Teori Kebenaran Pragmatisme | Epistemology Part – 8

Teori Kebenaran Pragmatisme | Epistemology Part - 8
0 153

Teori Kebenaran Pragmatisme. Pragmatisme dapat disebut sebagai teori kebenaran paling baru dibandingkan dua teori kebenaran lain, yang telah penulis gambarkan sebelumnya. Pragmatisme menjadi sebuah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa apa yang dimaksud dengan kebenaran harus dapat menyebabkan adanya hasil. Teori ini tidak melihat proses sebagai bagian penting, tetapi lebih menilai pada kebermanfaatannya secara praktis bagi kehidupan manusia.

Inilah teori kebenaran yang memberi sumbangan paling nyata dari para filosof berkebangsaan Amerika. Teori ini muncul dengan backgroundAi??tertentu akibat berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke- 19. Teori ini, mengalami tingkat perkembangannya yang paling hakiki, terutama setelah teori evolusi Charles Darwin menempati posisi signifikan dalam percaturan pengetahuan.

Adalah Van Melson [1954] yang berani salah satunya untuk menyebut bahwa tokoh-tokoh yang cukup aktif dalam pengembangan teori ini adalah Charles Sanders Peirce [1839]. Tokoh ini menyatakan bahwa, sesuatu dikatakan sebagai sebuah pengetahuan apabila memuat hasil yang praktis. Karena itu, tidak mengherankan juga, jika di lain waktu, Peirce menyatakan bahwa,Ai??Ai??pragmatisme sebenarnya bukan suatu filsafat, bukan metafisika, dan bukan teori kebenaran, melainkan suatu teknik untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah.

Charles Robert Darwin, [1809 -1882) sering juga disebut sebagai pelopor pragmatisme. Ia adalah naturalis, geolog dan biolog Inggris terkemuka. Ia dikenal dengan kontribusinya terhadap teori evolusi. Menurutnya, semua spesies kehidupan telah turun seiring waktu dari nenek moyang yang sama. Ia yang dibantu mempublikasi hasil penelitiannya bersama Alfred Russel Wallace, memperkenalkan teori ilmiahnya yang menyebut bahwa pola evolusi percabangan selalu dihasilkan dari sebuah proses yang disebutnya seleksi alam. Perjuangan untuk eksistensi memiliki efek yang sama terhadap seleksi buatan yang terlibat dalam pengembangan yang bersipat selektif.

Pernyataan Yang Benar

Menurut kelompok. ini, suatu pernyataan dianggap benar jika melalui pengukuran diketahui ada atau tidak adanya fungsi kebenaran itu terhadap kehidupan praktis. Mampu atau tidaknya memberi dorongan terhadap aksi, karena hanya dengan cara itu ia berkorespondensi dengan realitas. Artinya, suatu pernyataan menjadi benar atau konsekwensi benar, apabila mempunyai kegunaan praktis dalam kehidupan manusia. Jika tidak, maka, itu bukan suatu kebenaran

Gagasan yang benar, menurut kelompok ini adalah gagasan yang dapat diasimilasi, divaliditasi dan dapat diuji. Hal ini mengasumsikan adanya kolaborasi sehingga mampu diverifikasi. Kebenaran terjadi pada suatu gagasan. Gagasan menjadi benar dan dibuat benar oleh suatu peristiwa. Oleh karena itu pula, kebenaran menurut kelompok ini adalah particular. Mengapa? Karena secara faktual, selalu terdapat banyak kebenaran, meski hanya bersipat individual.

Pencarian pengetahuan tentang alam misalnya, harus dianggap fungsional jika berguna untuk menafsirkan gejala alam. Secara histories, kebenaran dari suatu pernyataan ilmiah tidak selalu tetap, yang sekarang benar, bisa didapati salah di kemudian hari. Berhadapan dengan masalah ini, menurut Jujun S. Suriasumantri, seorang ilmuwan pasti bersikap pragmatis.[] Prof. Cecep Sumarna –bersambung

Komentar
Memuat...