Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif

Teknik Pengumpulan Data dalam Penelitian Kualitatif
0 5.758

Dalam penelitian kualitatif, peneliti biasanya menjadi unsur utama sebagai alat penelitian. Karena itu, teknik pengumpulan data dalam penelitian, peneliti umumnya lebih aktif mendatangi subyek penelitian. Siapa yang menjadi objek penelitian dan dalam suasana apa pengumpulan data itu dilakukan, harus juga menjadi pemikiran peneliti. Namun demikian, sebagai alat bantu dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga teknik lain, yaitu: 1. Wawancara; 2. Observasi, dan; 3. Studi dokumentasi.

Wawancara

Wawancara dilangsungkan dalam bentuk tanya jawab secara langsung. Misalnya dengan pimpinan sekolah, dewan guru, siswa, alumni dan masyarakat sekitar, jika penelitian dilangsungkan dalam penelitian. Jawaban atas pertanyaan tadi, direkam atau ditulis oleh peneliti ke dalam lembar kertas kerja.  Tape recorder  dapat digunakan untuk merekam segala hal telah dipersiapkan peneliti.

Wawancara, dilakukan peneliti secara terbuka dengan pimpinan sekolah, siswa dan masyarakat daerah sekitar, ketika sekali lagi penelitiannya di sekolah. Saat melakukan wawancara selama penelitian, peneliti diberi kebebasan untuk memperoleh data dan informasi serta jawaban dari subyek peneliti sesuai dengan kemampuan dan kemauannya.

Namun demikian, tetap peneliti berusaha mengarahkan dan menafsirkannya sesuai keperluan. Alat Bantu utama yang digunakan peneliti adalah pedoman wawancara yang telah disiapkan sebelum melakukan wawancara, di samping itu bukan saku, balpoint, tape recorder dan kamera foto.

Wawancara dilakukan terhadap sejumlah guru yang dianggap mewakili dan mengetahui banyak tentang sekolah yang menjadi objek penelitian peneliti. Untuk itu, kepada Kepala Sekolah peneliti melakukan wawancara terhadap guru yang jumlahnya tadi telah dikemukakan di bagian sebelumnya.

Di sekolah, peneliti melakukan wawancara terhadap sejumlah guru dan tokoh masyarakat sekitar mengenai komentarnya, terhadap eksistensi sekolah ini. Wawancara dilakukan terhadap mereka untuk menjaga netralitas peneliti agar hasil yang diperoleh memperoleh hasil yang optimal.

Adapun orang-orang yang dijadikan objek wawancara oleh peneliti adalah, pimpinan, guru PAI dan siswa serta alumni yang dipandang relevan oleh peneliti serta tokoh masyarakat yang ada di sekitar sekolah. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat di tiga sekolah ini dan menjadi penentu dalam merumuskan orientasi pendidikan di tiga  sekolah ini.

Observasi

Observasi adalah pengumpulan data dengan melakukan peninjauan langsung di lapangan penelitian dan peneliti terlibat langsung dalam kegiatan sekolah selama penelitian ini berlangsung. Berbeda dengan wawancara, observasi lebih berispat usaha peneliti untuk menangkap realitas yang ada yang berhasil peneliti amati. Oleh karena itu, teknik ini lebih bersipat analitis atas kesan yang berhasil peneliti peroleh.

Teknik observasi dalam penelitian ini ditujukan kepada komunikasi sekolah, yang memiliki ciri-ciri tertentu sebagai lembaga pendidikan dan lembaga sosial. Khususnya terhadap GPAI, karena keterlibatannya yang mendalam sebagai pembina dan pembimbing sangat dominan dalam menentukan arah dan kebijakan sistem pendidikan di  sekolah.

Dalam melakukan observasi, peneliti melakukan observasi partisipan terhadap berlangsunya kegiatan sekolah dimaksud, melalui keikutsertaan peneliti dalam beberapa kegiatan yang menurut peneliti diangap patut untuk diikuti secara langsung. Seperti sebelum, sedang berlangsung maupun setelah pelaksanaan pengajian kitab kuning, pelatihan keterampilan muhadharah dan kegiatan keterampilan lainnya.

Di samping itu, peneliti juga mendatangi beberapa Guru dan pembina siswa untuk mengetahui perilaku Guru dan para pembina, juga terhadap perilaku beberapa orang siswa dan alumni sekolah, serta perilaku tokoh masyarakat lingkungan sekolah dilakuka observasi nonpartisipan.

Studi Dokumentasi

Dokumentasi yakni teknik mengambil rujukan dari data-data yang telah tersedia di Sekolah berupa photo, gambar, dan berbagai dokumen yang diperlukan, terkait dengan berbagai aktivitas sekolah sejak didirikan sampai dalam perkembangannya yang paling moderen sekarang ini.

Studi dokumentasi dilakukan peneliti dengan mengumpulkan data dan informasi yang dihimpun dari dua sumber yaitu sumber insani dan sumber non insani. Sumber yang kedua terdiri dari dokumen dan rekaman. Rekaman adalah pernyataan yang dipersiapkan oleh pembina atau pengurus  sekolah baik secara individual maupun secara kelembagaan dengan tujuan untuk membuktikan adanya suatu peristiwa.

Sedangkan dokumen digunakan untuk mengacu setiap tulisan atau bukan, rekaman dan dokumen, dipersiapkan secara khusus untuk tujuan tertentu seperti surat-surat, buku harian, naskah pidato, editorial surat kabar, catatan khusus, skrip televisi ataupun foto-foto kegiatan.

Di suatu instansi kelembagaan, terdapat dokumen resmi. Terhadap dokumen resmi ini, dapat dibagi ke dalam dua bentuk. Kedua bentuk dokumen dimaksud adalah dokumen internal dan dokumen eksternal. Dokumen internal antara lain: memo, pengumuman, intruksi, aturan, rekaman hasil rapat ataupun keputusan pimpinan yang digunankan untuk kalangan sendiri; sedangkan bentuk dokumen eksternal berupa bahan-bahan informasi yang dihasilkan oleh suatu lembaga misalnya: majalah, bulletin, pernyataan dan berita yang ditafsirkan kepada media masa.

Komentar
Memuat...