengembangan yang dilakukan sehingga hadirlah sebuah ilmu baru dari perkembangan tersebut.

  19. Avatar

    Siti A'isyah

    22-03-2019 at 08:10

    Pada dasarnya ilmu itu tercipta karena pemikiran manusia itu sendiri dari keingintahuan.
    Ali bin abi tholib berkata:
    Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki. Dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu.
    Dengan berfikir manusia mampu mengolah pengetahuan, dengan pengolahan tersebut, pemikiran manusia menjadi makin mendalam dan makin bermakna, dengan pengetahuan manusia mengajarkan, dengan berpikir manusia mengembangkan, dan dengan mengamalkan serta mengaplikasikannya manusia mampu melakukan perubahan dan peningkatan ke arah kehidupan yang lebih baik.

  20. Avatar

    Putri alfaniyah

    22-03-2019 at 07:21

    Sesuatu tidak dapat berdiri sendiri. Begitu pula sama dengan ilmu. Ilmu pengetahuan tidak bisa berdiri sendiri tanpa bertumpu pada ilmu-ilmu lainnya.ilmu adalah suatu susunan pengetahuan yang teratur tentang pokok permasalahan (subjek) tertentu, yang diperoleh melalui metode tertentu dengan tujuan untuk memperoleh kebenaran tentang sesuatu secara objektif. Dalam hubungan ini ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang telah terstruktur.

  21. Avatar

    Putri Alfaniyah

    22-03-2019 at 07:13

    Sesuatu itu tidak dapat berdiri sendiri. Begitu pula sama dengan ilmu. Ilmu pengetahuan tidak bisa berdiri sendiri tanpa bertumpu pada ilmu-ilmu lainnya.ilmu adalah keseluruhan pengetahuan yang teratur tentang suatu pokok permasalahan tertentu. Tentu saja hal tersebut harus dibedakan dengan sejumlah pengetahuan yang dikumpulkan secara tidak terstruktur atau hanya sebagian.

  22. Avatar

    Miftahul Jannah

    22-03-2019 at 06:38

    Miftahul janah semester 4/B IPS
    Ilmu itu tidak berdiri sendiri,ilmu itu selalu mengalami perubahan secara dinamis mengikuti perkembangan suatu zaman. Seperti pada zaman dahulu belum di temukan ya teknologi dan semakin kesini semakin sangat berkembangnya teknologi,di situ dapat di simpulkan bahwa ilmu itu selalu berkembang.ilmu juga tidak bisa di pisahkan dengan aspek-aspek lain seperti manusia,budaya,karena ilmu dengan manusia memiliki keterkaitan.

  23. Avatar

    Maemunah Fadillah

    21-03-2019 at 23:06

    Dari apa yang telah saya baca pada part ini dapat disimpulkan bahwa ilmu bukanlah merupakan sesuatu yang statis, namun dinamis. Karena ilmu selalu berkembang mengikuti fase demi fase kehidupan manusia.
    Ilmu itu tidak pernah baru, karena selalu ada yang terdahulu dimuka bumi ini. Yang ada hanyalah inovasi dari perkembangan ilmu itu sendiri.
    Seperti apa yang telah dicontohkan pada part ini, bahwa tidak pernah benar-benar ada seorang pencipta mobil, karena segala unsur yang ada pada mobil tersebut pun diciptakan dan ditemukan oleh ilmuannya masing-masing.

    • Avatar

      Lia Herliana

      22-03-2019 at 07:36

      Pada dasarnya semua yang ada itu tidak bisa berdiri sendiri. Seperti halnya ilmu, ilmu itu bersifat dinamis (berkembang) tidak akan berdiri sendiri tanpa adanya aspek lain dan pemikiran seseorang karena ilmu itu sendiri tercipta karena pemikiran manusia yang ingin tahu dari mitos-mitos menjadi fakta-fakta yang memang benar adanya.

  24. Avatar

    Sri haryati

    21-03-2019 at 22:09

    Ilmu tidak pernah berdiri sendiri, melainkan berkelanjutan dari fase satu ke fase yang lain nya.
    Ilmu sendiri mengalami perkembangan yang pesat dari zaman prasejarah sampai zaman sekarang (modern).

    • Avatar

      Yusril soheban

      27-03-2019 at 08:19

      Berbicara tentang ilmu yang tidak dapat berdiri sendiri saya sangat setuju, karena memang sejatinya ilmu adalah gabungan dari beberapa pemikiran dan perbuatan yg bergabung menjadi satu untuk dapat menjelaskan lebih detail tentang sesuatu yang ingin dijadikan ilmu. Banyak yg bilang ilmu adalah hasil pemikiran dan hasil perbuatan yang menjadikan suatu teori, tapi bukan pemikiran dan perbuatan seseorang saja yg lalu bisa dijadikan suatu ilmu, tetapi menggabungkan beberapa pemikiran dan perbuatan dari beberapa orang agar ilmu yg di keluarkan bisa menjadi lebih kuat karena banyaknya pendapat yg mengatakan sama.

  25. Avatar

    Sri haryati

    21-03-2019 at 22:04

    Ilmu tidak pernah berdiri sendiri, berkelanjutan dari fase yg satu ke yg lain.
    Ilmu sendiri berkembang sangat pesat dari zaman prasejarah hingga sampai zaman sekarang (modern).

  26. Avatar

    Ifa Nurfaizah

    21-03-2019 at 20:42

    Ilmu Selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang melatarbelakangi mengapa sesuatu yang disebut ilmu itu lahir dan hadir.
    Manusia hidup didunia ini akan hampa tanpa adanya ilmu, hati semakin kosong tanpa diisi oleh percikan ilmu. Sebab dengan ilmu lah hidup akan terarah, “al’ilmu nuurun” ilmu bagaikan cahaya yang menerangi setiap langkah kita, perbuatan kita. Dengan Ilmu dapat mengantarkan kita kepada jalan kebenaran, “ihdinashshirootholmustaqiim”. Dan untuk meraih kebahagiaan dunia akhirat harus dengan ilmu..
    Sebab ada hadits yang menjelaskan bahwa:
    من ارادالدنياءفعليه بالعلم ومن
    ارادالاخرةفعليه بالعلم ومن ارادهمافعليه بالعلم

  27. Avatar

    Munirudin

    21-03-2019 at 20:26

    Ilmu merupakan anugerah dari tuhan yang maha esa. Ilmu merupakan buah dari pemikiran manusia. Dengan ilmua manusia bisa segalanya ,bahkan sesuatu yang mustahilpun dapat tercipta , namun semua itu tidak lepas dari kehendak yang maha mengetahui segalanya. Maka dari itu ilmu tidak akan terwujud jika sang kuasa tidak menghendakinya.

  28. Avatar

    Yayat Hidayatulloh

    21-03-2019 at 19:55

    Dari sini aku mengerti bahwasannya ilmu itu menyatukan. Entah itu ilmu warisan dari para pendahulu atau ilmu-ilmu temporer hasil pengembangan ilmu itu sendiri.

  29. Avatar

    Rizka mawadah apriliani (T IPS 4/A)

    21-03-2019 at 19:32

    Asalamualaikum saya rizka ingin berkomentar, ilmu menurut saya adalah hal yang sangat berharga di banding harta yang lain, tanpa ilmu seseorang tidak mungkin mendadak jadi sukses dan kaya, uang dan harta yg lain pasti akan habis, namun tidak dengan ilmu, hingga manusia itu mati pun ilmu tidak akan pernah habis, malah setelah jasad manusia itu mati, ilmu yang pernah ada dalam dirinya pasti akan berguna dan di manfaatkan oleh manusia lain (jika dia senantiasa membagi ilmu nya). Ilmu itu tidak pernah berdiri sendiri, justru ilmu itu selalu berdampingan dengan faktor kemanusiaan dan kealaman.

    • Avatar

      Farrin Nurul Aina

      24-03-2019 at 22:09

      Setelah saya membaca tulisan ini, bahwasanya ilmu itu selalu berkembang seiring dengan berkembangnya zaman, dan ilmu tidak bisa berdiri sendiri. Ilmu itu bagian terpenting dlm hidup manusia, apa lah arti dr harta yg banyak apa bila kita tidak mempunyai ilmu.
      Terimakasih

  30. Silmy Awwalunnis

    Silmy Awwalunnis

    21-03-2019 at 16:40

    Ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri. Semua harus memiliki unsur lain sebagai penopang dan pertegas ada nya ilmu tersebut. Maka Jadikan lah apa yg kita ketahui diketahui dari sumber terakar. Barulah kita mengerti apa maksud dari ilmu tersebut.

  31. Silmy Awwalunnis

    Silmy Awwalunnis

    21-03-2019 at 16:26

    Ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri. Semua harus memiliki unsur lain sebagai penopang dan pertegas ada nya ilmu tersebut. Maka jadikan lah apa yg kita ketahui di ketahui dari sumber terakar, barulah kita mengerti apa maksud dari ilmu tersebut.

  32. Avatar

    Elok Alfain Luthfie

    21-03-2019 at 15:06

    Pada mulanya aktor-aktor yang melatarbelakangi ilmu tersebut mencari dan coba memahami suatu hal, dan timbullah teori-teori yang bertujuan untuk memecahkan sebuah permasalahan yang muncul ditengah-tengah masyarakat. Berjalan dari itu timbullah sebuah ilmu, karena ilmu merupakan pengetahuan atau pemahaman yang harus dipelajari.

  33. Avatar

    Zainal Ma'arif

    21-03-2019 at 14:59

    Ilmu itu diibaratkan sebuah mobil. Terciptanya mobil itu karena beberapa fase, tiap fasenya memiliki hak ciptanya masing² dari seorang ilmuan. Sepeti onderdilnya mobil memiliki penciptanya masing². Tidak dapat dikatakan mobil jika tidak ada rodanya.
    Contoh lain sebuah PTA, berdirinya PTA itu tidak terbentuk karna satu aliran saja, melainkan meliputi aliran² lainnya juga.
    Jadi ilmu itu tidak dapat berdiri sendiri, melaikan terbentuk karena adanya aspek² lain yang melatarbelakangi mengapa ilmu itu lahir dan hadir.

  34. Avatar

    Siti maryatul qibthiyah

    21-03-2019 at 14:15

    Assalamualaikum
    Ilmu adalah faktor dari terciptanya teori-teori pemikiran manusia yang tersusun sedemikian kompleks hasil dari kehidupan kemanusiaan dan kealaman yang kemudian berkembang sejalan dengan kemajuan zaman, hasil dari ilmu ialah terciptanya teknologi dan IPTEK untuk penunjang,mencapai kebutuhan manusia. Memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitasnya.

  35. Avatar

    Maulidiya

    21-03-2019 at 14:13

    Assalamualaikum
    Ilmu tidak bisa berdiri sendiri harus ada aktor yang memainkannya, karena perlu analisa yang semakin ketat dan teliti. Setiap fase atau setiap zaman ilmu juga mengalami perubahan. Sampai pada tingkatan dan aspek-aspeknya.

  36. Avatar

    Sri Anisah

    21-03-2019 at 14:10

    Ilmu merupakan suatu pengetahuan yang bersifat dinamis. Di setiap perkembangan zaman selalu menciptakan pengetahuan yang semakin digali melalui fenomena dan fakta yang semakin akurat. Ilmu di dasari dari sebuah pengetahuan yg banyak akan keingintahuan seseorang, hadirnya ilmu menciptakan kerangka berpikir (teori).

  37. Avatar

    Dhini apriliani

    21-03-2019 at 14:08

    Asalamualaikum
    Ilmu tidak pernah berdiri sendiri, pada fase atau setiap zaman, pasti akan memberikan sumbangan untuk zaman yang akan datang. Dan apa yang di peroleh dan di dapatkan di hari ini akan di lanjutkan dan di dapat dari ilmuan sebelumnya.

  38. Avatar

    Aninda fidiya sari

    21-03-2019 at 14:00

    Ilmu pengetahuan tidak dapat lepas dari pergerakan dan perkembangan manusia dimuka bumi, ilmu telah berkembang sejak zaman dahulu dimulai dari zaman purba,zaman pertengahan, reinisan dan modern. Pada dasarnya ilmu tidak dapat berdiri sendiri selalu terikat dengan aspek lain .

  39. Avatar

    Fifit Fitri Nur'aeni

    21-03-2019 at 14:00

    Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain. Manusia harus saling bantu membantu dan bekerja sama agar kehidupan ini berjalan dengan baik. Fitrah manusia tersebut menjadikan kita semua saling terikat dan saling membutuhkan satu sama lain.
    Sama halnya dengan ilmu . secara historis menunjukkan bahwa ilmu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal.
    Jadi pada dasarnya ilmu itu tidak berdiri sendiri . Ilmu itu tidak akan pernah terlepas dari aspek lainnya . Karena itu ilmu merupakan lanjutan dari satu fase ke fase lainnya. Ilmu berasal dari tumpukan teori yang sebelumnya kecil , kemudian jadilah tumpukan teori yg sedemikian besar .

  40. Avatar

    Dadan Syah

    21-03-2019 at 05:34

    Dadan Handriansyah 4/A
    Ilmu lahir tidak secara tunggal seperti halnya. Buku hadir di hadapan kita semua itu karena ada nya penulis. Nah disini di jelaskan bahwa tak ada yang pernah berdiri sendiri, semua pasti ada pasanganya mau 1,2, bahkan bisa lebih banyak. Yang tunggal hanyalah satu yaitu Allah SWT. Kata²nya baguss, namun agak sedikit sulit di mengertii. Kata²nya mengajarkan kita untuk menjawab pertanyaan sampai pada akarnya, seperti siapa yang membuat mobil? Kita tahu di dalam mobil terdapat lampu,rem,mesin,bahkan ban? Nah itu yang harus kita perhatikan pertanyaanya. Jika bertanya seperti itu. Kita harus jawab smuanya. Baguss kerennn . 🙂

  41. Avatar

    Afni nursofiya_A/4

    21-03-2019 at 00:26

    Ilmu merupakan sarana untuk memudahkan aktifitas manusia. Tanpa sebuah ilmu manusia akan mengalami beberapa kesulitan,mengingat peranan ilmu sendiri begitu penting dalam hidup dan bermasyarakat. Tentunya di zaman yang semakin modern ini kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman.
    Seperti kita ketahui teknologi semakin hari semakin bertambah dan jika kita tidak pandai-pandai dalam menyesuaikannya maka kita tidak akan pernah mengerti dan kita hanya akan menjadi manusia yang akan dianggap rendah oleh orang lain.

  42. Avatar

    Afni nursofiya_A/4

    21-03-2019 at 00:22

    Ilmu merupakan sarana untuk memudahkan aktifitas manusia. Tanpa sebuah ilmu manusia akan mengalami beberapa kesulitan,mengingat peranan ilmu sendiri begitu penting dalam hidup dan bermasyarakat. Tentunya di zaman yang semakin modern ini kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman.

  43. Avatar

    Aji Santoso

    21-03-2019 at 00:15

    Assalamualaikum wr.wb
    Setelah saya membaca artikel ini k emudian saya melihat dari sudut pandang saya mengenai pemaparan artikel dari penjelasan bapak prof. Dr. H. Cecep Sumarna, M.Ag yang berjudul “Tak Ada Yang Pernah Berdiri Sendiri”- Pendidikan Multi Budaya Part 1. Saya pun sangat tertarik akan artikel yang beliau tulis dan pada akhirnya saya yang pasti ingin memberikan sudut pandang saya yang akan di tuangkan oleh komentar saya pada artikel ini. Jadi artikel ini menjelaskan dimana yang sudah di singgung pada artike ini bahwa salah satunya yakni ilmu tidak pernah berdiri sendiri, tidak pernah lepas dari aspek lain yang persis seperti judulnya. Berbicara mengenai ilmu, ilmu merupakan kumpulan dari pengetahuan yang diolah dan suatu pendekatan atau metode terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Tentunya dari berbagai kumpulan pengetahuan hal ini kembali menegaskan bahwa ilmu tidak bisa berdiri sendiri karena pasti membutuhan aspek yang lain yang harus berkaitan satu sama lainnya, sebagai contoh dalam studi social education atau pelajaran IPS kita bisa sebut bahwa ilmu ini sangat lah dinamis tidak statis artinya didalamnya ada ilmu-ilmu yang saling keterkaitan satu sama lain yang tidak bisa tiba-tiba menjadi berdiri sendiri seperti dalam IPS itu sendiri pasti ilmu dari sosiologi ekonomi sejarah geografi akuntasi dan lain sebagainya itu semua berkaitan dan semuanya saling ketergantungan sehingga tidak bisa dinamakan berdiri sendiri karena pada hakekatnya social science mengkaji gejala-gejala sosial yang ada di muka bumi dari yang sifatnya berwujud fisik maupun nonfisk yang dari komponen biotik maupun abiotik. Apalagi ketika dihadapkan oleh zaman ilmu sangat berperan penting bahwasannya setiap perkembangan zaman ilmu akan makin menambah luas akan hal pengetahuan dan wawasan, oleh karenanya peradaban manusia lah salah satunya yang mebawa sebuah ilmu itu sendiri yang dimana di bentuk dalam berbagai aspek sehingga tidak bisa dikatakan bahwa ilmu itu berdiri sendiri melainkan ilmu itu tidak berdiri sendiri karena ilmu itu merupakan suatu ilmu disipliner.
    Mungkin cukup sekian penjelasan mengenai sudut pandang saya pada artikel ini yang tentunya tidak akan saya paparkan semuanya karena melihat ruang juga disni, sebelumnya saya ucapkan terimakasih dan mohon maaf bila ada kesalahan atau kekeliruan dalam hal yang saya paparkan.
    wassalamualaikum.wr.wb
    Nama : Aji Santoso
    NIM : 1708104009
    Jurusan/Semester : T.IPS/ 4 Kleas A

  44. Avatar

    Robi'atul Adawiyah

    20-03-2019 at 23:31

    Tidak ada yang baru di bawah matahari berarti tidak ada yang benar-benar baru di bumi. Tidak mengabaikan penemuan atau kemajuan teknologi; melainkan, inovasi ini tidak berarti perubahan mendasar apa pun di dunia. Banyak kemajuan terjadi di masyarakat, tetapi dari perspektif kehidupan yang lebih besar, sifat manusia tetap dan akan selalu tetap sama.

  45. Avatar

    Iqbal ismail

    20-03-2019 at 23:26

    menurut saya manusia itu makhluk simbiyosismutalusme diman manusia juga mebutuhkan orang lain untuk meyelesakan masalah, sama kaya mobil diman mobil juga mebutuhkan perangkat lain kaya seprti kabel lampu dan itu juga pembutan y berbeda beda.untuk itu juga ilmu yg diman ilmu itu bermacam” ada ilmu kedokteran ilmu matematik dan masi bayak lagi. ilmu itu seperti atom yang berserakan diman mana tergantung kita y mau diambil apa tidak

  46. Avatar

    Mohammad ade rifki pasya

    20-03-2019 at 23:17

    Sudah hak pirogratif tuhan memang dalam penciptaan keberagaman. Sepakat dengan penulis terkait satu aspek keilmuan ataupun aspek yang lain tidak mampu untuk berdiri sendiri secara hakikat. Dalam hal ini akan ada banyak makna yang didapat terkait dengan keberagaman itu sendiri.
    Pernah dalam suatu hari dimalam yang agak sepi. Melihat sebuah video ceramah dari gus muwaffiq terkait masalah keberagaman. Singkat cerita dalam video yang berdurasi kurang lebih satu jam setengah, di pertengahan ceramah ada stetment menarik terkait kebaikan. Yakni bunyinya kurang lebih seperti ini “kebaikan tidak akan bisa berdiri sendiri”. Dengan contoh sebuah acara tidak akan bisa bernilai baik utuh jika tidak disanggah dengan kebaikan yang lain. Sebuah acara dibilang baik. Apabila beberapa aspek terpenuhi dengan baik. Seperti konsepan acara yang baik, akomodasi yang baik, konten acara yang baik, dan isi acara yang baik. Dimana setiap tugas yang tertera di atas dimainkan oleh berberapa peran orang tentunya. Apabila kita teliti lebih dalam lagi. Sekiranya hilang kebaikan salah satu aspek yang disebutkan. Tentunya orang akan menilai acara tersebut kurang baik. Contohnya seperti speaker yang kurang baik sehingga tausiyah yang di proyeksikan baik, mendapat komen yang kurang baik dari orang yang menilai.
    Apabila dikaitkan dengan kajian teologis terkait keberagaman adalah untuk saling mengenal antara satu makhluk ciptaa-Nya dengan ciptaa-Nya yang lain, termaktub dalam Al-Qur’an itu sendiri.
    Dan yang terakhir bahwasanya keberagaman adalah yang mengilhami adanya ilmu statistik dalam dunia matematika. Dimana dalam kajian ilmu ini dikatan bahwa keberagama (ketidakpastian) bisa di hitung dan di kira-kirakan. Mungkin jika warna kulit seragam, tinggi badan seragam, dan umur orang seragam tidak akan mengilhami ilmu ini berada. Sudah dipastikan dunia yang penuh kepastian dan kebosanan yang akan di dapati. Bukanya ketidakpastian yang membuat kita menerka-nerka dan berfikir tentang suatu hal. Dan tentu kita akan sadar bahwa kita penuh dengan kekurangan. Karena sejatinya hanya tuhan maha Esa lah yang benar-benar Esa.
    -mohammad ade rifki pasya
    Tadris ips d semester 4

  47. Avatar

    Muhammad Ghowtsul Alam

    20-03-2019 at 23:17

    Setelah saya baca dan cermati secara seksama. Memang benar adanya jika pendidikan tidaklah bisa berdiri sendiri hanya dengan satu ilmu, pasti akan ada ilmu-ilmu yang lainnya. Karena memang semua ilmu itu bersifat terus menerus dan berkesimanbungan. Tetapi tetap dalam koridor dan bidang yang sesuai serta sama.
    Selain itu ilmu juga akan terus berkembang menjadi ilmu ilmu baru yang pastinya akan berhubungan dan berkesinambungan juga dengan ilmu ilmu yang lama yang kemudian akan menjadi gabungan ilmu baru hasil kolaborasi ilmu tersebut.
    Dengan hasil akhir tersebut bisa ditarik kesimpulan jika memang benar bahwa ilmu itu bersifat luas dan menyeluruh.

  48. Avatar

    Sumyati

    20-03-2019 at 23:08

    Menurut saya, ilmu yang kita dapatkan itu harus bermanfaat buat orang lain bila ilmu tidak diamalkan maka ilmu tersebut tidak akan berkembang. Nah oleh karena itu ada pepatah yaitu ilmu yang tidak di amalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر 
    llmu yang kita dapatkan itu tidak berdiri sendiri melainkan ada aspek-aspek lain yang berada disekelilingnya..

  49. Avatar

    Ade Rossy Indra Pertiwi

    20-03-2019 at 22:56

    Ade Rossy Indra Pertiwi
    T.IPS A/4
    Ilmu, berbicara mengenai ilmu, ilmu sendiri bahwasanya usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Dalam hal ini sebuah ilmu itu tidak pernah berdiri sendiri atau tidak pernah lahir secara tunggal. Oleh sebab itu ilmu perlu di analisa yang semakin ketat dan teliti. Bahwasanya perkembangan ilmu pengetahuan dengan semakin majunya teknologi transportasi dan informasi. Dunia yang dulu di anggap luas menjadi sempit dengan adanya kemajuan teknologi di zaman sekarang.

  50. Avatar

    Windi Nurdiana Sari

    20-03-2019 at 22:53

    Setelah saya baca dari kutipan di atas saya setuju, karena kehadiran ilmu selalu berantai dan tidak pernah menemukan ujungnya. Ilmu memiliki keterkaitan satu sama lain yang saling berhubungan. Ilmu memberikan alasan mengapa sesuatu ada dan dapat terus dikembangkan. Apa yang telah dihasilkan oleh pemikiran seseorang dapat terus dilanjutkan dengan menghasilkan pemikiran lain yang disebut ilmu, yang menjadi alasan bahwa suatu hal yang diciptakan akan terus dikembangkan dan akan menghasilkan benda ataupun karya yang terus berlanjut mengikuti perkembangan zaman. Karena itu ilmu akan terus bergerak bersamaan yang menjadikannya satu kesatuan utuh sampai pada zaman kontemporer.

  51. Avatar

    Khofifah Rahmayanti

    20-03-2019 at 22:51

    Nama: Khofifah Rahmayanti T.ips A. Bukan ilmu jika itu tunggal karena ilmu itu dari informasi satu keinformasi lain. Nah dari sini ilmu ada karena banyak atau tidak terbentuk dan oleh sebab itu, Karena dalam sejarah nya menjadi kan bahwa ilmu itu lebih kebenaranya laporan atau penyalaan karena ilmu itu tidak ada dalam kehadiran yang tunggal. Bahwasanya tidak ada suatu yang benar benar tunggal akan tetapi mengurangi perannya orang lain. Dan tidak bisa menghapus sejarah hidup karena ada perubahan setiap zaman nya. Dan pada intinya bagian diatas menjelaskan bagaimana sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dari masa lalu sampai sekarang.

  52. Avatar

    Afif

    20-03-2019 at 22:48

    Pendapat saya atas artikel tersebut yg kaitannya dengan ilmu sangat setuju bahwasannya benar ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri tanpa sesuatu. Nah sesuatu disini maksudnya manusia, yang butuh akan adanya ilmu karena saling berkesinambungan. Oleh karena itu Alloh SWT menciptakan makhluk yaitu manusia yg dalam kehidupannya memerlukan yang namanya ilmu. Manusia tidak bisa jauh dengan ilmu yang setiap harinya sangat dibutuhkannya. Tidak ada sesuatu yang tunggal kecuali hanya Alloh yg maha tunggal tanpa membutuhkan sesuatu baik ilmu maupun yang lainnya. Atas berkat Rohman dan RohimNYA manusia mendapatkan ilmu. Ilmu itu luas, kaitannya dengan pemahaman agama yg mana agama islam itu mempunyai banyak aliran seperti Syiah, Mu’tazilah dan Ahlusunnah wal jama’ah. Dari cabang agama islam tersebut bedanya pendapat ilmu tentang pemahaman serta ilmu yang diajarkannya. Maka dari itu jelaslah bahwa ilmu tdk bisa berdiri sendiri tanpa adanya manusia. Berbeda dengan Alloh sang Maha pencipta segalanya dan Maha berdiri sendiri tanpa sesuatu.

  53. Avatar

    Cahya Hadi Kusuma

    20-03-2019 at 22:46

    Setuju sekali bahwasanya ilmu itu dari fase ke fase dari zaman ke zaman tentunya akan berubah untuk mengikut perkembangan di dunia ini. Ilmu sendiri muncul dikarenakan adanya faktor dan aktor dan adanya sebab akibat didalamnya. Bagaimana proses ilmu itu muncul?tentu saja ilmu juga muncul karena ada nya otak didalam diri manusia yang sehingga menyebabkan manusia itu berpikir untuk memenuhi suatu kebutuhan baik material maupun non material.
    Ilmu juga berperan dalam proses kemajuan umat manusia yang dimana umat manusia di tuntut untuk sejahtera.

  54. Avatar

    Evanti Adriani

    20-03-2019 at 22:44

    Assalamu’alaikum wr.wb
    dari artikel di atas saya dapat memaknai, bahwa ilmu itu tidak berdiri sendiri, sama seperti hal nya manusia yang tidak dapat berdiri sendiri. Dalam hal ini kehadiran ilmu selalu singkron dengan ada nya manusia, alam, dan hal hal yang menyebabkan ilmu itu ada.
    Evanti Adriani (1708104132), IPS D/4

  55. Avatar

    Toifah

    20-03-2019 at 22:42

    Pengetahuan adalah pengetahuan teoritis yang di susun secara khusus menggunakan metode ilmiah dengan cara penelitian sehingga hasilnya dapat di pertanggung jawabkan, ilmu adalah hasil dari pemikiran dan penelitian baik secara teoris maupun praktis tentunya untuk menghasilkan nya diperlukan adanya unsur-unsur yang dapat menunjang keberhasilan dalam mendapatkannya, hal itu sesuai dengan artikel yang telah di tulis bahwa ilmu tidak serta merta ada, namun tardapat aspek-aspek lain pendukungnya. Ilmu juga bersifat dinamis dikemas sesuai dengan kebutuhan maka akan selalu timbul hal-hal baru sepertihalnya metode dalam penerapan pembelajaran jika itu dalam cakupan ilmu dalam pendidikan formal.

  56. Avatar

    Zejen Zaenudin

    20-03-2019 at 22:42

    Menurut saya Ilmu adalah hasil proses berfikir yang diperoleh dari sekitar pengalaman untuk dijadikan objek penelitian dan diakui kebenarannya. pada hakikatnya ilmu dikembangkan oleh manusia yang mempunyai kelebihan dari segi akal yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia selalu berpikir maju dan selalu mencari celah-celah solusi dalam kehidupannya agar lebih mempermudah.
    Bisa kita ambil contoh zaman dulu manusia ingin mengasih kabar dan komunikasi jarak jauh itu menggunakan surat dan lain sebagainya, sesuai dengan perkembangan zaman manusia selalu berpikir akan kemajuan, bagaimana agar lebih efektif adan efisien dalam berkomunikasi jarak jauh ini ..? Lalu manusia berpikir dengan menciptakan teknologi yaitu handpohne gabungan dari jaringan dan teknologi.
    Sejatinya ilmu ini selalu terikat dengan ilmu-ilmu yang telah ada sebelumnya bahkan dengan kehidupan manusia pun.
    Penemuan hari ini ialah evolusi atau kembangan dari penemuan masa lampau.

  57. Avatar

    Zejen Zaenudin

    20-03-2019 at 22:33

    Menurut saya ilmu itu dinamis, sehingga masih dapat berubah dan dapat berkembang tiada batas. Karena pada hakikatnya ilmu dikembangkan oleh manusia yang mempunyai kelebihan dari segi akal yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia selalu berpikir maju dan selalu mencari celah-celah solusi dalam kehidupannya agar lebih mempermudah.
    Bisa kita ambil contoh zaman dulu manusia ingin mengasih kabar dan komunikasi jarak jauh itu menggunakan surat dan lain sebagainya, sesuai dengan perkembangan zaman manusia selalu berpikir akan kemajuan, bagaimana agar lebih efektif adan efisien dalam berkomunikasi jarak jauh ini ..? Lalu manusia berpikir dengan menciptakan teknologi yaitu handpohne gabungan dari jaringan dan teknologi.
    Sejatinya ilmu ini selalu terikat dengan ilmu-ilmu yang telah ada sebelumnya bahkan dengan kehidupan manusia pun.
    Penemuan hari ini ialah evolusi atau kembangan dari penemuan masa lampau.

  58. Avatar

    Safa Amaliatus saadah

    20-03-2019 at 22:30

    Ilmu itu lahir dan hadir seiiring perkembangan zaman ilmu semakin banyak semakin meluas, setiap haripun kita mendapatkan ilmu baik dalam formal maupun nonformal, ilmu tidak ada ujungnya contohnya pencipta mobil dalam artikel di atas, jika di kritik satu persatu gabakal habis. Karena ada pendahulu, dan masa yg akan datang yg akan melahirkan tumpukan2 (rincian baru) suatu ilmu yg lebih kompleks lagi, intinya Brkaiatan dngan pepatah “carilah ilmu smpai ke negeri cina” (tidak ada sesuatu yg benar2 baru dikolong langit ini)

  59. Avatar

    Hasan Hariri

    20-03-2019 at 22:29

    Tomas kuhn memang seorang tokoh filsuf amerika yang terkenal dengan gagasan mengenai dunia akademiknya. Tetapi jika kita bandingkan dengan tokoh lain yang dapat membantah mengenai ilmu pengetahua yang berdiri sendiri. Dengan itu kita dapat membandingkan melalui analisis diri dan analisis solsial serta hakikat realitas yang nyata. Maka akan ada suatu pengetahuan yang baru terkait analisis tersebut. Karna setiap tokoh pasti memiliki analisis dan latar belakang tersendiri hingga akhirnya ia mengeluarkan suatu gagasan yang biasa disebut teori. Karena pada hakikatnya jika menyelesaikan suatu permasalahan dengan sudut pandang yang berbeda maka akan lebih banyak juga ilmu pengetahuan yang kita dapatkan.

  60. Avatar

    Siti khotimah

    20-03-2019 at 22:19

    Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu merupakan pengetahuan yang menjawab seseorang mengenai penyebab sesuatu dan alasan dibalik suatu peristiwa.

    Saya sepakat bahwa ilmu tidak mampu berdiri sendiri, artinya dari setiap komponen-komponen yang ada di alam semesta ini akan melahirkan sebuah ilmu pengetahuan. Sebut saja misalnya dalam golongan ilmu sains, perhitungan matematika dan fisika berasal dari perhitungan gerak dan fungsi alam ini. Misalnya lahirnya sebuah hukum gravitasi yang ditemukan oleh isaac newton adalah hasil pengamatannya terhadap suatu hal yang terjadi di bumi ini mengapa segala benda jatuh ke bawah? Seolah-olah ada suatu daya tarik dari dalam bumi yang disebut magnet. Begitupun seorang insinyur, sebelum ia merancang sebuah bangunan, tentunya ia mengukur dari skala lebar dan panjang perkiraan lahan. Pada dasarnya dari komponen ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini adalah saling berkaitan satu sama lain. Dan kita tidak bisa mematenkan suatu ilmu pengetahuan hanya dalam satu sudut pandang.
    Namun, yang sering kita lakukan adalah memakai teori hanya dalam satu sudut pandang disiplin ilmu saja, yang pada akhirnya kita hanya ada penganggapan tunggal dari ilmu pengetahuan itu sendiri. Ilmu teknologi dan informasi adalah keterpaduan dari berbagai disiplin ilmu yang lainnya.

  61. Avatar

    Sustari

    20-03-2019 at 22:18

    Menurut Saya terkait dengan masalah Dia yaitu masalah adanya ilmu. Ilmu itu diperoleh dan menurut bahasa arab Alimma – yahlamu – Ilmann. Yang artinya mengetahui, memahami, dan mempelajari. Sedangkan secara istilah sendiri :”ilmu segala sesuaya yang belum tahu menjadi tahu” . Ada juga yang mengatakan ilmu itu diperoleh dari Alilmunurun. Ilmu diperoleh dari cari meniru/ atau mempelajarinya. Jadi menurut saya bagaimana seseorang itu bisa belajar ilmu tanpa mempelajarinya terlebih dahulu.

  62. Avatar

    Gilang rizqi mohamad

    20-03-2019 at 22:15

    Ilmu tidak akan peenah berdiri sendiri ilmu harus mempunyai aktor atau faktor supaya bisa membangunkan jiwa yg kita miliki ini dengan ilmu manusia bisa berbuat dengan baik sedangkan tanpa ilmu manusia akan menjadi bangkai yang tak tertulang. Jadi aktor di sini harus mempunyai fase fase kezamanya supaya sang aktor dapat memulai halnya yg tedahulu dan sekarang dengan santun dan sopan

    Jgn lupa sub chanel ku pak ,😄😄

    Sekian terimakasih

  63. Avatar

    Vina Rosseliana

    20-03-2019 at 22:13

    Yang dapat saya pahami dari artikel ini bahwasannya ilmu itu tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya aspek lain. Hal itu terjadi karena adanya keterikaitan antara suatu ilmu dengan sejumlah faktor yang lainnya. Ilmu juga terlahir dari beberapa komponen yang saling berkaitan, jika suatu ilmu hanya terdiri dari suatu komponen maka tidak dapat disebut ilmu, karena ilmu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal. Hal ini dikuatkan pendapat dari Thomas S. Kuhn (1997) yang mengatakan bahwa : “ilmu selalu berkembang dari satu tumpukan ke tumpukan (informasi) lain. Ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada dalam ruang hampa yang meninggalkan orang lain sekalipun sumbangan atasnya, sangat kecil.”

  64. Avatar

    Arif rahman hakim haryanto T.IPSD (4)

    20-03-2019 at 22:11

    Menurut pandangan saya dalam artikel ini sangat lah baik dimana kita mengenal ilmu. Maka dari itu, bisa dikatakan ilmu itu berkembang dari masa kemasa yang dulu nya kita cuma mengenal kendaraan itu cuma sepeda dan sekarang kita mengenal dengan sebutan mobil yang di kendalikan oleh mesin.

  65. Avatar

    Adelia Pramesetia Putri

    20-03-2019 at 22:09

    Yang dapat saya garis bawahi adalah ilmu tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya aspek lain. Hal yang melatarbelakangi suatu ilmu karena adanya keterikatan antara aktor dengan sejumlah faktor. Ilmu terlahir dari beberapa komponen yang saling berkaitan, bila suatu ilmu hanya terdiri dari suatu komponen maka itu tidak dapat disebut ilmu, karena ilmu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal. Ilmu menurut saya adalah sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori teori yang telah disepakati dan dapat diuji dengan mdtode yang diakui dalam bidang ilmu tersebut

  66. Avatar

    JUWILAH

    20-03-2019 at 22:04

    Saya setuju dengan artikelnya Thomas Samuel Kuhn yang mengatakan bahwa ilmu itu tidak berdiri sendiri dan tidak pernah lepas dari aspek lain namun selalu terkait dengan sejumlah faktor dan aktor yang melatarbelakangi mengapa sesuatu yang disebut ilmu itu lahir dan hadir. Karena pada dasarnya dari waktu kewaktu ilmu itu mengalami perubahan karena sifat ilmu itu dinamis bukan statis dimana ilmu itu selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
    Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks. Artinya dimana pun kita berada apapun yang kita lihat dan kita dengar itu adalah ilmu.

  67. Avatar

    Vina Rosseliana

    20-03-2019 at 22:02

    Yang dapat saya pahami dari artikel ini bahwasannya ilmu itu tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya aspek lain. Hal itu terjadi karena adanya keterikaitan antara suatu ilmu dengan sejumlah faktor yang lainnya. Ilmu juga terlahir dari beberapa komponen yang saling berkaitan, jika suatu ilmu hanya terdiri dari suatu komponen maka tidak dapat disebut ilmu, karena ilmu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal. Hal ini dikuatkan pendapat dari Thomas S. Kuhn (1997) yang mengatakan bahwa : ilmu selalu berkembang dari satu tumpukan ke tumpukan (informasi) lain. Ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada dalam ruang hampa yang meninggalkan orang lain sekalipun sumbangan atasnya, sangat kecil.

  68. Avatar

    Milha Nurseha

    20-03-2019 at 22:00

    Assalamualaikum wr wb
    Saya Milha Nurseha dari Tadris IPS A/4
    Berbicara tentang ilmu tak luput dari teori. Teori adalah bagian dari adanya suatu ilmu yang di akui oleh masyarakat. Suatu teori di keluarkan melalui proses yang panjang, mulai dari konsep dimana dalam tahap konsep ini para ilmuan meneliti langsung bidang ke ilmuan yang ingin mereka buat teorinya. Setelah tahap ini selesai maka lanjut ke tahap selanjutnya yaitu generalisasi, dimana para ilmua ini mengumpulkan hasil dari observasi atau hasil lapangan mereka dan mencoba untuk mengambil inti dari semua hasil observasi tersebut. Tahap ke tiga para ilmuan meninterpretasikan teori yang di buatnya di hadapan para ilmuan lainnya yang nantinya akan beradu argumen untuk menguatkan teori yang telah di temukan dan jika mayoritas ilmuan menyetujui akan kebenaran teori yang di keluarkannya tersebut maka di publikasikannya teori itu sehingga kita tau akan teori tersebut.
    Contoh lain bukti dari ilmu yang terdapat kontribusi dari keilmuan lainnya yang membuktikan bahwa ilmu tersebut tidak berdiri sendiri ialah: ilmu pengetahuan sosial atau yang sering kita sebut IPS. Di mana ilmu ini tidak berdiri sendiri melainkan di dalamnya terdapat ilmu maupun teori teori dari keilmuan lain seperti sosiologi, ekonomi, antropologi, sejarah dll.
    Jadi dapat di simpulkan bahwa hakikatnya ilmu tidak berdiri sendiri.
    Ya sekian
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathu

  69. Avatar

    Milha Nurseha

    20-03-2019 at 21:57

    Assalamualaikum wr wb
    Saya Milha Nurseha dari Tadris IPS A/4
    Berbicara tentang ilmu tak luput dari teori. Teori adalah bagian dari adanya suatu ilmu yang di akui oleh masyarakat. Suatu teori di keluarkan melalui proses yang panjang, mulai dari konsep dimana dalam tahap konsep ini para ilmuan meneliti langsung bidang ke ilmuan yang ingin mereka buat teorinya. Setelah tahap ini selesai maka lanjut ke tahap selanjutnya yaitu generalisasi, dimana para ilmua ini mengumpulkan hasil dari observasi atau hasil lapangan mereka dan mencoba untuk mengambil inti dari semua hasil observasi tersebut. Tahap ke tiga para ilmuan meninterpretasikan teori yang di buatnya di hadapan para ilmuan lainnya yang nantinya akan beradu argumen untuk menguatkan teori yang telah di temukan dan jika mayoritas ilmuan menyetujui akan kebenaran teori yang di keluarkannya tersebut maka di publikasikannya teori itu sehingga kita tau akan teori tersebut.
    Dan ilmu yang ada sekarang ini merupakan pengembangan maupun gabungan dari ilmu terdahulu yang di temukan oleh ilmuan terdahulu.
    Contohnya saja ilmu pengetahuan sosial atau yang sering kita sebut IPS. Di mana ilmu ini tidak berdiri sendiri melainkan di dalamnya terdapat ilmu maupun teori teori dari keilmuan lain seperti sosiologi, ekonomi, antropologi, sejarah dll.
    Jadi dapat di simpulkan bahwa hakikatnya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri pasti selalu mempunya latar belakang atau faktor maupun aktor dalam adanya ilmu tersebut.
    Ya sekian
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathu

  70. Avatar

    Dwi setiyani

    20-03-2019 at 21:55

    Saya setuju dengan penulisan yang mengatakan bahwa ilmu tidak bisa berdiri sendiri, realitanya manusia tanpa ilmu itu hampa sedangkan ilmu tanpa manusia tidak akan berguna, karena yang membutuhkan ilmu itu hanya manusia apalagi di zaman moderen ini manusia jika tidak memiliki ilmu akan terbawa arus dan mudah untuk di pengaruhi sehingga apa saja yang kita lakukan dalam kehidupan itu harus tahu ilmunya selain ilmu manusia juga harus pandai mengkombinasikan antara ilmu dan teknologi sehingga manusia tersebut mampu mengimplementasikannya dengan luas dan kompleks

  71. Avatar

    Fitria dewi

    20-03-2019 at 21:53

    Ilmu tidak ada yang bisa berdiri sendiri karena ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat. Yang dimaksud syarat-syarat yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah sesuatu yang dijadikan sasaran pemikiran sedangkan objek formal adalah cara memandang yang dilakukan peneliti terhadapa objek materil. Ilmu itu ialah hasil usaha pemahaman manusia yang disusun dalam suaty sistem mengenai hukum-hukum tenrang hal ikhwal yang diselidikinya (alam, manusia, dan agama) yang dibantu penginderaannya, yang kebenarannya diuju secara empiris, riset dan eksperimental.

  72. Avatar

    Anis nursaah jaelani semester 4A

    20-03-2019 at 21:50

    Assalamualaikum, pak saya anis nursaah jaelani semester 4A, menurut saya artikel ini sangat bagus dengan tema ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang tidak bisa berdiri sendiri dan memerlukan ilmu lain untuk menyempurnakan pengetahuan yang kita miliki.
    Ilmu pengetahuan yang awal mulanya hasil dari para ilmuan dulu sebagai penemu dan sebagai pengembang dan kita sebagai generasi selanjutnya untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan agar menghasilkan ilmu-ilmu baru, dan kita tidak bisa memungkiri dari jaman ke jaman ilmu pengetahuan mengalami perubahan yang begitu pesat.

  73. Avatar

    Siti Aisah

    20-03-2019 at 21:49

    Asalamu’alaikum wr.wb
    Ilmu tak ada pernah yang berdiri sendiri karena ilmu setiap perkembangan zaman ke zamanny mengalami perbedaan.

  74. Avatar

    Sulfatun Nazilah

    20-03-2019 at 21:49

    Assalamualaikum wr.wb
    Perkenalkan: nama saya sulfatun nazilah dari jurusan tadris ips semester 4D
    Disini saya ingin
    Bagus sekali tentang artikel ini, didalamnya mengandung unsur² yang memang saya sebagai makhluk awam belum menegetahuinya, dan yang saya pahami yang dapat berdiri itu hanya sang kholik atau sang pencipta . Hingga yang dinamakan waktu pun tidak dapat berdiri sendiri, waktupun tidak dapat berdiri sendiri, waktu harus dibarengkan dengan tempat.
    Seperti halnya sebab pasti ada akibat
    Sekian dan terimakasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  75. Avatar

    Annisa nur khalipah

    20-03-2019 at 21:44

    Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh bapak, yang mana bahwa ilmu itu tidak pernah berdiri sendiri . karna apa,karena ilmu itu adalah suatu usaha-usaha sadar untuk menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Karena manusia itu makhluk yang tidak akan pernah puas selalu ingin tahu dengan hal-hal yang baru. Maka dari itu ilmu itu selalu berkembang (dinamis) dari fase ke fase ataupun dari zaman ke zaman nya. Sama hal nya manusia itu tidak bisa berdiri sendiri, dimana manusia membutuhkan bantuan dari manusia yang lain bisa juga di sebut dengan makhluk sosial. Di mana ada manusia di situ muncul lah ilmu-ilmu yang baru.

  76. Avatar

    Intan Tresna Dwi

    20-03-2019 at 21:37

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Sejatinya semua yang hadir di dunia ini tidak benar-benar baru, apa yang hadir dan ada sekarang ini merupakan lanjutan dari apa yang sebelumnya terjadi. Begitupun dengan ilmu, ia tidak pernah berdiri sendiri tidak lepas dari aspek lain terikat oleh sejumlah hal yang melatarbelakangi nya. Bukankah semua ilmu yang hadir saat ini merupakan percabangan dari ilmu filsafat? Filsafat adalah induknya dari semua ilmu. Ilmu yang hadir saat ini merupakan lanjutan dari fase dan peristiwa yang sudah terjadi, karena itu ilmu tidak bersifat statis namun ia bersifat dinamis selalu berkembang.
    Kehadiran ilmu pengetahuan dewasa ini disempitkan semata hanya teknologi transportasi dan informasi yang dengan cepat mengubah gerak lingkup hidup manusia itu sendiri dengan percabangannya yang begitu kompleks.
    Sekian
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  77. Avatar

    Siti Hamidah

    20-03-2019 at 21:36

    Assalamualaikum
    Siti hamidah
    T. IPS 4/ A
    Ilmu tidak pernah pernah berdiri sendiri tidak pernah lepas dari aspek lain selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang melatar belakangi mengapa suatu yang di sebut ilmu itu lahir dan hadir saya mengutip pendapat Thomas.S khun (1997)selalu berkembang dari satu tumpukan ke tumpukan (informasi) lain ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada dalam ruang yang hampa

  78. Avatar

    Intan Tresna Dwi

    20-03-2019 at 21:35

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Sejatinya semua yang hadir di dunia ini tidak benar-benar baru, apa yang hadir dan ada sekarang ini merupakan lanjutan dari apa yang sebelumnya terjadi. Begitupun dengan ilmu, ia tidak pernah berdiri sendiri tidak lepas dari aspek lain terikat oleh sejumlah hal yang melatarbelakangi nya. Bukankah semua ilmu yang hadir saat ini merupakan percabangan dari ilmu filsafat? Filsafat adalah induknya dari semua ilmu. Ilmu yang hadir saat ini merupakan lanjutan dari fase dan peristiwa yang sudah terjadi, karena itu ilmu tidak bersifat statis namun ia bersifat dinamis selalu berkembang. Ia tercipta oleh masing-masing ilmuan dari dunia dan dengan peradaban yang berbeda pula antara satu dengan yang lainnya dengan hak patennya masing-masing.
    Ilmu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal, namun tidak dengan mengurangi atau menghapus orang yang pernah memberi kontribusi atas lahirnya sesuatu tersebut sehingga kita memasukan unsur atau orang baru yang dihasilkan atas kajian mendalam.
    Kehadiran ilmu pengetahuan dewasa ini disempitkan semata hanya teknologi transportasi dan informasi yang dengan cepat mengubah gerak lingkup hidup manusia itu sendiri dengan percabangannya yang begitu kompleks.
    Sekian
    Wassalamu’alaikum wr. wb

  79. Avatar

    AAH KORIAH

    20-03-2019 at 21:34

    Saya setuju dengan penulis yang mengatakan bahwa ilmu tidak pernah berdiri sendiri, dan tidak pernah berada dalam ruang hampa yang meninggalkan orang lain sekalipun sumbangan atasnya. Adaptasi dan dinamika keilmuan,karena itu tidak pernah statis dan tak mati akan perkembangan ilmu pengetahuan.
    Menurut saya ilmu pengetahuan pada awal nya merupakan sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengetahui keadaan lingkungan di sekitarnya. Selain itu ilmu pengetahuan juga di ciptakan untuk membantu memenuhi kebutuhan manusia menjadi mudah. Oleh karena itu ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang sudah dikelompokkan, disistematisasi dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan suatu kebenaran objektif serta sudah di uji kebenarannya.

