Inspirasi Tanpa Batas

Tantangan Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi

0 47

Konten Sponsor

Di zaman sekarang, menempuh pendidikan dirasa perlu untuk membentengi berbagai ancaman negatif yang masuk kedalam negeri. Tanpa adanya pendidikan, maka kita akan mudah terjerumus dalam era globalisasi negatif. Kita harus mempunyai pengetahuan yang lebih luas agar dapat memilah dan memilih sesuatu yang diperlukan.

Zaman modern pasti erat kaitannya dengan yang namanya globalisasi. Globalisasi menurut Wikipedia ialah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, paradigma, dan aspek-aspek lainnya. Dapat  juga diartikan kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi.

Pendidikan islam dengan sistem dan tingkatannya pasti akan mengalami tantangan. Tantangan saat ini sangat  jauh berbeda dengan tantangan pendidikan islam pada zaman klasik dan pertengahan. Baik dilihat dari factor internal maupun eksternal. Tantangan pendidikan di zaman klasik dan pertengahan cukup berat. Namun secara psikologis dan ideologis lebih mudah diatasi. Secara internal, umat islam pada zaman klasik, kehidupan mereka dengan sumber ajaran Islam masih erat. Semangat berijtihad dalam berjuang memajukan ajaran Islam masih sangat kuat. Secara eksternal, umat Islam masih kesulitan dalam mengatasi ancaman dari Negara lain yang sudah maju. Daniel Bell menyatakan bahwa kecenderungan di era globalisasi ditandai dengan lima kecenderungan.

Kecenderungan menurut Daniel Bell

1) kecenderungan pembaruan ekonomi yang menyebabkan persaingan bebas dalam segala bidang, terutama dalam bidang pendidikan. Pendidikan islam akan tercampur dengan doktrin-doktrin orang Barat yang hanya mengandalkan logikanya saja.

2) kecenderungan fragmantasi politik yang akan menyebabkan meningkatnya tuntutan dan harapan dari masyarakat.

3) kecenderungan menggunakan teknologi tinggi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini menyebabkan terjadinya tuntutan dari masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, tidak dibatasi oleh waktu dan tempat.

4) kecenderungan saling ketergantungan yaitu keadaan dimana seseorang akan dapat memenuhi kebutuhannya apabila dibantu oleh orang lain. Dapat kita lihat berbagai siasat dan stategi yang dilakukan oleh Negara maju untuk membuat Negara berkembang tergantung kepadanya. Sebagaimana yang dilakukan oleh negara Amerika. Dengan membuat kebijakan hegemoni politik yang memengaruhi negara sekutu menjadi ketergantungan kepada negara Amerika,. Yang akhirnya akan berdampak buruk bagi negara sekutu, apalagi negara Indonesia.

5) Kecenderungan dari penjajahan baru dalam bidang kebudayaan. Pola pikir masyarakat yang berpendidikan akan berubah. Awalnya belajar untuk meningkatkan kemampuan intelektual, moral, fisik dan psikisnya. Namun berubah menjadi belajar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan gaji yang besar

Sesungguhnya tugas pendidikan islam adalah untuk meraih kembali kejayaan islam. menjadikan sistem dan peradaban melahirkan para ulama’ dan ilmuan. Pada masa kejayaan islam telah melahirkan berbagai macam lembaga pendidikan yang sangat popular di dunia. Kini sangatlah berbeda dengan yang terjadi di Indonesi. Pada masa itu pendidikan Islam dikatakan popular karena mampu memberikan inspirasi bagi peradaban dunia. Karena berpijak pada Al-Qur’an dan Hadis, Ijma’ dan Qiyas para ulama’.

Generasi Muda

Sebagai generasi muda, kita harus mempunyai pendidikan dan pengetahuan yang luas agar tidak terjerumus pada hal yang salah. Selain pengetahuan kita pun perlu memiliki skill yang mumpuni. Tantangan demi tantangan akan banyak dihadapi di masa mendatang. Contohnya dalam mencari pekerjaan, setiap perusahaan yang terutama akan melihat ialah pendidikan kita.

Namun di dunia ini pendidikan tak hanya untuk mencari pekerjaan saja. Pendidikan dibutuhkan untuk memecahkan problema yang terjadi dengan cara bijaksana dan cerdas. Pada hakikatnya pendidikan islam bertujuan untuk melahirkan generasi manusia yang mampu mengelola, memakmurkan, menguasai dan menerapkan hukum aturan Allah di muka bumi ini. Meskipun berbagai persaingan akan terjadi.

Pada intinya, kita harus berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits di zaman yang sangat mempesona ini. Bukan berarti kita kembali pada gaya zaman dahulu, tetapi bisa menyesuaikan pendidikan agama dengan zaman sekarang. Tidak terjadi benturan antara agama dengan sosial masyarakat. Kita pun harus memperbanyak pengetahuan tentang sesuatu yang bisa di praktikan di zaman globalisasi. Memfliter hal-hal yang masuk dari luar. Tidak mudah terpengaruh oleh sesuatu yang belum tentu kepastiannya. Yang terutama kita harus bisa melihat kondisi dan situasi. Inilah tantangan yang dihadapkan untuk generasi-generasi selanjutnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar