Temuan Baru dari Sapi Untuk Mengalahkan Virus HIV

0 53

Lyceum Heath – Sampai saat ini mutasi konstan virus HIV telah menyulitkan sistem kekebalan pasien untuk mengatasinya. Namun, periset di Inisiatif Vaksin AIDS Internasional dan Lembaga Penelitian Scripps terpana dengan apa yang terjadi saat mereka mencoba mengimunisasi sapi. Dan hasilnya sapi memiliki kemampuan “mind blowing” untuk memerangi virus HIV.

Para ilmuwan percaya bahwa sistem pencernaan kompleks sapi telah memungkinkan mereka mengembangkan sistem kekebalan yang canggih. Seperti yang di ungkapkan Dr Devin Sok, salah satu peneliti, mengatakan kepada situs BBC News.

Antibodi yang dibutuhkan diproduksi oleh sistem kekebalan sapi dalam hitungan minggu. Sedangkan pada manusia dibutuhkan tiga sampai lima tahun untuk mengembangkan antibodi tersebut.

Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal of Nature. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibodi sapi dapat menetralisir 96 persen strain HIV yang diuji di laboratorium dalam 381 hari.Seperlima dari strain dinetralkan hanya dalam waktu 42 hari.

Meniru antibodi sapi untuk menyembuhkan HIV

Hasil penelitian ini juga menyatakan bahwa antibodi sapi tidak pecis seperti antibodi manusia. Antibodi sapi cenderung memiliki fitur unik dan memiliki keunggulan dibandingkan HIV.

Jika harus mengikuti sapi maka tidak biasa untuk antibodi manusia, yang secara umum menetralkan memiliki struktur yang panjang dan tidak rata. Sedangkan antibodi sapi secara inheren lebih panjang dan longgar.

Diperkirakan sistem pencernaan “ruminansia” sapi yang mengolah rumput untuk mencernanya adalah Wild West dari bakteri bermusuhan. Jadi hewan telah mengembangkan antibodi yang dibutuhkan untuk menjaga mereka tetap dalam pengawasan.

Artinya, sapi akhirnya bisa menjadi sumber obat untuk membuat microbisida vagina lebih efektif untuk mencegah infeksi HIV. Namun, tujuan sebenarnya adalah mengembangkan vaksin yang mendorong sistem kekebalan tubuh manusia untuk membuat antibody.

Seperti yang kita ketahui para peneliti mengalami perjuangan sulit. Walaupun Itu sulit, tapi para peneliti menegaskan dengan adanya temuan ini merupakan tantangan dan studi ternak bisa membantu menunjukkan jalan keluar dari virus HIV.

Semoga dengan hasil penelitian ini, dapat membantu mereka yang terkena virus HIV untuk berjuang tetap sehat. [Ali alamsyah]

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.