  80. Avatar

    Siti Hamidah

    20-03-2019 at 21:34

    Assalamualaikum
    Siti hamidah
    T. Ips 4/A
    Menurut saya:
    Ilmu tidak pernah berdiri sendiri tidak pernah lepas dri aspek lain. Selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang melatar belakangi mengapa suatu yang di sebut ilmu itu lahir dan hadir saya mengutip pendapat Thomas.s khun (1997) selalu berkembang dari satu tumpukan ke tumpukan (informasi) lain ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada dalam ruang yang hampa.

  81. Avatar

    Melly Nur Oktaviani

    20-03-2019 at 21:31

    Saya setuju dengan yang dikatakan oleh penulis, bahwa ilmu itu tidak berdiri sendiri. Melainkan ada faktor yang melatarbelakanginya. Ilmu itu tidak bersifat statis, melainkan dinamis. Karena ilmu itu semakin berkembang dari satu titik ketitik yang lain. Begitupun ketika kita mendapatkan ilmu pengetahuan kita jangan fokus disatu titik, tetapi kita harus bisa mengembangkannya. Jadi ilmu tidak hanya berada disatu titik tetapi semakin berkembang. Dan ilmu tidak lahir secara tunggal, tetapi ada yang melatarbelakanginya. Ilmu yang kita peroleh juga tidak didapatkan dengan sendirinya, tetapi ada yang memberikan atau mengajarkan ilmu pengetahuannya kepada kita.

  82. Avatar

    Siti Haryanti / IPS A 4

    20-03-2019 at 21:31

    Setiap sesuatu hadir atau ada pasti disebabkan karena adanya sesuatu yang melatarbelakangi nya begitu pula dengan ilmu, ilmu hadir karena adanya peristiwa-peristiwa dan teori mengenai suatu hal. Seperti yg dikatakan oleh Thomas S. Khun bahwa Ilmu selalu berkembang dari tumpukan (informasi) lain dan ilmu juga tidak bisa berdiri sendiri begitu saja.

  83. Avatar

    Milha Nurseha

    20-03-2019 at 21:30

    Assalamualaikum wr wb
    Saya Milha Nurseha dari Tadris IPS A/4
    Jadi menurut saya point utama yang ingin penulis sampaikan dan yang harus kita ambil dari artikel ini ialah, bahwa faktanya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri tanpa ada kontribusi dari teori maupun keilmuan terdahulunya. Semua ilmu pasti mempunyai latar belakangnya masing masing-masing, yang mana latar belakangnya itu bisa dipengaruhi dari interaksi manusia yang berdampak baik maupun buruk, lingkungan, alam, maupun kejadian kejadian yang terjadi di semesta ini.
    Dan ilmu yang ada sekarang ini merupakan pengembangan maupun gabungan dari ilmu terdahulu yang di temukan oleh ilmuan terdahulu.
    Contohnya saja ilmu pengetahuan sosial atau yang sering kita sebut IPS. Di mana ilmu ini tidak berdiri sendiri melainkan di dalamnya terdapat ilmu maupun teori teori dari keilmuan lain seperti sosiologi, ekonomi, antropologi, sejarah dll.
    Jadi dapat di simpulkan bahwa hakikatnya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri pasti selalu mempunya latar belakang atau faktor maupun aktor dalam adanya ilmu tersebut.
    Ya sekian
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathu

  84. Avatar

    Dede uyun Nurhayati / IPS-C 4

    20-03-2019 at 21:27

    Saya setuju dengan penulis yang menyatakan bahwa ilmu tidak pernah berdiri sendiri dan tidak pernah lepas dari aspek lain yang selalu terikat oleh sejumlah faktor yang melatarbelakanginya, dan ilmu juga tidak bersifat statis melainkan bersifat dinamis. Karena itu pandangan saya ilmu itu merupakan sebuah penemuan-penemuan dan pemikiran-pemikiran manusia yang dijadikan sebuah teori-teori yang dari waktu ke waktu mengalami perkembangandan dari zaman ke zaman itu selalu mengalami perubahan yang menghasilkan inovasi yang baru. Ilmu itu berdiri sendiri melainkan ada sebuah kronologi dan asal usulnya terhadap penemuan-penemuannya.
    Kan sudah dicontohkan oleh penulis bahwa sejarah pendirian PTA yang tertulis berdasarkan nomenklatur yang ada dalam tulisan tanmpak bahwa ada satu kelompok yang menurut orang dimaksud itu bertentangan secara idiologi yang dianutnya dan diminta untuk menata ulang dengan mengurangi peran-peran orang yang tadi dan memasukan unsur-unsur yang baru karena PTA itu hadir dari gumulan para intelektual muslim masa lalu yang beckronya itu sama lain berbeda.
    Jadi intinya ilmu itu tidak dapat berdiri sendiri dan ilmu dari tahun ke tahun mengalami perkembangan dan perubahan.

  85. Avatar

    Milha Nurseha

    20-03-2019 at 21:26

    Assalamualaikum wr wb
    Saya Milha Nurseha dari Tadris IPS A/4
    Jadi menurut saya point utama yang ingin penulis sampaikan dan yang harus kita ambil dari artikel ini ialah, bahwa faktanya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri tanpa ada kontribusi dari teori maupun keilmuan terdahulunya. Semua ilmu pasti mempunyai latar belakangnya masing masing-masing, yang mana latar belakangnya itu bisa dipengaruhi dari interaksi manusia yang berdampak baik maupun buruk, lingkungan, alam, maupun kejadian kejadian yang terjadi di semesta ini.
    Dan ilmu yang ada sekarang ini merupakan pengembangan maupun gabungan dari ilmu terdahulu yang di temukan oleh ilmuan terdahulu.
    Contohnya saja ilmu pengetahuan sosial atau yang sering kita sebut IPS. Di mana ilmu ini tidak berdiri sendiri melainkan di dalamnya terdapat ilmu maupun teori teori dari keilmuan lain seperti sosiologi, ekonomi, antropologi, sejarah dll.
    Jadi dapat di simpulkan bahwa hakikatnya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri pasti selalu mempunya latar belakang atau faktor maupun aktor dalam adanya ilmu tersebut.
    Ya sekian
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathu

  86. Avatar

    Laila Intikhobah

    20-03-2019 at 21:24

    Lailatul Intikhobah (kelas Tadris IPS C/4)

    Komentar saya terhadap artikel diatas adalah saya sangat setuju, karena ilmu tidak pernah berdiri sendiri melainkan tidak pernah lepas dari aspek lain. Secara historis menunjukan bahwa ilmu itu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal. Maka demikian ilmu selalu terikat oleh sejumlah faktor yang melatarbelakangi. Ilmu selalu berkembang seiring berkembangnya zaman, karena ilmu itu sifatnya dinamis.

  87. Avatar

    Isah Siti Khodijah

    20-03-2019 at 21:22

    Nama: Isah Siti Khodijah
    Jurusan: T. IPS A/4

    Assalamualaikum wr.wb.
    Dari artikel di atas dapat Saya pahami hal-hal sebagai berikut:

    Ternyata ilmu sama dengan Makhluk hidup yakni tidak akan pernah berdiri sendiri.
    Manusia selayaknya ilmu, tidak akan pernah berdiri sendiri baik dalam keseharian maupun prilaku nya. Manusia memerlukan orang lain, harus beradaptasi dgn orang-orang yang di sekeliling kita. Tidak peduli mau dia beda Agama, kebiasaan, suku, ras, adat istiadat dan lain sebagainya.
    Layaknya sebuah ilmu yang berkembang dari tumpukan kecil sampai menuju tumpukan besar. Begitupun manusia jika kita bisa beradaptasi dari orang-orang di sekeliling kita, kemudian lambat laun akan terus meluas dan meluas, tentu akan berdampak besar kpd Manusia tersebut. Seperti meningkatkan solidaritas, tolong-menolong, saling membantu, dan toleran. Terimakasih…

    Wassalamualaikum wr.wb.

  88. Avatar

    Milha Nurseha

    20-03-2019 at 21:18

    Assalamualaikum wr wb
    Saya Milha Nurseha dari Tadris IPS A/4
    Kesimpulannya Jadi menurut saya point utama yang ingin penulis sampaikan ialah bahwa faktanya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri. Semua ilmu pasti mempunyai latar belakangnya masing masing-masing, yang mana latar belakangnya itu bisa dipengaruhi dari interaksi manusia yang berdampak baik maupun buruk, lingkungan, alam, maupun kejadian kejadian yang terjadi di semesta ini.
    Dan ilmu yang sekarang ini merupakan pengembangan maupun gabungan dari ilmu ilmu terdahulu yang di temukan oleh ilmuan ilmuan terdahulu.
    Contohnya saja ilmu pengetahuan sosial atau yang sering kita sebut IPS. Di mana ilmu ini tidak berdiri sendiri melainkan di dalamnya terdapat ilmu maupun teori teori dari keilmuan lain seperti sosiologi, ekonomi, antropologi, sejarah dll.
    Jadi dapat di simpulkan bahwa hakikatnya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri pasti selalu mempunya latar belakang atau faktor maupun aktor dalam adanya ilmu tersebut.
    Ya sekian
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathu

  89. Avatar

    Milha Nurseha

    20-03-2019 at 21:13

    Assalamualaikum wr wb
    Saya Milha Nurseha dari Tadris IPS A/4
    Jadi menurut saya point utama yang harus kita ambil dari artikel ini ialah bahwa faktanya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri. Semua ilmu pasti mempunyai latar belakangnya masing masing-masing, yang mana latar belakangnya itu bisa dipengaruhi dari interaksi manusia yang berdampak baik maupun buruk, lingkungan, alam, maupun kejadian kejadian yang terjadi di semesta ini.
    Ilmu yang sekarang ini merupakan pengembangan maupun gabungan dari ilmu ilmu terdahulu yang di temukan oleh ilmuan ilmuan terdahulu.
    Contohnya saja ilmu pengetahuan sosial atau yang sering kita sebut IPS. Di mana ilmu ini tidak berdiri sendiri melainkan di dalamnya terdapat ilmu maupun teori teori dari keilmuan lain seperti sosiologi, ekonomi, antropologi, sejarah dll.
    Jadi dapat di simpulkan bahwa hakikatnya tidak ada ilmu yang berdiri sendiri pasti selalu mempunya latar belakang atau faktor maupun aktor dalam adanya ilmu tersebut.
    Ya sekian
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakathu

  90. Avatar

    Rina agustiana/A4

    20-03-2019 at 21:12

    Nama : Riana agustiana/A4
    Mengenai artikel diatas yang berjudul tak ada yang perna berdiri sendiri sangat menarik untuk di baca, ilmu berkembang dengan berjalannya zaman ke zaman,semakin bnyaknya teori yang muncul semakin banyak pula pengetahuan baru yang kita dapatkan, ilmu yang bisa dapatkan.bukan hanya dari materi, teori ataupun di bidang akademiks saja,akan tetapi ilmu bisa kita dapatkan melalui pengalam atau sejarah, zaman moderan sangat canggi dalam teknologinya yang sangat mudah untuk mempengarui dalam mencari ilmu, karna zaman skarang manusia sngat di manjakan oleh teknologi, berbeda dengan orang dulu yang sangat luas dalam berpikir kritis tanpa menggunakan teknologi.
    ilmu akan berkembang apabila kita selalu ingin belajar dan berfikir kritis.

  91. Avatar

    Siti mariam

    20-03-2019 at 21:11

    Menurut saya, ilmu pengetahuan yang ada saat ini merupakan hasil dari beberapa pengetahuan yang terjadi dengan pertumbuhan, pergantian dan penyerapan teori dari masa ke masa. Dengan berjalan nya waktu, terdapat pula beberapa ilmuwan. Dengan adanya ilmuwan-ilmuwan baru yang muncul dengan seiring nya waktu, terdapat pula teori-teori baru yang dicetuskan oleh para ilmuwan tersebut. Tetapi tidak bisa kita sanggah, bahwa walaupun banyaknya teori-teori dari beberapa ilmuwan, tetap saja selalu saling menguatkan, antara teori lama dengan teori baru.

  92. Avatar

    Sitiya Aisah

    20-03-2019 at 21:09

    Ilmu tak ada yang pernah berdiri sendiri karena ilmu dari setiap perkembangan zaman ke zamannya akan mengalami perbedaan.

  93. Avatar

    Aini Widyantari Anelka

    20-03-2019 at 21:03

    Saya setuju dengan apa yang dijelaskan diatas bahwasanya ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri karena pada dasarnya ilmu itu membutuhkan ilmu-ilmu lain untuk mengembangkan ilmu tersebut. Manusia juga membutuhkan ilmu dimana manusia akan merasa hidupnya lebih baik lagi juga tidak bergantungan dengan orang lain walaupun kita itu dikatakan sebagai makhluk sosial yang dimana kita perlu adanya orang lain. Ilmu tidak bisa berdiri sendiri terkecuali ilmu agama yang mana bisa berdiri sendiri tanpa adanya ilmu-ilmu lain

  94. Avatar

    mukhammad Hasanudin

    20-03-2019 at 20:57

    Yaa setuju karena apa yang di katakan yg di atas itu benar Ilmu memang tidak pernah berdiri sendiri. Tidak pernah lepas dari aspek lain. Selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang melatarbelakangi mengapa sesuatu yang disebut ilmu itu lahir dan hadir. Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks.
    Dan terjadi perkembangan ilmu pengetahuan karena di setiap periode dikarenakan pola pikir manusia yang mengalami perubahan dari mitos-mitos menjadi lebih rasionil. Manusia menjadi lebih proaktif dan kreatif menjadikan alam sebagai objek penelitian dan pengkajian dari jaman ke jaman.

  95. Avatar

    Siti lailiyah

    20-03-2019 at 20:52

    Menurut saya, ilmu memang tidak akan berdiri sendiri melainkan dengan kita mempelajari nya,dan ilmu itu akan hadir dan ada setelah kita mempelajari nya juga, maka dari itu jika ingin mendapatkan ilmu kita harus belajar, belajar dari teori”yg terkecil dahulu sampai akhir nya kita belajar teori”yang terbesarnya. Karena hadirnya sebuah ilmu itu sangat lah penting untuk kita. Seperti contoh nya mengikuti kajian di majelis ta’lim,nah pasti pada kajian itu akan mendapatkan ilmu atau pun juga menghadirkan ilmu, setelah kita sudah mendapatkan banyak ilmu pengetahuan jangan lah kita lupa untuk mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan. Karena ilmu yang tidak di amalkan itu bagaikan pohon yang tidak berbuah, maksud dari kata yang di atas yaitu jika ilmu yang tidak di amal kan itu tidak akan berkah ilmu nya,maka dari itu jika ingin ilmu nya berkah maka amalkan lah.

  96. Avatar

    watnia

    20-03-2019 at 20:46

    saya setuju, ilmu merupakan suatu hal yg dinamis dan sanggat cepat berkembang. ilmu juga sangan fleksibel bisa di kaji dalam beberap sudut pandang, bisa di kaitkan dan bisa di kaji dari berbagai literasi. tidak ada ilmu yg tidak di campuri dengan ilmu lainnya saling melengkapi bahkan tak ayal hampir sama. perkembangan yang membuat nya semakin lengkap dan kompleks, perubahan yg terjadi saat ini merupakan perkembangan dei apa yang sudah di temukan sebelumnya, hanya saja pemberian inovasi dan pembaharuan yang terjadi yang membuatnya berbeda

  97. Avatar

    Peggi Agisna.T.IPS 4A

    20-03-2019 at 20:40

    Assalamualaikum..
    kalau manurut saya setelah membaca dan memahami materi diatas itu, iya memang bener sekali. Ilmu itu ada karena ada orang yang memerankannya. Ilmu itu tidak akan pernah hilang atau mati, setiap hari ke hari bahkan tahun ke tahun pasti akan mengalami perubahan apalagi dengan maraknya teknologi yang serba modern ini.
    ilmu tidak akan berdiri tanpa adanya seseorang yang memerankannya walaupun mungkin yang memerankan ilmu itu misalkan dalam pembuatan mobil atau penulis dari Pendidikan Tinggi Agama(PTA) bertentangan secara ideologi tetapi kita tidak boleh menghilangkan atau menghapus sejarah tersebut karena dengan usaha mereka untuk menemukan dan meningkatkan pemahaman itu sangat dibutuhkan pada masa sekarang dan masa yang akan datang walaupun mungkin pastinya bakal ada perubahan karena perkembangan zaman.
    terimakasih.

    Wassalamualaikum..

  98. Avatar

    siti alifah Ips.A/4

    20-03-2019 at 20:39

    Zaman dahulu, orang sulit mencari ilmu tapi mudah mengamalkannya. Zaman sekarang, orang mudah mencari ilmu tapi sulit mengamalkannya. Dahulu, ilmu dikejar, ditulis, dihafal, diamalkan dan diajarkan. Sekarang, ilmu diunduh, disimpan dan dikoleksi, lalu diperdebatkan.Dahulu, butuh peras keringat dan banting tulang untuk mendapatkan ilmu. Sekarang, cukup peras kuota internet sambil duduk manis ditemani secangkir minuman dan snack.Dahulu, ilmu disimpan di dalam hati, selama hati masih normal, ilmu tetap terjaga. Sekarang, ilmu disimpan di dalam memori gadget, kalau baterai habis, ilmu tertinggal. Kalau gadget rusak, hilanglah ilmu.Dahulu, harus duduk berjam-jam di hadapan guru penuh rasa hormat dan sopan, maka ilmu merasuk bersama keberkahan. Sekarang, cukup tekan tombol atau layar sambil tidur-tiduran, maka ilmu merasuk bersama kemalasan.Motifasi orang bijak mengatakan, “Tidak akan menjadi baik umat belakangan ini kecuali apabila diperbaiki dengan cara orang-orang terdahulu.”

  99. Avatar

    Aida Nur Aisyah

    20-03-2019 at 20:38

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Dari artikel di atas yang menjelaskan bahwa di dunia ini tidak ada yang dapat berdiri sendiri walaupun itu benda mati sekalipun. Untuk menjadi suatu barang yang bermanfaat maka ada komponen-komponen lain di dalamnya. Begitu pula dengan manusia yang merupakan makhluk yang kompleks. Seperti halnya pelangi dengan keberagaman warnanya sehingga menjadi fenomena alam yang indah. Maka manusia juga harus bisa memanfaatkan keberagamannya untuk kesatuan dan kemaslahatan umat manusia. Meskipun di dalamnya terdapat perbedaan yang bertentangan dengan apa yang menjadi prinsip dan keyakinannya, hendaknya kita lebih menurunkan sifat egois kita.
    Dalam agama Islam, Allah SWT telah memberikan perintah untuk menjunjung sikap toleransi, seperti dalam ayat 6 surat Al-Kafirun yang mempunyai makna bahwa kita boleh bekerja sama dengan siapa saja, namun dalam persoalan akidah kita harus tetap berpegang teguh pada apa yang telah kita yakini.

    Sekian yang dapat sampaikan. Mohon maaf apabila ada salah kata dan penulisan.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Aida Nur Aisyah
    T.IPS A/4

  100. Avatar

    Ismatun Aniah Kelas IPS C/IV

    20-03-2019 at 20:38

    saya setuju dengan apa yang dipaparkan oleh penulis, bahwasannya ilmu itu memang tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya perantara atau bantuan-bantuan yang lainnya. karena pada dasar nya ilmu itu bersifat dinamis, yang mana selalu mengalami suatu perubahan-perubahan, dari satu masa ke masa yang akan datang dan selalu mrmiliki berbagai inovasi-inovasi yang baru. ilmu sendiri itu adalah usaha untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. dan memang benar seperti yang d sampaikan oleh penulis bahwasan nya PTA itu lahir dari kumpulan para intelaktu muslim masa lalu. yang satu sama lain memiliki perbedaan. tetapi mereka memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mendirikan PTA. mereka juga sangat berjasa dalam melahirkan PTA.

  101. Avatar

    Rifa awaliyah nurul islam

    20-03-2019 at 20:33

    Mengenai dengan ilmu, saya sepakat dgn statement “Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks” sebab, adanya ilmu itu sendiri dikarenakan adanya manusia yang membutuhkan ilmu dan haus akan apa itu ilmu. Ilmu dari zaman ke zaman nya selalu ada upgrade atau peningkatan ataupun ilmu ilmu yg baru, jadi ilmu itu memang tidak ada batasnya. Kapanpun, siapapun dan dimanapun pasti akan mendapatkan ilmu . Terimakasih

  102. Avatar

    Nina Nur'aeni

    20-03-2019 at 20:30

    Berbicara mengenai ilmu, ilmu sendiri merupakan bentuk dari usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Ilmu bukan sekadar pengetahuan tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berpikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya.

  103. Avatar

    Windi Nurdiana Sari

    20-03-2019 at 20:29

    Setelah saya baca dari artikel di atas saya setuju, karena kehadiran ilmu selalu berantai dan tidak pernah menemukan ujungnya. Ilmu memiliki keterkaitan satu sama lain yang saling berhubungan. Ilmu memberikan alasan mengapa sesuatu ada dan dapat terus dikembangkan. Apa yang telah dihasilkan oleh pemikiran seseorang dapat terus dilanjutkan dengan menghasilkan pemikiran lain yang disebut ilmu, yang menjadi alasan bahwa suatu hal yang diciptakan akan terus dikembangkan dan akan menghasilkan benda ataupun karya yang terus berlanjut mengikuti perkembangan zaman.

  104. Avatar

    Lulu Lutfriatil Fazriyah

    20-03-2019 at 20:20

    Saya setuju dengan artikel ini dengan mengatakan bahwa ilmu tidak pernah berdiri sendiri melainkan terikat dengan faktor yang mengikat terjadinya ilmu sama halnya manusia yang merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain tidak bisa berdiri sendiri. Ilmu dari zaman ke zaman itu semakin berkembang, setiap zaman melahirkan ilmu yang sama tetapi cara manusia mengembangkan ilmunya yang berbeda-beda. Semisal orang dahulu sudah mengenal dan menggunakan pakaian tetapi belum bisa mengaplikasikan pakaian yang modis seperti sekarang ini.

  105. Avatar

    Mariyo Tadris IPS A/4

    20-03-2019 at 20:19

    assalammualaikum wr.wb

    Terkait Judul “Tak Ada yang pernah Berdiri sendiri”, aku memandang Perbedaan bukan berarti lemah, bukan berarti rapuh apalagi berpotensi timbulnya banyak konflik, tapi aku memandang Perbedaan itu suatu kekayaan serta kodrat tuhan dalam mengatur semesta. terlalu naif jika kita ingin menyamakan serta menselaraskan semua hal dalam satu hal, enta itu ideologi, keyakinan, sampai mazhab tertentu yang kita anggap benar. Saat kita berusaha menyatukan perbedaan ini dalam suatu payung persamaan, tentu kita seperti berusaha membangun rumah tapi menggunahkan satu bahan yang menurut kita paling bagus, sebagai contoh semen. untuk membangun rumah kita tidak hanya perlu semen tapi membutuhkan elemen lainnya sebagai penyeimbang. karena kita tahu TAK ADA YANG PERNAH BERDIRI SENDIRI !!

  106. Avatar

    Adelia Pramesetia Putri

    20-03-2019 at 20:19

    Yang dapat saya garis bawahi adalah ilmu tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya aspek lain. Hal yang melatarbelakangi suatu ilmu karena adanya keterikatan antara aktor dengan sejumlah faktor. Ilmu terlahir dari beberapa komponen yang saling berkaitan, bila suatu ilmu hanya terdiri dari suatu komponen maka itu tidak dapat disebut ilmu, karena ilmu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal. Ilmu menurut saya adalah sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori teori yang telah disepakati dan dapat diuji dengan mdtode yang diakui dalam bidang ilmu tersebut.

  107. Avatar

    Fathurrakhman Aji

    20-03-2019 at 20:18

    Sangat menarik dan setuju, ilmu muncul atau lahir karena adanya faktor dan aktor yang berperan didalamnya, ilmu selalu berkembang dari fase ke fase atau zaman ke zaman dimana pasti semakin berkembangnya ilmu dikarenakan semakin dikembangkannya ilmu yang telah lahir pada zaman atau fase sebelumnya.
    Ilmu tidak pernah lahir dalam kehadirannya secara tunggal tetapi mengurangi peran orang lain dan ataupun menghapusnya dalam sejarah yang pernah memberi peran atau kontribusinya, saya memahami bahwa dimana segala sesuatu yang lahir atau terbentuk tidak ada yang benar-benar terbentuk secara tunggal (terkecuali kekuasaan Allah Swt.) disitu pasti ada beberapa orang yang berperan, dengan perbedaan pemikiran dan latarbelakang yang berbeda.

  108. Avatar

    Aida Nur Aisyah

    20-03-2019 at 20:17

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Dari artikel di atas yang menjelaskan bahwa di dunia ini tidak ada yang dapat berdiri sendiri walaupun itu benda mati sekalipun. Untuk menjadi suatu barang yang bermanfaat maka ada komponen-komponen lain di dalamnya. Begitu pula dengan manusia yang merupakan makhluk yang kompleks. Seperti halnya pelangi dengan keberagaman warnanya sehingga menjadi fenomena alam yang indah. Maka manusia juga harus bisa memanfaatkan keberagamannya untuk kesatuan dan kemaslahatan umat manusia. Meskipun di dalamnya terdapat perbedaan yang bertentangan dengan apa yang menjadi prinsip dan keyakinannya, hendaknya kita lebih menurunkan sifat egois kita.
    Dalam agama Islam, Allah SWT telah memberikan perintah untuk menjunjung sikap toleransi, seperti dalam ayat 6 surat Al-Kafirun yang mempunyai makna bahwa kita boleh bekerja sama dengan siapa saja, namun dalam persoalan akidah kita harus tetap berpegang teguh pada apa yang telah kita yakini.

    Sekian yang dapat sampaikan. Mohon maaf apabila ada salah kata dan penulisan.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  109. Avatar

    Nurmila Herdianty

    20-03-2019 at 20:13

    #1708104007 / TIPS A / 4

    Assalamualaikum..
    Sebelumnya mohon maaf Pak jika ada kesalahan atas pemahaman.
    Saya ingin menanggapi memang benar tak ada yang pernah berdiri sendiri begitu pun dengan ilmu, ilmu sama halnya dengan manusia yang dimana sebagai makhluk socius atau bisa dibilang membutuhkan orang lain. Ilmu pun juga sama yaitu membutuhkan suatu aspek agar terciptanya sebuah ilmu. saya pernah membaca bahwasannya dalam konsepsi agama, ilmu pengetahuan lahir sejak diciptakannya manusia pertama yaitu Adam, kemudian berkembang menjadi sebuah ilmu atau ilmu pengetahuan. Pada hakekatnya ilmu pengetahuan lahir karena hasrat ingin tahu dalam diri manusia. Hasrat ingin tahu ini timbul oleh karena tuntutan dan kebutuhan dalam kehidupan yang terus berkembang.
    Maka dari itu pengertian ilmu atau ilmu pengetahuan sendiri yang saya baca adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kegiatan dalam alam manusia (dilansir dari kompas. com). sehingga disini manusia dapat mengenal, mengetahui, dan memahami bahkan mempelajari sampai ke akarnya sekalipun. Ciri dari ilmu sendiri adalah objektif, metodis, sistematis, logis dan verifikatif. Oleh karena itu, Ilmu akan terus berkembang dan tidak akan ada habisnya.

  110. Avatar

    Nadia natasha

    20-03-2019 at 20:10

    Menurut saya, yaa memang betul sekali bahwa ilmu itu tidak sertamerta dapat berdiri sendiri dengan begitunya karena ilmu ada karena adanya Allah yang menciptakan ilmu tersebut. Ilmu juga dengan berjalan waktu dan perubahan zaman itu pasti tidak pernah statis dan selalu berubah mengikuti zaman. Ilmu tidak bisa berdiri sendiri seperti halnya manusia yang selalu saja membutuhkan orang lain untuk sebagai ajuan kita dalam menentukan jalan hidupnya

  111. Avatar

    khofifah

    20-03-2019 at 19:59

    Seiring berkembangnya zaman maka suatu ilmu pengetahuan juga akan mengikutinya.
    Dan perbedaan aliran jangan dijadikan sebuah alasan untuk tidak menerima suatu pendapat

  112. Avatar

    Mohammad nasrullah

    20-03-2019 at 19:56

    Benar sekali bahawa ilmu itu lahir dan hadir karena teori teori yang kecil berkembang menjadi kumpulan-kumpulan teori yang besar karena akan selalu dikembangkan dari fase sebelumnya hingga fase selanjutnya dengan di kembangkannya ilmu, ilmu tidak bisa di anggap sendiri karena dari ilmu yang satu akan berkembang dengan ilmu ilmu yang lain

  113. Avatar

    Faisal amrullah

    20-03-2019 at 19:45

    Assalamualaikum..
    Melihat redaksi yang saya baca di atas..
    Memang benar bahwasanya ilmu tidak bisa berdiri sendiri, melahirkan melainkan ada faktor-faktor yang menghiasi ilmu tersebut, sehingga ilmu itu terlihat berwarna.
    Namun saya tidak setuju dengan redaksi yang dimana guru memberi pertanyaan kepada murid tentang siapa yang pertama kali menciptakan mobil?
    Saya lebih sepakat dengan pertanyaan
    Siapa yang pertama kali merakit mobil?
    Wassalamualaokum

  114. Avatar

    Tuti Alawiyah

    20-03-2019 at 19:43

    Menurut saya, Ilmu pengetahuan adalah Ilmu Yang benar-benar harus kita miliki karena pada zaman sekarang segala sesuatu Itu harus dengan Ilmu. Bila kita tidak memiliki Ilmu sedikitpun kita akan ketinggalan zaman. Ilmu bisa kita dapat dimanapun dan kpanpun. Terutama kita pertama Kali mendapatkan Ilmu itu di kalangan keluarga, pendidikan, majlis bahkan sekarang ada juga belajar tidak bertatap muka dengan Guru melalui online tetapi lebih baik bertatap muka langsung dengan Guru agar lebih jelas lagi. Perlu kita ingatkan juga setelah kita mendapatkan Ilmu kita harus di manfaatkan. seperti, harus di amalkan kepada orang-orang Yang membutuhkannya. Karena kalau Ilmu itu tidak kita manfaatkan akan menghilang dengan sendirinya. Makadari itu hukumnya wajib memanfaatkan Ilmu Yang sudah kita miliki. Seperti pepatah mengatakan “Ilmu tanpa amalan bagaikan pohon tanpa buah”

  115. Avatar

    Anjelia Anggraeni

    20-03-2019 at 19:39

    Saya setuju, ilmu tidak pernah berdiri sendiri. Tidak pernah lepas dari aspek lain. Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks. Ilmu, karena itu selalu merupakan lanjutan dari satu fase ke fase lain, dari satu peristiwa ke peristiwa lain. Oleh karena itu, mengutif Thomas S. Kuhn (1997) ilmu selalu berkembang dari satu tumpukan ke tumpukan (informasi) lain. Ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada dalam ruang hampa yang meninggalkan orang lain sekalipun sumbangan atasnya, sangat kecil.

