Diposisikan Sebagai Manusia Yang Tak Bernilai? Tenang Semua Ada Balasannya

0 27

Jangan sedih dan jangan takut, saat diposisikan sebagai manusia yang tak bernilai, atau bahkan ketika banyak pihak menganggap diri kita sebagai wujud yang tak berharga sekalipun. Di saat situasi itu terjadi justru kita tetap perlu meyakinkan diri bahwa apapun yang dilakukan, bukan saja dibenarkan oleh nurani kita, tetapi, juga dibenarkan ajaran agama yang dianut, sekalipun ajaran dimaksud tetap berada dalam domain persepsi yang belum tentu benar.

Kondisi demikian, dalam jangka pendek memang dirasa cukup menyakitkan, terlebih jika apa yang dipersepsi sebagian orang itu, kita ditempatkan sebagai pembuat petaka dari apa yang terjadi pada orang lain. Biar dan yakinlah pada pendirian dengan sejumlah kediriannya,  karena bukan saja Allah telah menyediakan dua Malaikat di kiri dan di kanan yang mencatat seluruh tindakan dan perbuatan kita tanpa absen sekalipun,  tetapi, juga Allah memiliki pusat penyimpanan seluruh aktivitas manusia dalam memory Tuhan yang paling lengkap.

Jika posisi seperti itu lama membuntuti dan membayangi sejumlah langkah kita, abaikan saja! Kita hanya dituntut tetap berbuat baik kepada seluruh makhluk Tuhan termasuk kepada mereka yang mempersepsi kita dalam sejumlah keburukan. Berdo’alah sebelum tidur agar Allah menguatkan hati dan memintalah maaf barangkali ada sejumlah asa dan cita, langkah dan perilaku yang tidak disengaja, yang menyebabkan orang lain luka karena kita.

Makna Memaafkan

Setelah itu, maafkanlah semua orang yang menurut kita telah berbuat nista kepada kita. Biarlah kedlaliman yang dibuat oleh orang kepada kita, hanya dipersepsi oleh Tuhan . Bukankah kita yakin bahwa yang boleh memiliki sifat dhalim itu hanya Allah? Jika sipat itu diambil kita, betapa marah-Nya Tuhan kepada mereka yang mengambil sipat-Nya itu.

Dalam persepsi theologis, khususnya berkaitan dengan eskatologis manusia. Bukankah kita juga dituntut yakin bahwa semua tindakan dan perbuatan kita dipantau Tuhan. Bukankah kita yakin bahwa kelak di kemudian hari, kaki dan tangan kita dijadikan sebagai kunci kesaksian dan akan menutup sejumlah rongga mulut kita untuk memberi alasan atas apa yang dilakukan? Itulah makna lain, mengapa Allah mengatakan bahwa diri-Nya adalah wujud yang hebat dan paling menguasai hari pembalasan. Tetaplah berbuat baik …. agar Allah berkenan memberi kebaikan selamanya. Yakinlah bahwa kebahagiaan dan syurga Tuhan tidak mungkin diberikan kepada mereka yang merasa dirinya benar . Prof. Dr. H. Cecep Sumarna

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.