Tantangan Mengatur Keuangan Untuk Para Pekerja Kreatif

0 14

Penganggaran dan perencanaan biaya yang datang secara tak terduga merupakan hal yang tidak mudah bagi sebagian orang. Apalagi mereka yang berprofesi dengan mengandalkan kreatifitas atau jasa seperti fotografer, seniman, penulis, penghibur, dan lainnya kadang hal tersebut menjadi lebih runyam.

Saat menerima pendapatan hasil jasa maupun karya, mereka tidak akan mendapatkannya setiap saat atau intensif seperti pekerja kantoran kebanyakan. Dan sumber dananya pun tidak hanya dari satu aliran. Mereka harus mencari dari berbagai sumber untuk bisa mendapatkan uang.

Apalagi di masa kini yang serba konsumtif dan berbagai kebutuhan hidup ataupun juga kebutuhan alat untuk mengupgrade guna meningkatkan performa layanan dan hasil produk. Pintar mengatur keuangan, ya itulah yang dibutuhkan untuk para pekerja kreatif ini. Tak mudah, karena pendapatan tak dapat diprediksi kapan waktunya.

Bila Anda baru saja bergelut di dunia profesional kreatif, atau sedang merintisnya, berikut 3 tips mengatur keuangan:

Persiapkan Diri untuk Masa Sulit

Penganggaran pendapatan yang selalu berubah-ubah merupakan tantangan besar untuk profesional kreatif. Dalam satu bulan, mereka bisa saja mendapatkan satu atau berbagai orderan kerjaan, namun belum tentu pada minggu ini atau bulan berikutnya. Akhirnya, hanya dapat berharap untuk proyek baru. Selagi Anda menunggu, ingatlah untuk tidak melakukan berbagai hal yang akan semakin menyusahkan Anda. Jauhkan diri dari hutang, kartu kredit, dan belanja hal yang sembarangan dan tak diperlukan.

Kelola Masuknya Uang Tunai

Nah disaat mendapatkan keuntungan yang besar, bersabar dan tahan dulu semua keinginan membeli. Membelanjakan uang secara royal dan massive tidak akan menjamin hidup lebih senang setelah mengalami masa masa kelam. Ingatlah bahwa pendapatan itu tak pasti, kadang kalanya pasang dan surut. Kendalikan keuangan agar tetap bisa dalam fase aman jika anda dalam posisi masa-masa sulit.

Terapkan Harga yang Memang Sesuai

Saya masih bingung dengan kesadaran masyarakat akan suatu karya. Karena banyak masyarakat yang tidak selalu menghargai suatu karya. Mereka seolah tidak mau merogoh kocek lebih untuk sesuatu yang mereka pikir biasa saja. Sehingga, dalam suatu topik para penghasil karya ini tidak berani untuk memberi harga lebih. Untuk memiliki sebuah bisnis yang lancar, maka para pekerja kreatif ini harus konsisten mempertahankan kualitas. Bila tidak ada yang mau benar-benar membeli, maka mereka harus mencari yang benar-benar mau membeli. Dengan begitu, para pekerja kreatif ini akan benar-benar memiliki kredibilitas. (Dhirga)

(perencanaan biaya) (masuknya uang tunai) (profesional kreatif)

Komentar
Memuat...