  116. Avatar

    M naufal asyari

    20-03-2019 at 19:24

    Artikel ini sangatlah membantu terhadap pembelajaran untuk memperjelas sebuah masalah, artikel ini sangat baik untuk menambah referensi untuk sebuah karya tulis ilmiah, ini juga sangat baik untuk pemula yang sedang belajar pendidikan ilmu budaya, karena dalam artikel tersebut banyak terkandung dasar pendidikan ilmu budaya sehingga ini juga baik untuk menambah kan referensi lain tentang pendidikan ilmu budaya, karena dalam artikel itu menjelaskan bahwa apapu dalam dunianini tidak bisa berdiri sendiri, sama halnya dengan kehidupan kita tidak bisa berdiri sendiri harus bisa membuat penambahan wawasan dalam pemikiran lain dalam pendidikan multi budaya, kekurangan dari artikel ini mohon maaf ada kata-kata yang salah ketik serta ada kata-kata yang baru saya dengar sehingga menimbulkan pemikiran baru selebihnya ini artikel yang sangat baik.

  117. Avatar

    Muhamad Udin

    20-03-2019 at 19:16

    Assalamualaikum
    Terkait apa yang saya sudah baca dalam artikel itu bahwasanya ilmu itu tumpukan teori yang sebelumnya kecil menjadi besar itu sesuai krna para ahli di dunia itu banyak dan teori satu sama lain saling melengkapi, sehingga menjadi tumpukan besar dan saya mengambil contoh itu manusia bukan mobil karna mobil udh di contoh kan. Manusia itu makhluk sosial yan tidak bisa berdiri sendiri pasti memerlukan orang lain untuk memenuhi kebutuhan nya,.

  118. Avatar

    Irfan sahroni

    20-03-2019 at 19:11

    Ilmu juga merupakan tumpukan teori-teori yang sebelumnya kecil, kemudian membuncah menjadi tumpukan teori yang demikian besar

  119. Avatar

    Suyana Yana

    20-03-2019 at 19:05

    Nama: Suyana
    Jurusan: T.IPS B
    Semester 4
    Materi yang dapat saya fahami yaitu ilmu itu tidak berdiri sendiri tapi ilmu itu senantiasa terbentuk dari kumpulan kumpulan teori yang terus berkembang dari teori kecil sederhana kemudian menjadi teori ilmu yang besar.ilmu sendiri membawa ciri dasar tertentu yang meskipun berkembang akan tetap ada ciri awalnya tidak akan memudar atau bahkan di hapus ciri awalnya karena ilmu tersusun atas teori yang sistematik yang akan selalu berhubungan antara teori satu dengan teori lainnya

  120. Avatar

    Fika fauzia zulfa

    20-03-2019 at 19:05

    Memang benar adanya bahwa ilmu itu tidak akan berdiri sendiri walaupun ada yang mengatakan bahwa pendapat dari thomas samuel khant ini harus di kritisi lagi…menurut saya ilmu memang tidak dapat berdiri sendiri karenaa jika ilmu berdiri sendiri maka ilmu akan tidak terarah dengan baik bisa saja karena ilmu kita menjadi gila karena tidak di pegangi atau di dampingi dengan hal yang lain…bisa di bilang jika ilmu di dampingi dengan agama maka Insyaallah ilmu akan sempurna ..saya mengatakan sempurna karena ada ilmuan yang berkata yaitu albert einstein….ilmu tanpa agama adalah pincang, saya mengamini bahwa jika tidak ada agama atau keyakinan islam di dalam ilmu maka ilmu akan membuat kita bodoh bukan malah membuat kita pintar….mungkin itu komentar dari saya…saya fika fauzia zulfa dari ips D🙏

  121. Avatar

    Arul

    20-03-2019 at 19:05

    Jadi inti yang saya tangkap itu adalah ilmu tidak bisa ujug ujug ada dan harus melewati tahapan tahapan terlebih dulu karena manusia adahal makhluk yang berakal dan mempunyai pikiran menjadikannya haus akan pengetahuan serta tinggi rasa ingin tahu terhadap suatu objek mungkin disinilah awal bermulanya penemuan penemuan yang dilakukan oleh manusia yang semakin hari pada perkembangan jaman akan semakin maju dan berubah karena ilmu ilmu yang ada sekarang ini tak lepas dari ilmu ilmu terdahulu yang diperbaharui oleh pikiran manusia.
    Samahalnya seperti sejarah kita Indonesia tidak hanya terbentuk dari satu suku satu kaum satu etnik saja melainkan dari berbagai jenis yang berbeda atas dasar persamaan nasib (dijajah) akhirnya terbentuklah yang namanya negara Indonesia terlepas dari itu sejarah sejarah kelam dalam masa bembentukan negara ini tidak boleh, tidak bisa dihapuskan karena indonesia terbentuk melalui unsur itu. Saya merasa sedikit miris ketika yang lalu ada penggerebekan di salah satu toko buku yang menjarah (merampas) buku buku tentang komunis oleh oknum tentara kalau tidak salah di sekitar jawa tengah buku buku yang dirampas pun bukan bagaimana kita untuk dipengaruhi agar menjadi komunis tapi menceritakan sejarah kelam indonesia dimana pernah terjadi pembantaian terhadap 1 kaum atau kelompok yang menyatakan dirinya sebagai komunis.
    Terlepas dari itu maka pentinglah kita untuk terus menjada toleransi karna memang itu yang harus di jung jung tinggi oleh kita selaku bangsa indonesia yang terdiri dari beragam budaya agar terus menjaga kesatuan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia

  122. Avatar

    DZIKRI

    20-03-2019 at 19:02

    Saya setuju dengan penulis yang mengatakan bahwa ilmu itu tidak berdiri sendiri, ilmu itu tidak bersifat statis melainkan bersifat dinamis, dimana ilmu itu bagi sy merupakan hasil dari reka imajinasi seseorang mengenai sesuatu hal yag mana hasil ini tidak akan pernah lepas dari ilmu yang telah ada sebelumnya, saya ambil contoh ilmu pengetahuan dan teknologi, “handphone” pertama kali saya mengenal handphone itu sy hanya tau handphone itu hanya mampu nelpon dan sms tetapi seiring perkembangan iptek handphone sekarang menjadi alat yang bisa melakukan lebih dari sekedar nelpon dan sms. Kemudian contoh lain dari jaringan. Yang pertama gsm hingga sekarang berkembang menjadi 4g, itu semua merupakan ilmu yg senantiasa bersifat dinamis

  123. Avatar

    matthew jimmy

    20-03-2019 at 18:58

    Saya sependapat dengan bapak jika memang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan tidak bisa berdiri sendiri Dan selalu berkait dengan ilmu-ilmu Yang lain. Tapi apakah ketika ilmu pengetahuan atau sesuatu Hal yg dihasilkan dari beberapa aspek lain tersebut (yg sebelumnya belum menjadi satu)tidak bisa disebut sebagai satuan Yang baru? Contohnya Mobil yang bapak sebutkan tadi , memang disetiap bagian Mobil sudah Ada penemunya masing-masing. Tetapi ketika sesuatu sudah beberbentuk lain bukan kah ITU bisa disebut kesatuan Yang baru

    Ainul Huda
    T. IPS / 4

  124. Avatar

    khofifah

    20-03-2019 at 18:55

    Ilmu, dari zaman ke zaman yang akan terus berkembang, Yang tidak hanya itu itu saja.
    Dan dalam artikel ini sebuah aliran menjadi permasalahan diterimanya suatu pendapat,
    Suatu perbedaan aliran seharusnya dalam perkembangan suatu ilmu dapat menerima perbedaan

  125. Avatar

    Sri ayu haryani

    20-03-2019 at 18:55

    Ilmu berkembang secara continue dengan sendirinya. Ilmu datang dengan sendirinya kepada diri kita.. Ada juga yang berpendapat bahwa ilmu harus di kejar bahkan sampai ke negri cina. Ketika ada ilmu maka akan muncul ilmu baru bahkan teknologi baru. Karna pada dasarnya teknologi datang dari adanya ilmu yang berkembang.. Yang dilihat dari contoh diatas. Adanya mobil karna adanya ilmu untuk menciptakan mobil.. Dari sini dapat disimpulkan bahwa ilmu beriringan dengan teknologi. Meskipun kadang ada saja yang tidak menciptakan teknologi baru. Tapi dizaman sekarang banyak sekali generasi minelial yang yang menyalahkan teknologi.. Hal ini dapat menghambat masuknya ilmu dalam diri kita. Contoh kecil yang sering kita rasakan yaitu.. Main hp saat pembelajaran berlangsung. Memang hal itu juga bisa berdampak positif bagi diri kita juga. Karna bisa mendapatkan ilmu lain dari berbagai reverensi. Tapi kenyaannya.. Banyak yang menyalah gunakan sebagai keperluan pribadinya (chattingan saat pembelajaran)

  126. Avatar

    Qori Saeful Ramadhan

    20-03-2019 at 18:52

    Thomas S Khun benar benar menginspirasi, memang benar dasar maksud pengetahuan sendiri ialah informasi yang berguna bagi dirinya dan orang lain. Tetapi Pengkritisan atas ilmu yang didapat memang harus kita lakukan agar dapat berlanjut mengenai ilmu itu sendiri.

    T.IPS D smstr 4 (Qori Saeful Ramadhan)

  127. Avatar

    Vena Zakiyatul Laelah

    20-03-2019 at 18:44

    artikel multi budaya part 1 ini, inti dari penjelasan nya adalah mengenai ilmu yang tidak bisa kita raih dengan instan, akan tetapi ilmu itu perlu kita cari, baik itu bacaan, bentuk, maupun hal yg bisa kita lihat dan kita dengarkan. mengikuti perkembangan jaman sekarang dengan dulu, sangat berbeda, karna jaman dlu lebih sulit, dalam artian sulit untuk mencari ilmu, tidak dengan jaman skrng yg mudah kita cari, bahkan bnyak yg kita bisa capai, contoh jaman skrng, banyak nya teknologi, banyak nya artikel mengenai ilmu pengetahuan apa saja ada .. tidak seperti dlu, harus mencari sendiri ntah itu dari mana, akan tetapi orng dlu lebih hebat di banding orng yg hidup di lingkungan jaman sekarang karna jaman sekarang terpengaruh dengan teknologi yang kebanyakan orng salah menggunakan, maka dari sini lah perbedaan nya ..
    karna sebodoh-bodohnya orng dulu itu sepintar-pintarnya orang sekarang, dan sepintar-pintarnya orng sekarang itu sebodoh-bodohnya orang dulu.

  128. Avatar

    Arifah

    20-03-2019 at 18:37

    Memang ilmu itu tidak pernah mati, ilmu itu setiap waktu selalu berubah. Ibarat kata Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri (Buya Hamka). Apa lagi dalam hal ilmu teknologi, ilmu teknologi berkembang sangat pesat apa lagi di jaman sekarang yang serbah canggih, dengan adanya teknologi berkembang sangat pesat diimbangi juga dengan ilmu yang sangat pesat pula,.

  129. Avatar

    Syahari agus afriyanto

    20-03-2019 at 18:33

    Menurut saya memang ilmu tidak akan berdiri sendiri mengapa demikian, karena ilmu bisa berasal dari mana saja tak harus dari teori ataupun buku yang bisa bertebal-tebal halamannya. Contohnya kita bisa belajar dari kehidupan kita sehari-hari itu sudah mencakup ilmu agar menjadi lebih baik lagi.

  130. Avatar

    Vena Zakiyatul Laelah

    20-03-2019 at 18:29

    menurut saya dalam artikel multi budaya part 1 ini, inti dari penjelasan nya adalah ilmu tidak bisa kita raih dengan instan, akan tetapi ilmu itu perlu kita cari, baik itu bacaan, bentuk, maupun hal yg bisa kita lihat dan kita dengarkan. ilmu tidak bisa diam dalam satu ruang, melainkan ilmu tetatp kita kembangkan, berbeda dengan perkemabngan jaman sekarang, seseorang yg kebanyakan merasa pintar, seseorang yang pintar tidak mau membagikan ilmu nya justru di pandang orng pintar tersebut menjadi kebencian ataupun di pandang orng tersebut itu tidak penting .. dalam penjelasan artikel tersebut, memang benar mencari ilmu tidak mudah dan pula memanfaatkan ilmu tidak mudah pula , bnyak kritikan datang silih berganti, contoh ketika orng menerbitkan sesuatu pasti ada kritik, bukan dalam hal tersebut saja , tentu dalam hal lain pula seperti itu..
    ilmu sangat penting, disisi lain manusia hidup harus mempunyai ilmu, untuk apa ? ilmu untuk mengatur ritme kehidupan, dimana manusia bisa memahami keberadaan yg ada di sekitarnya maupun keadaan yank jauh dan tidak menjatuhkan satu sama lain ..

  131. Avatar

    Farhan Naufal

    20-03-2019 at 18:02

    Saya sependapat dengan pernyataan yang menyatakan bahwa ilmu tidak pernah berdiri sendiri, karena pada dasarnya ilmu tersebut muncul dari akal pikiran manusia yang merupakan anugrah dan karunia yang diberikan Allah SWT sebagai jawaban atas berbagai permasalahan yang terjadi dalam kehidupan manusia tersebut, sebagian besar masalah yang muncul pun juga tidak hanya dari diri manusia itu sendiri namun muncul dari manusia lainnya maupun lingkungan sekitar tempat tinggalnnya, hal ini menjadi salah satu bukti bahwa ilmu tidak muncul dan berdiri sendiri

  132. Avatar

    matthew jimmy

    20-03-2019 at 17:40

    Saya sependapat dengan bapak jika memang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan tidak bisa berdiri sendiri Dan selalu berkait dengan ilmu-ilmu Yang lain. Tapi apakah ketika ilmu pengetahuan atau sesuatu Hal yg dihasilkan dari beberapa aspek lain tersebut (yg sebelumnya belum menjadi satu)tidak bisa disebut sebagai satuan Yang baru? Contohnya Mobil yang bapak sebutkan tadi , memang disetiap bagian Mobil sudah Ada penemunya masing-masing. Tetapi ketika sesuatu sudah beberbentuk lain bukan kah ITU bisa disebut kesatuan Yang baru

    • Avatar

      matthew jimmy

      20-03-2019 at 17:42

      Ainul Huda
      T. IPS / 4
      1708104131

  133. Avatar

    Khairina

    20-03-2019 at 17:38

    Suatu karya bisa ada karna adanya proses yang dirancang oleh seseorang dalam menghasilkan karyanya tersebut. Contohnya mobil, yang membuat mobil adalah dia orang yang merancang berbagai bahan-bahan mobil, dimana bahan-bahan mobil pula di temukan atau di buat oleh ilmuan lain. Tetapi yang meracik membuat mobil tersebut adalah orang yang membuat (orang lain yang mepunyai ide pemikiran pembuatan mobil)

  134. Avatar

    Umi solichah

    20-03-2019 at 17:38

    Ilmu adalah pikiran, pikiran datang dari otak, dan akan berubah sesuai apa yang di mau. Disaat saya menanyakan pekerjaan kepada guru, apa pekerjaan bapak? Terus jawabannya mengajar sebagai guru, dan apakah hanya sampai situ? Tentunya tidak. Pekerjaan itu luas pengertiannya, seperti halnya menyetir mobil juga merupakan pekerjaan, bahkan makan pun adalah pekerjaan.
    Seperti halnya ilmu, setiap pertanyaan, maka akan banyak lagi sisi-sisi lain yang harus dipertanyakan, disitulah maka kegunaan otak akan berjalan, dimana otaklah yang akan menghasilkan ilmu.

  135. Avatar

    Ade Yeni Fuziyanti

    20-03-2019 at 17:32

    Ketika berbicara soal ilmu, saya sependapat dengan tulisan ini, ilmu tidak dapat berdiri sendiri. Dalam satu disiplin ilmu pun pasti bersangkutan/membutuhkan ilmu disiplin lain. Contohnya ketika berbicara tentang sejarah sosial ekonomi, pasti membutuhkan ilmu sosial dan ekonomi nya. Hal ini guna untuk menyempurnakan segala hal pertanyaan-pertanyaan yg muncul.
    Ilmu merupakan hal yang selalu bergerak dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu, ilmu akan terus hadir dan memberikan perubahan kepada aktor-aktor yang terus mencari dan mempelajarinya. Karena ilmu merupakan usaha-usaha yang sadar untuk menemukan, menyelidiki dan juga meningkatkan suatu perkembangan, dari pemahaman para aktor (manusia) melalui berbagai segi kenyataan yang ditemukannya. Dengan adanya usaha manusia akan berfikir lebih jauh untuk mengembangkan ilmu yang dimilikinya.

  136. Avatar

    Nur kholidah

    20-03-2019 at 17:29

    Menurut saya ilmu yang saya tau adalah pengetahuan yang sudah dikelompokkan, disistematisasi, dan diinterpretasikan sehingga menghasilkan suatu kebenaran objektif serta sudah diuji kebenarannya secara ilmiah. Soalnya ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri dan ilmu itu pastibercabang, contohnya sendiri di pelajaran
    Ipa sendiri itu mencakup didalamnya banyak ilmu ilmu yang lain dan tidak cuma 1 ilmu saja, dan menanggapi soal ilmu dari dunia mistik itu sendiri untuk di era modern ini mungkin sudah mulai jarang dipelajari, bahkan sedikit orang modern sukar untuk belajar tentang ilmu sejarah atau yang berbau zaman dulu. Dan pada zaman yang semakin maju manusia kian berlomba lomba menciptakan teknologi yang bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik dan mampu mempermudah segala keadaan diera modern ini, jadi ilmu ilmu yang dikaji oleh mereka itu mengenai IPTEK lebih di tingkatkan sendiri

  137. Avatar

    RODIYANI

    20-03-2019 at 17:24

    Saya setuju dengan penulis yang sudah menulis artikel ini dengan bahasa yang sangat menarik dan kritis juga untuk kita baca dan pelajari lebih mendalam. Kenapa saya setuju?, karena memang benar bahwasannya ilmu pasti memiliki keterkaitan antara unsur unsur atau fase fase dengan ilmu sebelumnya dan ilmu selanjutnya ingin memperkuat ilmu sebelumnya yang bisa mempertanggungjawabkan ilmu tersebut, karena betul yang sudah dipaparin penulis bahwa tak ada yang dapar berdiri sendiri.

  138. Avatar

    Rodiyani

    20-03-2019 at 17:04

    Saya sependapat dengan artikel yang di suguhkan dengan penulis bahwasannya ilmu itu tidak dapat berdiri sendiri atau tunggal, tetapi selalu terdapat keterkaitan atau hubungan dari penemuan penemuan ilmu sebelumnya yang telah di cetuskan ilmuwan dulu. Dan dengan bahasa artikel yang teoritis ini saya simpulkan bahwa tak ada yang bisa berdiri sendiri termasuk ilmu dan sama halnya seperti manusia yang tak dapat hidup sendiri. Dan ilmu ilmu yang selanjutnya sebagai penguat agar dapat di pertanggungjawabkan kebenarannya.

  139. Avatar

    Athou Rohman

    20-03-2019 at 16:45

    judul artikel diatas ialah mengenai “Tidak ada yang pernah berdiri sendiri “. Konteks judul tersebut mungkin lebih ke cara mendapatkan ilmu tersebut, disinggung diartikel diatas bahwasanya ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri, ya pastinya, secara logika kita selaku manusia yang hidup dibumi ini dan yang pasti kita itu memerlukan yang namanya ilmu, baik itu ilmu pengetahuan, sosial, budaya maupun yang lainnya, lantas bagaimana mendapatkan ilmu tersebut? Kembali lagi ke pembahasan diatas mengenai cara memperoleh ilmu seperti apa, tidak bisa kita pungkiri suatu ilmu kita dapat secara cuma² dan tidak adanya usaha dari diri kita sendiri, menarik apa yg dikatakan oleh Thomas S. Khun, yaitu ilmu itu selalu berkembang, dari tumpukan satu ke tumpukan (informasi) yang lain. Ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada diruang hampa yabg meninggalkan orang lain, sekalipun sumbangan atasnya sangat kecil. Jadi bisa ditarik kesimpulan mengenai ilmu diatas bahwasanya ilmu itu sifatnya dinamis tidak terlihat tapi bisa kita rasakan, dengan berilmu langkah kita kedepan tidak akan tersesat.

  140. Avatar

    Athou Rohman

    20-03-2019 at 16:44

    Artikel ini sungguh menarik sekali bagi saya, dari judulnya saya sudah terpapar jelas mengenai “Tidak ada yang pernah berdiri sendiri “. Konteks judul tersebut mungkin lebih ke cara mendapatkan ilmu tersebut, disinggung diartikel diatas bahwasanya ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri, ya pastinya, secara logika kita selaku manusia yang hidup dibumi ini dan yang pasti kita itu memerlukan yang namanya ilmu, baik itu ilmu pengetahuan, sosial, budaya maupun yang lainnya, lantas bagaimana mendapatkan ilmu tersebut? Kembali lagi ke pembahasan diatas mengenai cara memperoleh ilmu seperti apa, tidak bisa kita pungkiri suatu ilmu kita dapat secara cuma² dan tidak adanya usaha dari diri kita sendiri, menarik apa yg dikatakan oleh Thomas S. Khun, yaitu ilmu itu selalu berkembang, dari tumpukan satu ke tumpukan (informasi) yang lain. Ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada diruang hampa yabg meninggalkan orang lain, sekalipun sumbangan atasnya sangat kecil. Jadi bisa ditarik kesimpulan mengenai ilmu diatas bahwasanya ilmu itu sifatnya dinamis tidak terlihat tapi bisa kita rasakan, dengan berilmu langkah kita kedepan tidak akan tersesat.

  141. Avatar

    Azzah azqia

    20-03-2019 at 16:29

    Ilmu temasuk sumber dari segala pemikiran, setiap pemikiran yang di cetuskan oleh beberapa orang termasuk ilmu. Ilmu bisa di dapatkan di mana saja, bisa di internal maupun eksternal , gimana kita menyikapi perkembangan ilmu seperti apa . Ilmu yang berkembang terutama sains menunjang teknologi lebih maju. Memasuki era revolusi industri inu ilmu teknologi berkembang sangat pesat, dimana berbagai ilmuan menciptakan teknologi baru dan memperbaharuinya. Itu semua atas dasar ilmu yang dimiliki. Perkembangan ilmu yang begitu meningkat membuat kita menjadi ingin lebih tahu mendalam tentang ilmu .

  142. Avatar

    Lu'lu melisah

    20-03-2019 at 16:09

    Ilmu jelas penting dalam segala bidang,ilmu tidak bisa di pisahkan dengan manusia. Dengan ilmu,kita mampu mengoreksi apa yang kurang dan dengan ilmu kita mampu menciptakan trobosan baru. Ilmuan-ilmuan barat sekalipun mereka menciptakan trobosan atas dasar ilmu,tidak mungkin orang yang tidak mempelajari ilmu mampu membuat teknologi. Teknologi dari zaman ke zaman terus berkembang pesat dan terus di perbaharui sampai sekarang.

  143. Avatar

    Lu'lu melisah

    20-03-2019 at 16:05

    Ilmu jelas tidak bisa di pisahkan dengan manusia. Seperti kita tau para profesor membuat suatu trobosan atas dasar ilmu. Dengan ilmu dapat menciptakan teknologi-teknologi dengan perkembangan zaman teknologi berkembang pesat dan terus di perbaharui itu semua atas dasar ilmu. Bagaimana mungkin kita bisa membuat suatu trobosan jika kita tidak mencari,dan mempelajari ilmu dari orang yg faham ilmu dalam bidang tersebut.

  144. Avatar

    Malikul arzaj

    20-03-2019 at 14:42

    Jelas, bahwa sesungguhnya apa yang ada didunia ini tidak bisa berdiri sendiri seperti contohnya manusia adalah makhluk sosial dimana makhluk sosial tidak bisa berdiri sendiri dan contohlainya seperti yang ada diartikel ini dimana mobil saja bisa dikatan mobil karna terdiri dari berbagai unsur yang saling melengkapi dan mengenai ilmupun sama dimana sesuatu bisa dikatan ilmu itu melalui fase yang panjang tidak bisa langsung dikatan ilmu

  145. Avatar

    RIANY ALTI PRATAMI

    20-03-2019 at 14:34

    Pendidikan multi budaya pada penyataan “No New Knowledge under the Sun” karena ilmu satu dengan yang lainnya saling terikat, walaupun adanya pernyataan tsb tetap akan melahirkan pandangan2 baru seiringnya waktu, disinilah letak pentingnya mempelajari pendidikan multi budaya. Karena pendidikan multi budaya akan membangun ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran positif kepada mereka mengenai perbedaan maka dari itu sekali lagi benar bahwasannya ilmu satu dengan ilmu lain yg saling terikat perlu dianalisa yang semakin ketat dan teliti agar memfungsikan peranan dalam pendidikan multi budaya itu sendiri yang saling terikat

  146. Avatar

    RIANY ALTI PRATAMI

    20-03-2019 at 14:03

    Pendidikan multi budaya pada penyataan “No New Knowledge under the Sun” karena ilmu satu dengan yang lainnya saling terikat, walaupun adanya pernyataan tsb tetap melahirkan pandangan2 baru disinilah letak mempeljari pendidikan multibudaya karena akan membangun ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran positif kepada mereka mengenai perbedaan.

  147. Avatar

    Aam melawati

    20-03-2019 at 13:49

    Betul sekali apa yang di tulis oleh Prof. Cecep Sumarna M.pd bahwasannya ilmu itu dinamis dapat di pelajari dimanapun, kapanpun bahkan secuil pelajaran yang kita ketahui memang benar ilmu itu luas dan harus di kembangkan oleh setiap orang. Jadi menurut saya semua orang wajib mempelajari ilmu kehidupan entah itu tentang jasmani dan rohaninya. Karena dengan ilmu kita bisa mengetahui gelap menjadi terang susah menjadi mudah dan lain-lain.

  148. Avatar

    Sri ayu haryani

    20-03-2019 at 13:31

    Manusia lahir dengan keadaan tidak tahu apa”.. Ilmu hadir dari masa kemasa mengalir seperti air sungai. Tinggal bagaimana kita untuk menyikapinya. ilmu itu hadir tidak sendirian.. Mereka hadir dipengaruhi oleh faktor dari luar juga.

  149. Avatar

    Sri ayu haryani

    20-03-2019 at 13:26

    Manusia lahir dari kecil tidak tahu apaapa.. Ilmu hadir dari masa ke masa mengalir dengan sendirinya seperti air sungai. Tinggal bagaimana kita untuk menyikapinya.. Jadi.. Ilmu hadir tidak hanya sendirian.. Mereka hadir dengan adanya faktor dari luar juga.

  150. Avatar

    Tikah Malahayati

    20-03-2019 at 13:02

    No New Knowledge under the Sun

    Terkait dengan pernyataan di atas, saya sempat berfikir, apa memang benar sesuatu yg terjadi di dunia ini tidak ada yg baru? Bukanya apa yg kita lakukan di masa yang akan datang merupakan suatu hal yang baru.?
    Terkait mobil, memang untuk membuat suatu mobil terdiri dari beberpa komponen, tapi komponen yang di hasilkan merupakan suatu karya baru yang di ciptakan oleh penemunya, yang kmudian di kolaborasikan dari satu dengan yang lainnya hingga membentuk hal yang sempurna.

  151. Avatar

    Chamidah

    20-03-2019 at 12:33

    Saya setuju dengan artikel yang sudah saya baca diatas. Bahwasanya benar bahwa ilmu itu tidak pernah benar-benar lahir dalam kehadirannya secara tunggal, melainkan timbul dari aspek lainnya yang dapat melatar belakangi sesuatu tersebut terjadi dan bisa disebut sebagai ilmu. Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, kita dapat dengan mudah memperoleh informasi yang cukup luas dari berbagai aspek. Dan setiap peristiwa atau juga pengalaman yang kita dapatkan bukan hanya dari dunia pendidikan melainkan dari aspek lain itu juga merupakan suatu ilmu.

  152. Avatar

    Dina Marliana

    20-03-2019 at 12:30

    Saya sependapat dengan artikel yang bapak tulis. Bahkan ilmu pengetahuan dengan ilmu lainnya saling mempengaruhi. Misalnya juga, ilmuwan-ilmuwan yang menemukan teknologi, dengan adanya mereka kita bisa mengetahui banyak ilmu pengetahuan yang bisa kita terapkan, bahkan kita bisa mengetahui sejarahnya. Artinya ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri, karena ilmu itu butuh ilmu penunjang adanya faktor yang mendukung. Dan juga saya membaca di artikel, mengutip Wilhelm Maximilian Wundt (16 August 1838-31 August 1920) bahwasanya beliau membuat ilmu psikologi berdiri sendiri, bagaimana dengan hal tersebut?

  153. Avatar

    Rodiyani

    20-03-2019 at 12:27

    Saya sependapat dengan penulis. Artikel ini menyuguhkan suatu ilmu yang mengajarkan bahwa ilmu tidak bisa berdiri sendiri atau tunggal melainkan selalu ada keterkaitan atau hubungan dengan ilmu yang sudah ditemukan para ilmuwan dulu. Dengan bahasa artikel yang sungguh teoritis ini menunjukkan yang pada intinya ilmu tak bisa hadir secara tunggal tanpa ada unsur sebelumnya dan ilmu ilmu selanjutnya dijadikan sebagai penguat untuk dapat dipertanggungjawabkan. Sama halnya seperti manusia yang tak dapat hidup secara tunggal.

  154. Avatar

    Yuni anna

    20-03-2019 at 12:24

    Ilmu merupakan pengetahuan yang tak ada ujungnya berapapun tinta kau habiskan, berapa pun kertas kau habiskan kau tidak akan mampu untuk menulis banyaknya ilmu yang ada di alam semesta ini bahkan jika lautan kau jadikan tinta pun masih tetap saja kurang untuk menuliskan banyaknya ilmu yang ada di dunia ini.
    Sebagaimana yang disebutkan bahwa :” wajib bagi muslim laki- laki dan perempuan untuk menuntut ilmu”, dalam hadits lain juga disebutkan bahwa :”
    Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”.
    Jadi ilmu itu tak pernah ada habisnya.

  155. Avatar

    Rodiyani

    20-03-2019 at 12:21

    Saya sependapat dengan penulis artikel ini. Artikel ini menyuguhkan suatu ilmu yang mengajarkan bahwa ilmu tidak bisa berdiri sendiri atau tunggal, melainkan selalu ada keterkaitan atau hubungan dengan ilmu yang ditemukan ilmuwan sebelumnya dengan bahasa artikel yang teoritis ini bahwa pada intinya ilmu tidak bisa berdiri tanpa ada unsur sebelumnya dan ilmu ilmu selanjutnya dijadikan sebagai penguat ilmu ilmu yang sudah ada sama halnya seperti manusia yang tak bisa hidup sendiri.

  156. Avatar

    Ihya ulumuddin

    20-03-2019 at 12:06

    saya setuju, yang dimana perkembangan itu selalu berkembang dan selalu diperbaharui. Contohnya yaitu perkembangan ilmu dan teknologi yang dimana perkembangannya sangatlah pesat dari zaman nabi dan khulafaur rasyidin dan sampai ini perkembangannya sangat pesat dalam ilmu dan teknologi.
    Contohnya diindonesia dalam pendidikannya dari kurikulum ktsp menjadi kurikulum 2013

  157. Avatar

    Khiyarotunnisa

    20-03-2019 at 12:03

    Saya setuju dengan artikel bapa, yang mengatakan bahwa ilmu itu tidak pernah benar-benar lahir secara tunggal, karena selalu terikat dengan faktor dan aktor lain. Karena pada dasarnya kita sebagai manusia di mana merupakan mahkluk sosial, yang membutuhkan orang lain dalam melakukan segala aktivitas sehari-hari. Di mana walaupun sumbangan yang di berikan itu kecil. Tetap saja ada bantuan orang lainnya. Karena pada dasarnya manusia itu tidak mempunyai sifat tunggal, hanya sang penciptalah yang maha tunggal. Makannya ilmu juga tidak pernah beridiri sendiri, ia membutuhkan dimensi lain untuk melengkapinya, agar menjadi satu kesataun ilmu yang utuh.

  158. Avatar

    Detias Utaminingsih

    20-03-2019 at 11:48

    Saya sependapat dengan tulisan tersebut , karena pada dasarnya ilmu bersifat dinamis yang selalu bergerak mengalami perkembangan , yang berasal dari pemikiran manusia yang disertakan dengan hasil observasi atau penelitian untuk mengembangkan ilmu tersebut , sama seperti manusia yang merupakan makhluk sosial, ilmu juga bisa dikatakan tidak bisa berdiri sendiri melainkan butuh refrensi dari ilmu sebelumnnya, kemudian di kembangkan menjadi lebih dalam lagi , ilmu juga dikatakan bukan sebagai ruang hampa melainkan ruang yang padat yang terdiri dari berbagai macam pemikiran dan beberapa faktor penyusun tentang suatu ilmu yang di bahas, sehingga ilmu terdiri dari berbagai macam sudut pandang yang kemudian di buktikan dengan adanya penelitian yang di hasilkan , bisa di katakan juga ilmu satu dengan ilmu yang lain bisa saling berkesinambungan , hal ini menyebabkan ilmu bisa di manfaat dalam kehidupan dan bisa juga sebagai bahan dasar dalam menciptakan sesuatu , karena menurut saya dalam menjalankan kehidupan semua butuh ilmu.

