Take a fresh look at your lifestyle.

Teori Ekonomi, Penjelasan “Creative Destruction” !

0 589

Creative Destruction awalnya ialah sebuah istilah yang paradoks. Yang diperkenalkan pertama kali pada teori ekonomi di tahun 1942 oleh ahli ekonom Austria Joseph Schumpeter (1883-1950). Ia menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan bentuk spesial dalam pertumbuhan ekonomi yang para entrepreneur utamanya masukkan dalam sistem kapitalisme. Joseph Schumpeter berpendapat bahwa “creative destruction” merupakan awal bertemunya entrepreneur dengan inovasi radikal dalam sistem kapitalis yang merupakan kekuatan yang nyata. Inovasi radikal ini berperan penting dalam meyokong pertumbuhan ekonomi dalam periode jangka panjang. Bahkan ketika ia menghancurkan nilai dan prinsip ekonomi dalam perusahaan yang sudah mapan sekalipun yang mungkin sudah menikmati sedikit kekuasaan memonopoli sebelumnya.

Joseph Schumpeter
Joseph Schumpeter

Dalam pikiran Joseph Schumpeter, keuntungan bersih ekonomi dari inovasi radikal, meskipun menghancurkan prinsip ekonomi yang sudah ada, ukurannya jauh lebih besar dibandingkan jika inovasi radikal tak pernah diperkenalkan. Sehingga istilah ‘penghancuran kreatif” menggambarkan sebuah proses penciptaan pertumbuhan bersih ekonomi dalam sistem kapitalis. Yang di dalamnya si entrepreneur menciptakan lebih banyak nilai yang ekonomis dari inovasi radikal mereka.  Apa yang penting dalam pendapat Schumpeter, ialah bahwa “The essential point to grasp is that in dealing with capitalism, we are dealing with an evolutionary process” .

Meskipun kurang puas dari hasil yang diharapkan, Schumpeter yakin bahwa kapitalisme akhirnya akan dihancurkan oleh keberhasilannya sendiri dan bahwa ‘creative destruction’ hanya sebagian dari perkiraan masa depan sang kapitalisme.

Hubungan Dengan Entrepreneurship dan Kapitalisme

Lalu apa hubungan ‘creative destruction’, entrepreneurship dan kapitalisme? Keberpihakannya yang besar pada kapitalisme dibangun atas alasan kapitalisme mendorong tumbuhnya entrepreneurship. Ia adalah salah satu ahli ekonom pertama yang sungguh-sungguh mampu menjelaskan konsep tersebut dengan rinci dan jelas. Teorinya menggambarkan peran entrepreneur yang lebih luas, yakni sebagai inovator, bukan hanya sebagai inventor atau pencipta. Ia menganggap entrepreneur melakukan lebih banyak hal daripada sekadar menemukan. Karena mereka memperkenalkan alat produksi baru, produk baru, dan bentuk perusahaan baru. Inovasi-inovasi tersebut, ia berargumen, membutuhkan banyak keterampilan dan keberanian sebagaimana yang dibutuhkan dalam proses penciptaan.

Contoh ‘creative destruction’ yang dapat kita temui dalam sejarah ialah dalam dunia transportasi. Saat kereta api mulai secara luas dipakai, industri dan pekerjaan yang berkenaan dengan perternakan kuda dan keledai secara kreatif dihancurkan oleh rel kereta api. Yang kemudian juga secara kreatif dihancurkan oleh kendaraan mobil, yang kini juga mulai dihancurkan oleh pesawat jet yang bahkan lebih cepat.

Dalam dunia teknologi, kita bisa lihat ‘creative destruction’ dalam kasus CD dan iPod. CD telah dihancurkan secara kreatif oleh iPod. iPod membuat kegiatan mendengarkan dan menikmati musik menjadi lebih nyaman dan mudah sehingga tidak diperlukan lagi baterai pengganti, pemutar CD yang besar dan berat atau membawa koleksi CD ke mana-mana. Kemunculan iPod memusnahkan CD secara bertahap dan menciptakan nilai ekonomis baru untuk iPod sekaligus menghancurkan nilai ekonomi CD. Namun secara keseluruhan, konsumen dan masyarakat umum kini secara ekonomis menjadi lebih baik dalam pemuasan kebutuhan yang lebih banyak. Karena hanya dengan sumber daya yang lebih sedikit.

*dikutip dari berbagai sumber (Creative Destruction) (ahli ekonom)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar