Tangisan Yanti Yang Tak Pernah Henti | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 5

28 138

Yanti tak pernah berhenti menangis. Hari-harinya hanya dipenuhi perasaan duka, terlebih setelah ia melahirkan anak ketiganya. Suaminya yang menjadi anak perwira itu, terlibat dalam berbagai kasus asusila dan pelanggaran moral yang cukup kuat. Setiap hari, suaminya pulang larut malam dan dalam keadaan mabuk. Mulutnya dipenuhi bau alkohol yang sangat menyengat.

Sangat mudah suaminya memukul Yanti saat terlambat membuka pintu rumah misalnya. Wajahnya yang dulu sintal, kini terlihat sangat kurus dan terkesan loyo. Ghairah hidupnya hancur berantakan, dan tidak ada satupun yang dapat diandalkan untuk melerai berbagai persoalan hidup yang dia alami.

Bapaknya yang menjadi purnawirawan meski dalam jabatan sebagai perwira tinggi, juga tidak mampu membuat anaknya menjadi berubah. Dalam banyak kasus, bapaknya yang masih tampak angkuh dan masih menunjukkan diri sebagai seorang perwira itu, malah sering menyalahkan dirinya dan sedikitpun tidak memberi toleransi atas apa yang menimpanya. Padahal suaminya, juga tidak memberi nafkah baik lahir maupun bathin. Ia hanya bercurhat kepada Tuhannya dalam tangisan-tangisan malam yang tak pernah berhenti.

Do’a Terasa Jauh dari Harapan

Malam-malam yang dilalui Yanti adalah malam kegelisahan. Terlebih saat air susu tak mampu ia beli. Belum kalau anaknya meminta jajan seperti kebanyakan anak-anak seusianya. Usia anaknya juga sudah mulai harus Sekolah Dasar. Ia akhirnya membuka warung kecil-kecilan dengan modal utama dari orang tuanya yang sudah mulai tua dan loyo. Beberapa hari saat usahanya dijalankan di garasi rumah yang dihuninya bersama dengan suaminya itu, lumayan untuk menambal kebutuhan keluarga. Tetapi kemudian, penyakit suaminya semakin menggila. Ia selalu meminta kepada Yanti dengan berbagai alasan. Jika tidak dikasihnya, maka, muka Yanti yang menjadi sasaran. Karena itu, mukanya sering kebiru-biruan.

Yanti akhirnya hanya berkomunikasi dengan Tuhannya secara khusu’ di setiap malam yang dia lalui. Di antara do’a yang selalu Yanti panjatkan adalah sebagai berikut:

“Ya Tuhan … jika ini takdirMu aku ikhlash. Namun jika ini merupakan akibat dari dosa yang tak pernah aku sengaja, maka, mohonkan ampunan atas semua apa yang menimpaku ini. Aku takut dan tak ingin sedikitpun, apa yang menjadi dosaku, turut serta menyebabkan anakku terkena dampak atas situasi yang kuhadapi. Kini, aku tak memiliki siapa-siapa kecuali diriMu. Jika memang suamiku adalah hakku untuk menjadi pendampingnya sampai aku mati, maka, berilah kekuatan kepada jiwanya untuk segera sadar dan menta setiap puing kehidupan kami bersama yang telah rapuh ini. Namun jika dia bukan takdirku, berilah jalan terbaik untuk melerai semua masalah yang kami hadapi dengan jalan dan cara-Mu”

Itulah do’a yang tak pernah Yanti lupakan. Setiap malam dalam sujudnya yang penuh duka dan aroma melankolis, Yanti mengadu kepada Tuhan di setiap shalat tahajud yang dia lakukan. Ia merasa bahwa hanya dengan Tuhanlah segala persoalannya ini dapat diselesaikan. Hampir tiga bulan berturut-turut, Yanti berdo’a di tengah malam tanpa henti, kecuali saat menstrusi menimpanya.

Kedatangan Linda dan Ghina

Di hari yang ke 90 setelah do’a-do’a dipanjatkan Yanti, entah mengapa saat itu hari minggu, Linda dan Ghina datang menjumpai Yanti di Kota Bandung. Betapa kagetnya Linda dan Yanti melihat mimik muka yang ditampilkan Yanti yang berubah 180 derajat. Yanti yang dulu penuh ghairah, penuh canda dan periang itu, tiba-tiba sangat melankolis dan sedikitpun tidak menunjukkan Yanti yang hebat. Linda yang sudah menjadi Doktor itu diam dan sedikitpun tak bersuara. Ia hanya meneteskan air mata duka secara pelan dengan mengusapnya pakai tisu basah. Ia tidak memberi saran apalagi nasihat kepadanya.

Hal ini berbeda dengan apa yang ditampilkan Ghina yang menjadi Magister dari Jerman itu. Dia mengatakan kalimat-kalimat aneh yang nyerocos dan tak peduli Yanti sedang menghadapi masalah apa. Dia mengatakan:

“Yanti … ceritalah kau pada kami. Ada apa dan apa yang menimpamu. Jika kamu sakit dan kurus kering seperti ini karena suamimu, maka, segeralah kamu lapor sama polisi. Kamu masih muda dan usia kita masih cukup melakukan perubahan dan berbenah diri. Meski kamu tidak menjadi Sarjana, yu kamu ikut sama aku dan menjadi pegawai di kantorku saja untuk menjadi semacam asistenku. Aku akan lapor sama owner perusahaan. Jika ditolak maka, kamu saya usahakan bekerja di kantor suamiku saja.  Itupun jika kamu mau”

Saat kalimat terakhir Ghina itu muncul, mata Yanti berubah berbinar. Ia meminta saran dari Linda dan Linda menyetujuinya dengan penuh semangat. Tetapi kamu kata Linda nggak usah lapor polisi. Lebih baik datang saja ke Pengadilan Agama untuk melakukan perceraian. Yanti menganggukan kepala dan setuju atas gagasan Linda. Mereka berpelukan hangat dan Yanti bercerita akhirnya dengan penuh duka mengenai perkawinannya–bersambung. By. Charly Siera

  1. khofifah berkata

    jabatan tidak menjamin kebahagiaan,kekayaan juga tidak menjamin seseorang untuk bahgia. mereka yang kaya namun kurang bahagia apala arti semua itu.perjodohan yang difikirkan akan bahagia tapi ternyata tidak. karena hanya memandang kekayaan dan jabatan saja yang membuat anak akhirnya hidup tak bahagia. dan janganlah terlalu bangga atas harta kekayaan orangtua semata.

  2. siti khodijah mpi A-3 berkata

    Pendidikan itu sangat penting apalagi kita dibentuk dalam pendidikan keluarga dulu. jadi kita harus bisa memanfaatkan pendidikan yang kita punya dan jangan sampai menyalahgunakannya.

  3. eka ali wahab berkata

    nokhtah kerinduan tuhan part-5
    segala sesuatu yg menimpa kita baik itu seberat apapun masalah maupun ujian yang kita hadapi semata-mata karena Allah sayang kepada kita. dengan itu kembalikanlah masalah itu kepada Allah. maka Allah pun akan membukakan jalan untuk kita keluar dari masalah tersebut. kesabaran yanti memang patut diteladani bagi kaum wanita. maka bersabarlah dan tabah.

  4. Uun Unesih berkata

    Bismillah.. Sesulit apapun masalah kita, kita serahkanlah kepada allah, dan allah pasti memberikan jalan terbaik kepada semua hambanya. Dalam part 5 ini terlihat bahwasanya yanti sangat menderita terhadap keuarga kecilnya. Sesosok suami haruslah selalu menjalankan tanggung jawabnya yakni salah satunya menafkahi istri&anaknya, bukan malah memberikan mereka penderitaan dan tidak menafkahinya. Sudah sangat pantas apa yang dikatakan ghina dan linda mengatakan kepada yanti bahwasanya mungkin tidak ada jalan lain kecuali perceraian.

  5. Tri Anis berkata

    Apabila kita memiliki masalah berserah diri lah kepada Allah. Selain itu kita juga harus mampu menggunakan akal pikiran dan nalar yang kita miliki. Pendidikan moral dalam keluarga juga sangatlah diperlukan.

  6. Febrialdy Imandyanto Kusuma berkata

    di bagian novel ini saya mengamati bahwa tidak hanya untuk bercurah kesah terhadap tuhan. banyak masalah yang sedang dihadapi kita harus menyikapi dengan bijak. Allah tidak akan memberikan suatu masalah melebihi batas kemampuan hambanya. sekian

  7. Mohamad Adha berkata

    Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting, seperti dalam urusan berumah tangga. Jadi bagaimana seorang suami memposisikan dirinya bukan hanya sebagai kepala keluarga tapi juga sebagai orang yg harusnya melindungi keluarganya serta membimbing baik dalam urusan duniawi maupun urusan akhirat.

  8. KORIATUNISA berkata

    Mencari nafkah adalah kewajiban seorang suami. Istri hanyalah berkewajiban mengurus anak dan rumah. jika ada seorang istri yang bekerja itu hanyalah sifatnya membantu bukan sebagai tulang punggung keluarga. harusnya sebagai suami bersyukur jika mempunyai istri yang seperti itu.

  9. siti alifah berkata

    jika kita sedang terpuruk dan menurut kita tidak ada jalan keluarnya itu mustahil, ingatlah kepada Allah SWT mintalah kepada Allah,karena allah maha segalanya, asalakan kita benar dijalan allah yang diridhoi dan berusaha untuk memperbaikinya Allah akan memabantunya.

  10. Zainal Ma'arif berkata

    pendidikan sangatlah penting, terutama pendidikan dalam keluarga. dalamkasus diatas, yang dapat saya analisa yaitu konflik yang dialami yanti dengan suaminya ialah karena faktor pendidikan dari orang tua suaminya. karena disisi lain, orang tua suami ialah orang yang sibuk dengan pekerjaannya yang berdampak kurangnya pendidikan moral dan spiritual pada diri suami yanti

  11. Qorry Yafatihana berkata

    dalam part 5 ini bahwa pendidikan itu sangat penting, terutama pendidikan di keluarga. kekayaan bukanlah tolak ukur untuk kebahagiaan di masa datang. suami yanti yang notaben nya dari orang kaya, mungkin karena orang tua suami yanti terlalu sibuk menyebabkan kurangnya pendidikan akhlak dan moral yang membuat sikap suami yanti seperti itu.

  12. Neila nur zuhrufillah berkata

    Memang sandaran pertama dan selalu utama itu mengkeluhkesahkan semua beban hidup kepada sang pemilik kemurahan dan teman sejati yang selalu mendukung menemani suka maupun duka.

  13. Rifa Awaliyah berkata

    Seberat apapun cobaan dan masalah kita, meminta pertolonganlah kepada Allah, karena Allah tak akan pernah meninggalkan seorang hambanya yang tengah kesulitan.

  14. Birnawati berkata

    Masalah, ujian yang Allah berikan adalah salah satu bentuk Allah sayang kepada kita. Allah percaya bahwa kita sebagai perempuan tangguh yang bisa menghadapi segala cobaan. Entah itu problematika yang ada dikeluarga, di kampus, didunia kerja atau dimanapun. Pasti setiap priblematika itu ada. Masih terngiang kata-kata dosen Saya yaitu Pak Mukhsin dosen PPTQ (Praktik Tilawatil Qur’an) IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Dia pernah bilang seperti ini “Hidup kalai tidak ada masalah tidak ada seninya” garing kalau ngga ada masalah yang difikirin. Asa hambar. Sepahitpahitnya kopi. Sehitamhitam warnanya kopi. Bisa membuahkan hasil yang luar biasa. Aromanya yang nikmat, rasanya manis… Bagaimana bisa sebiji kopi kita bisa memberikan sesuatu yang baik kepada orang lain meskipun asal muasalnya buruk. Hitam pekat, pahit dan sbagainya namun dia bisa menjadi manis dan menebarkan aroma wangi itu? Benahi diri… Dekatkan diri kepada DIA. Adukan segala rasa, keraguan dan sebagainya.. Jangan cepatcepat mengambil sebuah keputusan apalagi ini tentang suami yang perlakuannya tidak baik. Ikhtiar…. Dan jadikan tempat sandaran pertama kita Allah😊

  15. Ainun Wiliyanti berkata

    Kekayaan tidak menjamin hidup bahagia,tempat curhat yang paling baik adalah Allah swt karena semua yang terjadi itu sudah menjadi kehendak-Nya

  16. Yandhika Chika Pratama berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    pada part ini kita harus belajar bahwasanya kita harus sabar dalam menghadapi ujian dan yakinlah semua akan indah pada waktunya,.

  17. MUNIRUDIN berkata

    Perceraian adalah jalan terakhir dari kisah di atas, karena tidak ada pilihan lain, karena manusia adalah makhluk yang lemah dan terbatas.

