Dia Tak Mungkin Tergantikan | Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna Part – 13

Puisi Dia Tak Mungkin Tergantikan kini ada di deretan Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna  bagian dari Part - 13 puisi tentang tentang realita kehidupan
0 75

Puisi Dia Tak Mungkin Tergantikan kini ada dalam deretan Kumpulan Puisi Prof Dr H Cecep Sumarna  bagian dari Part – 13.

Tak Tergantikan

Iringan musik tak lagi mengasyikan
Gaya penari erotik tak lagi menggairahkan
Aksi para komposer tak lagi membanggakan
dan bahkan suara alam tak lagi terasa nyaman

Komat-kamit para kyai tak lagi menjanjikan
Mantra dukun klenik tak lagi mampu dipertahankan
Asma-asma terbaik Tuhan tak lagi menentramkan
Dunia langitan seperti telah membuat penjarakan

Berjarak yang mungkin karena terlupakan
Berjarak yang mungkin karena teremehkan
Teremehkan oleh semua sikap dan tindakan dalam perjalanan
Perjalanan yang mungkin terasa sangat lama mengasyikan

Kebahagiaan itu tak mungkin tergantikan
Tak mungkin tergadaikan dan terbelikan
Karenanya mungkin karena anda terlalu lama
Tidak jujur terhadap keadaan

Jujurlah dengan nuranimu
Itulah jalan yang apinya tak mungkin terpadamkan
Itulah jalan yang suaranya tak mungkin terjinakan
Sebab itulah jalan menuju keberhasilan

[Mei 2016 ] Cecep Sumarna

Sekeilas Tentang Prof Dr H Cecep Sumarna

Cecep Sumarna: Menjadi guru besar filsafat ilmu di usia 36 tahun. Relatif muda di jamannya. Beberapa jabatan pernah dilakoninya. Tetapi, ada satu ruang yang terus dibawa dan ditempelkan ayahnya –H. Muslih Suryana alm—yakni dunia bisnis. Pemilik perkebunan Jati, Mahoni dan Karet 40 000 pohon di kampung halamannya di Tasikmalaya ini, pernah juga mengembangkan peternakan Itik dan Kambing. Bisnis di kampung yang di bawa ke Cirebon dalam dunia peternakan adalah bisnis budidaya lele.

Prinsip bisnis yang utama adalah melayani orang. Adagium yang sering dilekatkan kepada kurang lebih 70 orang pegawai di seluruh perusahaan yang dimilikinya adalah; serve to serve and above for all. Dari pola bisnis yang dikembangkan ini, akhirnya menempatkan IAIN Syeh Nurjati Cirebon sebagai ladang pengabdian yang tugasnya melayani dan terus melayani. Kehidupan ekonomi keluarga disokong sepenuhnya oleh dunia bisnis yang kami geluti.

“Sesuatu yang menyenangkan adalah mengubah cara berfikir masyarakat, salah satunya dalam soal penataan ekonomi. Saya sulit percaya kalau hidup di Indonesia ada masyarakat miskin. Sebab, potensi alam Indonesia hanya memberi satu peluang kepada masyarakatnya, yakni kemakmuran. Kemiskinan hanya terjadi karena kemalasan dan salah kebijakan dari para pengambil kebijakan. Di lain itu, tidak ada. Karena itu, saya menyenangi dunia bisnis.” ***Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...