Tangisan Pertama Rayhan | Candu Asmara Remaja Part – 7

Tangisan Pertama Rayhan | Novel Candu Asmara Part 7
0 224

Di pulau seberanglah, Kayla melahirkan. Ia dilahirkan di salah seorang bidan senior yang mengerti persoalan kehamilan dan memiliki keterampilan yang cukup baik. Kayla didampingi Rayhan dan beberapa suster bidan yang tampaknya cukup terlatih juga ketika Kayla melahirkan.

Kurang lebih enam jam setelah bukaan ketiga, Kayla melahirkan. Kayla yang terus mengerang saat melahirkan, dipegang erat oleh Rayhan. Kayla sendiri memegang tangan Rayhan dengan cara yang sangat erat. Kayla meraung-raung dan meronta-ronta berontak. Ia tidak membayangkan bagaimana rasa sakit yang didera saat anak pertamanya itu akan lahir.

Ketubah Pecah

Ketubanpun pecah. Tidak lama kemudian, anak itu ke luar. Anak itu langsung menangis dengan keras. Sang bidan meminta para suster untuk segera membersihkan anak itu dan memotong tali arinya. Semua orang yang ada di sekitar Kayla bersyukur atas kelahiran anak Kayla. Namun tanpa diduga, Bidan itu tiba-tiba berkata: “Selamat neng … ini anak kedua kamu akhirnya, ke luar juga”. Kayla pucat seperti malu. Rayhan melihatnya dengan jelas.

Namun tidak dengan muka Rayhan. Ia kaget mengapa bidan itu berkata kalau itu anak yang kedua. Rayhan mengatakan: “Ini anak pertama kami bu, bukan anak ke dua”. O .. ya kata bidan itu heran. Lalu ia segera berpaling dan segera mengubah raut wajahnya agar tidak kelihatan menyimpan suatu pengetahuannya tentang reproduksi manusia.

Setelah jeritan itu reda dan sudah dibungkus dengan kain,ia diletakkan di samping Kayla. Rayhan memegang erat tangan Kayla yang sedang dibersihkan dan mendekap anaknya dengan baik. Kayla berkata: “terima kasih, ya Rayhan. Kamu telah menemaniku dengan baik”. Rayhan lalu mengambil nasi dengan bakar ikan yang sangat segar. Kayla-pun makan dengan lahap.

Dalam proses penyuapan nasi dan bakar ikan kepada Kayla itu, ia sadar kalau Rayhan seperti menyembulkan rasa ketidakpercayaan dirinya kepada Kayla. Ia tampak ragu mengapa Bidan itu, mengatakan kalau anak dimaksud adalah anak yang ke dua mereka. Tapi, bukan Kayla namanya kalau tidak pandai menyembunyikan suatu rahasia yang pernah dialaminya. Ia menatap Rayhan dengan tajam dan berkata: Ray .. mengapa! Ko kelihatannya kamu menyimpan beban tertentu?

Rayhan berkata: “tidak Kayla”. Mungkin aku terlalu lelah. Di bathin terdalam, Kayla sesungguhnya bertaruh apakah ia harus jujur atau tetap bohong menyembunyikan rahasia hidupnya. Tetapi, ia tetap memilih untuk berbohong. By. Charly Siera –bersambung

Komentar
Memuat...