  18. Siti MH berkata

    Banyak cobaan tetaplah tempat curhatan pertama yaitu Allah dan hanya kepada Allah lah kita meminta petunjuk

  19. Fariz Aldi Dwi Rahmawan TipsA/1 berkata

    Tangisan Yanti Yang Tak Pernah Henti | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 5
    belajar banyak dari mulai kehilangan, ditinggalkan dan yang meninggalkan, perceraian bukan jalan yang baik untuk dipilih jd jangan sampai kita memilih jalan perceraian. seorang laki” yang harusnya belajar bahwa perempuan mempunyai hati yg lembut tdk untuk dikasari namun untuk memberikan kasih dan sayang

  20. Mariyo Tadris IPS/A Semester 1 berkata

    Tangisan Yanti Yang Tak Pernah Henti | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 5
    harta dan jabatan bukanlah tolak ukur kebahgiaan seseorang dimasa depan. walau pun uang dan emas sebanyak bumi pun takkan mampu membeli kebahagiaan. jika kebahagiaan bisa dibeli maka pasti kebahagiaan akan diborong oleh orang kaya tanpa menyisakannya. tapi lealitanya banyak orang miskin masih bisa bahagia

  21. Mariyo Tadris IPS/A Semester 1 berkata

    Tangisan Yanti Yang Tak Pernah Henti | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 5
    Suatu pendidikan untuk kita semua bahwa kekayaan bukanlah tolak ukur kebahagiaan masa depan, yanti yang menikah dengan suami yang notabennya anak pensiunan jendral saja menderita, mungkin kesibukan orang tua dari pihak suaminya yang membuat ia tidak didik secara sempurna dan tidak terkontrol sehingga membuat ia sangat bejat dalam akhlak perilaku.

  22. Adelia Pramesetia berkata

    Sosok yanti disini ia sangat sabar dan tabah menghadapi cobaan, ia sabar menghadapi sikap suaminya, dan ia tetap percaya bahwa Allah lah yang akan menolongnya di keadaan apapun. Dan Allah pun tidak tidur, Allah mendengarkan doa doanya dan mengabulkan sedikit doa dan harapan untuk Yanti melalui teman-temannya. Tentu ia sangat bersyukur dan senang sekali.

  23. ifa nurfaizah berkata

    Saat kita merasa kesepian , ingatlah masih ada allah swt yang bisa membuat hati kita tenang dengan cara تقرّب على الله , banyak-banyak berdzikir kepada-Nya.
    Dan ketahuilah didalam islam menjelaskan bahwa allah swt membenci perceraian . akan tetapi perceraian juga ada yang di bolehkan dengan syarat suami sudah tidak menfkahkan lahir dan bathin selama 2 tahun, mendzalimi istrinya.

  24. Iqbal ismail berkata

    dari masalah tadi bisa dibilang kesimpulannya bahwa seseorang harus bisa tabah menghadapi cobaan dari allah.
    tidak mungkin Allah mengsi coban diluar kemampuan manusia.

  25. Luinah berkata

    Menjadi sosok wanita yang tegar itu sangatlah mudah asal kita percaya sama Allah swt, slalu ingat dan tanpa henti untuk berdoa kepada Nya. Masalah seberat apapun pasti akan diberi jalan keluar yang baik nan mudah. Karena Allah tidak akan memberikan cobaan yg melebihi batas kemampuan kita. Percayalah bahwa indah pada waktunya itu ada. Asal kita sabar dan tawakal pasti akan di mudahkan.

  26. Lia Herliana berkata

    Jika kita mau mengambil keputusan hendaknya harus berfikir berkali-kali terlebih dahulu agar apa yang kita ambil tidak salah jalan. Dalam novel ini mungkin perceraian adalah jalan satu-satunya yang harus dilakukan oleh Yanti karena sosok suami yang dulu, sudah berubah menjadi sosok yang kasar pada istrinya. Walaupun perceraian itu perkara yang dibenci oleh Allah akan tetapi jika alasannya benar-benar tepat maka lakukanlah.

  27. Aninda fidiya sari berkata

    Assalamualaikum.
    Perceraian merupakan perkara halal yang dibenci oleh allah. Tetapi jika perceraian merupakan jalan satu satunya maka lakukanlah. Yang perlu diingat seorang suami adalah imam bagi istri dan anaknya, maka dari itu seorang suami harus mampu menjaga, menasehati dan menyayangi istri dan anaknya. Dan bukan malah memukul istrinya.

  28. Peggi Agisna IPS 1/A berkata

    walaupun banyak masalah yang sedang menimpa kita, kita harus tetap sabar dalam menghadapi masalah tersebut. kita harus berusaha untuk memperbaikinya.
    jika kita di posisi yang memiliki teman sedang banyak masalah maka kita sebagai temanya tidak lupa pula untuk selalu memberikan motivasi agar teman kita yang sedang banyak masalah bisa bergairah (semangat) kembali

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.