Take a fresh look at your lifestyle.

Tanggungjawab Akhirat dan Tanggungjawab Sosial

0 162

Hubungan yang mengikat manusia dengan akhirat adalah hubungan tanggungjawab dan imbalan. Jika masa kehidupan yang telah ditetapkan untuk ujian dan cobaan berakhir. Maka melintaslah arena cobaan –yakni dunia- dan digantikan oleh alam akhirat. Ia sebagai tempat terakhir yang abadi setelah perjalanan manusia selama masa yang berbeda-beda.

Maksud tanggungjawab adalah bahwa setiap manusia akan diminta pertanggungan jawab tentang cobaannya sewaktu di dunia. Berdasarkan keberhasilan atau kegagalan dalam tanggungjawab inilah akan ditetapkan imbalan dan tempatnya, adakalanya kenikmatan abadi di surga atau penderitaan yang abadi di neraka.

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,” (92) “tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.” (93) (Qs. Al Hijr [15]: 92-93).

Agar Dia menanyakan kepada orang-orang yang benar tentang kebenaran mereka dan Dia menyediakan bagi orang-orang kafir siksa yang pedih” (Qs. Al Ahzab [33]: 8)

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.” (7) “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula” (8) (Qs. Al Zalzalah [99]: 7-8)

Tanggungjawab Sosial dan Akhirat

Tanggungjawab sosial di dunia adalah akibat yang niscaya dari hubungan tanggungjawab akhirat dan kesesuaian dengannya. Yakni lingkaran yang mengikat antara kedudukan manusia di dunia dan akhirat. Juga menjadikan keduanya dua bentuk yang saling berkaitan berupa cobaan dan ganjaran.

Tanggungjawab sosial adalah wilayah dan medan yang sebagiannya lebih besar dari yang lainnya. Ia bermula dari seseorang dan berakhir pada manusia sebagaimana berikut:

  1. Tanggungjawab individu terhadap dirinya sendiri, dan terhadap kemampuan akal, pendengaran, penglihatan, fisik dan psikis agar menggunakannya sesuai peruntukannya yang sejalan dengan perintah dan larangan Allah.
  2. Tanggungjawab individu terhadap keluarganya dan mencakup tanggungjawab orang tua terhadap anak-anaknya, tanggungjawab anak terhadap orang tua, dan tanggungjawab suami istri satu sama lain.
  3. Tanggungjawab kerabat satu sama lain.
  4. Tanggungjawab individu terhadap umat, tanggungjawab umat terhadap individu tentang sesuatu yang memberikan kontribusi kepada kemajuan umat dan menjaga kemampuan dan keamanannya. Tanggung jawab untuk memberikan kepada individu kehidupan yang mulia, keamanan dan stabilitas. Tanggungjawab ini menyebabkan berbagai macam cabang seperti tanggungjawab pemimpin terhadap rakyat, yang kuat terhadap yang lemah dan yang kaya terhadap yang miskin.
  5. Tanggunjawab generasi terhadap generasi berikutunya untuk mempersiapkan tuntutan kehidupan akidah, sosial dan ekonomi dan semua hal yang membantu menjalani masa depan dengan sukses.
  6. Tanggungjawab suatu umat terhadap umat lain, dan masalah ini akan didisukusikan dalam Tujuan Pendidikan Islam.
  7. Tanggungjawab manusia terhadap semua makhluk sebagai khalifah di bumi-Nya, dan bahwa semua makhluk adalah peliharaan Allah dan yang paling mencintai-Nya adalah yang paling baik terhadap peliharaan-Nya. Tanggungjawab ini meluas hingga mencakup manusia, binatang, tumbuhan dan benda padat.

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar