Teknik Bisnis Pengolahan Kayu

1 824

Bisnis Pengolahan kayu, termasuk ke dalam jenis bisnis yang sangat menjanjikan. Bisnis dalam jenis ini, relatif membutuhkan modal kecil, dengan tingkat keuntungan tinggi. Bisnis ini, termasuk aman dalam menanamkan investasi permodalan dan dapat dijangkau oleh siapapun yang memiliki minat dan semangat untuk berbisnis. Berikut akan penulis gambarkan bagaimana agar bisnis pengolahan kayu mendapatkan keuntungan seperti yang diinginkan.

 

Penebangan Pohon Kayu
Penebangan Pohon Kayu

Memilih Kayu Berkualitas

Membeli kayu berkualitas harus langsung kepada petani yang menjadi pemilik kayu. Bisa juga secara resmi membebaskan kayu dari Perum Perhutani melalui tender tertentu yang dimiliki perseroan dimaksud. Upayakan agar tidak membeli kayu kepada broker atau kepada mereka yang terbiasa memborong kayu hutan atau milik petani. Dengan cara ini, pengusaha kayu dapat memilih jenis kayu berkualitas dan bahan yang juga berkualitas serta tentu harga yang lebih kompetetif.

Ciri kayu yang berkualitas diukur dari lurus tidak lurusnya kayu, banyak atau sedikitnya dahan dalam batang kayu dan umur kayu itu sendiri. Misalnya untuk bahan kusen, pintu dan jendela, upayakan kayu-kayu keras yang dipilih seperti kayu Mahoni, Nangka, Jati, heras, atau bungur. Ini kayu pilihan dengan harga jual yang sangat tinggi. Kayu jenis ini, upayakan yang memiliki umur 25 tahun ke atas dengan lebar diameter minimal 25 cm ke atas. Tingkat lurusnya kayu, minimal 6 meter. Ini merupakan salah satu ciri dari kayu yang memberi keuntungan lebih kepada mereka membeli kayu langsung dari masyarakat.

 

Proses Pemotongan Kayu
Proses Pemotongan Kayu

Menghitung Pengolahan Kayu

Jika anda bertemu dengan jenis kayu semacam ini, maka segeralah lakukan penawaran kepada pemilik Kayu. Pengalaman kami, kayu sejenis itu, biasanya kalau dibeli dari petani langsung, per pohon rata-rata 400 sampai dengan 600  ribu rupah untuk Mahoni dan jenis kayu lain selain jati. Sementara untuk kayu jati, minimal diharga Rp. 800 000 – 1.000 000,00 rupiah per pohon. Insyaallah tidak akan rugi. Cara perhitungan tidak rugi dimaksud adalah sebagai berikut:

Jika pembelian kayu mahoni dan yang sejenis dengan mahoni sebagaimana tergambar tadi, maka, kayu sejenis ini akan mendapatkan kurang lebih 16 biji potongan kusen yang jika diekwivalensikan dengan Kusen Pintu akan menghasilkan kurang lebih 6 pintu kusen. Jika enam kusen pintu terbuat dari kayu pilihan sejenis ini, maka, serendahnya dapat dijual di pasaran masing-masing kusen dimaksud seharga minimal 600 000,00. Jadi, jika menghasilkan enam kusen berarti akan menghasilkan uang sebesar 3.600 000,00.

Modal yang harus dikeluarkan, secara umum adalah sebagai berikut: Pembelian kayu Rp. 600 000,00; Modal tenaga kerja pemotong Rp.100 000,00; pemikul Rp.100 000,00; biaya gergaji pita Rp.100 000,00; biaya pengerjaan tukang kusen 180 000, penyewaan mesin dan solar senso Rp. 100 000,00 , maka total modal adalah sebesar 980 000,00; biaya makan, minum dan kesalahan hitung Rp. 250 000,00. Maka berdasarkan perhitungan dimaksud, keuntungan pengusaha kayu akan mendapatkan uang sebesar Rp. 2.250 000,00 sebagai pehitungan dari (3600 000,00 – 1.350,000,00) . Keuntungan ini, belum termasuk keuntungan dari sisa kayu untuk kayu bakar dan sisa potongan dari pembuatan bahan kusen.  Jenis bisnis apa lagi yang memiliki keuntungan sebesar itu.

Kayu Bagus bukan dari Broker

Harga kayu di Broker atau di Panglong, sudah sangat tinggi. Mereka umumnya, telah menghitung tingkat keuntungan yang dapat diperoleh oleh mereka yang mengolah kayu secara langsung dan jadi. Umumnya, setiap pengusaha pengolahan kayu, membeli kayu itu dari barang yang sudah jadi. Sehingga marginnya menjadi sangat rendah. Hal ini berbeda dengan jika kita misalnya membeli kayu secara langsung dari petani.

Jadi, kenapa kita sulit mencari pekerjaan dan menafkahi keluarga? Indonesia adalah negeri kaya raya dan memiliki asset yang sangat besar untuk memakmurkan rakyatnya, tinggal bagaimana kita merawat dan memanfaatkannya. Masalahnya, sudah kita memulai untuk segalanya.** By: Prof. Cecep Sumarna

  1. Eltendi Dhirgan
    Eltendi Dhirgan berkata

    Informatif sekali sangat jelas, dalam pemilihan kayu juga semestinya kita harus berhati berhati. Jenis kayu juga mempengaruhi struktur dalam bangunan (jika menggunakan material ini).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.