  159. Avatar

    Fariz Maulana Ibrahim T IPS A/4

    20-03-2019 at 11:46

    ilmu itu lahir dan hadir. Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks. Contohnya didalam pembuatan mobil, tidak bisa dikatakan bahwa mobil tersebut dibuat oleh satu orang,karena mobil merupakan kendaraan yang terdiri dari rakitan beberapa bahan,contohnya lampu,kabel dan bahkan tersebut dibuat oleh ahlinya masing2.contoh lain di akademik penulis diminta menulis sejarah PTA . Dan penulisan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri karena harus berkolaborasi dengan orang lain. Jadi ilmu itu terus berkembang.
    Terima kasi

  160. Avatar

    Fariz Maulana Ibrahim T IPS A/4

    20-03-2019 at 11:36

    Artikel ini sangat menarik untuk dibaca,didalamnya terkandung pengetahuan tentang bahwa ilmu tidak pernah berdiri sendiri. Tidak pernah lepas dari aspek lain. Selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang imelatarbelakangi mengapa sesuatu yang disebut ilmu itu lahir dan hadir. Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks. Contohnya didalam pembuatan mobil, tidak bisa dikatakan bahwa mobil tersebut dibuat oleh satu orang,karena mobil merupakan kendaraan yang terdiri dari rakitan beberapa bahan,contohnya lampu,kabel dan bahkan tersebut dibuat oleh ahlinya masing2.contoh lain di akademik penulis diminta menulis sejarah PTA . Dan penulisan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri karena harus berkolaborasi dengan orang lain. Jadi ilmu itu terus berkembang.
    Terima kasih

  161. Avatar

    Fariz Maulana Ibrahim T IPS A/4

    20-03-2019 at 11:35

    Artikel ini sangat menarik untuk dibaca,didalamnya terkandung pengetahuan tentang bahwa ilmu tidak pernah berdiri sendiri. Tidak pernah lepas dari aspek lain. Selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang melatarbelakangi mengapa sesuatu yang disebut ilmu itu lahir dan hadir. Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks. Contohnya didalam pembuatan mobil, tidak bisa dikatakan bahwa mobil tersebut dibuat oleh satu orang,karena mobil merupakan kendaraan yang terdiri dari rakitan beberapa bahan,contohnya lampu,kabel dan bahkan tersebut dibuat oleh ahlinya masing2.contoh lain di akademik penulis diminta menulis sejarah PTA . Dan penulisan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri karena harus berkolaborasi dengan orang lain. Jadi ilmu itu terus berkembang.
    Terima kasih

  162. Avatar

    Fariz Maulana

    20-03-2019 at 11:26

    Artikel yang berjudul “tidak pernah ada yang berdiri senidiri” dalam pendidikan muliti budaya part 1 sangat menarik untuk dibaca, karena kita ketahui bahwa Ilmu tidak pernah berdiri sendiri. Tidak pernah lepas dari aspek lain. Selalu terikat oleh sejumlah faktor dan aktor yang melatarbelakangi mengapa sesuatu yang disebut ilmu itu lahir dan hadir. Ilmu tidak pernah berdiri di ruang hampa tanpa berdesakan dengan dimensi kemanusiaan dan kealaman yang demikian kompleks. Contohnya dalam pembuatan mobil ataupun jenis kendaraan lain

  163. Avatar

    Koriatunisa

    20-03-2019 at 11:01

    Koriatunisa T.IPS A/4
    Ilmu adalah pengetahuan. Sedangkan pengetahuan di dapat oleh manusia. Ilmu lahir karena adanya pemikiran-pemikiran atau teori yang di kemukakan oleh beberapa manusia yang berkembang pada zamannya.
    ilmu akan terus berkembang dan tidak akan pernah mati karena ilmu akan menghasilkan ilmu-ilmu yang lain yang saling berkaitan satu sama lain dan bersifat dinamis.
    Banyak yang bertanya mengapa ilmu itu ada dan mengapa kita harus mempelajarinya. Sehingga menuntut Kita agar mempelajari masa lalu yaitu sejarah, sejarah akan membawa kita agar mengetahui asal usul suatu ilmu dan manfaatnya.
    Sejarah akan mengajarkan kita bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan dari yang klasik sampai ke ilmu pengetahuan yang modern…

  164. Avatar

    Mut Mainah

    20-03-2019 at 10:41

    Assalamualaikum wrwb. Nama saya Mut Mainah mahasiswi jurusan IPS semester 4 kelas C. Menurut pandangan saya, Eksistensi ilmu pengetahuan tidak lepas dari sejarah perkembangannya yang merupakan sebuah proses panjang tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan itu sendiri. Pada setiap fase perkembangan ilmu pengetahuan muncul sesuatu yang baru dan memilki karakteristik di setiap masanya. Karakteristik tersebut adalah hasil dari sebuah pergumulan budaya yang terjadi dalam dinamika sosial. Tentu hal itu tidak bisa lepas dari berbagai pengaruh sosial, budaya, dan politik yang berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dengan demikian perkembangan ilmu pengetahuan dapat diperiodesasikan sesuai dengan dinamika yang ada yaitu periode Yunani kuno, periode Islam, periode renaisans dan modern, dan periode kontemporer. Perkembangan ilmu di zaman kontemporer berarti menggambarkan aplikasi ilmu dan teknologi dalam berbagai sector kehidupan manusia. Itulah salah satu karakteristik utama ilmu di zaman kontemporer yang dalam kerangka umumnya sekaligus menjadi persamaan sifat perkembangan ilmu zaman kontemporer. Hal ini tidak saja terjadi di lapangan ilmu eksakta, tapi juga ilmu- ilmu sosial dan juga keagamaan. Pada dasarnya manusia sendiri tidak terlepas dari teknologi dan pengetahuan. Bagaimana cara kita menjadi pengguna yang bijak dalam iptek itu sendiri? Yang pertama memanfaatkannya dimana teknologi sangat berkembang pesat semakin maju, jikalau kita memiliki pengetahuan dan bisa membuat buku membuat karya, kita bisa mempublikasikan karya kita dengan menggunakan teknologi asalkan bagaimana karya kita itu isinya menang benar-benar berbobot dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada di Indonesia . Kita harus lebih kritis mengapa buku, karya anak bangsa tidak bisa diterbitkan, karena beberapa faktor internal di dalamnya. Jikalau buku tersebut mengandung hal-hal yang akan membuat negara kita hancur maka buku itu tidak bisa diterbitkan. Perihal teknologi transportasi dan informasi sendiri tidak menyempitkan menurut saya, karena di kota Cirebon sendiri baik dalam transportasinya sudah baik dengan adanya layanan transportasi untuk wisatawan itu akan mempermudah bukan mempersulit. Dalam informasi,kita dapat mendengarkan lewat radio, lewat informasi dunia maya misalkan whatsapp, facebook, bbm dan lain lain. Jadi bijak bijaklah kita dalam menggunakan iptek yang semakin maju jangan sampai kita terjerumus ke jalan yang tidak baik.

    Terima kasih
    Wassalamualaikum wr.wb

  165. Avatar

    Detias Utaminingsih

    20-03-2019 at 10:35

    Saya sependapat dengan tulisan tersebut , karena pada dasarnya ilmu bersifat dinamis yang selalu bergerak mengalami perkembangan , yang berasal dari pemikiran manusia yang disertakan dengan hasil observasi atau penelitian untuk mengembangkan ilmu tersebut , sama seperti manusia yang merupakan makhluk sosial, ilmu juga bisa dikatakan tidak bisa berdiri sendiri melainkan butuh refrensi dari ilmu sebelumnnya, kemudian di kembangkan menjadi lebih dalam lagi , ilmu juga dikatakan bukan sebagai ruang hampa melainkan ruang yang padat yang terdiri dari berbagai macam pemikiran dan beberapa faktor penyusun tentang suatu ilmu yang di bahas, sehingga ilmu terdiri dari berbagai macam sudut pandang yang kemudian di buktikan dengan adanya penelitian yang di hasilkan , bisa di katakan juga ilmu satu dengan ilmu yang lain bisa saling berkesinambungan , hal ini menyebabkan ilmu bermanfaat dalam kehidupan dan bisa juga sebagai bahan dasar dalam menciptakan sesuatu, dan menurut saya dalam menjalankan kehidupan semua butuh ilmu.

  166. Avatar

    alofim anbiyah

    20-03-2019 at 10:02

    saya sangat setuju dengan pendapat atau pemikiran penulis, sebab ilmu itu Ia tidak berdiri sendiri dan tidak pernah berada dalam ruang hampa yang meninggalkan orang lain sekalipun sumbangan atasnya, sangat kecil. Sejarah perkembangan epistemologi atau ilmu pengetahuan, begitu juga dengan analisa Thomas Samuel Kuhn (1997), harus dikritik habis karena menyuguhkan sebuah doktrin filsafat yang memandang bahwa ilmu seolah hanya diperoleh melalui verifikasi, falsifikasi, probalistik dan penerimaan yang kaku.
    penulis juga memaparkan penjelasan yang sangat akurat menurut saya.

  167. Avatar

    Nurul Muti Rohmah

    20-03-2019 at 09:40

    Menurut saya memang benar ilmu itu tidak berdiri sendiri karena mengapa ilmu itu harus di kembangkan oleh kita, jikalau ilmu tersebut tidak di kembangkan seperti halnya dengan pisau jika pisau tersebut selalu di pakai di gunakan maka pisau tersebut akan tidak akan tumpul tapi jika pisau tersebut tidak di gunakan maka pisau tersebut akan susah sekali untuk di pakainya seseorang yang memberitahu kepada orang lain yang tidak tahu maka lambat laun dari hal yang tadinya kecil menjadi besar, maka kita harus menggali mengembangkan pengetahuan kita tentang keilmuan karena ilmu tidak akan datang sendiri apalagi kita calon pendidik yang di kemudian hari akan mengajarkan mengembangkan dan berbagi ilmu kepada anak-anak didik kita nanti. Pepatah juga mengatakan carilah ilmu walaupun sampai ke negeri cina jadi ilmu di dunia ini sangatlah luas jika kita mau berusaha berikhtiar mencarinya.

  168. Avatar

    Muhammad Irfan Fadhillah

    20-03-2019 at 09:07

    Menurut saya , sebuah opini belaka bila mana ilmu yang kita pelajari hanyalah sebagai penonggak agar kita bisa dikatakan pintar oleh orang lain, jika ilmu yang kita miliki tidak di ajarkan kepada orang lain.
    Untuk prihal ilmu yang berkembang dari masa ke masa, itu memang benar adanya karena ilmu berkembang secara dinamis bukan hanya diam di tempat (statis) karena sejatinya pelaku dari si pencetus ilmunya juga berkembang (manusia) dari masa ke masa, oleh karena itu hemat saya setiap berkembangnya zaman maka akan berbeda peradabannya dan semakin berkembangnya zaman ilmu akan semakin pesat berkembang, dari 1 bahkan sampai tak terhingga sekalipun, demikian dengan manusia dari detik ke detik, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dan dari tahun ke tahun pasti mengalami perkembangan.
    Kemudian mengenai ilmu yang dipelajari itu berbeda, disini bukanlah suatu masalah yang perlu kita perdebatkan, karena ini yang kita bisa katakan KONYOL. Mengapa? Karena setiap ilmu pasti memiliki referensi yang berbeda tetapi saya yakin memiliki tujuan yang sama yakni menumpas ke tidak tahuan.

  169. Avatar

    Elin Meylina

    20-03-2019 at 09:02

    Semua hal yang di dunia ini tidak dapat berdiri sendiri. Contoh kecilnya adalah manusia, manusia tidak dapat hidup sendiri. Hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang mrmbutuhkan orang lain. Sama halnya dengan ilmu, ilmu pun tidak dapat berdiri sendiri karena ilmu itu terdapat banyak hubungan dengan ilmu-ilmu yang lain. Banyak contoh atau yang membuktikan bahwa ilmu tidak dapat berdiri sendiri. Contoh kecilnya pada Ilmu Pengetahuan Sosial, IPS banyak menyangkutkan ilmu-ilmu lain seperti ilmu geografi, ilmu sosiologi, ilmu ekonomi dan Ilmu politik pun ada.

    • Avatar

      Ayuning Sutiman

      27-03-2019 at 04:11

      Assalamua’laikum warohmatullohi wabarokatuh.
      Saya Ayuning Sutiman dari T.IPS kelas A semster Empat.
      Menurut saya apa yang telah dipaparkan diatas itu benar adanya,karena bahwasannya segala sesuatu yang ada di muka bumi ini atu dunia ini semuanya tidak pernah berdiri sendiri keculai hanya Sang Pencipta Kita yang mampu berdiri sendiri yaitu Allah SWT..
      Kita harus yakini dan percayai bahwa segala sesuatu hal yang ada saat ini atau segala sesuatu hal yang wujud dan hadir baik material atau non material pada saat ini pasti semuanya memiliki kesinambungan atau semuanya memiliki sambungan atau lanjutan dari apa apa yang sudah terjadi sebelumnya atau sudah terjadi dimasa lalu.
      Seperti contoh hal nya ilmu ilmu teknik yang ada pada saat ini untuk pembuatan berbagai macam elektronik dan lain sebagainya itu jelas pasti dari satu proses pembutan ke pembuatan yang lainnya pasti selalu ada kesamaan cara walaupun hanya sedikit dan itu bukti bahwasannya ilmu itu selalu berkembang dan terus berkembang hingga terus menerus melahirkan pemahaman pemahaman dan penciptaan penciptaan ilmu ilmu yang baru.
      Dan inti dari penganalisaan saya ini adalah semua ilmu yang ada di muka bumi ini dan segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini itu semuanya bersifat dinamis tidak statis. Karna semuanya mampu berkembang dan terus berkembang dengan beriringnya perkembangan zaman yang terus menerus berganti ganti.
      Sekian, Wassalamua’laikum warohmatullohi wabarokatuh

  170. Avatar

    Elin Meylina

    20-03-2019 at 08:53

    Ilmu adalah suatu penemuan yang di lakukkan dengan sadar yang di rasakan oleh panca indra.
    Ilmu emang selalu berkaitan dengan ilmu yang lain. Misalnya ilmu di bidang Sosial, banyak faktor-faktor ilmu lain yang mendorong bahwa ilmu itu tidak bisa berdiri sendiri. Seperti pada ilmu Sosial yang terdiri dari ilmu Geografi, Sosiologi, Ekonomi dan Politikpun pun bisa masuk. Contoh lain lagi ilmu membuat rumah, banyak yang harus di butuhkan untuk membuat rumah, seperti batu, semen, kayu, genteng, dan lain sebagainya. Nah di situ maksudnya rumah bisa menjadi sempurna yang banyak bahan atau alat atau faktor sehingga bisa menjadi rumah yang layak di gunakan

  171. Avatar

    Khaeron

    20-03-2019 at 08:52

    Berbicara ilmu memang sangat luas dan ilmu juga tidak dapat berdiri sendiri, dmana ilmu membutuh beberapa elemen penting, Ilmu memberikan kita pengetahuan tentang peristiwa/kejadian alam sehingga kita mampu untuk bisa mempelajari ilmu-ilmu yang ada, ilmu sangat lah luas maka dari itu kita harus berusaha untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan kita.

    • Avatar

      Naufal Faruq

      27-03-2019 at 08:10

      Kesimpulan yang bisa saya tangkap dari tulisan diatas bahwa sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia ini saling berkaitan

  172. Avatar

    Tri wulan

    20-03-2019 at 08:09

    Ya saya sependapat bahwasanya segala sesuatu itu tidak bisa berdiri sendiri pasti ada bantuan atau peran orang lain walaupun sedikit. Yang tunggal hanyalah ALLAH SWT. Begitu pula dengan agama, munculnya budaya baru krna adanya budaya lama. Otomatis budaya lama berperan dalam munculnya budaya lama.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.