Take a fresh look at your lifestyle.

Tak Peduli | Cara Ke Luar Dari Krisis Diri – Part 2

0 17

Tak Peduli. Banyak orang mempertimbangkan pikiran orang lain dari apa yang akan dikerjakan. Padahal yang akan dilakukan itu adalah kebaikan. Akhirnya, karena dia memikirkan kemungkinan orang lain berpikir buruk atas apa yang akan dilakukan, telah menyebabkan kebaikannya, tidak mampu ditunaikan.

Memikirkan kemungkinan orang lain berpikir buruk dari apa yang dilakukan, menyebabkan diri kita sesungguhnya menjadi buruk. Ini penyakit hati. Penyakit yang mendorong diri seseorang malah akan mengalami krisis kepercayaan diri. Ia akan mengalami neurosis. Dalam jangka panjang, ia juga akan mengalami dislokasi dan disorientasi.

Jika kita pernah berada dalam posisi seperti ini, maka, bersegeralah melakukan pembenahan diri. Melakukan reorientasi dan penataan ulang atas setiap tindakan yang dilakukan. Jika tidak, maka, kita akan terus mengalami penurunan mental akut. Ia akan dituduh menjadi pecundang dan produktivitas kerja menjadi sangat jauh tertinggal.

Menjadi Supir Pick UP

Pernah suatu hari, saya bersama keluarga melakukan investasi jangka pendek di sebuah perusahaan kaca mata. Uang yang dijadikan investasi dimaksud berasal dari hasil pinjaman perbankan dengan mengagunkan rumah yang  menjadi tempat tinggal kami. Dalam nalar awal, melalui investasi itu, seharusnya saya mampu tumbuh menjadi keluarga yang setidaknya, dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Fakta! Usaha itu gagal. Rumah keluarga kami malah hampir disita bank.

Dalam keadaan panik dan tidak mampu berpikir rasional, saya hanya disarankan bapak untuk bekerja apapun, sekalipun menjadi supir. Ia menyediakan mobil pick up untuk dipakai usaha. Kemudian, kami mengambil mebeuler putihan untuk kami olah.

Apa mungkin seorang calon doktor, bathin saya berkata, harus menjadi supir. Apa kata orang lain. Masa seorang calon doktor menjadi supir mobil pick up. Bapak saya memperhatikan pikiran saya. Lalu dia berkata:

Untuk berbuat baik, kamu harus tidak peduli atas apapun yang berkemungkinan dikatakan orang lain kepadamu. Bagaimana anda ini! Ko berpikir dan membayangkan apa yang dikatakan orang kepadamu. Biarkanlah. Yang tahu anda dan kebutuhan anda adalah diri anda sendiri. Jalani saja apa adanya. Melalui cara kerja itu, nanti kamu akan menjadi manusia yang ahli dalam bersyukur”.

Akhirnya setelah itu, setiap hari sabtu dan minggu, serta hari senggang lain di luar jam kantor kerja saya sebagai PNS, digunakan untuk mengantarkan mebeuler yang sudah kami olah. Rumah kami menjadi penuh oleh barang-barang material kayu. Setelah beberapa lama kami menjalani situasi yang agak sedikit kacau, akhirnya ke luar juga dari krisis. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar